cover
Contact Name
Fitri Amilia
Contact Email
fitriamilia@unmuhjember.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
belajarbahasa@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 25025864     EISSN : 25030329     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA" : 22 Documents clear
ANALISIS PERCAKAPAN GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Suaedi, Hasan
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.253 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1109

Abstract

Percakapan guru dan siswa dalam konteks pembelajaran sangat penting. Dikatakan penting, karena percakapan tersebut dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Oleh karena itu, guru seharusnya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa. Salah satu cara menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan menerapkan maksim kerja sama (PK). Penggunaan maksim kerja sama mempermudah mitra tutur memahami maksud yang dituturkan. Fokus kajian ini mengkaji penerapan dan pelanggaran maksim. Adapun maksim yang dikaji, yaitu (a) penerapan maksim kualitas, (b) penerapan maksim kuantitas, (c) pelanggaran maksim kualitas, dan (d) pelanggaran maksim kuantitas. Metode kualitatif bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan percakapan selama pembelajaran formal berlangsung. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Jember. Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan guru dan siswa. Data tersebut difokuskan pada tuturan yang menerapkan dan melanggar maksim kualitas dan kuantitas. Adapun prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model interaktif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa pemakaian tuturan guru dan siswa. Pertama, maksim kualitas dalam percakapan guru dan siswa diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan interogatif dan (b) tuturan perintah. Kedua, penerapan maksim kuantitas percakapan guru dan siswa juga diterapkan melalui dua tuturan, yaitu (a) tuturan persetujuan dan (b) tuturan menawarkan. Ketiga, tidak terdapat pelanggaran maksim kualitas pada tuturan guru dan siswa. Keempat, pelanggaran maksim kuantitas diterapkan melalui tuturan menjelaskan tugas. Kata Kunci: tuturan guru dan siswa, maksim kualitas dan kuantitas.
PENYEMPURNAAN EJAAN BAHASA INDONESIA Mijianti, Yerry
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.216 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1114

Abstract

Pedoman ejaan di Indonesia mengalami perubahan dan perkembangan. Artikel ini membahas dua masalah meliputi: (1) bagaimana perkembangan ejaan dalam bahasa Indonesia? (2) bagaimana ciri-ciri tiap ejaan? Tujuan dalam karya ilmiah ini meliputi: (1) mendeskripsikan perkembangan ejaan bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan ciri-ciri tiap ejaan.Perkembangan ejaan bahasa Indonesia dimulai pada tahun 1901 hingga tahun 2015.Tahun 1901 ejaan yang diberlakukan bernama Ejaan van Ophuijsen. Tahun 1947 terdapat Ejaan Republik. Tahun 1956 terjadi pembahasan Ejaan Pembaharuan yang urung diberlakukan. Tahun 1959 terjadi pembahasan Ejaan Melindo yang urung diberlakukan. Tahun 1967 terdapat Ejaan Baru. Tahun 1972 dan tahun 1988 diberlakukan EYD. Tahun 2009 diberlakukan PUEYD. Tahun 2015 diberlakukan PUEBI. Ketujuh ejaan tersebut memiliki ciri khusus. Ejaan van Ophuijsen memiliki enam ciri khusus. Ejaan Republik memiliki lima ciri khusus. Ejaan Pembaharuan memiliki empat ciri khusus. Ejaan Melindo memiliki enam ciri khusus. Ejaan Baru tidak memiliki ciri khusus karena sama dengan EYD.PUEYD tahun 1972 memiliki tujuh ciri khusus. PUEYD tahun 1988 memilikilima ciri khusus. PUEYD tahun 2009 memiliki empat ciri khusus. PUEBI memiliki lima ciri khusus.Kata kunci: ejaan, perkembangan, ciri khusus.
RESPON PUJIAN OLEH MAHASISWA MULTIKULTURAL (STUDI KASUS DENGAN TINJAUAN SOSIOPRAGMATIK) Kingkin Puput Kinanti, Anita Kurnia Rachman,
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.252 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1105

