cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Jurusan Ilmu Keolahragaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 35 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2014)" : 35 Documents clear
PENGARUH PELATIHAN ACCELERATION SPRINT TERHADAP KECEPATAN DAN DAYA LEDAK (POWER) OTOT TUNGKAI ., I Putu Waprakeswara Putra; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh pelatihan acceleration sprint terhadap peningkatan kecepatan dan daya ledak otot tungkai. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quashi experiment) dengan rancangan penelitian the modified non-randomized control group pretest posttest design. Subjek penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler sepakbola di SMP N 1 Mendoyo Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 30 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk tes kecepatan adalah sprint 50 meter dengan reliabilitas 0,94. Sedangkan instrumen yang digunakan untuk tes daya ledak adalah vertical jump test dengan reliabilitas 0,93. Data dianalisi dengan uji t-independent pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan SPSS 16.0. Berdasarkan hasil uji t-independent variabel kecepatan diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000 sedangkan daya ledak otot tungkai diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000 sehingga hipotesis penelitian “pelatihan acceleration sprint berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan dan daya ledak otot tungkai” diterima. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; (1) pelatihan acceleration sprint berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP N 1 Mendoyo Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014, (2) pelatihan acceleration sprint berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP N 1 Mendoyo Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : acceleration sprint, kecepatan, daya ledak (power) This research aims to prove the effect of sprint training on acceleration and speed increase explosive power leg muscle. This research is a quasi-experiment with the modified design of the study of non-randomized control group pretest-posttest design. The subjects were participants in extracurricular football SMP N 1 Mendoyo Jembrana academic year 2013/2014 as many as 30 students. The research instrument used to test speed is 50 meter sprint with a reliability of 0.94. While the instruments used to test explosive power is the vertical jump test with a reability 0.93. Data was analyzed with independent t-test at a significance level of 0.05 using SPSS 16.0. Based on the results of the independent t-test significance value variable speed count is smaller than the value of α (Sig
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU DAN KECEPATAN ., Kadek Budiantara; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh circuit training terhadap kapasitas vital paru dan kecepatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experimental) dengan menggunakan rancangan penelitian “the non-randomized control group pretes-posttest design”. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa putra peserta ekstrakurikuler futsal SMPN 1 Amlapura tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 40 orang siswa. Instrumen penelitian untuk tes kapasitas vital paru adalah spirometer dengan validitas tes 0,96 dan reliabilitas tes 0,96. Sedangkan instrument untuk tes kecepatan adalah sprint 50 meter dengan reliabilitas tes 0,94. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan program SPSS 16. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan untuk kapasitas vital paru terjadi peningkatan sebesar 505,00 mililiter, pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 170,00 mililiter, pada kelompok perlakuan untuk kecepatan terjadi peningkatan sebesar 0,368 detik, pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 0,186 detik. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dengan menggunakan uji-t independent untuk data kapasitas vital paru diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Sedangkan untuk data kecepatan diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian circuit training berpengaruh terhadap kapasitas vital paru dan kecepatan dapat diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan circuit training berpengaruh terhadap kapasitas vital paru dan kecepatanKata Kunci : Circuit Training, Kapasitas Vital Paru, Kecepatan This study aims to determine the effect of circuit training on lung vital capacity and speed. This type of research is a quasi experimental (quasi-experimental) study design using "the non-randomized control group pretest-posttest design". Subjects in this study were participants of extracurricular student son futsal SMPN1 Amlapura academic year 2013/2014, amounting to 40 students. Research instrument to test lung vital capacity was 0.96 spirometer to test the validity and reliability of tests 0.96. While the instrument to test speed is 50 meter sprint to test reliability of 0.94. Data were analyzed by independent t-test at a significance level of 0.05 with SPSS 16. Results of the analysis of the data in the group treated for lung vital capacity an increase of 505.00 milliliters, in the control group there was an increase of 170.00 milliliters, the group treatment for an increase in speed of 0.368 seconds, the control group increased by 0.186 seconds. Based on the analysis of research data, using independent t-test to the data obtained in lung vital capacity calculated significance value smaller than the value of α (Sig
