cover
Contact Name
Siti Juariah
Contact Email
sitijuariah@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sitijuariah@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Klinikal Sains (Jurnal Analis Kesehatan)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 23384921     EISSN : 26141515     DOI : -
Jurnal klinikal sains program studi analis kesehatan adalah jurnal ilmiah yang membahas tentang kompetensi analis kesehatan yang meliputi kompetensi Mikrobiologi, Hematologi, Parasitologi, Imunoserologi, Toxikologi, dan Kimia Klinik. Jurnal klinikal sains akan terbit setiap enam bulan, dalam satu periode setiap tahun ajaran akan terbit dua kali yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2020): Juni" : 5 Documents clear
PERBEDAAN KADAR GLUTATION PEROKSIDASE PADA PENDERITA TB DALAM MASA PENGOBATAN KURANG DARI 6 BULAN DAN LEBIH DARI 6 BULAN DI KOTA BENGKULU TAHUN 2019 Putri Widelia Welkriana
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.191 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1235

Abstract

Latar Belakang.Glutation (γ-L-glutamil-L-cysteinyl-glisin) merupakan tripeptida yang terdiri atas asam amino glisin, asam glutamate dan sistein dengan ikatan gamma peptida yang menghubungkan antara gugus amina sistein (yang melekat dengan ikatan pepetida pada glisin) dengan gugus karboksil pada rantai samping glutamat. Perubahan kadar GSH atau deregulasi status redoks sangat berhubungan dengan kejadian penyakit antara lain TB paru, kardiovaskular, neurodegenerative, kanker, penuaan, AIDS, cystic fibrosis, gangguan hati, diabetes mellitus, dan penyakit komplikasi yang terkait. Penurunan kadar glutation pada penderita TB paru diduga menyebabkan gangguan regulasi fungsi sel imun, dan menyebabkan kegagalan menangkal Reactive oxygen species/ROS. Pasien TB paru mengalami penurunan kadar GSH secara signifikan dalam sel mononuklear darah perifer (PBMC) dan sel darah merah (RBC). Tujuan Penelitian : Untuk menganalisis kadar glutation peroksidase pada penderita TB dalam masa pengobatan selama kurang dari 6 bulan dan lebih dari 6 bulan. Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode cross sectional. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen yaitu penderita TB dalam masa pengobatan kurang dari 6 bulan dan lebih dari 6 bulan dan variabel dependen yaitu kadar glutation peroksidase. Berdasarkan perhitungan dengan rumus, maka diperoleh jumlah sampel penelitian yaitu 45 orang. Data yang telah diperoleh akan dianalisis secara univariat dengan menggunakan software statistik. Analisis bivariat dilakukan untuk menguji hubungan antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan uji independent t. Hasil Penelitian : penelitian ini mempunyai hasil kadar glutation peroksidase pada penderita TBC dengan pengobatan kurang dari 6 bulan adalah 2,79±1,27 dan kadar glutation peroksidase pada penderita TBC dengan pengobatan lebih dari 6 bulan adalah 3,025±2,19 dengan nilai p= 0,005. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan nyata antara kadar glutation peroksidase antara penderita TBC dengan pengobatan kurang dari 6 bulan dan lebih dari 6 bulan. Kadar glutation peroksidase pada penderita TBC dengan pengobatan lebih dari 6 bulan lebih tinggi daripada pengobatan kurang dari 6 bulan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Lengkuas Putih (Alpinia galanga) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Eliya Mursyida; Tassya Alfiola
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.787 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1237

