cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018" : 50 Documents clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMEN (TGT) PADA MATERI POKOK SISTEM PERSAMAAN LINEAR DAN PERTIDAKSAMAAN SATU VARIABEL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Gusti, Erni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.862 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.64

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek yang melakukan tindakan dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai guru matematika kelas X serta rekan sesama peneliti sebagai pengamat, sedangkan subjek yang dikenai tindakan adalah siswa kelas X.3 SMAN 1 Perhentian Raja .Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus selama 10(sepuluh) kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pokok yang meliputi observasi dan tes tertulis serta metode bantu yang meliputi catatan lapangan, wawancara dan dokumetasi. Untuk menjamin validitas data digunakan teknik pengamatan Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode alur. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: Penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournamen (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X.3 SMAN 1 Perhentian Raja” . Dengan penerapan model ini diperoleh bahwa tingkat ketuntasan peserta didik 59,37% menjadi 78,12% dan hasil belajar siswa meningkat dari 60,28% menjadi 77,63%.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION Ismanita, Ismanita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.752 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.65

Abstract

Siswa SMA Negeri 1 Bangkinang pada kondisi di lapangan, menunjukkan hasil belajar sosiologinya rendah. Hal ini dilihat dari ketuntasan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 yang hanya 40% siswa yang tuntas KKM dari jumlah siswa 25 orang. Hasil ini berdasarkan analisa ulangan harian yang telah dilakukan. Secara umum siswa tersebut selama pembelajaran sosiologi ini mengalami kesulitan dalam belajar sosiologi khususnya dalam menganalisa dan menyimpulkan suatu permasalahan dalam pembelajaran sosiologi tersebut. Disamping itu siswa juga kurang aktif ketika belajar, karena dalam strategi pembelajaran yang masih bersifat tradisional (ceramah saja) sering membuat siswa kurang berminat belajar sosiologi. Untuk mendapatkan solusi dari permasalahan ini maka dilakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Group Investigation dalam pembelajaran struktur social dan konflik social.Penelitian tindakan kelas ini dilakukan 2 siklus pembelajaran masing-masing siklus terdiri dari atas 4 langkah yaitu: (1) Perencanaan, (2) Tindakan, (3) Observasi, (4). Refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 2 SMAN 1 Bangkinang.Hasil penelitiab menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa melalui pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI). Peningkatan hasil belajar sosiologi ditandai dengan peningkatan daya serap dan ketubtasan belajar sosiologi.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN PSIKOMOTOR FISIKA SISWA MELALUI PENDEKATANCONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING Delti, Maini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.295 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauhmana hasil belajar keterampilan psikomotor fisika siswa melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan lima kali pertemuan. Dari penelitian tindakan kelas ini diperoleh data bahwa terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditandai dengan tercapainya indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Siswa yang ada pada awal-awal siklus merasa aneh dan tidak bergairah dalam belajar, pada akhir siklus II, siswa sangat antusias dengan proses pembelajaran. Hasil observasi indikator aktifitas dalam proses pembelajaran akhir siklus I dan siklus II memperlihatkan bahwa siswa yang bekerja sesuai prosedur yang diberikan LKS. Kemampuan siswa dalam menggunakan alat, membaca skala pada alat mengalami kemajuan yang sangat berarti. Terlihat dari semakin terbiasanya siswa belajar dengan menggunakan media pembelajaran. Dari hasil belajar diperoleh rata-rata daya serap dari 52.50 % (pada akhir siklus I) menjadi 88.22 % (pada akhir siklus II) dengan kategori Amat Baik. Berdasarkan hasil penelitian penerapan pendekatan CTL dikatakan efektif . Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini tercapai dengan sempurna, bahkan melebihi target. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan psikomotor siswa kelas XI. IPA.1 SMAN 2 Siakhulu.
EVALUASI PROGRAM PRAKTEK KERJA INDUSTRI SISWA SMK NEGERI 1 TAPUNG Batubara, Nasrul Amri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.982 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.67