PENGARUH PELATIHAN PASSING ATAS DAN PASSING BAWAH SECARA INDIVIDU TERHADAP KEKUATAN OTOT LENGAN ., Ni Putu Putri Novianti; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3669

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan passing atas dan passing bawah secara individu terhadap kekuatan otot lengan. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan rancangan the non-randomized control group pretest posttest design, dengan subjek sebanyak 36 orang. Kekuatan otot lengan diukur dengan tes push up 60 detik, selanjutnya data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16.0. Hasil analisis data pada kelompok perlakuan passing atas secara individu terjadi peningkatan sebesar 52,25, pada kelompok perlakuan passing bawah secara individu terjadi peningkatan sebesar 46,92, pada kelompok kontrol terjadi penurunan sebesar 42,67. Hasil uji ANOVA variabel ekuatan otot lengan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol diperoleh Fhitung 11.932. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa : (1) pelatihan passing atas secara individu berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. (2) pelatihan passing bawah secara individu berpengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. (3) pelatihan passing atas dan passing bawah secara individu memiliki perbedaan pengaruh terhadap peningkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. Pelatihan passing atas secara individu berpengaruh lebih baik terhadap penigkatan kekuatan otot lengan pada siswa putra peserta ekstrakurikuler bola voli SMP Negeri 3 Abiansemal tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pelatihan, bola voli, kekuatan, otot lengan The study aimed in determining the effect of passing up and passing down individual training on male students arm muscle power. The study was an experiment with the design of a non-randomized control group pretest-posttest design; the subject was 36 male students. Arm muscle power was measured by the push up test in 60 seconds, and then the data were analyzed by SPSS 16.0. The results of the data analysis in the passing up individual treatment group increase by 52.25, in the passing down individual treatment group increase by 46.92, in the control group decline by 42.67. ANOVA test result shows that variable of arm muscle power between the treatment and control groups obtained F arithmetic 11.932. From the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that: (1) passing up individual training has an effect on the enhancement male students arm muscle power in volley ball extracurricular at SMP Negeri 3 Abiansemal in academic year 2013/2014. (2) passing down individual training has an effect on the enhancement male students arm muscle power in volley ball extracurricular at SMP Negeri 3 Abiansemal in academic year 2013/2014. (3) passing up and passing down individual training have different effect on the enhancement male students arm muscle power in volley ball extracurricular at SMP Negeri 3 Abiansemal in academic year 2013/2014. Passing up individual training has a better effect on the enhancement arm muscle power in volley ball extracurricular at SMP Negeri 3 Abiansemal in academic year 2013/2014.keyword : Training, volleyball , power, arm muscle
PENGARUH PELATIHAN LONCAT KELINCI TERHADAP KELINCAHAN DAN KECEPATAN ., I Kadek Suantara; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., dr. Ni Luh Kadek Alit Arsani, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kelincahan dan kecepatan. Jenis penelitian adalah eksperimen sungguhan dengan rancangan the modified randomized pre-test post-test control group design. Sampel penelitian sebanyak 36 orang yang ditentukan dengan teknik proportional random sampling. Kelincahan diukur dengan menggunakan tes lari bolak balik (shuttle run) dan kecepatan dengan tes lari 50 m, selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t independent dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil uji-t independent data kelincahan diperoleh nilai signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga hipotesis pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kelincahan diterima. Sedangkan hasil uji-t independent data kecepatan diperoleh nilai signifikansi 0,000 pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05), sehingga hipotesis pengaruh pelatihan loncat kelinci terhadap kecepatan diterima. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; (1) Pelatihan loncat kelinci berpengaruh terhadap kelincahan pada siswa putra kelas VIII SMP N 3 Bebandem. (2). Pelatihan loncat kelinci berpengaruh terhadap kecepatan pada siswa putra kelas VIII SMP N 3 Bebandem. Berdasarkan hasil penelitian ini, hal-hal yang dapat disarankan yaitu : (1) Bagi pembina olahraga, pelatih olahraga, guru penjasorkes dan atlet serta pelaku olahraga lainya disarankan dapat menggunakan pelatihan loncat kelinci sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kelincahan dan kecepatan. (2) Bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis disarankan untuk penggunakan variabel dan sampel penelitian yang berbeda.Kata Kunci : pelatihan loncat kelinci, kelincahan, kecepatan This research was aims to determine the effect of the rabbit jump training agility and speed. This type of research was a true experiment which used the modified randomized pre-test post-test control group design. 