cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2016): April 2016" : 7 Documents clear
Biaya Pengurangan (Marginal Abatement Cost) Emisi Gas Rumah Kaca(GRK) Sektor PErtanian di Kabupaten Grobogan dan Tanjung Jabung Timur Miranti Ariani; P. Setyanto; M. Ardiansyah
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.444 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.39-49

Abstract

ABSTRAK Komitmen Pemerintah Indonesia untuk penurunan emisi GRK sebesar 26% sampai 2020, melibatkan keikutsertaan daerah secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis opsi-opsi mitigasi pada pengelolaan lahan sawah yang mungkin dilakukan dengan menggunakan pendekatan Marginal Abatement Cost atau biaya pengurangan emisi yang berprinsip pada pemilihan aksi mitigasi dengan biaya rendah dan potensi penurunan yang besar. Lokasi penelitian dipilih secara purposive yaitu di Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi pada tahun 2013 untuk analisis tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan teknologi mitigasi yang berpotensi besar menurunkan emisi GRK dengan biaya rendah di Kabupaten Grobogan adalah penerapan teknik budidaya padi dengan penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dan penggantian varietas padi dengan varietas padi yang rendah emisi GRK. Sementara di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, teknologi ameliorasi dengan kompos, pupuk kandang dan penerapan teknologi tanpa olah tanah+tanam benih langsung merupakan teknologi mitigasi yang memiliki potensi besar menurunkan emisi dengan biaya yang rendah. Kata kunci: pertanian, gas rumah kaca, biaya pengurangan emisi, mitigasi ABSTRACT The Indonesian government's commitment to decrease GHG emissions by 26 % until 2020, actively involve local government’s participation. This study aims to analyze mitigation options inpaddy fields management that may be performed by using the approach of Marginal Abatement Cost with the principle of selecting mitigation actions with low cost and high potential emission decrease. Locations were selected purposively in Grobogan Central Java Province and East Tanjung Jabung Jambi in 2013 for 2011 data analysis. The results show mitigation activity such as low methane rice varieties and Integrated Crop Management could be applied at Grobogan with low cost, while using amelioration such as compost or manure and non tillage+direct seeded could be applied at East Tanjung Jabung with low cost as well. Keywords: agriculture, greenhouse gas, marginal abatement cost, mitigation Cara sitasi: Arianti, M., Setyanto, P., Ardiansyah, M. (2016). Biaya Pengurangan (Marginal Abatement Cost) Emisi Gas Rumah Kaca(GRK) Sektor PErtanian di Kabupaten Grobogan dan Tanjung Jabung Timur. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),39-49, doi:10.14710/jil.14.1.39-49
Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Lilin (Musa paradisiaca) Sebagai Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Gallus galus domesticus) Ryan Hidayat; Arum Setiawan; Erwin Nofyan
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.411 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.11-17

