cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Ekonomi Berjamaah: Relasi Pondok Pesantren dengan Masyarakat dalam Peningkatan Perekonomian (Studi pada Komplek 3 Sunan Pandanaran Nor Kholis; Irfa Rezkia
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.997 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v3i1.7405

Abstract

AbstrakPondok Pesantren memiliki peran penting dalam upaya mendorong terwujudnya perkonomian bagi warga masyarakat di sekitarnya. Pondok Pesantren Sunan Pandaranan sudah sejak lama menjalin kerjasama ekonomi dengan warga masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana peran Pondok Pesantren dalam upaya peningkatan taraf perekonomian masyarakat, beserta faktor yang melatarbelakangi hubungan perekonomian antara pihak Pondok Pesantren dengan masyarakat tetap berjalan. Penelitian ini mengunakan metode deskripif – kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara dan observasi di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, khusunya pada komplek 3. Melalui pembacaan teori pertukaran, dapat dipahami bahwa hubungan antara pihak Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dengan masyarakat sekitar dalam hal ekonomi sampai dengan saat ini masih berjalan secara harmonis, dikarenakan kedua belah pihak merasa saling diuntungkan baik dari aspek intrinsik maupun ekstrinsik.Kata Kunci: Ekonomi, Pertukaran, Pondok PesantrenOne of an islamic institution call islamic boarding school has an important role economically to encourage a better life to the residents around it. Sunan Pandaranan Boarding School had been already in economical partnership with the residents in the vicinity. This research will look at the extent to which the role of boarding schools in an effort to increase the economical levels of its community, as well as factor of the economical relationship between the boarding schools with the community keep running well so far. This research method is qualitative-descriptive. The technique of data collection was done through documentation, interviews and observations in Sunan Pandanaran Boarding Schools especially in complex 3. Through the Exchange Theory could be understood that the relationship between the Sunan Pandanaran Boarding Schools with communities around it in terms of the economy is runing harmoniously because due to both are  mutually beneficial from both intrinsic and extrinsic aspects.Key word: economy, exchange, islamic boarding school.
Tanda Religiusitas Waria Dalam Media (Kajian Semiotika Roland Barthes terhadap Tayangan Pahlawan Waria dari Yogyakarta CNN Indonesia) Sugeng Sugeng
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.078 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v3i1.7037

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tayangan Pahlawan Waria dari Yogyakarta yang diproduksi oleh media CNN Indonesia. Tayangan ini berisi tentang kehidupan waria khususnya yang bermukim di Pondok Pesantren Waria Al-Fatah Yogyakarta. Rutinitas waria di pondok pesantren tersebut mulai dari kegiatan keagamaan, pengembangan potensi diri waria, dan pendapat dari tokoh masyarakat dapat ditemukan pada tayangan tersebut. Tayangan ini dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes dengan memilah beberapa adegan yang relevan dengan penelitian. Beberapa adegan tersebut kemudian diidentifikasi dengan memilahnya menjadi denotasi dan konotasi serta diupayakan untuk menemukan mitosnya. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan sumber data primer dari tayangan Pahlawan Waria dari Yogyakarta, sedangkan data sekunder diambil dari literatur yang relevan dengan topik penelitian. Adapun hasil penelitian ini ditemukan bahwa waria di tayangan tersebut melakukan kegiatan keagamaan seperti belajar mengaji, melaksanakan ibadah salat, berpakaian sopan dan rapi serta berkegiatan positif berupa menari. Di satu sisi, tayangan ini berorientasi agar waria menjadi setara dan mendapatkan hak-hak yang seharusnya. Namun di sisi lain, dalam konteks yang lebih luas masih banyak waria yang jauh dari agama dan kurang mengoptimalkan potensi yang ada pada dirinya sendiri
Dinamika Umat Kristen Masehi Advent Hari Ketujuh: Studi Kasus di Kudus Jawa Tengah Moh Rosyid
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.244 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v3i1.7302

Abstract

The purpose of writing this text is presenting to give readers an understanding that Kudus is a plural city. There are Muslims, Catholics, Hindus, Buddhists, Confucians, Christians with various denominations, Adventist Christian congregations and also people of indigenous religions. This manuscript data was obtained through interview, discussion, and observation with a qualitative descriptive approach. The initial embryo of the Adventist congregation in Kudus due to the removal of workers in Kudus, they joined their worship in Pati, a neighboring city. In the course of time, there were other Adventists in Kudus so the congregation was held at a house in Kudus and served by Adventist pastors. There is strong family ties supporting the church even though the number does not increase significantly. During the New Order era, they were rejected by Islamic organizations when they were about to establish a church. With the patience of the congregation, the congregation and other Adventist religious activities are now centralized in a housing complex in Kudus in the house of the priest and his families.
POTRET PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM KEHIDUPAN KELUARGA BATAK TOBA DI TAPANULI UTARA Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.197 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v3i1.7394

Abstract

The fact is that the patrilineal kinship system and the customs of the Toba Batak people are often misunderstood, interpreted and used as the basis that the Toba Batak ethnicity is anti-gender. Though all of that is baseless especially if it refers to a true understanding of the information about the kinship system and how the Batak Toba tribal customs treat women. Ideally the Toba Batak tribe elevates the degree of women which can be seen in the noble values of local wisdom and the daily life of the Toba Batak people.The method used in this study is a qualitative method, to understand phenomena about what is experienced by research subjects holistically, by describing words and language, in a special natural context and by utilizing various natural methods. This study was conducted in two districts namely Sipoholon and Tarutung Districts.This article emphasizes the portrait of gender mainstreaming in the life of the Toba Batak family. There are strong indications of the Toba Batak tribe in the local wisdom values strategy that strives to uphold women's degrees and uphold gender equality. In dialoguing the case, gender is used as the knife of analysis and sociology as the approach
GERAKAN SOSIAL DAN MODEL AGENSI DALAM AKSI PEMBERANTASAN NARKOBA (Studi Kolaboratif Elite Aparatur Gampoeng dan Teungku Dayah Dalam Pemberantasan Narkoba di Ujoeng Pacu Kota Lhokseumawe) Rizki - Yunanda
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i1.7404

Abstract

Artikel ini menunjukkan arti penting Gerakan Sosial dan model agensi dalam aksi Pemberantasan Narkoba di Ujoeng Pacu Kota Lhokseumawe. Isu ini strategis dan menarik diteliti karena Satu dekade terakhir, mafia narkoba telah menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat pasar peredarannya. Realitas penyebarannya meluas baik secara geografis maupun dari segi penggunanya. Satu dekade lalu, secara geografis penyebarannya berpusat di Kota dan tempat-tempat hiburan malam, saat ini melebar hingga ke pelosok Desa. Pengguna narkoba sepuluh tahun lalu terbatas pada kalangan tertentu, kini tidak lagi terbatas. Anak-anak, remaja dan bahkan terdapat pula disebagian daerah di Indonesia kaum agamawan pun menjadi pencandunya. Argumen utama tulisan ini menggunakan kerangka konsep agensi Giddens sebagai gerakan kolektif. Argumen tulisan akan diakhiri dengan uraian mengenai strategi Agensi gerakan yang bersifat suci karena didorong melalui justifikasi norma Islam melahirkan keberanian luar biasa masyarakat Ujoeng Pacu dalam menghadapi mafia narkoba. Artikel ini berangkat dari hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus sebagai strategy of inquiry. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan, memilih informan sebagai sumber data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas semuanya yang diperkaya dengan studi literatur yang ekstensif.

Page 1 of 1 | Total Record : 5