Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa"
:
22 Documents
clear
PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM ACARA âSENTILAN SENTILUNâ DI METRO TV
Estiningrum, Windy
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.041 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.398
Setiap percakapan membutuhkan prinsip kerja sama agar lawan bicara memahami apa yang hendak dikomunikasikan, namun terkadang pelanggaran prinsip kerja sama sengaja dilakukan untuk mengkritik atau membuat lucu. Seperti dalam penelitian ini, yang akan membahas tentang penyimpangan prinsip kerja sama dalam acara Sentilan Sentilun di METRO TV. Acara Sentilan Sentilun dipilih karena membawakan lawakan politik. Semua yang diceritakan atau dialog yang ada di dalamnya menyindir carut marut dunia politik Indonesia. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah penyimpangan prinsip kerjasama dan prinsip kesopanan yang terjadi dalam acara Sentilan Sentilun. Data yang diperoleh peneliti yaitu berupa tindak tutur yang melanggar prinsip kerja samadalam percakapan yang berlangsung antara Sentilan, Sentilun, dan sejumlah bintang tamu yang dihadirkan dalam acara Sentilan Sentilun. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan penyediaan data menggunakan metode simak dan tahap penyajian datanya menggunakan metode penyajian data informal. Dari hasil penelitian, bahwa dalam acara Sentilan Sentilun terdapat penyimpangan maksim kualitas, maksim kuantitas, maksim relevansi, dan maksim pelaksanaan.Penyimpangan prinsip kerja samadigunakan untuk menimbulkan efek lucu dan sarana kritik sosial.Kata Kunci: penyimpangan, prinsip kerjasama, Sentilan Sentilun
PEMERTAHANAN BAHASA USING PADA MASYARAKAT MULTIETNIS
Anggraeni, Astri Widyaruli
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (658.136 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.394
Tulisan ini dilatarbelakangi oleh semakin kuatnya gejala tergesernya bahasa daerah di Indonesia. Dalam kondisi seperti ini, anggota kelompok etnis di suatu daerah akan mengambil sikap bahasa tertentu, baik akan berusaha memertahankan bahasa etnisnya atau akan bergeser dalam memilih bahasa tertentu. Dalam masyarakat multietnis, hal ini sangat rentan terjadi. Tulisan ini akan mencoba menggambarkan secara sederhana sikap bahasa yang dilakukan etnis Using di Kabupaten Jember, mengingat Jember adalah kabupaten dengan beragam etnis di dalamnya dan disebut sebagai budaya Pendhalungan. Usaha dalam pemertahanan sebuah bahasa dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti membangun sikap positif penutur terhadap bahasa daerahnya tersebut dan menggunakan atau upaya untuk memertahankan bahasa daerah tersebut dengan meningkatkan intensitas pemakaiannya terutama pada ranah keluarga.Kata kunci: pemertahanan bahasa, etnis Using, multietnis
MAKNA DIKSI PADA KUMPULAN PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA WS RENDRA
Dzarna, Dzarna
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (539.189 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.399
Pemahaman diksi sangat penting dalam membongkar makna puisi. Diksi terbagi dalam dua kategori, yakni kata konotasi dan kata-kata berlambang. Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Sedangkan kata-kata berlambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata-kata yang menyatakan maksud tertentu. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kata konotasi dan kata berlambang pada kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu   karya WS Rendra. Kajian ini menggunakan ancangan kualitatif. Data diperoleh dari kumpulan puisi Doa untuk Anak Cucu Karya WS Rendra. Temuan penelitian menunjukkan, bahwa dalam kumpulan puisi karya WS Rendra memuat banyak kata konotasi dan kata berlambang. Kata-kata tersebut tersebar dalam tiap-tiap puisi yang ada pada kumpulan puisi tersebut. Kata konotasi yang penyair gunakan saat mengekspresikan puisinya sangat indah atau mengandung kiasan dan sangat sesuai dengan perasaan yang sedang dialami oleh penyair dan kata berlambang yang penyair gunakan saat mengekspresikan puisinya juga sangat indah dan melambangkan suatu hal atau maksud tertentu.Kata kunci: diksi, kata konotasi, kata berlambang.
