cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
info.ejournal@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha
ISSN : 26139669     EISSN : 26139650     DOI : 10.23887/paud
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha is an open access peer-reviewed scientific journal published by Jurusan Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha. The journal publishes different kinds of scientific articles based on the field research and program in the area of early childhood education. We received only articles relating to early childhood education fields, and can be written using quantitative or qualitative approaches. Articles can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2012, and from 2016 we published articles three times a year (April, August, and December).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): Desember" : 8 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH TERHADAP KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK KELOMPOK B ., Ni Made Sri Laksmi; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11499

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di TK Gugus VI Singaraja. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah TK Gugus VI Singaraja dengan jumlah 385 orang. Sampel penelitian ini adalah TK Negeri Pembina Singaraja dengan jumlah 15 orang sebagai kelas eksperimen dan TK Aisyiyah Singaraja dengan jumlah 25 orang sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil uji-t diperoleh thitung = 3,28 dan ttabel = 2,024 pada taraf signifikansi 5% dengan db = 38, dengan membandingkan hasil thitung dengan ttabel dapat disimpulkan bahwa thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan konsep bilangan pada anak yang dibelajarkan dengan model pembelajaran make a match dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok B di Taman Kanak-Kanak Gugus VI Singaraja.Kata Kunci : Konsep bilangan, make a match, model pembelajaran. The purpose of this research is to know the difference of the ability of the concept of the number of children that is taught by the model of make a match learning and which is taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Singaraja. This research is classified as quasi experiment with post-test only control group design. The population in this research is Kindergarten Gugus VI Singaraja with 385 people. The sample of this research is Kindergarten Negeri Pembina Singaraja with 15 people as experimental class and Kindergarten Aisyiyah Singaraja with 25 people as control class. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis method and t-test. The result of t-test is obtained tcount = 3.28 and ttable = 2.024 at the 5% significance level with db = 38, by comparing tcount results with ttable it can be concluded that tcount > ttable, then H0 is rejected and H1 accepted, so the results showed that there are differences in the ability of the concept of the number of children who were taught by the model of make a match and that was taught by the conventional learning model in group B in Kindergarten Gugus VI Class Singaraja.keyword : The concept of numbers, make a match, conventional learning model.
Pengaruh Metode Bermain Melalui Permainan Ular Naga Terhadap Kemampuan Motorik Kasar ., Made Sutera Cahhya p; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui perbedaan kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak, yang mendapatkan perlakuan berupa metode pembelajaran aktif melalui permaianan ular naga pada kelompok B taman kanak-kanak Gugus VIII Kecamatan Buleleng Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimen dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di Gugus VIII Kecamatan Buleleng. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor hasil setelah diberikan perlakuan pada kelompok ekperimen adalah sebesar 20,36 dan kelompok kontrol sebesar 13,6. Data kemampuan koordinasi gerak kelompok ekperimen dan kontrol berdistribusi normal dan homogen.Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis uji-t maka diperoleh nilai thitung sebesar 12,5 dan ttabel sebesar 0,11. Hal ini berati thitung lebih besar dari ttabel. Dengan demikian metode bermain melalui permainan ular naga berpengaruh terhadap kemampuan koordinasi gerak kepala-tangan-kaki anak kelompok B Taman Kanak-kanak Wisata Kumara Timur.Kata Kunci : Kemampuan koordinasi gerak, Metode bermain The aim of this research is to know the difference of hand-foot head movement coordination capability of the child, who get treatment in the form of active learning method through dragon serpent in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017. This research is quasi experimental research with sampling technique using random sampling technique. The population of this research is all the children of group B in Cluster VIII Buleleng District. The method used in data collection is observation. The results showed that the mean score after treatment was given in the experimental group was 20.36 and the control group was 13.6. The data movement capability of the experimental and control groups is normal and homogeneous distributed. The data that have been collected is analyzed using t-test analysis then obtained tcount value of 12.5 and t-table of 0.11. This means thitung is bigger than t-table. Thus the method of playing through the game or dragon effect on the ability to coordinate movement of the head-hand-foot children in group B kindergarten Cluster VIII Buleleng District Semester Even Semester 2016 / 2017keyword : Motion coordination ability, Play method