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan prakerin yang telah dilaksanakan sebagai pedoman perencanaan program prakerin berikutnya.Penelitian ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain urutan pembuktian (sequential explanatory). Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluasi dengan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam program prakerin dengan responden kelas XI siswa SMK Negeri 1 Tapung, waka humas, panitia prakerin, ketua program keahlian, guru pembimbing dan instruktur dunia usaha/dunia industri. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner berbentuk skala Likert, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa tingkat ketercapaian pada subvariabel konteks dari program sebesar 80,08% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: tujuan program sebesar 85,91%, lingkungan tempat program sebesar 77,45%, kebutuhan program sebesar 76,23%. Pencapaian untuk subvariabel masukan program sebesar 80,45% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: sarana prasarana sebesar 79,08%, sumber dana sebesar 75,37%, kurikulum dan relevansi program sebesar 81,25%, tata tertib program sebesar 84,31%, sumber daya manusia sebesar 82,84%. Pencapaian untuk subvariabel proses dari program sebesar 82,00% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: persiapan program sebesar 84,68%, pelaksanaan program sebesar 81,76%, monitoring program sebesar 80,19%, penjemputan sebesar 86,27%, kondisi pelaksanaan program sebesar 78,67%. Pencapaian untuk subvariabel hasil program sebesar 85,45% dengan kategori baik, sedangkan pada masing-masing indikator: nilai prakerin sebesar 87,52%, nilai uji kompetensi sebesar 87,94%.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROTATING TRIO EXCHANGE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA TOPIK PERSAMAAN DASAR AKUTANSI Ekawati, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.259 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana hasil belajar keterampilan psikologi ekonomi akuntansi mahasiswa melalui pendekatan kooperatif. jenis Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siawa. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dengan 5 pertemuan. Dari penelitian tindakan kelas ini diperoleh data bahwa ada peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Hal ini ditunjukkan dengan pencapaian indikator keberhasilan yang telah ditetapkan dalam penelitian ini. Siswa yang berada di awal siklus merasa aneh dan kurang antusias dalam belajar, pada akhir siklus II, menjadi antusias dengan proses pembelajaran. Hasil pengamatan indikator aktivitas dalam proses pembelajaran akhir siklus Idan siklus II menunjukkan bahwa siswa yang bekerja sesuai prosedur diberikan oleh LKS. Kemampuan siswa dalam menggunakan tabel, membaca transaksi pada subjek kemajuan sangat berarti. Dilihat dari semakin banyak digunakan siswa belajar dengan menggunakan media pembelajaran. Dari hasil pembelajaran, tingkat penyerapan rata-rata diperoleh dari 52,50% (pada akhir siklus I) menjadi 88,22% (pada akhir siklus II) dengan kategori Sangat Baik. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Cooperative Type Rotating Trio Exchange dikatakan efektif. Kriteria keberhasilan yang ditetapkan dalam penelitian ini tercapai dengan sempurna, yaitu melebihi target. Sehingga dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan psikomotor kelas XI IPS 3 SMAN 2 Siakhulu.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-TALK-WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA POKOK BAHASAN HIDUP NYAMAN DAN PERILAKU JUJUR Yulinar, Yulinar
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.732 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.69

