cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
MAJELIS BUDDHAYANA INDONESIA MEMBANGUN BINADAMAI ANTAR UMAT BERAGAMA Jonry Sitorus
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.944 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5371

Abstract

 Penelitian ini mengenai Majelis Buddhayana Indonesia sebagai salah satu organisai sosial keagamaan dalam menciptakan dan membangun binadamai antar umat beragama di Tanjung Balai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran dan upaya Majelis Buddhayana Indonesia dalam mengelola isu-isu konflik paska pembakaran vihara Tri Ratna di Kota Tanjung Balai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif. Adapun informan yang terdapat dalam penelitian ini adalah ketua serta anggota dari Majelis Buddhyana Indonesia, masyarakat muslim dan masyarakat Buddha yang ada di Tanjung Balai. Data yang diperoleh melalui pengamatan, wawancara studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menggambarkan Peran Majelis Buddhayana Indonesia membantu terciptanya perdamaian melalui upaya mediasi, mengelola isu konflik serta membuat kesepakatan perdamaian terhadap kelompok-kelompok yang bertikai.This research is about the Indonesian Buddhayana Assembly as one of the social religious organizations in creating and building interfaith peace building between religious communities in Tanjung Balai. the purpose of this study was to determine the role and efforts of the Indonesian Buddhayana Assembly in managing conflict issues after the burning of Tri Ratna temple in Tanjung Balai city. The method used in this study is a qualitative method through a descriptive approach. The informants contained in this study were the cairmen and members of indonesian buddhist assembly, the muslim community and the buddhist community in Tanjung Balai. Data obtained through observation, literature study interviews and documentation. The result of the study illustrate the role of the Indonesian Buddhayana Assembly to help create peace through mediation efforts, manage conflict issues and make peace agreements with conflicting groups.Keywords : Indonesian Buddhayana Assembly, Conflict, Peace Building
MAKNA RITUAL MARARI SABTU PADA RUAS UGAMO MALIM Agung Suharyanto
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.956 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ritual, komponen dan makna serta fungsi dari ritual Marari Sabtu yang dilakukan Agama Parmalim. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang dilakukan secara langsung di Jalan Seksama tepatnya di Gang Rela No. 15 Medan Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa proses Mararisabtu merupakan suatu kegiatan rutin yang di lakukan oleh para jemaat agama Parmalim untuk melakukan pemujaan terhadap mula jadi nabolon. Terdapat berbagai komponen yang digunakan dalam upacara yaitu terdapat berbagai benda yang di gunakan berupa dupa, jeruk purut, kuru-kuru, kemenyan, air yang di ambil sebelum ayam berkokok, serta tikar ayaman tempat ulu punguan. Makna dan fungsi dari ritual marari sabtu yaitu untuk memanjatkan doa kepada mula jadi nabolonagar di beri kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kemakmuran.Setiap hari Sabtu atau Samisara seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah ditentukan baik si Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat maupun di rumah parsantian di cabang/daerah untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati Ugamonya.This study aims to determine the ritual process, components and the meaning and function of the Saturday Marari ritual carried out by the Parmalim Religion. The method used is qualitative conducted directly on Jalan Seksama precisely in Gang Rela No. 15 Medan Binjai Village Medan District Denai with observation and interview techniques. The results showed that the Mararis process was a routine activity carried out by the parishioners of the Parmalim religion to worship the origin of being nabolon. There are various components used in the ceremony, there are various objects that are used in the form of incense, kaffir lime, kuru-kuru, incense, water taken before the rooster crows, as well as ayaman mats where ulu punguan. The meaning and function of the Saturday marari ritual is to say a prayer to the beginning of being nabolonagar given health, safety, security, and prosperity. Every Saturday or Samisara all Parmalim congregations gather in a designated place, either Bale Partonggoan, Bale Pasogit at the center or at the parade house in the branch / area to worship and praise Mulajadi Nabolon and on that occasion the members are given a more diligently behaving to live his Ugandan.  Keywords: Parmalim, Marari Saturday, Ritual
PENTINGNYA SOSIALISASI BAGI ANAK Ismail, Ismail
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.168 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5406

