cover
Contact Name
Khoirul Muslimin
Contact Email
muslimin@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.annida@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam
ISSN : 20853521     EISSN : 25489054     DOI : -
Core Subject : Education,
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam is a journal published by the faculty of da'wah and communication at Unisnu Jepara, aimed at creating and expanding innovations in the concepts, theories, paradigms, perspectives and methodologies of da'wah and communication, by publishing the results of research and other scientific papers, including the results of adaptations and books. -review related to Islamic da'wah and communication.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
PERAN PRAKTISI PUBLIC RELATIONS DALAM ORGANISASI-ORGANISASI DI YOGYAKARTA Rofiq Anwar
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.290

Abstract

The practitioner role of public relations is main subject in the study and research of public relations. Based on survey to 60 practitioners of public relations in Yogyakarta, it was obtained the finding that the dichotomy of managerial and technician role no longer occurs fully. Manager in some aspects has involved in working the technician roles. Then, the public relations staff started to involve in managerial role especially in the role of communication facilitator. This becomes an indication that the role of public relations is increasingly important for organization. It is not only for manager of public relations but also for their staff. Keywords: public relations, organization, managerial role, technician role Peran praktisi public relations merupakan bahasan utama dalam studi dan penelitian public relations. Berdasarkan survei terhadap 60 praktisi public relations di Yogyakarta diperoleh temuan bahwa dikotomi peran manajerial dan teknisi tidak lagi berlaku sepenuhnya. Manajer dalam beberapa hal sudah terlibat untuk menjalankan peran-peran teknisi. Sedangkan staf humas sudah mulai terlibat dalam peran manajerial terutama dalam peran fasilitator komunikasi. Hal ini menjadi pertanda bahwa peran public relations semakin penting bagi organisasi, tidak hanya untuk posisi manajer humas tetapi juga untuk staf humas. Kata Kunci: public relations, organisasi, peran manajerial, peran teknisi
ETIKA IKLAN DAN KAPITALISME DALAM MEDIA TELEVISI Khoirul Muslimin
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.291

Abstract

Television advertisements that are broadcasted on television have to use words and language styles that uphold the values of honesty, clarity, and honor. The special features of the language of advertising are short, dense, clear, and interesting. The advertisement is called successfull if the advertisement is able to attract the audiences. Moreover, they then buy the product. Therefore the advertisement is considered important in determining the success of a product. However, It needs to know that advertisements that are broadcasted on television can not be separated from the interests of capital owner, organizer and television stations that just think about the rating. Thus, the advertisements that are created and broadcasted on television are not appropriate with business ethics. Keywords: television, advertisement, capitalism Iklan yang ditayangkan televisi harus menggunakan kata-kata dan gaya bahasa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, kejelasan, dan kehormatan. Ciri khusus bahasa iklan antara lain singkat, padat, jelas, dan menarik. Iklan dikatakan berhasil jika pengiklan dapat memikat sasarannya menjadi mitra untuk mendukung bahkan membeli barang produksi yang ditawarkan, oleh sebab itu iklan dianggap penting dalam menentukan keberhasilan suatu produk. Namun, perlu diketahui bahwa iklan-iklan yang tayang di televisi juga tidak terlepas dari kepentingan pemilik modal, pengelola televisi dan pemilik stasiun televisi yang hanya berpikir pada rating. Sehingga iklan yang dibuat dan tayang di televisi tidak sesuai dengan etika bisnis. Kata kunci: televisi, iklan, kapitalisme
DAKWAH ISLAM, TEKNOLOGI DAN KEMANUSIAAN Abdul Wahab
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.286

