Claim Missing Document
Check
Articles

EJAAN DALAM TEKS LAGU BANYUWANGI Indah Werdiningsih, Dina Merdeka Citraningrum,
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.17 KB) | DOI: 10.32528/bb.v2i2.826

Abstract

Lagu-lagu daerah berperan penting dalam pelestarian kekayaan bahasa daerah.Penulisan ejaan yang baik dan benar dalam teks lagu Banyuwangi hendaknya dijadikan pedoman dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan varian kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using dalam VCD Wandra yaitu dalam bidang fonologi (ejaan) dan bidang morfologi (pembentukan kata). Kesalahan berbahasa Using dalam VCD Wandra dari bidang fonologi (ejaan) meliputi kesalahan penulisan vokal dan kesalahan penulisan konsonan. Dalam bidang morfologi meliputi kesalahan afiksasi. Penelitian ini menggunanakan desain deskriptif kualitatif dan analisis teks dengan ancangan pedoman ejaan bahasa Using karya Hasan Ali. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using. Kesalahan fonologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi: kesalahan penulisan fonem vokal /a/ yang ditulis o, vokal /u/ yang ditulis o dan vokal /o/ yang ditulis u. Kesalahan penulisan fonem konsonan terjadi pada penulisan konsonan /ḑ/ ditulis d, konsonan /b/ yang ditulis dengan p pengurangan konsonan /w/, penambahan konsonan /n/, pengurangan konsonan /y/, penambahan konsonan /y/. Kesalahan morfologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi kesalahan prefiksasi (pengimbuhan awalan),sufiksasi (pengimbuhan akhiran) dan konfiksasi (pengimbuhanbersama awalan dan akhiran).Kata kunci: Ejaan, teks Lagu, Banyuwangi
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK-BERBICARA UNTUK SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Citraningrum, Dina Merdeka
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.15 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i2.391

Abstract

Efektifitas pendekatan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari subjek pelaksana seperti guru dan siswa ataupun lingkungan tempat pembelajaran sedang berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat agar kegiatan belajar siswa dapat berlangsung dengan baik dan berkualitas. Sehubungan dengan pentingnya pendekatan yang harus digunakan oleh guru dalam bahan ajar menyimak-berbicara maka, penelitian pengembangan bahan ajar ini menggunakan pendekatan kontekstual.Pemilihan pendekatan kontekstual diduga cocok dan sesuai dengan siswa SMP kelas VII, karena pendekatan seperti ini merupakan pendekatan yang mampu melibatkan siswa untuk berfikir melalui konteks yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan tersebut diharapkan siswa mudah menyerap materi yang disajikan dalam bahan ajar.Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak-berbicara, pendekatan kontekstual
MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN YANG KREATIF Citraningrum*, Dina Merdeka
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.5 KB) | DOI: 10.32528/bb.v1i1.75

Abstract

Learning to write poetry is still experiencingnumbers of  obstacles. The obstacles are both from students and teachers. Students tend to prefer popular science essay writing than poetry writing. It sometimes becomes the most difficult thing for students to do. This is due to the students thought that the poem is toocomplicated in terms of language and interpretation. In addition, the un-achieved learning goals performed by the teacher becomes an obstacle in poetry writing class. Therefore, teachers should start looking for ways to make students eager to learn to write poetry. Teachers must provide effective and creative learning techniques to students at school. The understanding that writing poetry can be learned must be imparted to the students so that they would be open-minded to learn to write poetry.Key words: Writing Poetry, Learning Techniques.
PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL PADA MASA PANDEMI Dina Merdeka Citraningrum
UNEJ e-Proceeding 2020: E-PROSIDING SEMINAR NASIONAL PEKAN CHAIRIL ANWAR
Publisher : UPT Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi yang terjadi saat ini memberikan dampak yang cukup signifikan dalam aspek kehidupan manusia. Pendidikan pun tak luput dari imbas pandemi covid-19. Anak-anak tidak lagi bebas mendapatkan pendidikan yang langsung disampaikan oleh guru di dalam kelas. Pembelajaran secara mandiri lewat daring menjadi skala prioritas demi kesehatan dan keselamatan peserta didik. Pembelajaran yang biasanya dilakukan oleh guru di dalam kelas saat ini perlu mendapatkan bimbingan yang serius dari orangtua. Orangtua saat pandemi ini harus selalu memerhatikan bagaimana anak-anak mereka dapat belajar dari rumah dengan baik. Anak-anak yang rentan dari pengawasan orangtua nyatanya kurang memerhatikan hal-hal yang bersifat positif. Banyak informasi yang terdapat di layanan internet maupun televisi. Anak-anak yang terbiasa memegang gadget akan menjadi rentan untuk mengakses hal-hal yang sifatnya kurang positif. Misalnya, anak akan lebih berlama-lama di depan layar hp atau laptop untuk melihat tayangan yang tidak perlu untuk ditonton sesuai dengan usia dan bahkan kebutuhan mereka. Adapun pemanfaatan permainan tradisional saat pandemi dapat menjadi solusi bagi anak-anak dan orangtua. Melalui permainan tradisional, anak-anak dapat melatih diri baik dari aspek sosial, emosional, maupun spiritual. Selain itu, permainan tradisional juga dapat mengasah keterampilan motorik anak-anak baik dari segi motorik kasar, maupun motorik halus. Melalui kebermanfaatan itulah, seyogyanya permainan tradisional ini dapat dibudidayakan kembali tanpa mengesampingkan peran orangtua sebagai pendidik yang baik di dalam rumah. Dengan pendampingan orangtua, permainan tradisional dapat berlangsung secara efektif tanpa menyisihkan sisi dari nilai- nilai edukatif yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Kata kunci: pemanfaatan permainan, permainan tradisional, pandemi
EJAAN DALAM TEKS LAGU BANYUWANGI Dina Merdeka Citraningrum, Indah Werdiningsih
Belajar Bahasa Vol 2, No 2 (2017): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v2i2.826