Abstract

Telah dilakukan penelitian tindakan kelas di SMA Negeri 2 Bangkinang Kota pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)dengan objek penelitian siswa kelas XI IPA 3 pada semester ganjil 2016/2017. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI)pada pokok bahasan hidup nyaman dengan perilaku jujur untuk siswa kelas XI IPA 3. Model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW)dipilih untuk diterapkan setelah melalui hasil observasi dan refleksi yang dilakukan oleh peneliti. Peneliti merencanakan tindakan berdasarkan hasil observasi dan refleksi yang telah dilakukan melalui penyusunan perangkat pembelajaran berbasis pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) yang terdiri dari soal-soal tes (ulangan), lembar observasi dan rencana pembelajaran serta perangkat pembelajaran pendukung lainnya. Model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) sesuai dengan Kurikulum 2013 terdiri dari 5 tahap utama yaitu: siswa mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiakan, dan mengkomunikasikan. Penelitian ini dapat diselesaikan dalam 2 siklus 4 kali pertemuan dan empat kali ulangan harian. Hasil penelitian yang merupakan data observasi dan rekapitulasi hasil tes (ulangan) dan rekapitulasi ketuntasan belajar menunjukkan telah terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa yang positif di kelas dan peningkatan rerata tes (ulangan) serta peningkatan ketuntasan klasikal dari siklus 1 ke siklus 2. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran diamati oleh observer sebagai data untuk melakukan evaluasi dan refleksi. Rekapitulasi rerata tes (ulangan) dan ketuntasan belajar didapat dari nilai ulangan siklus 1 dan ulangan siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) di kelas XI IPA 3SMA Negeri 2 Bangkinang Kota mampu meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI)yang ditunjukkan dengan rerata tes (ulangan) dan ketuntasan klasikal disetiap siklus.
PENINGKATKAN KINERJA GURU DALAM MENETAPKAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) MELALUI WORKSHOP Yetti, Yus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.894 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendiskripsikan Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Melaluiworkshop DiSMA Negeri 1 Perhentian Raja. Subjek yang diamati adalah guru-guru SMA Negeri 1 Perhentian Raja yang berjumlah 19 orang. Strategi penyelesaian masalah yang digunakan adalah melaluiworkshop. Penilaian kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SMA Negeri 1 Perhentian Raja dapat dilakukan melalui pengamatan dan pemantau guru dalam kegiatanworkshop. Dari hasil analisisdiperoleh hasil bahwa,workshop sangat efektif untuk meningkatakan kinerja guru dalam menetapkan KKM, karena guru memiliki kesempatanmendiskusikan secara bersama-sama untuk mengkaji dan memecahkan permasalahan berdasarkan keadaan di lapangan, kemudian dapatmemperbaikinya atau melakukantindak lanjut pada siklus berikutnya secaraterus menerus apabila masalah belum terselesaikan.Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan, simpulan dan saran, yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut:1) Perlu dilaksanakanworkshop yang bertujuan untuk membantu guru dalam memecahkan permasalahan yang ditemui terutama dalam penetapan KKM dan sekaligus membantu guru dalam menetapkan KKM pada tahun berikutnya, 2)Pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II berjalan denga baik sehingga menunjukkan hasil yang menggembirakan sesuai dengan yang diharapkan, 3) bahwaworkshop dapat meningkatkan kinerjaguru SMA Negeri 1 Perhentian Rajadalam menetapkan KKM,Oleh karena itu guru perlu selalu mengasah diri dalam menguasai langkah-langkah penetapan KKM dan mengaplikasikannya dalam pelaksanaan dan penilaian pembelajaran, 4) Peningkatan kemampuan dan keterampilan guru dalam menetapkan KKM perlu selalu ditingkatkan sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan
MANFAAT GURU TAMU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS XI TEKNIK SEPEDA MOTOR SMK YPTN BANGKINANG KOTA Firdaus, Firdaus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.406 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.71

Abstract

Manfaat guru tamu untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran memperbaiki system bahan bakar bensin kelas XI teknik sepeda motor smk yptn bangkinang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan manfaat bagi siswa belajar dengan mendatangkan guru tamu dari dunia usaha/dunia industry (DU/DI) antara lain: (1) Perbedaan kesungguhan siswa dalam hal ketetapan siswa untuk hadir di bengkel praktek saat jam praktek ketika belajar bersama guru tamu dengan dan tanpa guru tamu. (2) perbedaan keseriusan siswa dalam menggunakan pakaian praktek saat melakukan praktek dengan guru tamu dan praktek tanpa guru tamu.(3) perbedaan hasil belajar bersama guru tamu dengan bukan guru tamu.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI jurusan teknik sepeda motor smk yptn bangkinang. Di selenggarakan pada semester 2 TP 2014/2015.Hasil dari data menunjukkan bahwa semua komponen yang di teliti mengalami peningkatan setelah di lakukan pengamatan pada siklus 1 dan siklus 2. Artinya pemanfaatan guru tamu untuk pelajaran praktek di smk yptn bangkinang dapat memberikan hasil positif bagi para siswa.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ASPEK MENULIS DENGAN PENGGUNAAN MODELKOOPERATIF LEARNING TIPE STAD Abdullah, Nuraida
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.732 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.72

