Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG
I G. A. Tri Agustiana, Kd. A. Permana Dewi, Made Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.840
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 Paket Agung yang berjumlah 34 orang dan kelas V SD No. 2 Paket Agung yang berjumlah 34 orang. Data hasil kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok eksperimen adalah 36,74 lebih besar dari rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok kontrol adalah 25,53. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Â Kata kunci: Generatif, Kemampuan Berpikir Kritis IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI 3 BANJAR JAWA
I Gd. Margunayasa, I. A. Komang Juniartini, Ni Kt. Suarni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.695
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV di SD Negeri 3 Banjar Jawa, tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IVA yang berjumlah 28 orang dan kelas IVB yang berjumlah 27 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes isian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ARIAS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap tahun ajaran 2012/2013 di SD Negeri 3 Banjar Jawa. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ARIAS adalah 16,55 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 11,82. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran ARIAS berpengaruh terhadap hasil belajar IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Â Kata-kata kunci: Model Pembelajaran ARIAS, Hasil belajar IPA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKSELERASI BERBANTUAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IVB SDN 1 PADANG SAMBIAN
I.G.A. Oka Negara, Luh Md. Wirastini, I Wyn. Sujana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1439
 Abstrak Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning) berbantuan media grafis di kelas IVB SD Negeri 1 Padang Sambian. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri 1 Padang Sambian tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 39 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik nontes (observasi) dan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 7,2%. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 78,4% dan siklus II sebesar 85,6% setelah penerapan model pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning) berbantuan media grafis. Demikian juga adanya peningkatan terhadap rata-rata hasil belajar siswa sebesar 6,3%. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 79,4% dan pada siklus II sebesar 86,7%setelah penerapan model pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning)berbantuan media grafis. Kata-kata kunci :Model Pembelajaran Akselerasi (Accelerated Learning); Media Grafis; Aktivitas Belajar; Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS VI KECAMATAN BULELENG
I G. A. Tri Agustiana, Ni Md. Dewi Margadhyta, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1234
Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 190 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang di SD No. 1 Kampung Baru sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 3 Kampung Baru yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen semu non equivalent post-test only control group design. Data prestasi belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor prestasi belajar IPA siswa diperoleh lebih besar dari (thitung = 20,6 > ttabel = 2,021; ά=0,05) pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran quantum teaching berpengaruh lebih baik terhadap prestasi belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci: model pembelajaran quantum teaching dan prestasi belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING BERBANTUAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA IV GUGUS IV KECAMATAN SUKASADA
Ign. I Wyn. Suwatra, Gst. Ngr. Wira Astra, I Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1399
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan video pembelajaran matematika, (3) menganalisis perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan media video pembelajaran matematika dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post test only control group design . Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV Gugus IV Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik group random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah dengan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah. Pada penelitian ini, digunakan dua teknik analisis yaitu analisis statistik deskriptif dan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional menunjukkan rata-rata skor sebesar 13, 54 dengan kategori sedang, (2) kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas IV SD yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem solving berbantuan video pembelajaran matematika menunjukkan rata-rata skor sebesar 15,62 dengan kategori sangat tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem soving berbantuan media video pembelajaran matematika dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 2,203 > ttabel = 2,021). Kata kunci: problem solving, kemampuan pemecahan masalah matematika
PENGARUH METODE PERCAKAPAN TERBIMBING MELALUI DRAMATISASI TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SD NEGERI 2 PENGERAGOAN
H. Syahruddin, Darna Kusuma Budi, Gd Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1198
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode percakapan terbimbing melalui dramatisasi terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V di SD Negeri 2 Pengeragoan tahun pelajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen atau eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas Va dan Vb di SD Negeri 2 Pengeragoan tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 49 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 49 orang. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui metode tes dengan instrumen pilihan ganda. Data yang terkumpul dianalisis dengan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan metode percakapan terbimbing melalui dramatisasi dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas V di SD No. 2 Pengeragoan tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 4,746 > t tabel 2,021 dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan metode percakapan terbimbing melalui dramatisasi yaitu 17 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 12,12 yang berada pada kategori sedang maka  diterima.  Kata kunci:         metode percakapan terbimbing, dramatisasi, hasil belajar. .
PENGARUH MODEL CTL BERMUATAN TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI GUGUS I KECAMATAN BULELENG
Kd. Suranata, Dw. Nym. Sedana D., Ign I Wyn. Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.839
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian kuasi eksperimen non equivalent post–test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 110 orang siswa kelas IV SD tahun pelajaran 2012/2013 di Gugus I Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian yaitu kelas IV SD No. 8 Banyuning yang berjumlah 28 orang dan kelas IV SD No. 6  Banyuning yang berjumlah 28 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana adalah 23,89 sedangkan rata–rata hasil belajar IPA yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 17,42, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran contextual teaching and learning bermuatan tri hita karana dan yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.  Kata kunci : CTL, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V DI DESA PEDAWA
I Gde Wawan Sudatha, Ni Komang Arini, H. Syahrudin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.670
Abstrak Pengaruh model pembelajaran ADDIE terhadap keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA siswa kelas V SD di Desa Pedawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaram ADDIE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperimen) dengan desain post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Desa Pedawa pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SD N 3 Pedawa sebagai kelompok eksperimen dan SD N 4 Pedawa sebagai kelompok kontrol. Data keterampilan berpikir kritis dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t polled varians. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ADDIE dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata-kata kunci: model pembelajaran ADDIE, keterampilan berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK BERBASIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS KELAS V SD GUGUS I BANGLI
I.B.Gd Surya Abadi, Ida A. A.Pramita Ningrat, I Kt. Adnyana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1209
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran resolusi konflik berbasis kemampuan berpikir kritis dengan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPS kelas V SD Gugus I Bangli tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian “Nonequivalent control group designâ€. Metode tes dilakukan dengan membagikan sejumlah tes esai untuk mengukur hasil belajar IPS. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis  diketahui thitung = 6,000 dan ttabel = 2,000, maka thitung lebih besar dari ttabel maka maka  ditolak dan  diterima. Berdasarkan temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hasil belajar IPS antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran resolusi konflik berbasis kemampuan berpikir kritis dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata-kata Kunci: Model pembelajaran resolusi konflik , hasil belajar, IPS SD
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEKNIKTALKING CHIPS TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD DI GUGUS 1 PUPUAN
I Wyn. Romi Sudhita, Luh Gd. Pardiani, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.850
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarantekniktalking chips dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada hasil belajar IPS siswa kelas V SD Di Gugus 1 Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan populasi yang digunakan adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri yang ada di gugus 1, Kecamatan Pupuan yang berjumlah 186 orang. Sedangkan sampel penelitianberjumlah 58 orang, yaitu siswa kelas V SD Negeri 3 Bantiransebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 2 Pupuan sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar IPSsiswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan analisis data, siswa yang mengikuti pembelajaran dengan tekniktalking chips nilai rata-ratanya 31,30, sedangkan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional nilai rata-ratanya 26,71. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t diperoleh sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarantekniktalking chips dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada hasil belajar IPS siswa kelas V SD Di Gugus 1 Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013.  Kata-kata kunci: talking chips dan hasil belajar