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pragmatik berkaitan dengan teori kesantunan berbahasa. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan sosiopragmatik dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui realisasi strategi merespon pujian mahasiswa IKIP Budi Utomo dan intepretasi kesantunan berbahasa strategi merespon pujian oleh mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dengan latar belakang suku yang beragam. Data dibagi menjadi dua, yaitu data lisan dan data tulis. Data lisan dikumpulkan dengan menyimak dan mencatat tuturan respon pujian mahasiswa pada saat berinteraksi di dalam maupun di luar kelas. Data lisan juga dikumpulkan dengan metode memberi pancingan pujian kepada mahasiswa dan mencatat ungkapan respon pujian Data tulis dikumpulkan dengan menggunakan Tes Melengkapi Wacana (TMW) yang dibuat oleh peneliti dengan berbagai jenis situasi tutur dan dihubungkan dengan variabel sosiopragmatik. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dengan mengkategorikan ungkapan respon pujian. Data selanjutnya dianalisis untuk mengetahui intepretasi kesantunan berbahasa respon pujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi mahasiswa dalam merespon pujian, yaitu a) menolak b) menerima pujian c) menafsirkan pujian dengan hal lain, d) merepon dengan diam, dan e) merespon dengan kombinasi strategi. Mahasiswa IKIP Budi Utomo meskipun berasal dari suku-suku yang berbeda dan beragam (Jawa, Madura, Melayu, Dayak dan Sumba Flores) masih mengambarkan pola komunikasi masyarakat (budaya Timur) yaitu menolak pujian namun juga menunjukkan gejala pergeseran yaitu dengan menerima pujian. Kata kunci: kesantunan berbahasa, merespon pujian, pragmatik, suku.
PROSES MORFOLOGIS RAGAM BAHASA WARIA Yerosinkod, Sirilus Jefri
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.638 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1110

Abstract

Bahasa daerah tidak menjadi satu-satunya variasi bahasa yang ada di Indonesia, melainkan terdapat beberapa variasi bahasa yang terbentuk oleh komunitas tertentu.Salah satunya komunitas waria.Bahasa waria merupakan bahasa yang sering digunakan oleh waria yang biasanya tidak mempermudah komunikasi antara waria dan masyarakat.Waria sering menggunakan bahasa yang diciptakan sendiri dalam komunitasnya yang maknanya pun hanya dimengerti oleh sesama waria. Berdasrkan latarbelakang tersebut, ada tiga permasalahan yang dapat dikaji dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimanakah proses pengimbuhan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur, bagaimanakah proses pengulangan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur, bagaimanakah proses pemajemukan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur; dan bagaimanakah proses pemendekan dalam ragam bahasa waria Manggarai Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik libat cakap, catat dan rekam.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan ragam bahasa waria di Manggarai Timur mengalami prosespengimbuhan ditemukan tiga ragam pengimbuhan dalam ujaran bahasa waria yaitu prefiksasi di , infiksasi il, dan sufiksasi ng, proses pengulangan, proses pemejemukan proses pemendekan sehingga diperoleh gambaran mengenai kosakata baru bahasa waria.Kata kunci: afiksasi, pemajemukan dan pemendekan, pengulangan, ragam bahasa.
KRITIK SOSIAL DALAM DRAMA INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN SASTRA KONTEMPORER Agustan, Agustan
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.045 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1104