Abstract

Tulisan ini berupaya menelaah dinamika yang terjadi dalam proses dakwah Islam, teknologi dan kemanusiaan secara objektif-kritis. Dakwah merupakan upaya sadar mengajak siapapun untuk meninggalkan perkara munkar menuju perbuatan baik. Dakwah tidak hanya terbatas pada proses trasformasi nilai-nilai teks keagamaan, namun juga harus mampu memberi solusi alternatif atas berbagai problematika umat dalam berbagai sendi kehidupan mereka. Hal ini meniscayakan adanya tata laksana secara praktis dan produktif, sehingga dakwah dapat berjalan efektif dan memberdayakan. Teknologi yang merupakan bangunan baru peradaban global, tentu memiliki peran besar dalam rekayasa kehidupan dan kemanusiaan. Bagi mereka yang mencemaskan tidak terkendalinya perkembangan teknologi, menyebut bahwa perkembangan teknologi yang tidak terkendali justru akan memisahkan manusia dari diri dan lingkungannya. Teknologi menjadi tidak harmonis dengan nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi yang semula diciptakan untuk membantu berbagai tugas manusia agar nyaman dan mudah menjalankan misi kemanusiaannya (ibadah dan khilafah; mengabdi dan memimpin), pada akhirnya justru malah memperbudak manusia. Karena itu, dakwah Islam seharusnya berperan mengharmonisasikan hubungan di antara perkembangan teknologi dengan kemanusiaan. Dakwah Islam harus menginspirasi adanya gerakan agar masyarakat khususnya umat Islam untuk mengenal dan memahami teknologi begitu pula menciptakan teknologi yang memahami keinginan masyarakat. Kata kunci: dakwah islam, teknologi, kemanusiaan This paper is aimed at analyzing the happened dynamics in Dakwah process of Islam, technology, and humanity by objective-critics method. Dakwah is a proposedly effort to invite whoever people to leave the bad matter to the good matter. Dakwah is not only restricted on processing of values transformation of religious text but also is set to give the alternative solution of people??s problems in all of their life. This matter demands conduct of Dakwah practically and productively so that it can work effectively and usefully. Technology which is a new product of global civilization surely has an important role in managing life and humanity. For people who are worried about uncontrolled technology development, they mention that the uncontrolled technology development will exactly separate of human being from himself and his environment. Technology makes inharmonic with values humanity. Technology formerly is created to help all of people??s duties so they can do their mission of humanity (Ibadah and Khilafah; serving and leading). Finally, it absolutely enslaves the human being. Because of that, Dakwah of Islam should have a role to harmonize the relationship between technology development and humanity. Dakwah of Islam has to inspire a movement so the people especially Islamic people are able to know and understand the technology. They also create the technology which understands the people??s need. Keywords: Dakwah of Islam, technology, humanity
POLITIK ISLAM INDONESIA DAN TANTANGAN GLOBAL Murniati Murniati
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.292

Abstract

In long history of NKRI , Islam politics in Indonesia has the own color. Islam came to Indonesia for about twelve century by peace way. On 1945, all of the Indonesian people struggled to get a freedom. Meanwhile, now the struggle of Islam is to come out the Islamic people from global capitalism. Pancasila, as an Indonesian ideology, is the foundation of stated life that is used as guidance in behaving. Since Indonesia was independent, the Islamic people must own effort to create advancement. On the old and new colonial period, the Islamic people did not get the space of aspiration and politics. However, since the coming of Reformation era, the Islamic people started getting public space. Keywords: politics, Islam, and global challenge. Politik Islam Indonesia dalam perjalanannya menjadi warna tersendiri dalam sejarah panjang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke-12an Islam dengan jalan damai. Pada tahun 1945 seluruh penduduk Indonesia berjuang untuk merdeka, sedangkan kondisi sekarang ini perjuangan Islam adalah membawa umat Islam keluar dari kapitalisme global. Pancasila sebagai ideologi Indonesia adalah dasar kehidupan bernegara yang digunakan sebagai pedoman dalam berperilaku. Sejak Indonesia merdeka, umat Islam terus berusaha untuk berkembang. Di era orde lama dan orde baru umat Islam belum mendapatkan ruang aspirasi dan berpolitik, namun sejak era reformasi umat Islam mulai mendapatkan ruang publik. Kata kunci: Politik, Islam dan Tantangan Global
JURNALISME ADVOKATIF; SOLUSI PEMBERITAAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Fariza Yuniar Rakhmawati
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.287

Abstract

Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada usia anak mengalami peningkatan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pemberitaan mengenai kekerasan seksual yang menimpa anak mengalami peningkatan seiring tingginya jumlah kasus yang terjadi. Namun, seringkali pemberitaan kekerasan seksual anak dilakukan tanpa mempertimbangkan kemungkinan anak menjadi korban secara berulang-ulang. Anak yang telah menjadi korban kekerasan seksual kemudian menjadi korban pemberitaan. Jurnalisme advokatif menjadi solusi pemberitaan anak korban kekerasan seksual. Jurnalisme advokatif merupakan kegiatan jurnalistik berdasar pembelaan untuk mendukung perjuangan pihak-pihak yang dilemahkan sehingga menuntut aktivis menjalankan dukungan berdasarkan subjektivitas. Jurnalis menjadi representasi kepentingan spesifik publik dan dimotivasi oleh ketidakadilan dalam masyarakat. Aktivitas pengumpulan dan penyebaran fakta dalam bentuk berita dilakukan seorang jurnalis berdasarkan keberpihakannya pada korban. Pemberitaan dalam jurnalisme advokatif dilakukan secara empatik, bukan hanya mencerahkan namun juga memberi motivasi yang menjadi bagian dari strategi advokasi. Kata kunci: jurnalisme, advokat, seksual In many years later, the sexual abuse cases of children increased rapidly. The news release of sexual abuse increased along with the high number of the happened cases. However, the news release of children sexual abuse frequency is conducted without considering the possibility of being victims repeatedly. The children who have became the victims of the sexual abuses, finally they become the news.Advocated journalism is the solution of this. Advocated journalism is a journalistic activity based on role to support the people??s struggles which are weakened. This condition demands activists who can support based on subjectivity. Journalist becomes the representation of public specific interest. He is also motivated by injustice in society. The activity of collecting and distributing the facts in news form is conducted by journalist based on taking side to the victim. The news release in advocated journalism is conducted by empathy. It is not only to clear the news release but also to give the motivation. That is a part of advocacy strategy. Keywords: journalism, advocate, sexual
REPRESENTASI WANITA DALAM POLITIK DI INDONESIA; PENDEKATAN KONSTRUKSIONISME KRITIS Supadiyanto Supadiyanto
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.288