Abstract

Lagu-lagu daerah berperan penting dalam pelestarian kekayaan bahasa daerah.Penulisan ejaan yang baik dan benar dalam teks lagu Banyuwangi hendaknya dijadikan pedoman dalam hidup bermasyarakat dan berbangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan varian kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using dalam VCD Wandra yaitu dalam bidang fonologi (ejaan) dan bidang morfologi (pembentukan kata). Kesalahan berbahasa Using dalam VCD Wandra dari bidang fonologi (ejaan) meliputi kesalahan penulisan vokal dan kesalahan penulisan konsonan. Dalam bidang morfologi meliputi kesalahan afiksasi. Penelitian ini menggunanakan desain deskriptif kualitatif dan analisis teks dengan ancangan pedoman ejaan bahasa Using karya Hasan Ali. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kesalahan fonologi dan morfologi bahasa Using. Kesalahan fonologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi: kesalahan penulisan fonem vokal /a/ yang ditulis o, vokal /u/ yang ditulis o dan vokal /o/ yang ditulis u. Kesalahan penulisan fonem konsonan terjadi pada penulisan konsonan /ḑ/ ditulis d, konsonan /b/ yang ditulis dengan p pengurangan konsonan /w/, penambahan konsonan /n/, pengurangan konsonan /y/, penambahan konsonan /y/. Kesalahan morfologi berbahasa Using pada lirik lagu dalam VCD Wandra meliputi kesalahan prefiksasi (pengimbuhan awalan),sufiksasi (pengimbuhan akhiran) dan konfiksasi (pengimbuhanbersama awalan dan akhiran).Kata kunci: Ejaan, teks Lagu, Banyuwangi
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENYIMAK-BERBICARA UNTUK SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL Dina Merdeka Citraningrum
Belajar Bahasa Vol 1, No 2 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i2.391

Abstract

Efektifitas pendekatan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari subjek pelaksana seperti guru dan siswa ataupun lingkungan tempat pembelajaran sedang berlangsung. Oleh karena itu, guru harus memiliki kemampuan dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat agar kegiatan belajar siswa dapat berlangsung dengan baik dan berkualitas. Sehubungan dengan pentingnya pendekatan yang harus digunakan oleh guru dalam bahan ajar menyimak-berbicara maka, penelitian pengembangan bahan ajar ini menggunakan pendekatan kontekstual.Pemilihan pendekatan kontekstual diduga cocok dan sesuai dengan siswa SMP kelas VII, karena pendekatan seperti ini merupakan pendekatan yang mampu melibatkan siswa untuk berfikir melalui konteks yang ada di lingkungan sekitarnya. Dengan pendekatan tersebut diharapkan siswa mudah menyerap materi yang disajikan dalam bahan ajar.Kata kunci: pengembangan bahan ajar, menyimak-berbicara, pendekatan kontekstual
MENULIS PUISI DENGAN TEKNIK PEMBELAJARAN YANG KREATIF Dina Merdeka Citraningrum*
Belajar Bahasa Vol 1, No 1 (2016): Belajar Bahasa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/bb.v1i1.75