Abstract

ABSTRAK Daging ayam merupakan salah satu sumber bahan pangan hewani yang mengandung gizi yang cukup tinggi berupa protein dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan kulit pisang lilin terhadap pertumbuhan ayam pedaging. Disiapkan Ayam pedaging berusia 1 hari. Digunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 2 kali ulangan dengan konsentrasi 0% (kontrol), 25%,50%,75% dan 100% kulit pisang. Serta analisis menggunakan Analisis Varian (ANAVA), jika terdapat perbedaan antara perlakuan tersebut dapat dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa pertambahan berat tubuh ayam pedaging paling baik adalah 0% kulit pisang dengan 289,04 g tetapi, hasil tertinggi pakan campuran antara kulit pisang dan pur komersial terdapat pada konsentrasi (25%) kulit pisang 259,20 gram, (50%) 250,92 gram, (75%) 251,69 gram sedangkan hasil terendah hingga mengakibatkan ayam pedaging mati terdapat pada perlakuan (100%) kulit pisang 64,21 gram. Faktor utama rendahnya hingga mengakibatkan matinya ayam pedaging pada perlakuan 100% kulit pisang disebabkan oleh kandungan C/N yang terdapat pada kulit pisang yang tinggi terutama pada kandungan N-Total yang tinggi mengakibatkan terjadinya penurunan rasio C/N sehingga tidak terjadi proses mineralisasi atau meningkatnya kandungan dalam pakan dengan baik. Serta dapat diambil kesimpulan bahwa Semakin tinggi konsentrasi pakan yang diberikan terhadap pakan ayam pedaging berpengaruh semakin rendahnya pertumbuhan rerata ayam pedaging. Serta pakan olahan yang terbuat dari kulit pisang lilin pada konsentrasi 25%-75% seluruhnya dapat dikonsumsi ayam pedaging guna menambah berat badan pada ayam pedaging karena memiliki hasil yang tidak berbeda signifikan. Kata Kunci: Broilers, Kulit pisang lilin, pertumbuhan, kecepatan konsumsi   ABSTRACT The research of candles banana skin (Musa zabrina Van Houtte) utilization (Gallus gallus domesticus) has been done. The research aims to find the utilization of candle banana skin as an alternative feed for broilers growth. This research was being used 1-day old broiler. And using competely randomized design (CRD) with 5 treatments and 2 repititions this research was being used candles banana skin extract with 0% control 25%, 50%, 75%, and 100% concentration.the analized was being used variant analysis (ANOVA), it could continu with Least Significent Difference (LSD) if there is a difference between the treatments with 95% confidence level. The result of this research show that the best gain of broiler, weight, is using 0% candles banana skin extract 289.04 grams. However, this result of mixing feed between candles banana skin and comercial put highhest in (25%) candles banana skin consentration 259.20 grams, (50%) 250.92 grams, (75%) 251.65 grams whie the lowest result that cousing the death of broiler is in (100%) candle banana extract consentration treatment because of high C/N contained. espescially on the high   N-Total cause the decrease of C/N ratio so that there is on mineralization procers on in creasing the feed contained. The conclution is the concentration of the feed given to broilers, it aaffects the low growth average of broilers the feed in 25%- 75% concentrations can consumed by the broilers to increase the weight. Keywords: Broilers, Candles banana skin, Growth and The rate of consumption Cara sitasi: Hidayat, R., Setiawan, A., Nofyan, E. (2016). Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Lilin (Musa paradisiaca) Sebagai Pakan Alternatif Ayam Pedaging (Gallus galus domesticus). Jurnal Ilmu Lingkungan,14(1),11-17, doi:10.14710/jil.14.1.11-17
Air dan Konflik: Studi Kasus Kabupaten Timor Tengah Selatan Hary Jocom; Daniel D Kameo; Intiyas Utami; A. Ign. Kristijanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.061 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.51-61

Abstract

ABSTRAK Secara perhitungan teknis, antara ketersediaan air dan kebutuhan air per kapita mencukupi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, namun permasalahan aksesibilitas yang menyebabkan terjadinya kekeringan dibeberapa wilayah. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kolbano dan Kualin, Kab. TTS bertujuan pembuktian teori Homer-Dixon dan Gleick tentang konflik berbasis sumber daya alam. Hasil penelitian menunjukkan bahwapertama, ketidakadilan akses terhadap sumber daya air tidak menimbulkan konflik antar masyarakat, dan kedua, tidak terjadi migrasi besar dari wilayah langka air ke wilayah lain. Faktor yang melandasiadalah adanyanilai-nilai budaya yang masih dipercaya dan dijaga, sehingga mampumenciptakan harmoni sosial. Temuan empirik ini menjadi sebuah penemuan teori baru dari pengembangan teori Homer-Dixon dan Gleick yang menyatakan bahwa kelangkaan sumber daya alam/air menimbulkan konflik, namun tidak terjadi dalam konteks masyarakat di Kec. Kolbano dan Kualin, dan wilayah lain di Kab. TTS.   Kata kunci: Kelangkaan air, konflik, sumberdaya air, sumber daya alam ABSTRACT In technical calculations, between water availability and water demand per capita is sufficient in Timor Tengah Selatan (TTS) East Nusa Tenggara province, but the problem of accessibility caused drought in some areas. This research was conducted in the District Kolbano and Kualin, Kab. TTS aims at proving the theory Homer-Dixon and Gleick about natural resource-based conflicts. The results showed that the first, inequality in access to water resources does not generate conflicts between communities, and second, there was no major migration of water-scarce region to region. Factors underlying is their cultural values ​​are still believed and guarded, so as to create social harmony. These empirical findings into a discovery of a new theory of the development of the theory of Homer-Dixon and Gleick stating that the scarcity of natural resources / water conflict, but did not occur in the context of the community in the district Kolbano and Kualin, and other areas in the district TTS.   Keywords: Conflict, natural resources, water resources, water scarcity Cara sitasi: Jocom, H., Kameo, D.D., Utami, I., dan Kristijanto, A.I. (2016). Air dan Konflik: Studi Kasus Kabupaten Timor Tengah Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),51-61, doi:10.14710/jil.14.1.51-61
Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Alam dan Hutan Rerdegradasi di Taman Nasional Tesso Nilo Andi Kusumo; Azis Nur Bambang; Munifatul Izzati
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.045 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.19-26