36 samples are determined by proportional random sampling technique. Agility was measured by shuttle run and the speed Was measured by sprint test 50 meters, then the data were analyzed using independent t-test with SPSS 16.0. Based on the results of the independent t-test agility of data obtained significance value of 0.000 at a significance level of 5% (α = 0.05), so the hypothesis of the influence of a rabbit jumping agility training received. While the results of the independent t-test speed data obtained significance value of 0.000 at a significance level of 5% (α = 0.05), so the hypothesis of the influence of rabbits on speed jump training received. Based on independent t-test results obtained tcount = 16.35 with a significance value of 0.000 at significance level α = 0.05, so the hypothesis of the influence of the rabbit jump training diterima. From the results of the data analysis and explanation above, it could be concluded that; (1) The rabbit jump training has an effect on men's agility in class VIII students of SMP N 3 Bebandem. (2). The rabbit jump training has an effect on men’s speed in class VIII students of SMP N 3 Bebandem. Based on these results, the things that can be suggested, namely: (1) For sports coaches, sports coaches, teachers and athletes and other sports people are advised to use a rabbit jump training as an alternative to improve agility and speed. (2) For other researchers who want to conduct similar research is recommended for the use of variables and different sample.keyword : The rabbit jump training, agility, speed
PENGARUH PELATIHAN SCISSOR JUMP DAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI ., I Wayan Ardika; ., dr. Made Budiawan, S.Ked.; ., Gede Doddy Tisna, M.S., S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan scissor jump dan alternate leg bound terhadap daya ledak otot tungkai. Metode penelitian ini adalah metode eksperimen dengan rancangan penelitian the randomized control goup pre-test post test design. Subjek penelitian ini adalah siswa putra SMP PGRI Gianyar 3 Ubud tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 60 orang. Daya ledak otot tungkai di ukur dengan menggunakan vertical jump test, selanjutnya data dianalisis dengan uji Anava one way pada taraf signifikansi 0,05 dan dilanjutkan dengan uji lanjut (LSD) untuk memperoleh perbandingan. Data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0. Berdasarkan hasil uji Anava one way variabel daya ledak otot tungkai untuk kelompok pelatihan scissor jump dengan signifikansi 0,000 dan kelompok pelatihan alternate leg bound dengan signifikansi 0,000, signifikansi lebih kecil dari pada α (Sig < 0,05), sehingga hipotesis penelitian “pelatihan scissor jump dan alternate leg bound berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai” diterima. Dari hasil uji anava one way yang didapatkan pada kedua kelompok pelatihan tersebut maka terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan pelatihan scissor jump dan alternate leg bound terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Berdasarkan hasil uji LSD kelompok pelatihan scissor jump (12,050) lebih baik dibandingkan pelatihan alternate leg bound (10,650) terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa; 1) pelatihan scissor jump berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada siswa putra SMP PGRI Gianyar 3 Ubud tahun pelajaran 2013/2014, 2) pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada siswa putra SMP PGRI Gianyar 3 Ubud tahun pelajaran 2013/2014, 3) terdapat perbedaan pengaruh antara pelatihan scissor jump dan alternate leg bound terhadap daya ledak otot tungkai, dimana pelatihan scissor jump lebih baik dari pada pelatihan alternate leg bound terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada siswa putra SMP PGRI Gianyar 3 Ubud tahun pelajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pelatihan scissor jump, pelatihan alternate leg bound, daya ledak otot tungkai The aims of the study were determined the effect of training jump scissor and leg bound alternate of explosive leg muscle. Method of research was experimental method with randomized control goup pre-test post-test designed. The subjects of this study was the male students in SMP PGRI Gianyar 3 Ubud in academic year 2013/2014 number of 60 students. Explosive leg muscle power was measured by using a vertical jump test, then the data were analyzed by one-way ANOVA test at a significance level of 0.05 and was followed by a further test (LSD) for comparison. Data were analyzed with SPSS 16.0. Based on the results of the one-way ANOVA test variables explosive leg muscle power to scissor jump training group with a significance of 0.000 and group training alternate leg bound with a significance of 0.000, the significance is smaller than α (Sig