Abstract

Learning to write poetry is still experiencingnumbers of  obstacles. The obstacles are both from students and teachers. Students tend to prefer popular science essay writing than poetry writing. It sometimes becomes the most difficult thing for students to do. This is due to the students thought that the poem is toocomplicated in terms of language and interpretation. In addition, the un-achieved learning goals performed by the teacher becomes an obstacle in poetry writing class. Therefore, teachers should start looking for ways to make students eager to learn to write poetry. Teachers must provide effective and creative learning techniques to students at school. The understanding that writing poetry can be learned must be imparted to the students so that they would be open-minded to learn to write poetry.Key words: Writing Poetry, Learning Techniques.
Pemanfaatan Google Clasroom sebagai Media Penunjang Pembelajaran pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Rogojampi Virgi Riyan Muksa; Dina Merdeka Citraningrum; Agus Milu Susetyo; Astri Widyaruli Anggraeni
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 5, No 2 (2023): JULI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v5i2.9067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 2) langkah-langkah yang dilakukan siswa dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 3) kelebihan dan kekurangan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi, 4) kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media penunjang pebelajaran pada mata pelajaran bahasa indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pemanfaatan Google Classroom sebagai media penunjang pembelajaran pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas X di SMAN 1 Rogojampi meliputi: membuat kelas, membuat lembar kehadiran siswa, menyusun materi, membuat tugas, menyampaikan materi, dan melakukan penelitian. Langkah-langkah yang dilakukan siswa meliputi: bergabung ke dalam kelas, mengikuti pembelajaran, mengakses materi, dan mengerjakan tugas pada google classroom. Kelebihan google classroom: mudah digunakan, mengemat waktu, fleksibel dan hemat biaya. Kekurangan google classroom: membutuhkan panduan pengguna baru, memerlukan jaringan internet yang stabil, dan perangkat yang mendukung dalam pemanfaatanya. Kriteria kelayakan Google Classroom sebagai media pembelajaran meliputi kualitas isi dan tujuan, kualitas instruksional, dan kualitas teknis. 
ANALISIS KARAKTERISTIK TOKOH PADA FILM “AIR MATA DI UJUNG SAJADAH” KARYA KEY MANGUNSONG Putri, Syarifah Rachmadina; Dzarna, Dzarna; Citraningrum, Dina Merdeka
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/widyabastra.v12i1.20394

Abstract

Penelitian ini menganalisis karakteristik tokoh utama dalam film “Air Mata di Ujung Sajadah” menggunakan pendekatan teori karakteristik tokoh Edgar V. Roberts. Latar belakang penelitian ini meliputi kebutuhan akan pemahaman yang mendalam terhadap karakter-karakter dalam film sebagai elemen penting dalam pengembangan naratif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik tokoh utama dalam film tersebut serta kontribusinya terhadap perkembangan alur cerita. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intrinsik dan ekstrinsik Roberts. Data yang dianalisis terdiri dari dialog, tindakan, dan respons tokoh utama, serta konteks eksternal seperti pandangan tokoh lain. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas karakter Aqilla, Halimah, Arif, Yumna, dan Baskara dalam menghadapi konflik dan mempengaruhi perkembangan alur cerita. Aqilla menjadi penggerak utama konflik, sementara Halimah memicu konflik dengan tindakannya yang kontroversial. Arif dan Yumna berperan sebagai penyeimbang, sedangkan Baskara merepresentasikan kebahagiaan dan keterikatan emosional yang memengaruhi keputusan akhir Aqilla. Analisis karakteristik tokoh utama juga mengungkapkan perkembangan karakter Aqilla dari sisi baik dan peduli menjadi penuh penderitaan dan kemarahan, hingga akhirnya menerima kebahagiaan Baskara di bawah asuhan orang tua angkatnya. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas karakter dalam film dan kontribusinya terhadap perkembangan alur cerita.
Peningkatan Literasi Politik Bagi Generasi Muda Muhammadiyah Sebagai Pemilih Pemula Pada Pemilu Serentak 2024 Reykasari, Yunita; Citraningrum, Dina Merdeka; Andaru, Dimas; Artamevia, Rayma; Afrizal, Mohamad; Aprilia, Cahyani
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 4, No 2 (2024): Agustus
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v4i2.24737

Abstract

Literasi politik atau melek politik ialah pengetahuan dan kesadaran akan aspek-aspek substantif elektoral yang penting untuk dikuasi oleh setiap pemilih. Sayangnya, literasi politik seringkali “terabaikan dan gagal ditumbuhkan secara masif sebagai bentuk kesadaran substantif di kalangan pemilih pemula”. Khususnya, bagi generasi muda Muhammadiyah yang akan menjadi pemilih pemula pada gelaran pemilu serentak 2024, literasi politik merupakan hal yang sangat mendesak. Tujuan program ini ialah meningkatkan literasi politik bagi generasi muda Muhammadiyah sebagai pemilih pemula pada pemilu serentak 2024. Sasaran program ini ialah siswa-siswi SMA sederajat kelas XII dan mahasiswa baru di Kabupaten Jember. Metode pelaksanaan program ini ialah gelar wicara literasi politik yang meliputi tema tentang a) urgensi pemilu pada negara demokrasi dan dampak pilihan pada kehidupan bangsa dan negara; b) memilih pemimpin yang kompeten dalam konteks pemilu; c) dampak politik tranksaksional; dan d) bahaya penyebaran konten-konten negatif pada media sosial terkait pemilu. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa setelah pelaksanaan program ini terjadi peningkatan kemampuan literasi politik dari para peserta sebanyak 55,70%, yang sebelumnya 19,27% meningkat menjadi 74,97%.