cover
Contact Name
Hairani
Contact Email
matrik@universitasbumigora.ac.id
Phone
+6285933083240
Journal Mail Official
matrik@universitasbumigora.ac.id
Editorial Address
Jl. Ismail Marzuki-Cilinaya-Cakranegara-Mataram 83127
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer
Published by Universitas Bumigora
ISSN : 18584144     EISSN : 24769843     DOI : 10.30812/matrik
Core Subject : Science,
MATRIK adalah salah satu Jurnal Ilmiah yang terdapat di Universitas Bumigora Mataram (eks STMIK Bumigora Mataram) yang dikelola dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabadian kepada Masyarakat (LPPM). Jurnal ini bertujuan untuk memberikan wadah atau sarana publikasi bagi para dosen, peneliti dan praktisi baik di lingkungan internal maupun eksternal Universitas Bumigora Mataram. Jurnal MATRIK terbit 2 (dua) kali dalam 1 tahun pada periode Genap (Mei) dan Ganjil (Nopember).
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 1 (2021)" : 22 Documents clear
Convolutional Neural Network With Batch Normalization for Classification of Emotional Expressions Based on Facial Images Bambang Krismono Triwijoyo; Ahmat Adil; Anthony Anggrawan
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v21i1.1526

Abstract

Emotion recognition through facial images is one of the most challenging topics in human psychological interactions with machines. Along with advances in robotics, computer graphics, and computer vision, research on facial expression recognition is an important part of intelligent systems technology for interactive human interfaces where each person may have different emotional expressions, making it difficult to classify facial expressions and requires training data. large, so the deep learning approach is an alternative solution., The purpose of this study is to propose a different Convolutional Neural Network (CNN) model architecture with batch normalization consisting of three layers of multiple convolution layers with a simpler architectural model for the recognition of emotional expressions based on human facial images in the FER2013 dataset from Kaggle. The experimental results show that the training accuracy level reaches 98%, but there is still overfitting where the validation accuracy level is still 62%. The proposed model has better performance than the model without using batch normalization.
Pengelompokan Penerima Bantuan Sosial Masyarakat dengan Metode K-Means Lalu Ganda Rady Putra; Anthony Anggrawan
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol. 21 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/matrik.v21i1.1554

Abstract

Pada umumnya bantuan yang di berikan oleh pemerintah kepada masyarakat terkadang tidak tepat sasaran, karena sebagian masyarakat yang mampu secara ekonomi mendapatkan bantuan sedangkan masih banyak masyarakat yang tidak mampu justru tidak menerima bantuan dari pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengelompokan penerima bantuan sosial yang layak menerima bantuan dan kurang layak menerima bantuan. Solusi yang di berikan dengan menggunakan tahapan penelitian yaitu pengumpulan data, data preprossesing, implementasi metode klasifikasi dan analisa hasil untuk mengetahui hasil akhir. Analisis yang di gunakan adalah data penerima bantuan sosial yang belum di kelompokan dan berdasarkan hasil dalam pengelompokan penerima bantuan sosial menggunakan metode K–means, dari 257 data terdapat 196 data yang termasuk cluster 1 dengan status penerima bantuan sosial tepat sasaran dan 61 data yang termasuk cluster 2 dengan status penerima bantuan sosial tidak tepat sasaran. Dari hasil analisis data dapat ditarik sebuah kesimpulan yaitu masyarakat yang menerima bantuan sudah tepat sasaran karena mayoritas penerima bantuan diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan dari pemerintah, dimana penerima bantuan bekerja sebagai buruh, tidak memiliki aset dan memiliki penghasilan di bawah Rp 500.000.

Page 3 of 3 | Total Record : 22