Abstract

Karya sastra drama Indonesia bertema kritik sosial dapat dijadikan sumber gagasan untuk pembelajaran sastra kontemporer. Guna mewujudkan hal tersebut dilakukan beberapa langkah, yaitu merumuskan metode analisis karya drama bertema kritik sosial, menganalisis fenomena dalam karya drama terkait dengan fenomena dalam masyarakat, menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun karya drama tersebut, menganalisis persamaan dan perbedaan antara karya drama bertema kritik sosial dengan karya drama yang tidak bertema kritik sosial, merumuskan acuan pembelajaran drama bertema kritik sosial yang mengacu pada penulisan karya drama bertema kritik sosial, penulisan karya ilmiah yang mengacu pada pembelajaran sastra kontemporer dalam bidang drama bertema kritik sosial, pemanfaatan hasil penelitian drama bertema kritik sosial dan sastra kontemporer sebagai bahan pengayaan materi pembelajaran, penyiapan instrumen pembelajaran sastra kontemprer untuk menyusun tahapan-tahapan apresiasi karya drama bertema kritik sosial. Upaya perwujudan aspek kedua, dilakukan dengan cara melatih kepekaan sosial mahasiswa dengan mendalami, menkaji dan mempraktikkan karya drama bertema kritik sosial, dan menjadikan karya drama bertema kritik sosial sebagai referensi dalam merumuskan metode pembelajaran sastra kontemporer.Kata-kata kunci: drama, kritik sosial, pembelajaran, sastra kontemporer. 
PENANAMAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAM DALAM CERPEN AKU INGIN EMAK MASUK SURGA KARYA MAIYADE LAILA YANE Vardani, Eka Nova Ali
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.382 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1106

Abstract

Pendidikan karakter adalah suatu hal yang sangat penting dan perlu dilakukan oleh setiap orangtua, pendidik, atau pemimpin yang menginginkan anak, peserta didik, atau masyarakat yang berkarakter. Dalam cerpen banyak kita jumpai nilai-nilai kehidupan, di antaranya adalah nilai-nilai karakter Islam. Dalam penanaman nilai-nilai karakter Islam terdapat tujuh cara untuk menumbuhkan kebajikan utama (karakter yang baik) dalam diri anak, yaitu 1) empati, 2) hati nurani, 3) kontrol diri, 4) rasa hormat, 5) kebaikan hati, 6) toleransi, dan 7) keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dimana peneliti berperan sebagai instrumen utama. Adapun prosedur penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap penyelesaian. Analisis terhadap cerpen Aku Ingin Emak Masuk Surga karya Maiyade Laila Yane menunjukkan bahwa terdapat tujuh penanaman nilai-nilai karakter Islam menurut Borba, sebagai berikut. Pertama,terdapat delapan nilai empati. Kedua, terdapat satu nilai hati nurani. Ketig, terdapat tiga nilai kontrol diri. Keempat, terdapat dua nilai rasa hormat. Kelim, terdapat tujuh nilai kebaikan hati. Keenam, terdapat satu nilai toleransi dan ketujuh, terdapat satu nilai keadilan.Kata Kunci: cerpen, nilai-nilai karakter Islam.
ANALISIS TEMA NASIONALISME PENDIDIKAN PADA TULISAN CERITA SISWA SMA Muhammad Thobroni, Siti Fathonah,
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.89 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1111

Abstract

Penelitian ini ingin menemukan kemampuan menulis cerita siswa kelas X SMA Aji Kuning Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara melalui Pembelajaran dengan Tema Nasionalisme. SMA Aji Kuning merupakan sekolah di perbatasan Indonesia-Malaysia, dan sebagian besar siswanya merupakan anak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Interaksi siswa perbatasan Indonesia-Malaysia bercampur kebudayaan sehingga rentan terjadinya penggerusan nasionalisme, sehingga pembelajaran dilakukan dengan inovasi, salah satunya pembelajaran menulis dengan memanfaatkan film bertema nasionalisme. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat naturalistic dengan metode wawancara, pra lapangan, uji lapangan, analisis data serta evaluasi pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tulisan cerita siswa Aji Kuning Sebatik mengandung tema nasionalisme pendidikan. Penelitian ini menghasilkan karya siswa dalam menuliskan karangan narasi yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka. Dari hasil penelitian menghasilkan kemampuan menulis karangan narasi bertema nasionalisme yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar mereka, selain itu penelitian ini menghasilkan buku dasar-dasar menulis karangan narasi khusus untuk sekolah menengah atas. Kata Kunci: Keterampilan Menulis, Nasionalisme, Pendidikan, Perbatasan.
MENGGALI EKSISTENSI BUDAYA SASTRA LISAN MELALUI PENGUMPULAN DAN PENERBITAN NASKAH NYANYIAN RAKYAT SUKU TIDUNG DI KALIMANTAN UTARA Siti Sulistyani Pamuji, Eva Apriani,
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.365 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna nyanyian Rakyat suku tidung dan tema nyanyian rakyat suku tidung. Teori yang digunakan untuk mendeskripsikan fokus penelitian yakni sastra lisan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian informan asli suku Tidung. Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas, yaitu: (1) syair atau teks lagu, (2) komposisi, (3) bentuk pertunjukkan atau pembawaan lagu dan (4) cara pewarisan lagu nyanyian rakyat suku Tidung di Kalimantan utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan: teknik observasi (participant observation), perekaman, wawancara mendalam dan teknik pencatatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis deskriptif (descriptive analysis). Penelitian ini menghasilkan temuan penelitian berupa (1) Makna (2) tema nyanyian rakyat suku Tidung di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Hasil penelitian menunjukkan Nyanyian rakyat suku Tidung di wariskan kepada generasi-generasi muda selanjutnya secara turun temurun. Makna dan Tema nyanyian rakyat suku Tidung dapat berwujud petuah/ nasehat dan penyemangat kerja.Kata Kunci: etnografi, makna, tema, nyanyian Rakyat Suku Tidung.
KONSEP KURIKULUM REKONSTRUKSI SOSIAL DALAM MENGHADAPI PEMBELAJARAN DI ERA MODERN Mubaroq, Syahrul
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.037 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1112

