cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Lingkungan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 18298907     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2011): April 2011" : 7 Documents clear
RANCANG BANGUN DAN REKAYASA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT (Studi Kasus Rumah Sakit Kristen Tayu, Pati) Stephanus Agus Nurdijanto; P Purwanto; Setia Budi Sasongko
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.046 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.25-30

Abstract

Limbah cair Rumah sakit Kristen Tayu Pati terdiri atas limbah cair infeksius dan non infeksius yang memberikan Nilai COD (Chemical Oxygen Demand) cukup tinggi sebesar 121,60 mg/l yang menunjukkan kandungan senyawa organik  yang cukup tinggi.Limbah Cair tersebut terbuang ke sungai di  Desa Sambiroto Kecamatan Tayu,Pati tanpa diolah dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) .Proses Aerob dan Anaerob yang menjadi dasar teori memberikan solusi bahwa Proses Pengolahan Limbah Cair Rumah Sakit menggunakan sistim Trickling Filter dan  Baffled Tank Reaktor . Penelitian ini dilakukan dengan Sistem Batch dan Sistim Kontinyu, dengan Analisa SWOT, Kekuatan dan Kelemahan cenderung memberikan Nilai Skor total pada Kelemahan : 1,0 sedangkan Peluang dan Ancaman memberikan deregulasi skor total pada Peluang 0,8 untuk membuat IPAL. Dari hasil peneitian didapatkan bahwa dengan menggunakan lumpur aktif melalui sistim Batch dan Kontinyu didapatkan hasil sesuai dengan baku mutu yang diharapkan perlu dilakukan pengelolaan dan pemantaun hubungan serta evaluasi dan analisis terhadap pola limbah cair di rumah sakit ,desain rancang bangun IPAL, dan sisa limbah IPAL  sebaiknya diproses.
Kajian Pemanfaatan Ruang Kawasan Pesisir Kabupaten Bone Bolango Yang Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Botubarani Dan Desa Huangobotu) Abdul Rasid Salim
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.935 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.39-46

Abstract

Kawasan pesisir Desa Botubarani dan Desa Huangobotu merupakan kawasan strategis di perairan Teluk Tomini, memiliki SDA yang potensial untuk dikembangkan demi menunjang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam pelaksanaannya dijumpai adanya potensi dan kendala lingkungan eksisting yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Kaitan dengan hal di atas dilakukan identifikasi kondisi eksisiting lingkungan sosial ekonomi dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan analisis SWOT. Memaksimalkan potensi SDA dan meminimalkan kondisi yang mengakibatkan degradasi lingkungan dan pemanfaatan ruang pesisir, sudah tentu diperlukan suatu rencana strategi, rencana zonasi, rencana pengelolaan, rencana aksi untuk tercapainya pemanfaatan ruang kawasan pesisir yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. 
EKSISTENSI KOPROSTANOL DAN BAKTERI COLIFORM PADA LINGKUNGAN PERAIRAN SUNGAI, MUARA, DAN PANTAI DI JEPARA PADA MONSUN TIMUR Tri Yuni Atmojo; Tony Bachtiar; Ocky Karna Radjasa; Agus Sabdono
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.064 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.10-17

Abstract

Limbah domestik merupakan salah satu sumber utama pencemaran di perairan pantai pada negara yang sedang berkembang, namun kurang mendapatkan perhatian serius dibandingkan dengan pencemaran oleh industri. Dengan terus meningkatnya aktivitas manusia di wilayah pesisir dan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih bagi kesehatan, estetika dan alasan ekologis lainnya, deteksi tentang kontaminasi limbah menjadi penting untuk diketahui secara lebih baik. Selama ini indikator kontaminasi limbah domestik ditentukan berdasarkan jumlah mikroorganisme intestinal khususnya kelompok bakteri coliform. Koprostanol diusulkan sebagai alternatif indikator limbah domestik,  sehingga diperlukan kajian eksistensi koprostanol untuk persyaratan kelayakannya sebagai indikator, serta bakteri coliform sebagai pembanding.Penelitian dilakukan  lingkungan  sungai, muara dan pantai di sungai Ciliwung Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa koprostanol dapat terdeteksi pada sedimen dan tidak terdeteksi pada kolom air. Eksistensi koprostanol didapatkan nilai tertinggi pada lingkungan perairan sungai (5,81μg/g) dibandingkan muara (5,63μg/g), dan pantai (2,93μg/g). Bakteri total coliform terdeteksi pada kolom air maupun sedimen pada lingkungan perairan sungai (2,8 x 104 - 4,3 x 104) sel/100 ml, muara (0 - 4 x 103) sel/100 ml, dan tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai, sementara  fecal coliform terdeteksi di lingkungan perairan sungai (2 x 104 - 4,3 x 104 ) sel/100 ml, dan muara (0 - 4 x 104 sel/100 ml), namun tidak terdeteksi pada lingkungan perairan pantai.
AKUMULASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) SEBAGAI RESIDU PESTISIDA PADA LAHAN PERTANIAN (Studi Kasus Pada Lahan Pertanian Bawang Merah Di Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal) K Karyadi; S Syafrudin; Danny Soterisnanto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.9.1.1-9

