cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021)" : 7 Documents clear
PROSES PEREBUSAN TBS KELAPA SAWIT PADA STASIUN STERILIZER (Studi Kasus pada PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul, Riau) Lilis Masruroh; Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1282

Abstract

Proses produksi pengolahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak sawit/Crude Palm Oil (CPO) melewati beberapa tahap pengolahan. Tahapan pengolahan tersebut dilakukan di beberapa stasiun, diantaranya stasiun penerimaan, stasiun sortasi, stasiun sterilizer, stasiun thresher, stasiun digester dan press, dan stasiun clarifikasi. Salah satu proses yang sangat penting berada pada stasiun sterilizer. Kualitas CPO yang dihasilkan, salah satunya bergantung pada proses perebusan di stasiun sterilizer. Proses perebusan TBS di PT. Tri Bakti Sarimas PKS 2 Ibul menggunakan sistem double peak, dengan tekanan sekitar 2,5 sampai 3 bar. Proses perebusan dilakukan selama 60 sampai 90 menit. Waktu proses yang cukup lama tersebut, akan mematangkan buah sampai ke lapisan bawah.
IDENTIFIKASI BORAKS DAN CEMARAN MIKROBIA PADA KARAK MENTAH DI SURAKARTA Widya Anggraini Pamungkas; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1495

Abstract

Karak adalah produk kering terbuat dari beras yang biasanya berbentuk lempengan tipis. Bahan baku karak berupa beras, garam, “bleng”, dan bumbu lain. Bleng merupakan bahan yang mengandung boraks. Boraks melalui PerMenkes 722/MenKes/Per/IX/1988 dilarang digunakan sebagai bahan tambahan pangan karena berdampak negatif bagi kesehatan manusia seperti gangguan fungsi hati, kerusakan ginjal, mengganggu fungsi testis dan berdampak kematian. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dan menggunakan metode survei. Pengujian dilakukan di 5 kecamatan di Surakarta yakni Kecamatan Banjarsari, Pasar Kliwon, Jebres, Serengan, dan Kecamatan Laweyan dengan 2 pasar yang mewakili setiap kecamatan. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kimia dan uji mikrobiologi. Uji kimia yang dilakukan berupa pengujian boraks dan kadar air. Hasil pengujian kimia menunjukkan 100% sampel mengandung boraks dimana kandungan boraks berkisar antara 39,33-536 ppm dan 100% sampel mentah mempunyai kadar air lebih dari SNI yaitu 20%. Hasil mikrobiologi meliputi angka kapang, angka lempeng total, dan E.Coli banyak yang tidak sesuai dengan SNI 01-4307-1996. Hal ini menunjukan bahwa karak yang beredar di pasar tradisional di Kota Surakarta belum aman untuk dikonsumsi.
KAJIAN DAYA TERIMA MINUMAN REMPAH DENGAN PENAMBAHAN LADA HITAM Hanifa Tyas Nabilah; Ismi Hanik Wulandari; Khumaidi; Esteria Priyanti
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1497

Abstract

Penambahan lada hitam pada minuman rempah dapat memberikan nilai tambah pada minuman tersebut. Konsumsi minuman rempah dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan daya terima konsumen terhadap minuman rempah dengan penambahan lada hitam. Bahan yang digunakan yaitu jahe, kunyit, serai, lada hitam, air dan gula merah. Tahapan penelitian terdiri dari 3 tahap. Tahap pertama meliputi persiapan bahan dan alat serta formulasi minuman rempah. Tahap kedua yaitu proses pembuatan 2 jenis formula yaitu minuman rempah tanpa penambahan lada hitam dan dengan penambahan lada hitam. Tahap ketiga yaitu uji hedonik melibatkan 35 panelis tidak terlatih. Data yang diperoleh dari hasil uji hedonik dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel 2019. Untuk menentukan perbedaan daya terima terhadap rasa, warna dan aroma menggunakan uji Mann Whitney U Test pada software SPSS 25.0 for MacOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata daya terima panelis terhadap rasa dan aroma berbeda secara signifikan (p<0,05), sedangkan terhadap warna tidak berbeda secara signifikan (p>0,05). Hal ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan dari penambahan lada hitam terhadap rasa dan aroma pada minuman rempah, tetapi tidak pada warna. Dapat disimpulkan bahwa penambahan lada hitam pada pembuatan minuman rempah dapat menjadi inovasi baru untuk produk minuman rempah.
EVALUASI MUTU FISIK DAN NILAI GIZI PARBOILING RICE VARIETAS CISOKAN SUMATERA BARAT Renny Eka Putri; Ifmalinda; Nindi Elisa
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1501

Abstract

Parboiled rice atau yang dikenal dengan beras pratanak adalah pengolahan gabah yang bertujuan untuk menaikkan persentase rendemen giling dan menurunkan persentase kadar glukosa sehingga dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus dan obesitas. Parboiled rice ini untuk mendapatkannya harus melakukan proses perendaman dan pengukusan dari gabah kemudian dikeringkan dan digiling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa mutu fisik dan mutu gizi gabah varietas cisokan secara pratanak. Mutu fisik yang dievaluasi meliputi ukuran, bentuk, bulk density, kadar air, dan rendemen, sedangkan nilai gizi meliputu kadar gulosa dan kandungan pati. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rendemen giling pada perlakuan setelah dikukus 30 menit yaitu 79,965% dibandingkan beras tanpa proses pratanak. Proses pratanak juga dapat menurunkan kadar glukosa pada beras 0,529% dan menaikkan kadar pati menjadi 78,614%.
PENGARUH PENGGUNAAN VACUUM COOLING TERHADAP PERUBAHAN MUTU MADU HUTAN RIAU Amanda Izzah Aulia; Anang Lastriyanto; Yusuf Wibisono; Ary Mustofa Ahmad
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1528