Abstract

Kurikulum rekonstruksionis sosial merupakansebuah gagasan untuk menggunakan sekolah sebagai institusi perubahan dan pengajaran positif seperti membangun masyarakat yang lebih baik. Paulo Freire menerapkan rekonstruksi sosial dengan konsep “Cultural Action for conscientization”. Conscientization merupakan proses dimana seseorang bukan sebagai penerima tetapi sebagai pembelajar aktif, Keberhasilan di sekolah berhubungan erat dengan khayalak masyarakat, orang tua, perhatian masyarakat, organisasi, pebelajar, dan kelompok lainnya harus terlibat dalam pembelajaran. Shane menggunakan perencanaan masa yang akan datang (Futurologist) sebagai dasar penyusunan kurikulum. Beliau menekankan peranan individu dalam menemukan peranan masa depanya sendiri, mereka tidak dapat melepaskan diri dari perkembangannya akan tetapi harus menyesuaikannya. Shane menyarankan para pengembang kurikulum agar mempelajari tren perkembangan. Tren utama pada era modern ini adalah perkembangan teknologi dengan berbagai dampaknya terhadap kondisi dan perkembangan masyarakat, serta kecenderungan lain seperti perkembangan ekonomi , politik, sosial, dan budaya.Kata Kunci: kurikulum, social, tren.
REALITAS TINDAK TUTUR BERBAHASA INDONESIA PADA SISWA SMP Saputro, Fajar Anggi
Belajar Bahasa Vol 3, No 1 (2018): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.514 KB) | DOI: 10.32528/bb.v3i1.1108

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah dapat mendeskripsikan penggunaan maksim kesantunan tindak tutur berbahasa Indonesia siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember. Latar belakang penelitian ini adalah bagaimana penggunaan maksim kesantunan tindak tutur berbahasa Indonesia siswa kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember.. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data verbal. Data verbal tersebut berupa penggunaan maksim kesantunan dalam tuturan yang terjadi antara siswa terhadap guru dalam proses pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia saat pembahasan materi penulisan laporan perjalanan di kelas VIIIA SMP Muhammadiyah 1 Jember. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripti. Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah proses analisis data. Lebih lanjut langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data dalam penelitian ini dipaparkan sebagai berikut: (1) menelaah data, (2) pengkode data, (3) mengklasifikasikan data, (4) menafsirkan data, (5) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya tuturan-tuturan siswa terhadap guru yang mencerminkan sikap sopan, santun, dan saling menghormati. Tuturan-tuturan tersebut sesuai penggunaan keenam maksim kesantunan, yaitu: maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, maksim kecocokan, dan maksim kesimpatian.Kata Kunci: Realitas kesantunan, tindak tutur, maksim kesantunan.

Page 1 of 3 | Total Record : 22