cover
Contact Name
Jurnal TP Unisi
Contact Email
juraltpunisi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltepeunisi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
ISSN : 23014083     EISSN : 25985132     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian ini merupakan publikasi resmi yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri, Tembilahan. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan Mei Tahun 2012. Namun OJS baru diterapkan pada Tahun 2018. Jurnal ini memuat tinjauan mengenai hasil-hasil penelitian dan non penelitian tentang suatu permasalahan secara komprehensif dan prospek pengembangannya, serta bertujuan memberi informasi tentang Teknologi Pertanian Jurnal ini berfokus pada teknologi pertanian seperti sains dan teknik pangan, teknologi dan manajemen industri pangan, teknik pertanian dan rekayasa bioproses.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2015)" : 5 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KETAN HITAM TERHADAP BISKUIT YANG DIHASILKAN Dian Susanti; Retti Ninsix
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v4i2.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung ketan hitam yang tepat untuk dapat menghasilkan biskuit yang bermutu baik. Rancangan percobaan penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan (A : 100 % tepung ketan hitam dan 0 % tepung terigu), (B: 90 % tepung ketan hitam dan 10 % tepung terigu), (C : 80 % tepung ketan hitam dan 20 % tepung terigu), (D: 70 % tepung ketan hitam dan 30 % tepung terigu).Analisa dilakukan untuk menentukan kadar kadar air, kadar abu, kadar protein dan organoleptik (Warna, aroma, tekstur dan rasa). Basil terbaik biskuit yaitu perlakuan D (substitusi tepung ketan hitam 70% + tepung terigu 30%) dengan kadar air 3,1647%, kadar abu O,9855, kadar protein 6,2272%, nilai wama 4,30, aroma 2,60, rasa 3,85 dan tekstur 4,55.
KAJIAN KARAKTERISTIK FISIKO KIMIA DAN SENSORI MANISAN PIDADA DENGAN KONSENTRASI AGAR-AGAR SERBUK YANG BERBEDA Mardiah Mardiah; R. Marwita Sari Putri
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v4i2.80

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi agar-agar serbuk yang tepat dalam pengolahan manisan pedada (Sonneratia caseolaris) sehingga menghasilkan karakteristik fisiko, kimia dan sensori yang baik. Konsentraasi agar-agar serbuk pada pembuatan manisan pedada (Sonneratia Caseolaris) tidak menunjukkan pengaruh nyata terhadap kadar air, abu, gula sukrosa, dan uji organoleptik terhadap rasa dan aroma, serta menunjukkan pengaruh nyata terhadap warna, dan tekstur. Konsentrasi agar-agar serbuk terbaik terdapat pada perlakuan D (2,5% agar-agar serbuk / bb) dengan karakteristik kadar air 17,99%, kadar abu 0.33% dan kadar gula sukrosa 58,21%. Skor uji hedonik terhadap perlakuan D tersebut adalah: 2,58% rasa, 1,50% warna, 2,37% aroma, dan 2,70% tekstur.
EVALUASI KESESUAIAN UKURAN CACAHAN TANDAN KOSONG SAWIT UNTUK PROSES DAN HASIL PENGOMPOSAN DENGAN PEMBERIAN BIOAKTIFATOR ORGADEC Hermiza Mardesci
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v4i2.81