Abstract

Representasi kaum wanita dalam panggung politik di Indonesia masih cukup rendah. Berbagai kebijakan pembangunan di Indonesia belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan kaum wanita. Para pejabat eksekutif, yudikatif dan legislatif masih didominasi kaum pria, sehingga cara pandang yang dimiliki para pembuat regulasi dan pelaksana kebijakan pembangunan itu tentu akan bias gender. Penelitian kualitatif-diskriptif ini menganalisis representasi wanita pada perpolitikan di Indonesia, menggunakan pendekatan konstruksionisme kritis. Penelitian ini dilakukan 10 Agustus hingga 31 Desember 2014. Hasilnya, dominasi kaum elite atas non elite dalam berbagai jenjang kekuasaan, berakibat atas termarjinalisasinya kaum non-elit, termasuk kaum wanita. Dalam pada itu, dominasi kaum pria pada berbagai domain publik seharusnya diupayakan berimbang (ekuilibrium) atau mengedepankan proporsionalitas. Kesadaran politik kaum wanita menaikkan derajat politik, atau sebaliknya kesadaran politik kaum pria sendiri untuk menurunkan tensi fanatisme politiknya di mata kaum wanita, menjadi dialektika sosial dan komunikasi politik humanistis yang harusnya dibangun oleh seluruh elemen bangsa ini. Kata kunci: wanita, politik, konstruksionisme The representation of women community in political domain in Indonesia is quite low. The variety of erection policies in Indonesia is not fully to accommodate the women??s need. The executive, judicative, and legislative functionaries are still accommodated by men community. Thus, the thoughts which are possessed by regulation makers and erection policy conductors definitely will make the gender refraction. This qualitative-descriptive research analyzed the representation of women community on political in Indonesia. This research used critical constructivism approach. This research was conducted on August 10th up to December 31st, 2015. The results of this research are; (1) elite community dominated non-elite community in variety of dominance levels. It made the marginalization of non-elite community included women community. The domination of men community on public domains should be worked in a equilibrate way or should be proposed the proportionality. (2) The political awareness of women community promotes the political level. On the contrary, the political awareness of men community itself which descends the tension of political fanaticism to the women community is as social dialectic and communication of humanistic politics which must be built by all of elements of this nation. Keywords: women, politics, constructivism.
QASIDAH BURDAH IMAM AL-BUSHIRI; MODEL ALTERNATIF DAKWAH PESANTREN Ulin Nihayah
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/an.v7i1.289

Abstract

Dakwah merupakan kegiatan menyeru untuk kebaikan, menjauhi kemungkaran. Pesantren sebagai salah satu lembaga dakwah pada umumnya menggunakan teknik dakwah dengan retorika. Sebagai solusi alternatif, saat ini dakwah menggunakan formulasi dengan menggunakan syair, salah satunya qasidah burdah. Burdah merupakan syair indah yang ditulis oleh Imam Al-Bushiri. Isinya mengandung nilai-nilai yang beragam, mulai dari pembukaan yang berisi tentang perwujudan rasa cinta kepada Rasullah, nasihat untuk menjaga hawa nafsu, hingga penutup yang berisi doa. Kata kunci: qasidah, alternatif, dakwah Dakwah is an activity calling the goodness and avoiding the badness. The Islamic boarding school, as one of Dakwah institutions, generally uses Dakwah technique by using rhetoric. As an alternative solution, nowadays Dakwah uses the poem formulation, called Qasidah Burdah. Burdah is beautiful poem written by Imam Al Bushiri. The content of his poem contains many values. The opening of this poem contains the love expression to Rasullullah and the advice for keeping Hawa Nafsu. Then, the closing of his poem contains the prayer. Keywords: Qasidah, alternative, Dakwah

Page 1 of 1 | Total Record : 7