cover
Contact Name
Radja Erland Hamzah
Contact Email
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@dsn.moestopo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Wacana: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
ISSN : 14127873     EISSN : 25987402     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Wacana, Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi merupakan wujud karya ilmiah tentang kajian ilmu komunikasi yang melingkupi hasil penelitian dengan tema atau topik yang dibahasa dalam jurnal Wacana meliputi kajian ilmu komunikasi baik Komunikasi Politik atau pun Komunikasi Lintas Budaya; Strategic Communication meliputi Kehumasan, Periklanan, IMC, maupun Branding; Analisis Teks, Semiotika; dan juga Media Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 18 (2006)" : 15 Documents clear
EROTIKA DAN PORNOGRAFI DI MEDIA Wiryanto, Wiryanto
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.165

Abstract

Pornography is anything that is created to cause sexual excitement or arousal. Most of us think of : erotic imagery that is considered obscene and Offensive. Pornographi (From Greek ?Opvoypa?ia pornographia - literally writing about or human sexual behavior with the goal of sexual arousal, similar to, but (axxording to some) distinct from. Erotica it also prostitute and written material. Which representations of the human body or human sexual behavior with the goal of sexual orusal, similar to, but human sexual behavior with the goal of sexual arouseal, similar to. But distrinct from, erotica though the two terms are often used interchangeably.Pornographi may use any of avariety of media written and spoken text. Photos, sculpture, drawings, moving images (including animations), and sounds such as heavy breathing and sexually related sounds. Pornogaphic films combine moving images, spoken erotic text and/or other erotic sounds. While magazines often combine photos and written text. Novels and short stories provide written text, sometimes with illustrations, A live performance may also be called pornographic.Opposition to pornography generally, though not exclusively, comes from several sources : law, religion like mazhab wahabi and feminism there is no right to distribute obscene materials, child pornography is illegal. The determinatios of what is obscene is up to a jury in a trial. Most religious groups view pornography as immoral and the production and use of pornography contributes to immoral behavior in society. Feminist critics of pornography. They believe that most pornography eroticizes the dominations, humiliation and coercion of women, reinforces the domination, humilations and coercion of women, reinforces sexual and cultural attitudes that are complicit rape and sexual harassment, and contributes to the male centered to the male centered objectification of women.
ENTITAS BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI : ANALISIS TERHADAP BISNIS DETIKCOM Nilamsari, Natalina
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.179

Abstract

Perubahan dalam bidang teknologi komunikasi, yang disebut sebagai revolusi komunikasi termasuk di dalamnya adalah hypermedia, yaitu medium baru (new mediaum) yang mengkombinasikan publishing, televisi, audio dan computer, Personal Computer (PC) yang semakin mudah dan murah untuk diperoleh memungkinkan kekuatan dan kegunaan computer dimanfaatkan oleh setiap rumah tangga. Revolusi digital yang membawa perubahan dalam teknologi internet berdampak besar pada perdagangan global, terutama dalam hal pemberian layanan (service). Pemahaman mengenai ekonomi baru terkadang lebih diartikan sebaai ekonomi informasi karena pengaruh informasi yang sangat besar dalam menciptakan kemakmuran. Bahkan jauh lebih besar dari sumber daya material atau capital.Sebagai entitas bisnis, detikcom tidak berambisi meraih keuntungan sebesar-besarnya. Kenyataannya, pendapatan dari iklan mampu mencukupi biaya operarional dan produksi bahkan berlebih , sehingga memungkinkan detikcom berkembang. Karena itu pengakses/pembaca detikcom tidak perlu membayar informasi yang diperolehnya dari detikcom. Keberanian dan kreatifitas bersenergi sedemikian rupa sehingga menjadi modal awal dan modal terpenting yang memungkinkan detikcom menjadi trendsetter bisnis media on linememunculkan keunggulannya dan karenanya akan memperoleh tingkat kepercayaan yang semakin tinggi dari public.Bisnis berbasis teknologi informasi akan semakin berkembang sejalan dengan semakin majunya perangkat lunak dan system aplikasi computer. Dari sisi produk, derivative product sangat mudah dikembangkan dan time to marketrelatif cepat. Contohnya, konvergensi teknologi internet dan mobile phone mampu mendukung transaksi bisnis seperti e-banking dan entertainment. Revolusi digital ini juga diyakini akan mengubah perilaku orang Indonesia, bukan hanya dalam hal memperoleh informasi tetapi juga dalam berbisnis.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL SOLUSI MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Kustiatno, Kustiatno
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.170

