Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"vol 4, no 13 (2005)"
:
10 Documents
clear
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA TINJAUAN BERDASARKAN PEMIKIRAN ERVING GOFFMAN TENTANG DRAMATURGI
Manihuruk, Amin Saragih
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kehadiran  media  televisi membawa berbagai implikasi terhadap  kehidupan  masyarakat Indonesia. Selain dapat memberikan informasi, televisi juga diharapkan dapat memberikan hiburan   yang  sehat  bagi  khalayak. Tampaknya  para  penqelola media tanggap   terhadap peluang  yang ada. Oleh karena itu, bermunculanlah berbagai jenis program bernuansa hiburan. Salah satunya yaitu program Dangdut Mania di TP! Sebuah program acara musik yang   menampilkan penyanyi dangdut  dari kalangan masyarakat biasa (umumnya menengah ke bawah).Namun dalam  perjalanannya,  acara tersebut   menimbulkan dampak  yang tidak  ⢠menguntungkan karena  mereka terbuai  oleh kesadaran palsu untuk menjadi  seorang artis dengan segala kehidupannya yang serba mewah. lnilah dampaknya jika masyarakat tidak   paham   bahwa   program-program  televisi itu  hanyalah merupakan  panggung sandiwara. la merupakan sebuah drama kehidupan yang dimainkan oleh para aktor dan aktris. Ada penyanyi  di atas panggung yang bercita-cita menjadi artis terkenal, lalu di hadapan  rnereka ada penonton yang menikmati suguhan  tersebut. Tetapi disadari atau tidak, ada dalang di balik itu semua. Ada para produser dan pengelola media di belakang panggung yang membuat dan mengatur acara untuk mencapai tujuan mereka.Fenomena sosial tersebut tampaknya sesuai dengan  pemikiran Erving Goffman mengenai konsep DRAMATURGI. la mengatakan bahwa manusia cenderung melakukan peran   sebagaimana halnya  seorang   aktor  atau  aktris  memainkan perannya di atas panggung pertunjukan. Goffman cenderung melihat kehidupan sosial sebagai  satu seri drama  atau seri pertunjukan di mana para aktor memainkan peran-peran tertentu  guna mempertahankan gambaran diri yang stabil. Teater dijadikan kiasan dari kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang dapat diambil dari pemikiran Goffman berkaitan dengan fenomena diatas adalah agar dalam kehidupan social, manusia harus menjalankan secara baik dengan mempersiapkan kompetensi para pemeran di panggung kehidupan. Hal ini bertujuan agar manusia tidak hanya bias bermimpi dalam kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis sebagai konsekuensi logis kehadiran media televisi di Indonesia.Â
THEORI ASSOSIASI DAN REDUNDANSI DALAM KOMUNIKASI
Kertopati, Ton
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The role of human communication, both oral and written is crucialI to the success of personal and corporate or institutional goals.Although the process of human communicationis essentially the same; theoretically in a multitude setting, we can see the basic process and fundamental principles and adapt them to the setting. We know that there is a great ideal of noise around us and most of it is aimed at some sort of communication.  Communication  is the creating  of meaning through the use of signal and symbols.To understand communication, we need to appreciate the complexityof the process, for it is always dynamic
KEDUDUKAN DAN FUNGSI DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA
Abdikoro, HM
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ebagai di kemukakan pada bagian terdahulu perubahan system perwakilan  satu kamar menjadi dua kamar (  Bicameral ),  yangS saat ini di kenal dalam system ketatanegaraan RI adalah sebagaimanadikenal atau di anut oleh beberapa negara di dunia dalam penerapan konsep dernokrasinya. Amerika Serikat misalnya, susunan badan perwakilannya terdiri dari Senete,  ( Perwakilan Negara Bagian) dan House  Representatives  ( Perwakilan Seluruh Rakyat). Kedua unsur tersebut dinamakan Kongres  of Lords  ( Perwakilan Golongan ), dan House  of  Commons  (  Perwakilan Seluruh Rakyat ).  Demikiannya dengan di kerajaan Belanda dengan wadah badan perwakilan yang disebut  Staten    General    Representasi     darl  Ea·ster   Kamer( Perwakilan dari Daerah ), dan Twedwe Kamer  ( Perwakilan SeluruhRakyat). ( Bagir Manan; 2003:  54
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Sugijono, Sugijono
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
fulisan      ini  diharapkan  mampu   mengupas  dan  mempelaiariI Rintangan  Komunikasi  : mempelaiari  konsepsi  " MendengarSecara Aktif  " ; mempelajari  konsepsi  " Pengungkapan  Pendapat secara  Tegas I Asertip ( assertivencess), Pengungkapan Pendapat Secara  Tidak I Non Asertip  ( non assertip) dan konsep agresip ( agresiveness) ; me/akukan latihan "Ketrampi/an Asertip (assertivenesssklll
PENULISAN ARTIKEL HASIL PROGRAM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT VUCER DAN IPTEKS
Sastiono, Astiana
WACANA, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sistematika  penulisan  artikel  ilmiah terdiri dari bagian  :  Judul,  Baris Kredit, Abstrak, Pendahuluan,  Bahan dan Metode,  Hasil/Hasil  dan Pembahasan,   Kesimpulan/  Kesimpulan  dan  Saran,  Ucapan  Terima Kasih,  Daftar Pustaka  dan Lampiran Â