Pengaruh penerapan model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B di TK Gugus Jempiring kecamatan denpasar barat tahun pelajaran 2016/2017 ., Trisnawaty BR Ginting; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan kosakata setelah diterapkannya model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan dengan rancangan penelitian adalah rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Data hasil pre-test dianalisis untuk menguji kesetaraan kelompok sehingga di dapat dua kelas yakni PAUD Kusuma 2 Denpasar sebagai kelompok eksperimen dan TK Buana kumara asih sebagai kelompok kontrol. Pada akhir penelitian kelompok eksperimen dan kontrol diberikan post-test perkembangan kemampuan kosakata menggunakan instrumen penelitian observasi. data hasil post-test dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil yang didapat thitung = 4,820 dan ttabel= 2,021(pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 38). Oleh karena thitung 4,820 > ttabel 2,021 maka terdapat perbedaan yang signifikan perkembangan kemampuan kosakata antara kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi dengan kelompok anak yang dibelajarkan melalui model pembelajaran konvensional. Rata-rata perkembangan kemampuan kosakata yang diperoleh antara kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (85,59 > 76,81). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran quantum menggunakan media film animasi berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan kosakata pada anak kelompok B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran quantum, film animasi, kosakata This research aims to determine the development of vocabulary skills after the application of quantum learning models using animated film media and groups of children who learned through conventional learning model. This type of research is a quasi experiment with research design is non-equivalent group design. Population in this research is all children group B TK Gugus Jempiring Denpasar Barat Lesson Year 2016/2017. Sampling was done by random samplinga. The pre-test result data was analyzed to improve the equality of the above groups into two classes of PAUD Kusuma 2 Denpasar as experimental group and TK Buana kumara asih as control group. At the end of the experimental group study and control were given post-test of vocabulary development using observational research instruments. Post-test results were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using the t-test. Based on the results obtained tcount = 4.820 and ttable = 2.021 (at 5% significance level with dk = 38). Therefore tcount 4,820> ttable 2.021 then there is a significant difference in the development of vocabulary skills between groups of children who are taught through quantum learning models using animated film media with groups of children that are learned through conventional learning model. The average development of vocabulary skills generated between the experimental group was higher in the control group (85,59> 76,81). So it can be concluded quantum learning model using animated film media for the development of vocabulary skills in children group B TK Gugus Jempiring West Denpasar Lesson Year 2016/2017.keyword : Keywords: quantum learning, animated film, vocabulary
PENGARUH RAGAM HIAS GEOMETRI TERHADAP KECERDASAN VISUAL-SPASIAL PADA ANAK GUGUS V KECAMATAN KEDIRI KABUPATEN TABANAN ., Ni Luh Gede Nita Pradnyawati; ., Dr. Putu Aditya Antara, S.Pd.,M.Pd; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori) kelompok B di gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan menggunakan non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B gugus V Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan yang berjumlah 148 orang. Teknik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling. Sampel penelitian ini adalah anak-anak kelompok B1 di Taman Kanak-Kanak Sartika Nyitdah yang berjumlah 15 orang anak sebagai kelompok eksperimen yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri dan anak kelompok B2 di Taman Kanak-Kanak Cipta Karya II Pejaten yang berjumlah 14 orang anak sebagai kelompok kontrol yang diberikan pembelajaran konvensional (exspositori). Data hasil kecerdasan visual-spasial anak dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis menggunakan teknik analisis anava satu jalur (one way anava). Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung adalah 7,770 dan ttabel dengan taraf siginifikan 5% dan derajat kebebasan (db) 27 adalah 2,052 dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan kriteria pengujian, maka HA diterima yaitu terdapat perbedaan yang signifikan kecerdasan visual-spasial antara anak yang mendapat pembelajaran ragam hias geometri dengan anak yang mendapat pembelajaran konvensional (exspositori). Adapun nilai rata-rata anak kelompok yang diberikan pembelajaran ragam hias geometri yaitu 56,33 lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan pembelajaran konvensional (exspositori) yaitu 29,30. Dari penelitian ini dapat disarankan agar sekolah membuat program pengembangan kecerdasan visual-spasial dengan treatment yang terbukti unggul yakni pembelajaran ragam hias.Kata Kunci : ragam hias, kecerdasan visual-spasial The aimed of this study is to find out the significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository) in group B cluster V in Kediri District, Tabanan Regency in academic year 2016/2017. It was a quasi-experimental research which used non-equivalent control group design. The population of this study was 148 students from group B in cluster V in Kediri District, Tabanan Regency. In addition, the samples of this study were selected by administering cluster random sampling. From that population, the samples of this study were 15 students of group B1 in Kartika Sartika Nyitdah Kindergarten as experimental group treated by geometric ornamental learning and 14 students of group B2 in Cipta Karya II Pejaten Kindergarten as control group treated by conventional learning (expository). The data of visual-spatial intelligence were obtained by observation technique and analyzed quantitatively by using one way anava. It was found that tobs is 7.770 and ttable is 2.025 (α=0.05) in the degree of freedom (df) 27. Therefore, in terms of hypothesis testing, it showed that Ha is accepted. It means that there is a significant different of visual-spatial intelligence between the students who were treated by geometric ornamental learning and those who were treated by conventional learning (expository). Besides, it could be proven by the result of the mean score of both groups in which the mean score of experimental group (56.33) is higher than the mean score of control group (29.30). As a suggestion, the researcher propose geometric ornamental learning as media which was proven to develop visual-spatial intelligence of the students.keyword : geometric ornamental, visual-spatial intelligence
EFEKTIVITAS METODE BERCERITA DENGAN MEDIA BONEKA WAYANG TERHADAP KEMAMPUAN BERCAKAP-CAKAP ANAK KELOMPOK B DI TK WIDYA SESANA SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Pebri Damaryanti Ni Putu; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Rahayu Ujianti, S.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11557

Abstract

Penelitianinibertujuanuntukmengetahuikemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakemampuanbercakap-cakap yang dibelajarkandenganmetodekonvensional. Jenispenelitianiniadalaheksperimensemudengandesainpenelitianpost test only control group design. Subjekpenelitianiniadalahseluruhanakkelompok B yang berada di TK WidyaSesanaSangsitTahun Pelajaran 2016/2017. Data kemampuanbercakap-cakapanakdiperolehmenggunakanlembarobservasi. Data dianalisismenggunakanUji-t satuekorpadatarafsignifikan 5%. Hasilujihipotesismenunjukkanbahwa lebihdari sehingga ditolak, dengan rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandengandenganmetodeberceritadengan media bonekawayangsebesar 81,11 lebihdari rata-rata skorkemampuanbercakap-cakapanak yang dibelajarkandenganpembelajarankonvensionalyakni 70,28. Dengandemikiandapatdisimpulkanbahwakemampuanbercakap-cakapanakantarakelompokanak yang dibelajarkanmetodeberceritadengan media bonekawayanglebihbaikdaripadakelompokanak yang menggunakan model pembelajarankonvensional.Kata Kunci : metodebercerita, media bonekawayang, kemampuanbercakap-cakap This study aim at find conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method. This study is quasi experiment using post test only control group design. Subject study is children in B group at TK WidyaSesanaSangsit2016/2017. The data of children’ conversation ability was obtained by using observation instrument. The Data analyse using one tail sample t-test at significancy level 5%. Hypothetic test result show that more than , so is rejected, with children’s conversation ability mean who teached by telling story method with puppets is better is 81,11higher than teached by conventional method is 70,28. According the result, can be concluded that conversational child ability who teached by telling story method with puppets is better than teached by conventional method.keyword : telling story method, puppets, conversational children ability
PENGARUH METODE DEMONSTRASI MELALUI MEDIA E-FLASHCARD BILINGUAL TERHADAP KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS PADA ANAK ., Ristauli Pintubatu; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi melalui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian yang dilaksanakan ini merupakan penelitian Pre-experimental Designs. Desain eksperimen yang digunakan yaitu “one-group pretest-posttest design” Subjek penelitian adalah anak kelompok B4 di TK Indra Prasta Kuta, Objek penelitian adalah kemampuan kosakata Bahasa Inggris. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi yang dilengkapi rubrik penilaian. Data observasi didapatkan dari pre-test dan post-test kelompok sampel sebelum dan sesudah diterapkannya media E-Flashcard Bilingual. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh thitung = 17,82 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 44, sedangkan nilai ttabel = 2,074, sehingga thitung = 17,82 > ttabel = 2,074. Berdasarkan kriteria penghitungan, maka thitung adalah signifikan. Dengan demikian Ho ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan kosakata Bahasa Inggris anak pada kelompok B4 yang dibelajarkan dengan media E-Flashcard Bilingual adalah 80,8, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan media pembelajaran konvensional adalah 64,4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode demonstrasi melaui media E-Flashcard Bilingual terhadap kemampuan kosakata Bahasa Inggris pada anak kelompok B4 di TK Indra Prasta kuta Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : demonstrasi, e-flashcard bilingual, kosakata bahasa inggris This study aims to determine the effect of demonstration methods through E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017. This research is a research of Pre-experimental Designs. The experimental design used is "one-group pretest-posttest design" The subject of research is the child of group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta, The object of research is the ability of English vocabulary. The data collection in this research is done by observation method with the assessment rubric. Observational data were obtained from the pre-test and post-test sample groups before and after the application of E-Flashcard Bilingual media. The results of data analysis in this study showed that there is an increase in the English language vocabulary skills of children. Based on the results of the analysis can be obtained tcount = 17.82 at 5% significance level with dk = 44, while the value ttabel = 2.074, so thitung = 17.82> table = 2.074. Based on the calculation criteria, thitung is significant. Thus Ho is rejected. The average value of English children's vocabulary abilities in the B4 group that were taught by E-Flashcard Bilingual media was 80.8, while in the group taught by conventional learning media was 64.4. Thus it can be concluded that there is influence of E-Flashcard Bilingual media on the ability of English vocabulary in children group B4 in Indra Prasta Kindergarten Kuta Lesson 2016/2017.keyword : demonstrasi, bilingual e-flashcard, English vocabulary
Pengaruh Metode Bermain Berbantuan Media Audio Bisik Berantai terhadap Kemampuan Menyimak pada Anak kelompok B di TK Gugus Sandat ., Ni Luh Putu Purnama Dewi; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Luh Ayu Tirtayani,S.Psi.,M.Psi.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11524

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode bermain berbantuan media audio bisik berantai terhadap kemampuan menyimak aktif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di TK Gugus Sandat Denpasar Utara terdapat delapan TK yang keseluruhannya berjumlah 339 anak. Penentuan sampel dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak kelompok B2 PAUD Candra Kasih Kecamatan Denpasar Utara berjumlah 20 anak sebagai kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan metode bermain berbantuan media audio bisik berantai dan anak kelompok B3 TK Swa Dharma Kecamatan Denpasar Utara berjumlah 18 anak sebagai kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional. Data hasil kemampuan menyimak aktif dikumpulkan dengan teknik observasi yang dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh t_hitung = 3,200 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 36 diperoleh nilai t_tabel = 2,021 sehingga t_hitung= 3,200 > t_tabel = 2,021. Berdasarkan kriteria pengujian , maka H0 ditolak. Adapun nilai rata-rata kemampuan menyimak aktif pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode bermain berbantuan media audio bisik berantai adalah 81,75, sedangkan pada kelompok yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran konvensional adalah 74,17. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode bermain berbantuan media audio bisik berantai terhadap kemampuan menyimak pada anak kelompok B di TKGugus Sandat Kecamatan Denpasar Utara Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Kemampuan Menyimak, Metode Bermain, Media Audio Bisik Berantai This study aims to determine influence play of audio media whispered chain to the active listening ability. This is a quasi experiment with the design of Nonequivalent Control Group Design. The population of this study is all children of group B in TK Gugus Sandat North Denpasar there are eight kindergarten that total of 339 children. Sampling by random sampling technique. The sample in this research is children group B2 PAUD Candra Kasih, North of Denpasar District, amounted to 20 children as experimental group which was taught by the method of assisted play of audio media whispered chain and children group of B3 TK Swa Dharma, North Of Denpasar Sub District amounted to 18 children as control group which was taught by method Conventional learning. The data of active listening ability is collected by observation technique which is analyzed by using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic with t-test. Based on the results of the data analysis obtained t_hitung= 3,200 while at the level of significance of 5% with dk = 36 obtained value t_tabel = 2.021 so t_hitung= 3,200 > t_tabel = 2,021. Based on the test criteria, then H0 is rejected. The average value of active listening ability in the group that is taught by the method of playing assisted audio media whispered chain is 81,75, whereas in the group taught by conventional learning method is 74,17. Based on the result of this research, it can be concluded that there is influence of the method of playing assisted audio media whispered chain to the ability of listening on children group B in TK Gugus Sandat District North Denpasar Lesson Year 2016/2017keyword : Listening Capabilities, Playing Methods, Audio media whispered chain