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari baik sengaja atau tidak maupun suka atau tidak, kita sebagai warga masyarakat ibukota kerap kali berhadapan dengan birokrasi pemerintahan dan atau lembaga swsta yang tentunya untuk berbagai urusan. Dari berbagai urusan masyarakat tersebut, seingkali kita menerima buruknya pelayanan public baik yang disediakan oleh lembaga pemerintahan maupun swasta. Kondisi pelayanan public yang buruk tersebut di ats diekspresikan oleh sebagian masyarakat melaui berbagai cara, baik berupa kritikan ajam (aksi untuk rasa, artiket mass media, SMS Presiden, dll) maupun kritikan halus (acara Negeri BBM di TV Indosiar, Negeri Sketsa di Radioa Smart FM, Iklan Rokok Sampurna A Mild di Televisi, dll). Sebagai Contoh Pelajayan Public yang disediakan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dimana kita hidup sebagai warga masyarakat , misalnya pelayanan IMB, Pelayanan KTP, pelayanan Akta Lahir, pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (PKB dan BBN-KB) serta masih banyak lagi pelayanan lainnya yang kalau kita mau jujur masalah jauh dari memeuaskan. Ketidakpuasan masyarakat tersebut , disebabkan antara lain oleh pelayanan yang berbelit-belit tidak transparan, kurang informative, kurang akomodatif, kurang konsisten, terbatasnya fasilitas, sarana dan prasarana pelayanan, sehingga tidak menjamin kepastian (hokum, waktu, dan biaya) serta masih banyak dijumpai praktek pungutan liar dan tindakan-tindakan yang berindikasikan penyimpangan. Dengan kata lain, penyelenggaraan pelayanan public yang dilaksankan oleh Aparatur Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta dalam berbagai sector pelayanan, ternyata kinerjanya masih rendah. Sebagai suatu lembaga yang berhubungan dengan masyarakat banyak dan mengingat buruknya kinerja pelayanan public sebagaimana tersebut di atas, yang disebabkan anara lain oleh kurangnya informative, maka diperlukan komunikasi interpersonal yang lancar dimana terjadi interaksi dalam suatu rpses pelayanan komunikasi interpersonal yang lancar baik vertical maupun horizontal akan membuka keterbukaan di seala bidang, keterampilan komunikasi interpersonal adalah suatu seni dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam suatu organisasi, baik organisasi pemerintah maupun swasta, komunikasi interpersonal menduduki posisi sentral, karena struktur, keluasan dan lingkup organisasi hamper seluruhnuya ditentukan oleh teknik-teknik komunikasi interpersonal. Dengan kkomunikasi interpersonal yang efektif maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan sampai pada sasarannya dan menjadikan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan. Komunikasi interpersonal adalah proses dari hubungan seseorang dengan orang lain, dalam menyampaikan konsepsi, citra atau rasa. Tidak saja informasi itu tersalurkan, tetapi juga persaan dan sikap dapat tersalurkan juga. Komunikasi terjadi apabila mereka yang terkait dengan komunikasi, si pengirim berita dan si penerima pesan, memberikan bobot dan relevansi pada perilaku masing-masing. Dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat diperlukan komunikasi intrpersonal. Hal ini karena komunikasi interpersonal membantu dan memandu pegawai untuk lebih dapat berinteraksi dengan masyarakat. Oleh karena itu, peran komunikasi interpersonal sangatlah penting dalam mewujudkan kualitas pelayanan public. Akhir kata yang menjadi pertanyaan besar penulis adalah bagaimanakah menciptakan suatu komunikasi interpersonal pada lembaga pelayanan public? Adakah komitmen yang kuat dari pimpinan? dan bagaimana komunikasi interpersonal pada lembaga pendidikan kia? Yang tentunya guna mewujudkan peningkaan pelayanan kepada mahasiswa dan dosen. Apakah semua ini hanya sebuah retorika belaka?
MASIH RELEVANKAH SISTEM NASIONAL INDONESIA PADA ERA PASCA REFORMASI DEWASA INI ? Kertopati, Ton
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.166