Abstract

Tandan kosong sawit (TKS) merupakan limbah pabrik kelapa sawit yang biasanya hanya dibuang. Padahal TKS ini mengandung unsur hara yang tinggi yang dapat dikembalikan ke dalam tanah. Namun proses dekomposisi dari TKS membutuhkan waktu yang lama, karenaTKS mengandung lignin dan selulosa yang tinggi sehingga sulit untuk didekomposisi. Selain itu TKS utuh memiliki luas permukaan efektif yang kecil sehingga menyulitkan mikroorganisme dalam merombaknya. Untuk mengatasi hal tersebut, telah dikembangkan mesin pencacah TKS, namun pengaruh dari ukuran bahan cacahan terhadap proses dekomposisi belum diketahui. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap sifat fisik bahan cacahan, evaluasi kecocokan ukuran bahan cacahan TKS untuk proses dan hasil pengomposan, serta melakukan evaluasi ekonomi untuk mengetahui biaya pokok yang diperlukan selama pengomposan.Dari hasil penelitian didapatkan ukuran terbaik untuk pengomposan adalah ukuran besar (cacahan yang didominasi oleh tangkai yang masih utuh atau sedikit tercacah dengan spikelet masih menempel pada tangkai, yang berukuran ≥ 5 cm). Kompos dari cacahan ukuran besar menunjukkan nisbah C/N yang relatif sama dengan cacahan ukuran kecil, tetapi memiliki kandungan unsur hara dan asam humat yang jauh lebih tinggi dari pada kompos dari cacahan ukuran kecil. Proses pengomposan lebih cepat berlangsung pada cacahan yang diberi bioaktifator dibanding tanpa pemberian bioaktifator. Untuk lama pengomposan, masa inkubasi 3 bulan jauh lebih baik dibanding 1 atau 2 bulan. Dari analisa ekonomi didapatkan biaya pokok untuk proses dan hasil pengomposan pada cacahan ukuran besar dengan pemberian bioaktifator sekitar Rp. 1.213,37/kg yang terdiri dari biaya pokok pencacahan Rp. 5,31/kg, dan biaya pokok pengomposan sekitar Rp. 1.208,06/kg.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG AMPAS KELAPA DENGAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP COOKIES Sudirman Sudirman; Retti Ninsix
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v4i2.82

Abstract

Penelitian dengan judul Pengaruh Penambahan Tepung Ampas Kelapa dengan Tepung Tapioka Terhadap Mutu Cookies bertujuan untuk mengetahui tentang pengaruh penambahan tepung ampas kelapa dengan tepung tapioka terhadap mutu cookies. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknilogi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri dan analisa di lakukan di Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas Padang pada bulan November 2013 sampai Desember 2014.Rancangan percobaan yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)yang terdiri dari empat perlakuan yaitu :A = 85% tepung ampas kelapa + 15% tepung tapioka, B = 70% tepung ampas kelapa + 30% tepung tapioka, C = 55% tepung ampas kelapa + 45% tepung tapioka, dan D = 40% tepung ampas kelapa + 60% tepung tapioka. Perlakuan ini diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh pula perlakuan 3x4 dengan jumlah 12 unit percobaan. Hasil analisa dianalisis secara statistik, j ika F hitung > dari F tabel, maka dilakukan uji lanjut BNJ tarafnya 5%.Hasil yang terbaik dari penelitian ini adalah perlakuan Al ( 85 % penambahan tepung ampas kelapa + 15 % tepung tapioka ) ) dengan kadar air 4,42 %, kadar protein 6,67 %, kadar lemak 13,71 %, serat kasar 8,50 %, kadar karbohidrat 73,50 % dan dengan uji organoleptik untuk warna 4,55, rasa 4,30, aroma 4,02, dan tekstur 4,40.
PENGARUH PENAMBAHAN RUMPUT LAUT SEBAGAI BAHAN PENGENTAL TERHADAP KARAKTERISTIK SAUS PEPAYA Jazuli Jazuli; Retti Ninsix
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/jtp.v4i2.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan rumput laut sebagai bahan pengental yang tepat terhadap karakteristik saos pepaya yang dihasilkan. Rancangan percobaan penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan penambahan rumput laut sebagaibahan pengental (A = 1% rumput laut, B = 2% rumput laut, C = 3% rumput laut, D = 4% rumput laut).Analisa dilakukan untuk menentukan kadar air, kadar pati, dan organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur), Untuk hasil terbaik dari penambahan rumput laut sebagai bahan pengental terhadap saos pepaya adalah perlakuan A (1% rumput laut) dengan kadar air 86,86%, kadar lemak 0,76%, viskositas 72,00% uji organoleptik wama 4,55.

Page 1 of 1 | Total Record : 5