EVIDENSI DEFINISI DALAM KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA
Amilia, Fitri
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (639.659 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.395
Definisi berisi informasi berupa konsep-konsep, fitur-fitur pada sebuah lema. Konsistensi definisi dapat dilihat dari jenis penguraian konsep dan fitur, keajegan penguraian pada perubahan bentuk kata, dan ketepatan penggunaan definiandum. Penelitian ini mengaji konsistensi penggunaan definiandum. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya konsistensi dan inkonsistensi dalam penggunaan definiandum. Temuan ini menunjukkan adanya kesalaham penggunaan definiandum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua bentuk evidensi, yaitu konsistensi evidensi dan inkonsistensi evidensi. Konsistensi evidensi menunjukkan kesesuaian dan keakuratan konsep antara definisi dan contoh penggunaannya. Namun, meskipun makna dalam contoh definisi menunjukkan konsistensi, ditemukan adanya ketidakbakuan, ketidaktepatan penyusunan kalimat. Oleh sebab itu, diperlukan revisi susunan kalimat yang menjadi contoh penggunaan definisi. Inkonsistensi evidensi menunjukkan adanya pelanggaran terhadap konsep dalam definisi, ketidaksesuaian dan ketidakakuratan makna antara definiandum dalam contoh penggunaan dan definian. Inkonsistensi evidensi ditemukan dalam bentuk peribahasa.Kata kunci: konsistensi, inkonsistensi, evidensi, definisi.
FIKSI REALISTIK DALAM NOVEL ANAK KARYA SHERINA SALSABILA
Nurhayati, Eni
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (563.343 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.401
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap realitas interpersonal sesama anak, realitas hubungan anak dan keluarga, dan realitas hubungan anak dan lingkungan sekitar pada novel-novel Sherina Salsabila. Penelitian berjenis tekstual deskriptif ini menggunakan ancangan kajian fiksi realistik model Norton.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1)hubungan anak dengan anak lainnya memiliki kepentingan yang sama. (2)realitas hubungan anak dan keluarga merupakan hubungan dari awal anak lahir sampai dewasa sebagai penanggung jawab terhadap perkembangan moral, sikap, dan keamanan jasmaniah anak. (3 )realitas hubungan anak dan lingkungan adalah realitas hubungan yang saling ketergantungan. Anak akan lebih memiliki rasa percaya diri ketika anak mampu memberikan peran dalam masyarakat. Peran anak dalam masyarakat lebih bersifat pada hubungan timbal balik. Seperti pada asas kebutuhan dalam mempertahankan hidup di masyarakat luas.Kata Kunci: Fiksi Realistik, Interpersonal, Realitas, Anak, Lingkungan
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK-BERBICARA UNTUK SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL
Citraningrum, Dina Merdeka
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (556.15 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.391
Efektifitas pendekatan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari subjek pelaksana seperti guru dan siswa ataupun lingkungan tempat pembelajaran sedang berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat agar kegiatan belajar siswa dapat berlangsung dengan baik dan berkualitas. Sehubungan dengan pentingnya pendekatan yang harus digunakan oleh guru dalam bahan ajar menyimak-berbicara maka, penelitian pengembangan bahan ajar ini menggunakan pendekatan kontekstual.Pemilihan pendekatan kontekstual diduga cocok dan sesuai dengan siswa SMP kelas VII, karena pendekatan seperti ini merupakan pendekatan yang mampu melibatkan siswa untuk berfikir melalui konteks yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan tersebut diharapkan siswa mudah menyerap materi yang disajikan dalam bahan ajar.Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak-berbicara, pendekatan kontekstual
PEMAKAIAN REPETISI DALAM SYAIR LAGU MINANG PADA DUA ALBUM BOY SHANDY
Aisyah, Nurmi
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (757.095 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.396
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemakaian repetisi (perulangan) dalam syair lagu Minang pada dua album Boy Shandy. Pendekatan pelitian ini adalah deskriptif kualitatif, sedangkan jenis penelitian ini adalah kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa kata-kata, frase, klausa atau kalimat yang menunjukkan adanya penggunaan aspek repetisi (pengulangan) dalam wacana syair lagu Minang yang terdapat dalam album Boy Shandy (Padiah Diseso Bayang dan Rindu Di Awan Biru). Sumber data penelitian ini berupa wacana syair lagu Minang yang terdapat dalam dua album lagu Boy Shandy yang diproduksi oleh PT. Carolina Record Padang. Hasil penelitian ini meliputi aspek repetisi muncul dalam bentuk (1) repetisi epizeuksis, (2) repetisi anafora, (3) repetisi epistrofa, (4) repetisi anadiplosis, dan (5) repetisi utuh.Kata kunci: repetisi, album lagu, boy sandy