Abstract

Sosialisasi merupakan proses belajar tentang segala sesuatu di dalam kehidupan yang meliputi bahasa, norma, nilai, sistem kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, mata pencaharian, kesenian, agama, dan lainnya. Pentingnya sosialisasi bagi setiap anak menjadi kewajiban bagi para orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk mengajarkan serta mewariskannya kepada setiap anak. Sekarang ini masih banyak para orang tua, masyarakat, dan pemerintah menganggap sepele terhadap proses sosialisasi yang dialami oleh setiap anak, akibatnya anak tersebut kurang mengetaui mana yang baik dan mana buruk. Sosialisasi yang baik dapat dilihat dari perilaku seorang anak dalam kehidupan bermasyarakat yaitu sesuai norma, nilai, dan budaya di masyarakat. Socialization is the process of learning about everything in life which includes language, norms, values, social systems, science, livelihoods, arts, religion, and others. The importance of socialization for each child is an obligation for parents, the community, and the government to teach and inherit it to every child. Now there are still many parents, communities, and the government that consider trivial to the socialization process experienced by every child, as a result the child is less knowledgeable about what is good and what is bad. Good socialization can be seen from the behavior of a child in community life that is according to the norms, values, and culture in the community. Keywords: Socialization, Children
PERANAN SEKOLAH DALAM PENARAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Nahrun Najib Siregar
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5408

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural, dimana masing-masing daerah memiliki karakteristik yang unik dan khas. Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia telah menimbulkan banyak terjadinya konflik antara golongan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan multikulturalisme berperan penting dalam penyelesaian persoalan tersebut. Pendidikan multikultural sebagai sarana alternatif pemecahan konflik sosial. Pada dasarnya pendidikan multikultural tesebut dapat diajarkan dalam lembaga pendidikan formal. Dalam upaya pemahaman multikultural tersebut maka guru dan sekolah memiliki peranan yang sangat penting agar  peserta didik mampu menerima perbedaan, kritik, dan memiliki rasa empati serta toleransi pada sesama tanpa memandang golongan, status, gender, dan kemampuan akademis sekolah memiliki peranan yang sangat penting guna membangun. Indonesian society is a multicultural society, where each region has unique and distinctive characteristics. The diversity that exists in Indonesian society has caused many conflicts between the Indonesian people. Therefore, multiculturalism plays an important role in solving the problem. Multicultural education as an alternative means of solving social conflicts. Basically multicultural education can be taught in formal education institutions. In an effort to understand multiculturalism, teachers and schools have a very important role so that students are able to accept differences, criticism, and have a sense of empathy and tolerance for others regardless of class, status, gender, and academic ability of the school has a very important role in building.Keywords: Role, Application, Multicultural Education
STRATEGI KOMUNIKASI DA’I DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK-ANAK JALANAN DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL Rholand Muary
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.241 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5409

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui metode penelitian komunikasi Da’i dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak-anak Jalanan, hambatan dari komunikasi Da’i dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak-anak Jalanan di Pinang Baris Kecamatan Medan Sunggal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Strategi komunikasi Da’i dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak jalanan di Pinang Baris Kecamatan Medan Sunggal terdapat beberapa bentuk. Pertama Da’i memberikan pengarahan sepenuhnya dan berupaya memberikan motivasi kepada mereka agar mau bersekolah. Kedua Da’i menunjukkan ketauladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga mengajarkan anak-anak jalanan melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an dengan memberikan pengarahan agar dapat diamalkan mereka dalam kehidupannya. Hambatan-hambatan yang didapatkan dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak jalanan yaitu sulit diatur (bandel), kurangnya pengawasan (kontrol) ketika mereka berada di jalanan dan faktor lingkungan yang tidak kondusif.The aim of the study was to find out the communication method of Da'i in Infusing Religious Values to Street Children, obstacles from Da'i's communication in Instilling Religious Values with Street Children in Pinang Baris, Medan Sunggal District. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection techniques in this study were observation and interviews. The results obtained in this study are Da'i's communication strategy in instilling religious values with street children in Pinang Baris, Medan Sunggal Subdistrict, there are several forms. First Da'i gave full direction and tried to motivate them to go to school. Both Da'i show obedience in everyday life. The third teaches street children to pray, read the Qur'an by giving instructions so that they can be practiced in their lives. Obstacles obtained in instilling religious values to street children are unruly (stubborn), lack of supervision (control) when they are on the streets and non-conducive environmental factorsThe aim of the study was to find out the communication method of Da'i in Infusing Religious Values to Street Children, obstacles from Da'i's communication in Instilling Religious Values with Street Children in Pinang Baris, Medan Sunggal District. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection techniques in this study were observation and interviews. The results obtained in this study are Da'i's communication strategy in instilling religious values with street children in Pinang Baris, Medan Sunggal Subdistrict, there are several forms. First Da'i gave full direction and tried to motivate them to go to school. Both Da'i show obedience in everyday life. The third teaches street children to pray, read the Qur'an by giving instructions so that they can be practiced in their lives. Obstacles obtained in instilling religious values to street children are unruly (stubborn), lack of supervision (control) when they are on the streets and non-conducive environmental factors. Keywords: Da'I Communication, Religious Values

Page 1 of 1 | Total Record : 5