Abstract

ABSTRAK Hutan Tesso Nilo merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman tanaman berpembuluh dan merupakan habitat bagi satwa terancam punah yaitu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus). Kawasan ini tidak luput dari kegiatan perambahan dan di konversi menjadi perkebunan dan permukiman. Pembukaan lahan hutan akan mengakibatkan rusaknya fungsi hutan dan mengakibatkan musnahnya berbagai jenis flora dan fauna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh perambahan hutan terhadap strukur vegetasi kawasan hutan. Metode yang digunakan adalah survei dengan menggunakan sampling vegetasi petak dalam jalur dilokasi hutan alam dan hutan terdegradasi akibat perambahan. Hasil dianalisis untuk mengetahui kelimpahan vegetasi, indeks nilai penting dan indeks keanekaragaman (Shannon-Wiener). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perambahan hutan mengakibatkan terjadinya perubahan pada struktur vegetasi. Perambahan mengakibatkan penurunan jumlah kelimpahan vegetasi, nilai keanekaragaman, dan dominansi jenis (indeks nilai penting) baik pada tingkat semai, pancang, tiang dan pohon. Kata kunci: Taman Nasional Tesso Nilo, struktur vegetasi, perambahan ABSTRACT Tesso Nilo forest is an area with a greater diversity of vascular plants and habitat for an endangered species, namely the Sumatran tiger (Panthera tigris sumatrae) and the Sumatran elephant (Elephas maximus sumatranus). This area was not spared from encroachment and conversion to plantations and settlements. Forest clearing will cause damage to forest functions and lead to the extinction of various species of flora and fauna. The purpose of this study was to determine the consequences caused by the encroachment of the structure of forest vegetation. The method used was a survey by sampling vegetation plots in the path of the location of natural forests and forests degraded due to encroachment. The results were analyzed to determine the abundance of vegetation, an index of the importance and diversity index (Shannon-Wiener). The results showed that deforestation resulted in a change in the structure of vegetation. Encroachment degrades an abundance of vegetation, the value of diversity, and dominance type (Importance Value Index) is good for seedlings, saplings, poles and trees. Keywords:  Nasional Park of Tesso Nilo, vegetation structure Cara sitasi: Kusumo, A., Bambang, A. N., Izzati, M. (2016). Struktur Vegetasi Kawasan Hutan Alam dan Hutan Rerdegradasi di Taman Nasional Tesso Nilo. Jurnal Ilmu Lingkungan,14(1),19-26, doi:10.14710/jil.14.1.19-26
Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur Sumardi Sumardi
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.926 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.27-31