PENGARUH PELATIHAN MEDICINE BALL SCOOP TOSS DAN MEDICINE BALL THROW TERHADAP DAYA LEDAK OTOT LENGAN ., I Wayan Mahardika; ., I Ketut Sudiana, S.Pd. M Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan medicine ball scoop toss dan medicine ball throw terhadap peningkatan daya ledak otot lengan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan the randomized pretest posttest control groups design. Sampel penelitian sebanyak 45 orang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Daya ledak otot lengan diukur dengan two hand medicine ball put dan data dianalisis dengan uji anava satu jalur dan uji lanjut least significant difference (LSD) pada taraf signifikansi (α) 0,05 dengan bantuan komputer program SPSS 16,0. Hasil deskripsi data penelitian daya ledak otot lengan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dimasing-masing kelompok. Kelompok perlakuan medicine ball scoop toss meningkat 0,30 meter, kelompok perlakuan medicine ball throw meningkat 0,69 meter, dan kelompok kontrol 0,02 meter. Hasil analisis data menggunakan anava menghasilkan nilai Fhitung 10,624 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang menunjukkan perbedaan pengaruh dari masing-masing kelompok. Maka dilanjutkan dengan mengunakan uji least significant difference (LSD) yang menunjukkan bahwa pelatihan medicine ball throw mempunyai pengaruh yang lebih baik dari pelatihan medicine ball scoop toss terhadap daya ledak otot lengan dengan mean difference sebesar 0,3800. Dari uji analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pelatihan medicine ball scoop toss dan medicine ball throw berpengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot lengan dan terdapat perbedaan pengaruh antara kedua pelatihan serta pelatihan medicine ball throw mempunyai pengaruh yang lebih baik dari pelatihan medicine ball scoop toss terhadap peningkatan daya ledak otot lengan.Kata Kunci : pelatihan medicine ball scoop toss, pelatihan medicine ball throw dan daya ledak otot lengan. This study was an experiment which aimed at finding out the effect of training medicine ball scoop toss and medicine ball throw to the increase explosive power arm muscles. This research was a real experiment studies the control groups of randomized pretest-posttest design. Forty-five samples are determined by simple random sampling technique. Explosive power arm muscles is measured with two hand medicine ball put and the data were analyzed by ANOVA test and test further the path of least significant difference (LSD) at a significance level (α) of 0.05 by using SPSS 16.0 program. The results of the study data description explosive power arm muscles showed an increase in the average value in the respective groups. The treatment group medicine ball scoop toss rose 0.30 meters, medicine ball throw treatment groups increased by 0.69 meters, 0.02 meters and the control group. Results of data analysis using anova F value 10.624 generate value and significance value 0.000
PENGARUH PELATIHAN ALTERNATE LEG BOUND TERHADAP KECEPATAN DAN POWER OTOT TUNGKAI ., I Wayan Darmawan; ., I Gst Lanang Agung Parwata,S.Pd, M.Kes; ., I Nyoman Sudarmada, S.Or.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3870

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan alternate leg bound terhadap kecepatan dan power otot tungkai siswa lelas VIII SMP Negeri 3 Petang. Jenis penelitian adalah eksperimen semu dengan rancangan “The Pre-test Post-test Control Group Design”. Subyek penelitian ini siswa putra kelas VIII SMP N 3 Petang dengan jumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini lari 50 meter untuk tes kecepatan dan tes vertical jump untuk mengukur power otot tungkai. Data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi () 0,05 dengan bantuan program SPSS 16.0. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini, dengan menggunakan uji-t independent untuk data kecepatan diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,022. Sedangkan untuk data daya ledak otot tungkai diperoleh nilai signifikansi hitung lebih kecil dari nilai α (Sig < 0,05) yaitu sebesar 0,000. Dengan demikian hipotesis penelitian pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan dan power otot tungkai dapat diterima. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelatihan alternate leg bound berpengaruh terhadap kecepatan dan power Otot Tungkai Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 3 Petang. Kata Kunci : Kata-kata kunci: pelatihan alternate leg bound, kecepatan, power Otot Tungkai. Abstract This study aims to determine the effect of training the alternate leg bound to the speed and limb muscle power blistered VIII students of SMP Negeri 3 Petang . This type of research is a quasi experimental design with " The pre-test post -test control group design " . The subjects of this study son eighth grade students of SMP N 3 Petang with 28 students . The instrument used in this study ran 50 meters to test the speed and vertical jump test to measure leg muscle power . Data were analyzed by independent t-test at a significance level (α) of 0.05 with SPSS 16.0 . Based on the results of the data analysis of this study , using independent t-test for significance values obtained speed data count is less than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.022 . As for the leg muscle explosive power of data obtained significance count value is smaller than the value of α ( Sig < 0.05 ) is equal to 0.000 . Thus the research hypothesis alternate leg bound training effect on improvement of muscle power and leg speed is acceptable . From the results of this study concluded that training the alternate leg bound to the speed and power Limb Muscle Men Eighth Grade Students of SMP Negeri 3 Petang . keyword : alternate leg bound of training to the speed and limb muscle power .