KEDUDUKAN DAN FUNGSI DEWAN PERWAKILAN DAERAH (DPD) DALAM STRUKTUR KETATANEGARAAN REPUBLIK INDONESIA
Abdikoro, HM
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i13.261
ebagai di kemukakan pada bagian terdahulu perubahan system perwakilan satu kamar menjadi dua kamar ( Bicameral ), yangSsaat ini di kenal dalam system ketatanegaraan RI adalah sebagaimanadikenal atau di anut oleh beberapa negara di dunia dalam penerapan konsep dernokrasinya. Amerika Serikat misalnya, susunan badan perwakilannya terdiri dari Senete, ( Perwakilan Negara Bagian) dan House Representatives ( Perwakilan Seluruh Rakyat). Kedua unsur tersebut dinamakan Kongres of Lords ( Perwakilan Golongan ), dan House of Commons ( Perwakilan Seluruh Rakyat ). Demikiannya dengan di kerajaan Belanda dengan wadah badan perwakilan yang disebut Staten General Representasi darl Easter Kamer( Perwakilan dari Daerah ), dan Twedwe Kamer ( Perwakilan SeluruhRakyat).( Bagir Manan; 2003:54
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Sugijono, Sugijono
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i13.259
fulisan ini diharapkan mampu mengupas dan mempelaiariI Rintangan Komunikasi : mempelaiari konsepsi " MendengarSecara Aktif " ; mempelajari konsepsi " Pengungkapan Pendapat secara Tegas I Asertip ( assertivencess), Pengungkapan Pendapat Secara Tidak I Non Asertip ( non assertip) dan konsep agresip ( agresiveness) ; me/akukan latihan "Ketrampi/an Asertip (assertivenesssklll
PENULISAN ARTIKEL HASIL PROGRAM PENGABDIAN PADA MASYARAKAT VUCER DAN IPTEKS
Sastiono, Astiana
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i13.256
Sistematika penulisan artikel ilmiah terdiri dari bagian : Judul, Baris Kredit, Abstrak, Pendahuluan, Bahan dan Metode, Hasil/Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan/ Kesimpulan dan Saran, Ucapan Terima Kasih, Daftar Pustaka dan Lampiran
DRAMA KEHIDUPAN DALAM PERTELEVISIAN INDONESIA TINJAUAN BERDASARKAN PEMIKIRAN ERVING GOFFMAN TENTANG DRAMATURGI
Manihuruk, Amin Saragih
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i13.269
Kehadiran media televisi membawa berbagai implikasi terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Selain dapat memberikan informasi, televisi juga diharapkan dapat memberikan hiburan yang sehat bagi khalayak. Tampaknya para penqelola media tanggap terhadap peluang yang ada. Oleh karena itu, bermunculanlah berbagai jenis program bernuansa hiburan. Salah satunya yaitu program Dangdut Mania di TP! Sebuah program acara musik yang menampilkan penyanyi dangdut dari kalangan masyarakat biasa (umumnya menengah ke bawah).Namun dalam perjalanannya, acara tersebut menimbulkan dampak yang tidak menguntungkan karena mereka terbuai oleh kesadaran palsu untuk menjadi seorang artis dengan segala kehidupannya yang serba mewah. lnilah dampaknya jika masyarakat tidak paham bahwa program-program televisi itu hanyalah merupakan panggung sandiwara. la merupakan sebuah drama kehidupan yang dimainkan oleh para aktor dan aktris. Ada penyanyi di atas panggung yang bercita-cita menjadi artis terkenal, lalu di hadapan rnereka ada penonton yang menikmati suguhan tersebut. Tetapi disadari atau tidak, ada dalang di balik itu semua. Ada para produser dan pengelola 'media di belakang panggung yang membuat dan mengatur acara untuk mencapai tujuan mereka.Fenomena sosial tersebut tampaknya sesuai dengan pemikiran Erving Goffman mengenai konsep DRAMATURGI. la mengatakan bahwa manusia cenderung melakukan peran sebagaimana halnya seorang aktor atau aktris memainkan perannya di atas panggung pertunjukan. Goffman cenderung melihat kehidupan sosial sebagai satu seri drama atau seri pertunjukan di mana para aktor memainkan peran-peran tertentu guna mempertahankan gambaran diri yang stabil. Teater dijadikan kiasan dari kehidupan sehari-hari. Pelajaran yang dapat diambil dari pemikiran Goffman berkaitan dengan fenomena diatas adalah agar dalam kehidupan social, manusia harus menjalankan secara baik dengan mempersiapkan kompetensi para pemeran di panggung kehidupan. Hal ini bertujuan agar manusia tidak hanya bias bermimpi dalam kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis sebagai konsekuensi logis kehadiran media televisi di Indonesia.
THEORI ASSOSIASI DAN REDUNDANSI DALAM KOMUNIKASI
Kertopati, Ton
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 4, No 13 (2005)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32509/wacana.v4i13.257
The role of human communication, both oral and written is crucialI to the success of personal and corporate or institutional goals.Although the process of human communicationis essentially the same; theoretically in a multitude setting, we can see the basic process and fundamental principles and adapt them to the setting. We know that there is a great ideal of noise around us and most of it is aimed at some sort of communication. Communication is the creating of meaning through the use of signal and symbols.To understand communication, we need to appreciate the complexityof the process, for it is always dynamic