Abstract

Pasteurisasi akan merusak kualitas madu seperti kadar gula pereduksi dan sifat fisik madu karena panas sensible yang tertahan dalam madu. Oleh karena itu, dilakukan pengujian pengaruh pendinginan pada madu setelah proses pasteurisasi dengan alat vacuum cooling. Pada industri pengolah madu yang telah menggunakan vacuum cooling, saat melakukan proses vakum, terdapat masalah yaitu madu tersedot ke selang vakum saat proses vakum terjadi, maka peneliti menggunakan volume sebagai perlakuan kedua. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh pendinginan vakum terhadap perubahan mutu madu hutan Riau. Kandungan madu yang diuji adalah gula pereduksi, kadar air, viskositas dan total padatan terlarut. Pengujian gula pereduksi menggunakan metode DNS, sedangkan pengujian fisik kadar air menggunakan Moisture Balance MOC-120H Shimadzu, pengujian viskositas menggunakan Viscometer NDJ-1S dan pengujian total padatan terlarut menggunakan Refractometer Brix 0% - 32% ATC. Pendinginan madu dengan vacuum cooling menyebabkan penurunan kadar air hingga rata rata 5,1% yang mana akan meningkatkan viskositas hingga rata rata 14,33 Poise dan total padatan hingga 4 %Brix. Gula pereduksi madu dengan perlakuan vacuum cooling mendapatkan hasil terbaik yaitu 48,49%. Dari hasil penelitian yang didapatkan, mendinginkan madu dengan alat pendingin vakum pasca proses pasteursisasi didapatkan hasil bahwa lebih baik menggunakan alat pendingin vakum dibandingkan dengan pendinginan konvensional pada kualitas madu hutan Riau.
PENGARUH PENGEMASAN DENGAN PLASTIK POLYPROPYLENE DENGAN BERBAGAI LUBANG PERFORASI TERHADAP KUALITAS SIMPAN KANGKUNG (Ipomea reptans Poir.) Alvira Tuttan Dwi Maharani; Yoga Aji Handoko; Wamilia Yulianingsih
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1531

Abstract

Besarnya jumlah dari produksi kangkung tidak diimbangi dengan penanganan pascapanen yang memadai sehingga banyak kangkung yang terbuang dan busuk sebelum diolah karena kangkung termasuk sayuran yang mudah rusak (perishable) sehingga perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut sehingga untuk meningkatkan kesegaran dan menambah nilai ekonomis dari kangkung itu sendiri. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh pengemasan plastik PP dengan berbagai lubang perforasi terhadap warna dan kelayuan kangkung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) untuk ulangan dilakukan sebanyak 5 kali dengan perlakuan pemberian lubang perforasi : P0 (kontrol), P1 (4 lubang perforasi), P2 (6 lubang perforasi), dan P3 (6 lubang perforasi) dengan perlakuan suhu ruang. Pada penelitian ini didapatkan bahwa dari hasil sidik ragam menunjukan perlakuan terendah terjadi pada perlakuan kontrol terhadap hasil warna dan kelayuan, sedangkan pengemasan dengan plastik PP dengan perlakuan pengemasan 4 lubang dan 8 lubang memberikan hasil terbaik pada warna dan tekstur kangkung.
MODIFIKASI SELEKSI EAR TO ROW MENJADI SELEKSI SPIKE TO HOLE PADA GANDUM AUSTRALIA Surya Seno Pamungkas; Djoko Murdono
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v10i1.1534

Abstract

Penelitian ini melakukan modifikasi seleksi “ear to row” pada jagung yang diubah menjadi “spike to hole” untuk penyesuaian pada tanaman gandum. Modifikasi yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi sekaligus menyeleksi dan mengelompokan potensi benih gandum Australia yang didapat dengan metode ini. Hasil dari penelitian ini disajikan dalam bentuk data deskriptif disertai gambar dokumentasi tanaman gandum Australia yang ditanam dalam penelitian ini. Setidaknya didapatkan 4 tipe gandum Australia yang berpontesi untuk dikembangkan pada iklim tropis Indonesia. Keempat tipe gandum yang didapat dalam penelitian ini memiliki kode tipe 1, tipe 2, tipe 1a, dan tipe 2a. Perbedaan keempat tipe gandum Australia dalam penelitian ini terlihat secara visual, yaitu pada tipe 1 memiliki warna malai tua berwarna kuning pucat sedangkan pada tipe 2 memiliki warna kuning emas yang terlihat lebih pekat. Pada tipe 1 dan tipe 2 juga memiliki umur panen pada 113HST lebih awal disbandingkan tipe 1a dan tipe 2a. Secara visual tipe 1a dan tipe 2a memiliki ciri yang serupa dengan tipe 1 dan tipe 2, hanya saja pada umur panen gandum tipe 1a dan 2a lebih lamat 14 hari yaitu pada 127HST.

Page 1 of 1 | Total Record : 7