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada permasalahan kurangnya motivasi dan kurang tertarik untuk mengikuti pembelajaran khususnya aspek menulis. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu persentase ketercapaian indicator hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus. Hasil belajar siswa kelas XI SMKN 1 Bangkinang sebelum menggunakan model Kooperatif Learning Tipe STAD masih berkategori kurang. Namun, setelah implementasi model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe STAD dalam dua siklus, rata-rata hasil belajar siswa meningkat. Hasil belajar siswa sudah melebihi batas KKM. Pada siklus 1 nilai yang diperoleh siswa kelas XI SMKN 1 Bangkinang dengan menggunakan model Kooperatif Learning Tipe STAD dengan jumlah siswa 31 orang, maka 22 orang siswa ( 70,97% ) telah tuntas sedangkan 9 orang (29,03%) masih belum tuntas dengan nilai rata – rata kelas yang diperoleh 70,35. Siswa yang mendapat nilai ? 7,5 atau sudah tuntas dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan model Kooperatif Learning Tipe STAD sebanyak 22 siswa (70,97%), sedangkan siswa yang mendapat ? 7,4 atau belum tuntas dalam belajar bahasa Indonesia dengan model Kooperatif Learning Tipe STAD sebanyak 9 siswa (29,03%) dari jumlah siswa sebayak 31 orang. Pada siklus 2 pada siklus 2 dapat dilihat hasil belajar siswa kelas XI SMKN 1 Bangkinang dengan menggunakan modelKooperatif Learning Tipe STAD . Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada siklus 2 ini 77,25 dengan jumlah siswa 31 orang. Siswa yang mendapat nilai ? 7,5 atau sudah tuntas dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan model Kooperatif Learning Tipe STAD sebanyak 29 siswa (93,5%), sedangkan siswa yang mendapat ? 7,5 atau belum tuntas dalam belajar bahasa Indonesia dengan model Kooperatif Learning Tipe STAD sebanyak 2 siswa (6,5 %). Tindakan pada siklus 2 memberikan peningkatan sesuai dengan harapan dan memenuhi kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan, karena siswa yang mendapat nilai di bawa KKM pada siklus ke 2 hanya 2 orang.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMESTOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI Nurhidayah, Siti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 1 (2018): April 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.876 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v2i2.84

Abstract

Aktivitas dan hasil belajar kelas XII IPA3 SMA Negeri 2 Siakhulu belum memuaskan. Strategi dan metode yang digunakan oleh para guru ini belum mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Biologi. Diperlukan upaya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa biologi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam memfokuskan materi biologis pada metabolisme di kelas XII IPA3 SMA Negeri 2 Siakhulu Kabupaten Kampar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada materimetabolisme. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA3 SMA Negeri 2 Siakhulu Kabupaten Kampar. Penelitian terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen penelitian berupa observasi lembar kegiatan siswa, lembar kegiatan siswa sains sikap siswa, lembar observasi guru, lembar hasil belajar lembar ujian. Data dianalisis dengan statistik deskriptif untuk melihat peningkatan aktivitas, hasil belajar ilmiah dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Kegiatan meliputi perhatian guru terhadap penjelasan, mengajukan pertanyaan / tanggapan, mengisi lembar kerja, melakukan permainan, dan menjawab pertanyaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran biologi pada materi metabolisme kelas XII IPA3 SMA Negeri 2 Siakhulu Kabupaten Kampar.