PENDEKATAN SEMIOTIK DALAM ALQURAN SURAT ALQIYAMAH
Vardani, Eka Nova Ali
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (762.381 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.400
Alquran merupakan sekumpulan simbol yang dahulu digunakan oleh para sahabat untuk merepresentasikan kalam (wahyu) illahi. Dalam Alquran surat Alqiyamah terdapat tanda yang dapat diteliti dengan menggunakan kajian semiotik Peirce. Semiotik Charles Sanders Peirce membagi tanda menurut hubungan representamen (tanda) dengan objeknya (petanda) menjadi: ikon, indeks, dan simbol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap,yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Surat Alqiyamah ini menggambarkan suasana yang sangat mengerikan dan menegangkan bagi manusia saat dibangkitkan. Terlihat jelas gambaran perbuatan baik dan buruk manusia. Karena seluruh anggota tubuhnya menjadi saksi atas segala sesuatu yang diperbuatnya. Hasil analisis sebagai berikut. Pertama. Dari empat puluh ayat dalam surat Alqiyamah terdapat dua kutipan ikon yang berkaitan dengan Hari Kiamat. Kedua. Tanda yang berupa indekslah yang paling banyak ditemukan, yaitu berupa tanda-tanda yang menunjukkan hubungan sebab-akibat (dalam pengertian luasnya). Dari empat puluh ayat terdapat tiga puluh tiga kutipan indeks tersebar dalam surat Alqiyamah. Ketiga. Dari empat puluh ayat dalam surat Alqiyamah terdapat lima kutipan simbol.Kata Kunci: Surat Alqiyamah, analisis semiotik, ikon, indeks, simbol
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X SMAN 1 PAKUSARI DENGAN METODE KONTEKSTUAL
Kusumawardhani, Ririn Budi Utami
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (527.331 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.392
Metode Kontekstual dipilih dan digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015 dengan metode kontekstual. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X IPS1 SMA Negeri 1 Pakusari Jember Tahun Pelajaran 2014/2015. Hasil penelitian bahwa metode kontekstual dapat meningkatkan kemampuan menulis cerpen siswa kelas X IPS1 SMA 1 Pakusari.  Dari prates ke siklus I dan ke siklus II  kemampuan menulis cerpen  siswa selalu mengalami peningkatan. Pada prates siswa yang tuntas 26 (65%);  siklus I meningkat menjadi  31 (77,5%); dan pada siklus II  menjadi 37 (92,5%).  Kata Kunci: menulis cerpen, metode kontekstual
IMPLEMENTASI ANALISIS WACANA KRITIS PERSPEKTIF LEEUWEN DALAM BERITA POLITIK SURAT KABAR PADANG EKSPRES TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA BERBASIS TEKS
Frangky Silitonga, Yunisa Oktavia
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (777.76 KB)
|
DOI: 10.32528/bb.v1i2.397
Leeuwen mengemukakan bahwa model analisis wacana kritis mengacu kepada bagaimana peristiwa dan pelaku sosial atau kelompok tertentu ditampilkan dalam sebuah wacana pemberitaan. Leeuwen memperkenalkan model analisis wacana untuk mendeteksi dan meneliti bagaimana suatu kelompok atau seseorang dimarjinalkan posisinya dalam suatu wacana. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana suatu kelompok dominan lebih memegang kendali dalam menafsirkan ke dalam suatu peristiwa dan pemaknaannya, sementara kelompok lain yang posisinya rendah cenderung untuk terus-menerus sebagai objek pemaknaan, dan digambarkan secara buruk. Selanjutnya, dianalisis kategori strategi eksklusi dan inklusi tersebut berdasarkan ideologi yang diperjuangkan, ideologi yang dimarjinalkan, dan indikasi penyalahgunaan kekuasaan pada proses memperjuangkan dan memarjinalkan ideologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah tajuk rencana dan berita politik dalam Harian Padang Ekspres. Dalam kajian analisis ini dapat disimpulkan bahwa terdapat kaitan antara wacana dan kekuasaan. Kekuasaan bukan hanya beroperasi lewat jalur-jalur formal, hukum, dan institusi negara dengan kekuasannya untuk melarang dan menghukum tetapi juga beroperasi lewat serangkaian wacana untuk mendefinisikan sesuatu atau suatu kelompok sebagai tidak benar atau buruk. Sering kali tindakan kekuasaan itu datang setelah suatu kelompok digambarkan secara buruk dan dapat memarjinalkan kelompok lain.Kata Kunci: Analisis wacana kritis, perspektif Theo van Leeuwen