cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2023)" : 5 Documents clear
ANALISIS NILAI – NILAI KEMANUSIAAN AGAMA BAHA’I DALAM MEWUJUDKAN KERUKUNAN DIANTARA UMAT BERAGAMA DI DESA CEBOLEK KIDUL KABUPATEN PATI Fiani, Destina Marta; Prasetiyo, Muhammad Jodi; Rizqina, Yusrotin Meila
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v6i2.17074

Abstract

Agama baha’i merupakan agama monoteistik yang berorientasi pada kesatuan spirit keagamaan kepada seluruh manusia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai – nilai kemanusiaan yang terkandung dalam ajaran ataupun prinsip yang dijalankan umat baha’i sehingga dapat menjalin kerukunan dengan umat beragama di Desa Cebolek Kidul. Jenis penelitian pada studi ini adalah penelitian kualitatif. Data didapatkan dengan metode wawancara, observasi dan kajian literatur. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa didalam ajaran agama baha’i mengandung nilai-nilai kemanusiaan seperti kebebasan, peduli sosial, anti diskriminasi, dan demokrasi. Agama baha’i mengajarkan kebebasan kepada umatnya untuk mencari kebenaran secara mandiri berdasarkan indra penglihatannya dan hati nurani. Selain itu, umat baha’i juga selalu ikut dalam kegiatan sosial yang ada di desa, bersikap sopan dan terbuka terhadap masyarakat yang berbeda, serta selalu mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan. Atas dasar  nilai kemanusiaan inilah umat baha’i di Desa Cebolek Kidul dapat menjalin kerukunan antar umat beragama sehingga agama baha’i tetap eksis keberadaannya.
EKSISTENSI TRADISI ROTO GAJA LUMPAT DALAM MERAJUT HARMONI SOSIAL DI DESA GONTING GAROGA, KECAMATAN GAROGA, KABUPATEN TAPANULI UTARA Panjaitan, Ade Putera Arif; Panjaitan, Jekson Karmuba
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v6i2.18093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi tradisi Roto Gaja Lumpat dalam merajut harmoni sosial di Desa Gonting Garoga, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara. Tradisi Roto Gaja Lumpat masih dapat disaksikan pelaksanaannya hingga masa kini, walau tradisi ini hanya terdapat di daerah Kecamatan Garoga sekitarnya. Tradisi ini dilaksanakan pada adat kematian saur matua seseorang yang berdasarkan ketentuan adat setempat berhak dan wajib dilaksanakan Roto Gajah Lumpat sebelum jenazah dimakamkan. Orang-orang memiliki peran sebagai pembuat dan pelaksana maupun sebagai yang menyaksikan tradisi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Wawancara mendalam dilakukan dengan mengemukakan pertanyaan deskriptif dan struktural terhadap informan kunci. Sebagai hasil penelitian, tradisi ini hanya diberlakukan terhadap orang tertentu yang status meninggalnya sudah saur matua dan dan dihormati, serta merupakan keturunan penduduk asli yang dahulu membuka perkampungan di desa itu. Apabila ada di antara orang tua marga mereka ada yang meninggal dengan status adat “mate saur matua,” maka akan mengalami perlakuan khusus, terangkum dalam sebuah upacara adat kematian. Orang yang meninggal akan diberangkatkan menggunakan roto gaja lumpat sebagai simbol penghormatan terakhir kepada mendiang. Roto Gaja Lumpat sebagai kendaraan pengantar jenazah ke pemakaman melambangkan/menyerupai seekor gajah yang dianggap sebagai berhikmah dan melambangkan simbol kerajaan bagi orang Batak yang ada di Desa Gonting Garoga. Dalam tradisi tersebut, kematian ditanggapi dengan rasa syukur dan sukacita.
SIKAP EKSKLUSIVISME PENGANUT KEPERCAYAAN LOKAL PEMENA DALAM ANALISIS KEKERASAN SIMBOLIK DI DESA KIDUPEN KABUPATEN KARO Andriansyah, Dedi; Sinaga, Wahyuni; Tarigan, Lisbhet Same Lady; Sembiring, Yenni Br; Depari, Sari Sesilia
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v6i2.17510

Abstract

This research aims to explore the exclusivism of local Pemena adherents. Pemena's local beliefs can be classified as animism, namely belief and belief in ancestral spirits. The results of the research show data related to the background of the exclusivism attitudes of Pemena adherents, forms of exclusivism, symbols of violence faced by Pemena adherents, and strategies for maintaining local Pemena beliefs. This research uses a qualitative method with a Spradley ethnographic approach, this aims to describe the current (ethnographic) picture of the religious life of local Pemena beliefs in Kidupen Village. The background to the exclusivism attitude of Pemena adherents is inseparable from symbolic violence in the form of stigmatization of being considered devil worshipers (begu). This situation has been going on since the New Order until now and has had the impact of the discriminatory treatment they have experienced.
PENGETAHUAN LOKAL NELAYAN TRADISIONAL DI DESA KOTA PARI KECAMATAN PANTAI CERMIN Rosalina, Teti; Ekomila, Sulian
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v6i2.15598

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk pengetahuan lokal yang digunakan oleh nelayan tradisional di Desa Kota Pari. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian etnografi dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam (indeep interview) dengan 9 orang informan, dokumentasi, dan setiap kegiatan penelitian diceritakan dalam bentuk catatan lapangan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwasanya terdapat bentuk-bentuk pengetahuan lokal nelayan tradisional di Desa Kota Pari dalam melaksanakan aktivitas melaut yang meliputi pengetahuan sebelum melaut, sedang melaut, dan sesudah melaut. Adapun bentuk-bentuk pengetahuan sebelum melaut yaitu terlebih dahulu nelayan menentukan musim penangkapan, mempersiapkan alat tangkap dan transportasi berupa sampan serta yang terpenting membaca tanda-tanda bahaya dilaut. Berikutnya, pengetahuan saat melaut yaitu menentukan lokasi penangkapan yang terdiri dari lundang, beting, dan tuasan serta menyesuaikan teknik penangkapan yang terdiri dari melaboh dan melingkong setelah melaut nelayan akan menggunakan gala-gala untuk merawat sampan agar tetap awet.
KEBUDAYAAN SENI BATIK TULIS DARI KACAMATA SOSIOLOGI Parwati, Ghebi; Wicaksana, Gymnastiar Tira; Agustin, Nadilla Putri
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v6i2.17880

Abstract

Kesenian batik tulis merupakan representasi kebudayaan bangsa Indonesia. Batik tulis sebagai ruang bagi seniman, mengartikan kebebasan berekspresi, namun tetap memiliki nilai yang terikat di setiap motifnya. Batik tulis adalah produksi sosial, yang terbentuk dari rekonstruksi budaya masyarakat yang bersifat dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana produksi batik tulis dapat dikategorikan sebagai produksi sosial, yang bersifat kolektif sebagai hasil dari rekonstruksi budaya masyarakat serta bagaimana komponen-komponen pendukung terciptanya produksi seni kain batik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif degan pendekatan deskriptif, menggunakan teori produksi sosial Janet Wolff.. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam produksinya, batik tulis pada hakikatnya merupakan produksi kolektif, dengan mengandalkan pembagian kerja di setiap tahap proses produksinya. Batik tulis berkembang hingga hari ini karena adanya rekonstruksi kebudayaan masyarakat. Kehadiran teknologi, adanya institusi sosial serta faktor ekonomi, membuat produksi kain batik berhasil mengantarkan hasil produksinya dapat didistribusikan dengan skala luas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5