PENGARUH PELATIAHN HOLLOW SPRINT TERHADAP KECEPATAN DAN KAPASITAS VITAL PARU ., I Gusti Agung Wira Adi Putra Sanjaya; ., I Ketut Sudiana, S.Pd. M Kes; ., dr. Made Budiawan, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.3872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Hollow Sprint terhadap kecepatan dan kapasitas vital paru-paru. Subjek penelitian ini adalah siswa putra kelas V SD Negeri Tulangampiang Denpasar Tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 54 0rang. Kemudian subjek dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 27 kelompok perlakuan dan 27 kelompok kontrol dengan menggunakan teknik Ordinal Pairing.Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian the non-randomized pretest posttest control group design, kecepatan diukur dengan tes lari 50 meter sedangkan kapasitas vital paru-paru diukur dengan instrumen spirometer, selanjutnya data dianalisis dengan uji-t independent pada taraf signifikansi α = 0,05. data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0.Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata untuk kelompok perlakuan variabel kecepatan Nilai meningkat 1.19 detik. Kelompok kontrol untuk variabel kecepatan mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 0.40 detik. Untuk variabel kapasitas vital paru-paru juga mengalami penigkatan rata-rata. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 196,30. Sedangkan kelompok kontrol mengalami penigkatan rata-rata 14,81. Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka disimpulkan bahwa pelatihan hollow sprint dapat meningkatkan kecepatan dan kapasitas vital paru-paru. Dengan tingkat signifikansi hitung untuk kecepatan -16,691 (sig = 0,000), dan kapasitas vital paru-paru 2,872 (sig = 0,006). Disarankan bagi pelaku olahraga (pembina, pelatih, guru olahraga dan atlet) untuk menggunakan pelatihan hollow sprint sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan kecepatan dan kapasitas vital paru-paru.Kata Kunci : Pelatihan hollow sprint, kecepatan, kapasitas vital paru-paru This study aimed was to investigate the effect of Hollow Sprint exercise toward students’ speed and lungs’ vital capacity of male students. The subject of this study was the 54 male students of grade 5 Tulangampiang elementary school in Denpasar in the academic year 2013/2014. The subject was divided into two groups: 27 students in control group and 27 students in experimental group. The sample was chosen by ordinal pairing technique.This research was experimental research by non-randomized pretest posttest control group design. The lungs speed was measured by the mean of 50 meters running test, meanwhile the vital capacity of lugs was measured by the instrument of spirometer. The data was analyzed by independent T-test on the significance α=0.05. The data was analyzed by the help of SPSS application 16.0.The result of data analysis showed that there was a significant improvement of experimental group’s mean score on speed increased 1.19 second. Meanwhile the control group’s mean score increased for about 0.40 second. For the variable of lungs’ vital capacity, the mean score was also increased on the experimental group. The mean score of experimental group was increased for about 196.30. Meanwhile, the mean score of control group was increased for about 14.81.Based on the result of data analysi and the discussion, it can be concluded that the hollow sprint exercise can improve the speed and lungs’ vital capacity. By the level of significance for speed -16.691 (sig=0.000) and lungs’ vital capacity 2.872 (sig=0.006). It is recommended for trainer, coach, teacher, and athlete to use hollow sprint exercise as one of alternatives to increase speed and lungs’ vital capacity.keyword : hollow sprint exercise, speed, and lungs’ vital capacity
PENGARUH PELATIHAN LARI AKSELERASI TERHADAP KELINCAHAN DAN VO2MAKS ., I Gede Ferdi Setiadi; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.4093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan lari akselerasi terhadap kelincahan dan vo2maks. Jenis penelitian adalah eksperimen sungguhan dengan rancangan the modified randomized pretest postest control group design. Sampel penelitian sebanyak 32 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Kelincahan di ukur dengan menggunakan tes lari Illinois Agility dan vo2maks dengan tes MFT, selanjutnya data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0. Hasil analisis data pada pelatihan lari akselerasi untuk kelincahan terjadi peningkatan sebesar 0.6994, sedangkan pelatihan lari akselerasi untuk vo2maks terjadi peningkatan sebesar 1.9213, sedangkan pada kelompok kontrol juga terjadi peningkatan akibat diberikan pelatihan konvensional pada kelincahan terjadi peningkatan 0.3344 dan pada vo2maks terjadi peningkatan 1.2281. Hasil uji t-independent pada variabel kelincahan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat thitung sebesar 12,637, sedangkan Hasil uji t-independent pada variable vo2maks antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat thitung sebesar 2,306. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; (1) pelatihan lari akselerasi berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pada siswa putra kelas VIII SMP N 1 Seririt tahun 2014. (2) pelatihan lari akselerasi berpengaruh terhadap peningkatan vo2maks pada siswa putra kelas VIII SMP N 1 Seririt tahun 2014.Kata Kunci : lari akselerasi, kelincahan, vo2maks This study aims to determine the effect of acceleration on agility training run and VO2max. This type of research is a real experiment with the modified randomized pretest posttest control group design. 32 samples are determined by simple random sampling technique. Agility is measured using a test run with the Illinois Agility and VO2max tests MFT, then the data were analyzed with SPSS 16.0. The results of the analysis of data on acceleration run training for agility is 0.6994, while the acceleration run training for VO2max is 1.9213, whereas the control group also increased as a result of conventional training given in an increase agility by 0.3344 and 1.2281 on an increase in VO2max. The results of the independent t-test agility variables between treatment group and control group obtained by t-count is 12.637, while the independent t-test results on variable VO2max between the treatment and control groups obtained by t-count is 2.306. From the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that; (1) training run acceleration affect the increased agility in male students in class VIII at SMP N 1 Seririt 2014. (2) Training run acceleration affect the increase in VO2max in male students in class VIII of SMP N 1 Seririt 2014.keyword : acceleration run Training, agility, VO2max
PENGARUH PELATIHAN LARI AKSELERASI TERHADAP KELINCAHAN DAN VO2MAKS ., I Gede Ferdi Setiadi; ., Prof. Dr. I Nyoman Kanca, MS; ., dr. Ni Putu Dewi Sri Wahyuni, S.Ked.
Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jiku.v2i1.4094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan lari akselerasi terhadap kelincahan dan vo2maks. Jenis penelitian adalah eksperimen sungguhan dengan rancangan the modified randomized pretest postest control group design. Sampel penelitian sebanyak 32 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Kelincahan di ukur dengan menggunakan tes lari Illinois Agility dan vo2maks dengan tes MFT, selanjutnya data dianalisis dengan bantuan program SPSS 16,0. Hasil analisis data pada pelatihan lari akselerasi untuk kelincahan terjadi peningkatan sebesar 0.6994, sedangkan pelatihan lari akselerasi untuk vo2maks terjadi peningkatan sebesar 1.9213, sedangkan pada kelompok kontrol juga terjadi peningkatan akibat diberikan pelatihan konvensional pada kelincahan terjadi peningkatan 0.3344 dan pada vo2maks terjadi peningkatan 1.2281. Hasil uji t-independent pada variabel kelincahan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat thitung sebesar 12,637, sedangkan Hasil uji t-independent pada variable vo2maks antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol didapat thitung sebesar 2,306. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa; (1) pelatihan lari akselerasi berpengaruh terhadap peningkatan kelincahan pada siswa putra kelas VIII SMP N 1 Seririt tahun 2014. (2) pelatihan lari akselerasi berpengaruh terhadap peningkatan vo2maks pada siswa putra kelas VIII SMP N 1 Seririt tahun 2014.Kata Kunci : lari akselerasi, kelincahan, vo2maks This study aims to determine the effect of acceleration on agility training run and VO2max. This type of research is a real experiment with the modified randomized pretest posttest control group design. 32 samples are determined by simple random sampling technique. Agility is measured using a test run with the Illinois Agility and VO2max tests MFT, then the data were analyzed with SPSS 16.0. The results of the analysis of data on acceleration run training for agility is 0.6994, while the acceleration run training for VO2max is 1.9213, whereas the control group also increased as a result of conventional training given in an increase agility by 0.3344 and 1.2281 on an increase in VO2max. The results of the independent t-test agility variables between treatment group and control group obtained by t-count is 12.637, while the independent t-test results on variable VO2max between the treatment and control groups obtained by t-count is 2.306. From the results of the data analysis and discussion, it can be concluded that; (1) training run acceleration affect the increased agility in male students in class VIII at SMP N 1 Seririt 2014. (2) Training run acceleration affect the increase in VO2max in male students in class VIII of SMP N 1 Seririt 2014.keyword : acceleration run Training, agility, VO2max

Page 3 of 4 | Total Record : 35