Abstract

Keberhasilan pembangunan pertanian menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan terutama sumberdaya lahan. Produksi bawang merah rata-rata menurun setiap tahunnya, dikawatirkan akibat penggunaan bahan agrokimia seperti pestisida yang cenderung berlebihan baik konsentrasi maupun dosisnya, sehingga terjadi akumulasi logam-logam berat seperti Pb pada tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui: (i) pengaruh residu pestisida terutama logam berat Pb pada lahan pertanian bawang merah, (ii) tingkat pencemaran tanah akibat logam berat Pb, (iii) kandungan residu logam berat Pb dalam tanah. Metode penelitian adalah studi kasus pada lahan pertanian tanaman bawang merah dengan mengambil sampel tanah sebelum tanam dan sesudah panen, dan sampel pestisida yang digunakan, kemudian diuji kandungan Pb (mg/kg) baik sampel tanah maupun pestisida dengan metode uji AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 7 (tujuh) macam pestisida yang digunakan para petani mengandung logam berat Pb, dan dalam satu musim tanam dapat menyumbang Pb dalam tanah sebanyak 2991,26 mg/Ha. Ada tambahan  logam berat Pb yang merupakan selisih antara sebelum tanam dan sesudah panen sebesar 43,071,60 mg/Ha.  Angka koefisien korelasi sebesar 0,989** menunjukkan adanya hubungan yang sangat kuat antara variabel dosis pestisida terhadap tambahan logam berat Pb. Uji regresi linier berganda variabel frekuensi penyemprotan, dosis pestisida, dan variabel kandungan Pb dalam pestisida terbukti berpengaruh sangat signifikan terhadap tambahan logam berat Pb dalam tanah. 
DAFTAR ISI Jurnal Ilmu Lingkungan : 9(1) Tahun 2011 Pelaksana, Editor
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (26.878 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.%p

Abstract

Daftar isi jurnal ilmu lingkungan volume 9 nomor 1 tahun 2011.
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KECAMATAN DAHA SELATAN R Riswan; Henna Rya Sunoko; Agus Hadiyarto
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.857 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.31-38

Abstract

Pembuangan sampah rumah tangga secara sembarangan di sekitar rumah ataupun ke sungai telah menjadi kebiasaan sebagian masyarakat di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, sehingga menimbulkan beberapa penyakit yang berbasis lingkungan serta mencemari Sungai Negara. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan suatu kajian tentang pengelolaan sampah rumah tangga berdasarkan aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, hukum/peraturan serta peran serta masyarakatnya. Penelitian analitik observasional ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga dan faktor-faktor yang berkorelasi, serta merencanakan pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat. Hasilnya didapatkan rata-rata sampah rumah tangga yang dihasilkan sebanyak 1,46 liter/orang/hari atau 0,38 kg/orang/hari, yang terdiri dari 47% sampah organik, 15 % kertas, 22% plastik, serta 16% logam dan sebagainya. Pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan belum dilaksanakan secara optimal. Tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, perilaku terhadap kebersihan lingkungan, pengetahuan tentang perda persampahan, serta kesediaan membayar retribusi sampah berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga. Saran yang diberikan di antaranya peningkatan pelayanan persampahan, pembentukan kelompok pengelola persampahan desa, pelibatan masyarakat dan swasta dalam pembiayaan, peningkatan koordinasi lintas sektoral dan pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta penerapan peraturan persampahan secara tegas.
PENGENDALIAN EMISI GAS BUANG BOILER BATUBARA DENGAN SISTEM ABSORBSI Silvy Djayanti; P Purwanto; Setia Budi Sasongko
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 9, No 1 (2011): April 2011
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.642 KB) | DOI: 10.14710/jil.9.1.18-24

Abstract

Absorption study of emission gas (SO2, NO2, CO, and CO2) from coal boiler with NaOH absorber waste of textile industry has been done. Acid gasses neutralized and particulate trapped by NaOH solution.  NaOH was chosen for efficiency of waste neutralized and obtained from waste absorber and conventional textile finishing process (NaOH) with the concentration of 100 mol/m3. Emitted disposal gas concentration at flow rate 500, 1000, 2500, 5000, and 10,000 L/hour before and after absorption was measured and analyzed using MATLAB and EXCEL software. There was no significant difference between observation and theoretical calculation data (P<0,05). At flow rate 2500 L/hour concentration of emission gas have shown under threshold values. A liquid-gas absorption model that obtained form this study could be used to predict optimum flow rate required for reducing the emission gas concentration to the quality threshold values.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2011 2011