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan penyebab umum terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Salah satu tanaman yang sering dijadikan obat herbal adalah lengkuas putih (Alpinia galanga). Rimpang lengkuas putih diketahui memiliki senyawa antimikroba seperti flavonoid, kuinon, dan minyak atsiri yang terdiri senyawa terpen dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lengkuas putih terhadap pertumbuhan E. coli. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only with control group dengan sampel lengkuas putih dan bakteri uji E. coli. Zona hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa zona hambat tertinggi terdapat pada konsentrasi 100% dengan diameter rata-rata 5.61mm dan zona hambat terendah pada konsentrasi 20% dengan diameter rata-rata 1.25mm. Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa lengkuas putih positif mengandung senyawa flavonoid, kuinon, terpen, dan fenol. Kesimpulan didapatkan bahwa adanya pengaruh pemberian ekstrak lengkuas putih pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terhadap pertumbuhan E. coli.
PENETAPAN KADAR PEMANIS BUATAN (Na-Siklamat) PADA SELAI DENGAN METODE GRAVIMETRI Hartini H; Jely Syaputri Simorangkir
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.046 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1248

Abstract

Bahan tambahan pangan (BTP) berupa pemanis buatan umumnya dikonsumsi oleh masyarakat yang menderita diabetes dan obesitas agar tetap mendapatkan rasa manis pada makanannya tetapi tidak dimetabolisme di dalam tubuh. Pemanis buatan salah satunya siklamat mempunyai tingkat rasa manis yang lebih tinggi dari gula (sukrosa) dan harganya lebih murah. Kadar maksimum maksimum siklamat yang ditetapkan pemerintah melalui BPOM dalam suatu bahan pangan berupa selai adalah 1000 mg/kg. Meskipun pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai kadar maksimum siklamat, tetapi masih saja ada produsen yang menggunakannya melebihi kadar yang diperbolehkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar siklamat pada sampel selai dan membandingkannya dengan kadar maksimum yang diperbolehkan BPOM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 24 sampel selai yang terdiri dari selai stroberi (kode S), nenas (kode N), coklat (C) dan blueberry (B). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 6 sampel yaitu N1, C2, N3, C3, B3 dan C4 yang memiliki kadar siklamat melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan (>1000 mg/kg). Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat penjual selai yang menjual selai dengan kadar melebihi persyaratan BPOM tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis tahun 2014.
IDENTIFIKASI BAKTERI RONGGA MULUT PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI PEKANBARU Titi Lasmini
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.107 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1249

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan salah satunya penyakit rongga mulut. Kondisi kesehatan mulut yang menurun akibat rokok tersebut dapat menurunkan jumlah bakteri flora normal rongga mulut dan meningkatkan jumlah bakteri potensial pathogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis-jenis bakteri pada rongga mulut perokok dan bukan perokok di Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi bakteri pada medium MSA dan MacConkey, purifikasi, dan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah isolat bakteri dari sampel rongga mulut perokok lebih tinggi (37 isolat), dibanding bukan perokok (26 isolat). Coagulase Negative Staphylococcus (27,03%), dan Aggregatibacter sp. (21,62%) lebih sering diisolasi dari rongga mulut perokok, sedangkan Coagulase Negative Staphylococcus (30,77%), Pseudomonas sp. (26,92%), dan Klebsiella sp. (19,23%) lebih sering diisolasi dari rongga mulut bukan perokok.
UJI MORTALITAS LARVA NYAMUK ANOPHELES DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyantum) Sri Kartini; Denia Pratiwi; Zurya Atina
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.838 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1319

Abstract

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles sp. Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih sulit diberantas dan merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia. Di indonesia terdapat 15 juta kasus malaria. Pencegahan secara kimiawi untuk membunuh larva dapat menimbulkan bahaya. Penggunaan bahan alami seperti daun salam dapat menjadi salah satu bahan alternatif untuk membunuh larva karena daun salam mengadung senyawa kimia seperti tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid yang berfungsi sebagai larvasida. Salah satunya larva anopheles sp. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mortalitas larva anopheles sp setelah pemberian ekstrak etanol daun salam dengan kosentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dengan metode penelitian deskriptif laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,5%% jumlah larva yang mati sebanyak 53,33%, pada konsentrasi 1% larva yang mati sebanyak 66,66%, pada konsentrasi 1,5% larva yang mati sebanyak 80% dan pada konsentrasi 2% larva yang mati sebanyak 86,66%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kosentrasi ekstrak yang digunakan semakin besar kematian larva.

Page 1 of 1 | Total Record : 5