Abstract

ABSTRACT Sandalwood (Santalum album Linn.) Is a native species of East Nusa Tenggara that have high economic value because it contains oil in the hardwood that is used as a raw material for cosmetics and pharmaceuticals. However, sandalwood population in East Nusa Tenggara has declined severely caused of massive exploitation in the past without accompanied by the success of replanting. Excessive exploitation impact on the decreasing of genetic diversity. Conservation was initiatied by the Forestry Research Institute of Kupang in 2012 with Eastern Part of Timor Island as a genetic material source. This study was aimed to investigate the genetic variation of plant growth on sandalwood (Santalum album linn.) genetic conservation from Eastern Part of Timor Island until 8 months after planting. The research was designed using Incomplete Block Design (IBD), consists of 25 families, single treeplot and 10 blocks as replicates. The variance analysis showed there was no significant difference between the families tested and the average height and diameter growth of test plants respectively 51,02 cm and 4.70 mm. The families heritability (h2f)  estimation of height is 0.70 high category and the diameter is 0.53 medium category.   Key words : Population, conservation, variation, heritability ABSTRAK Cedana (Santalum album Linn.) merupakan jenis tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungan minyak atsiri pada kayu terasnya yang digunakan sebagai bahan baku industri kosmetik dan obat-obatan. Namun demikian populasi jenis ini di Nusa Tenggara Timur telah mengalami penurunan sangat tajam, akibat eksploitasi besar-besaran dimasa lalu yang tidak dibarengi keberhasilan penanaman kembali. Kondisi tersebut berdampak pada keragaman genetik cendana yang pernah ada di NTT. Tindakan konservasi mulai dilakukan oleh Balai Penelitian Kehutanan Kupang pada tahun 2012 yang berasal dari populasi Pulau Timor bagian Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genetik pertumbuhan tanaman pada plot konservasi sumberdaya genetik cendana populasi Pulau Timor bagian Timur sampai dengan umur 8 bulan setelah penanaman. Penelitian disusun dengan rancangan Incomplete Block Design (IBD) yang terdiri dari 25 famili, single treeplot dan 10 blok sebagai ulangan. Hasil analisis varian tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata antar famili yang diuji dengan nilai rerata pertumbuhan tinggi dan diameter masing-masing sebesar 51,02 cm dan 4,70 mm. Taksiran nilai heritabilitas famili (h2f) untuk tinggi sebesar 0,70 termasuk kategori tinggi dan diameter sebesar 0,53 termasuk kategori sedang. Kata kunci : populasi, konservasi, cendana, variasi, heritabilitas. Cara sitasi: Sumardi. (2016). Variasi Genetik pada Pertumbuhan Tanaman Konservasi Sumberdaya Genetik Cendana (Santalum album Linn.) Populasi Pulau Timor Bagian Timur, 14(1),27-31, doi:10.14710/jil.14.1.27-31
Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebun Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas Herawikan Mandiriati; Djoko Marsono; Erny Poedjirahajoe; Ronggo Sadono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.289 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.33-38