PENGARUH METODE DISCOVERY TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL WARNA PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK ., Ni Made Muliani; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol 5, No 3 (2017): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v5i1.11493

Abstract

Kemampuan mengenal warna anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja kurang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode discovery terhadap kemampuan mengenal warna anak Taman Kanak-kanak. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen semu yang menggunakan desain post-test only control group desaign. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Sampel dalam penelitian ini adalah kelompok A1 yang berjumlah 20 anak sebagai kelompok eksperimen dan kelompok A2 yang berjumalah 20 anak sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Dari hasil uji normalitas dan homogenitas varians, diketahui bahwa sampel berdistribusi normal dan varian populasinya homogen maka untuk menguji hipotesisnya digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengeruh metode discovery terhadap kemampuan mengenal warna pada anak. Hal ini diketahui dari hasil uji hipotesis dengan nilai signifikansi < 0,05 dan skor rata-rata anak yang belajar dengan metode discovery lebih tinggi yaitu 90,6495 sedangkan skor rata-rata anak yang belajar tanpa menggunakan metode discovery yaitu 80,0940. Jadi metode discovery berpengaruh terhadap kemampuan mengenal warna pada anak kelompok A Taman Kanak-kanak Kemala Bhayangkari 2 Singaraja tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Anak, Kemampuan Mengenal Warna, Metode Discovery The ability of recognizing color of group A in kindergaden Kemala Bhayangkari 2 Singaraja was underdeveloped. The aim of this study was to find out the effect of discovery method toward children ability to recognize color. This study was quasi experimental research that used post-test only control group desaign. The population of the study was all children of Group A in Kindergarten Kemala Bhayangkari 2 Singaraja in academic year 2016/2017. The sample of this study was Group A1 that consits of 20 childrens as experimental group and Group A2 that consist of 20 childrens as control group. In this study, the method that was used in collecting the data was observastion. Based on the result of normality test and homogeneity of variance, the result showed that sample was normally distributed and the variance of the population was homogeneous, then to test the hypothesis the researcher used t-test, the result showed that significance level is 5%. The result of the study showed that there is effect of discovery method toward children ability to recognize colors. It is known from the result of hypothesis testing which is the significance value is

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): August - INPRESS Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): December Vol. 12 No. 2 (2024): August Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): Desember Vol. 11 No. 2 (2023): Agustus Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): Desember Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): Desember Vol 9, No 3 (2021): Desember Vol 9, No 2 (2021): Agustus Vol. 9 No. 2 (2021): Agustus Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Desember Vol 8, No 3 (2020): Desember Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Agustus Vol. 8 No. 2 (2020): Agustus Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): Desember Vol 7, No 3 (2019): Desember Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): Agustus Vol 7, No 2 (2019): Agustus Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Desember Vol 6, No 3 (2018): Desember Vol. 6 No. 2 (2018): Agustus Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Agustus Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Desember Vol. 5 No. 3 (2017): Desember Vol. 5 No. 2 (2017): Agustus Vol 5, No 2 (2017): Agustus Vol 5, No 2 (2017): Vol 5, No 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Desember Vol 4, No 3 (2016): Vol. 4 No. 3 (2016): Desember Vol. 4 No. 2 (2016): Agutus Vol 4, No 2 (2016): Agutus Vol 4, No 2 (2016): Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol 3, No 1 (2015): Juli Vol 3, No 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015): Juli Vol 2, No 1 (2014): Juli Vol. 2 No. 1 (2014): Juli Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013): EDISI PERDANA Vol 1, No 1 (2013): Juli Vol. 1 No. 1 (2013): Juli More Issue