Abstract

A well known adage wants that in many social settings it is well to avoid discussing either politics, religion or philosophy presumably such conversations generated more heat than light.Political analysis about crucial changes are currently taking place in the political and social-cultural Indonesian life.The challenges lie under the growing influence of globalism and was oriented toward the application of the models in the open society.The text present a tecnigue for thinking logically and also based on conviction whether political inquiry and analysis rely on the use of the Indonesian system of life (Sistem Kehidupan Nasional) still valid A System as Collection of matters within presented boundaries, Empharize: the Open society and democracy based on several applications.
COMMUNITY RELATIONS CORORATE RESPONSIBILITY Depari, Edward
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 5, No 18 (2006)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v5i18.181

Abstract

Mendefinisikan apa dan siapa yang disebut komunitas dari sebuah organisasi atau perusahaan bukanlah pekerjaan yang sederhana. Komunitas local sering di definisikan sebagai kelompok masyarakat yang bertempat tinggal dalam jarak fisik yang paling dekat dengan lokasi perusahaan. Perusahaanyang beroperasi dalam jarak yang dekat dengan pemukiman masyarakat perlu menyadari bahwa anggota masyarakat akan memilki persepsi yang berbeda-beda terhadap kehadiran perusahaan. Ada yang merasa dirugikan karena keralaian lalu lintas, ada yang merasa tidak mempnyai kepentingan sama sekali, dan sebagainya.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Volume 24, No. 2 December 2025 Volume 24, No. 1 June 2025 Volume 23, No. 2 December 2024 Volume 23, No. 1 June 2024 Volume 22, No. 2 December 2023 Volume 22, No. 1 June 2023 Volume 21, No. 2 December 2022 Volume 21, No. 1 June 2022 Vol 20, No 2 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 20, No 1 (2021): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 20, No. 2 December 2021 Volume 20, No. 1 June 2021 Vol 19, No 2 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 19, No 1 (2020): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 19, No. 2 December 2020 Volume 19, No. 1 June 2020 Vol 18, No 2 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 18, No 1 (2019): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 18, No. 2 December 2019 Vol 18, No 1 (2019) Volume 18, No. 1 June 2019 Vol 17, No 2 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Vol 17, No 1 (2018): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 28/E/KPT/2019 Volume 17, No. 2 December 2018 Vol 17, No 2 (2018) Vol 17, No 1 (2018) Volume 17, No. 1 June 2018 Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 2 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 16, No 1 (2017) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 3 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 2 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 15, No 1 (2016) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 4 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 3 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 2 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 14, No 1 (2015) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 4 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 3 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 2 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 13, No 1 (2014) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 4 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 3 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 2 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 12, No 1 (2013) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 4 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 3 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 2 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 11, No 1 (2012) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 4 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 3 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 2 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 10, No 1 (2011) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 30 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 29 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 9, No 4 (2010) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 28 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 8, No 27 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 26 (2009) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 25 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 24 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 7, No 23 (2008) Vol 6, No 22 (2007) Vol 6, No 22 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 21 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 20 (2007) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 19 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 18 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 5, No 17 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 16 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2006) Vol 4, No 13 (2005) Vol 4, No 13 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 12 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 3, No 11 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 3 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 4, No 2 (2005) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 19 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 10 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 3, No 9 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 8 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 7 (2004) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 6 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 2, No 5 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 4 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 3 (2003) Vol 1, No 2 (2002) Vol 1, No 2 (2002) More Issue