Abstract

ABSTRAK Pengeloaan Kebun Raya Baturraden di Kawasan Hutan Produksi terbatas dapat menimbulkan permasalahan surface run off apabila penanganan lokasi tidak dilakukan secara konservatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi problematika Perubahan ekositem Hutan Produksi Terbatas yang bersifat homogen menjadi Kebun Raya Baturraden merupakan hutan heterogen. Dengan cara membuat PU (Petak Ukur) di zona pemanfaatan keluasan 77,4 Ha, sebanyak 109 PU (Petak Ukur) dengan ukuran 20x20 m, intensitas 5,5, jarak antar PU 1, 3 m. Hasil pengamatan   parameter yang menjadi pertimbangan ketinggian tanah antara 1076-760 Dpl, kelerengan tanah 12⁰-30⁰, kedalaman tanah < 85 Cm – 90<, erodibilitas tanah 0,43, jenis tanah Latosol Coklat dan curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. Dari hasil pengamatan kawasan Kebun Raya Baturraden tanah mudah sekali terjadi   proses surface run off. Mengatasi dan merubah ekosistem dari hutan homogeny menjadi heterogen (1) penjarangan harus bertahap sesuai lahan yang akan dikelola, (2) Dengan kondisi tegakan pohon sangat rapat untuk melakukan tebangan sebaiknya menggunakan tebangan penerangan atau penjarangan jangan sampai tanah terbuka mengingat mempunyai curah hujan rata-rata 5.600 mm per tahun. (3) pada lokasi tertentu yang rawan terjadi erosi harus dibuat terasering untuk mengurangi terjadinya surface run off. Kata Kunci: Kebun Raya, Hutan Produksi terbatas surface run off, ekosistem ABSTRACTManaging Baturraden Botanical Garden in the Limited Production Forest Area can cause problems of surface run off if the location is not handled conservatively. This study aims to overcome the problem of ecosystem changes of the homogeneous Limited Production Forest to become Baturraden Botanical Garden which is heterogeneous forest by making PU (sample plots) in the utilization zone of 77.4 hectares in breadth, a total of 109 PU (sample plots) with a size of 20x20 m, intensity of 5.5, the distance between PU’s 1, 3 m. The parameters taken into consideration, as a result of observation, are the height of land between 1076-760 above sea level, land slope between 30⁰ 12⁰, land depth <85 cm - 90 <, soil erodibility 0.43, Brown Latosol soil type and an average rainfall of 5,600 mm per year. From the observation of Baturraden Botanical Garden area, it was observed that land surface run off processes easily occur. To overcome and change the ecosystem of the forest, from homogeneous to heterogeneous: (1) thinning should be phased in accordance to the land to be managed, (2) with the condition of very tight tree stands to be felled, lighting felling or thinning should be done without exposing the land considering the rainfall average of 5,600 mm per year. (3) In certain locations that are prone to erosion terracing must be made to reduce the occurrence of surface run-off. Key words: Botanical Garden, limited production forest, surface run-off, ecosystem.Cara sitasi: Mandiriati, H., Marsono, D., Poedjirahajoe, E., Sadono, R. (2016). Konservasi Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Jawa di Kebub Raya Baturraden di Kawasan Bekas Hutan Produksi Terbatas. Jurnal Ilmu Lingkungan. 14(1),33-38, doi:10.14710/jil.14.1.33-38
Potensi Mahoni (Swietenia macrophylla King) Pada Hutan Rakyat Sistem Kaliwo di Malimada, Sumba Barat Daya S.Agung Sri Raharjo; Hery Kurniawan; Aziz Umroni; Eko Pujiono; Mellianus Wanaha
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 14, No 1 (2016): April 2016
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.861 KB) | DOI: 10.14710/jil.14.1.1-10

Abstract

ABSTRAK Hutan rakyat berpotensi menjadi solusi defisit kebutuhan kayu secara lokal maupun nasional. Optimalisasi peran hutan rakyat memerlukan perencanaan yang tepat dan data yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan potensi dan komposisi kayu penyusun hutan rakyat di Malimada, Kecamatan Wewewa Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kuantitatif dengan metode sampling kuadrat. Sampel berjumlah 10 plot yang diambil secara puposive. Indeks Nilai Peneting (INP) digunakan untuk menggambarkan potency kayu dan komposisi jenis penyusun hutan rakyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahoni (Swietenia macrophylla King) mendominasi tegakan dengan nilai INP pada tingkat sapihan, tiang dan pohon berturut-turut adalah 188,28; 211,28 dan 246,04. Struktur tegakan yang ada memiliki karakteristik yang hampir sama dengan hutan alam,  hal ini terlihat dari grafik distribusi tingkat pertumbuhan yang berbentuk (J) terbalik (reverse J-shape). Kata kunci : potensi kayu, hutan rakyat, mahoni, analisis vegetasi   ABSTRACT Private forests potentially solve the problem of local and national wood deficit. Optimizing the role of private forests, needs proper plannings and accurate data. This study aimed at determining wood potency and composition on private forest of Malimada, North Wewewa sub district, Southwest Sumba District of East Nusa Tenggara. This research used quantitative descriptive approach. Samplings purposive used quadrat methods with 10 plots were established. Important Value Index (IVI) was employed in order to depict wood potency and trees composition of private forest. The research results revealed that standing stock predominantly by mahogany (Swietenia macrophylla King.) with IVI at saplings, poles, and trees level were 188.28; 211.28 and 246.04 respectively. The existing structure stock has similar characteristics to the nature forest, this was indicated by reverse J-shape level of growth distribution curve.   Keywords : wood potency, private forest, mahogany, vegetation analysis.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2016 2016