Articles
425 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2013)"
:
425 Documents
clear
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KETERAMPILAN BERBICARA KELAS IV SDN 2 TIHINGAN
I Gst. Ngurah Japa, Ni Md. Ayu Widiantari, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.785
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi dan keterampilan berbicara siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester I SDN 2 Tihingan tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 2 Tihingan yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuisioner dan metode tes. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan motivasi belajar siswa dari rata-rata 73 pada siklus I menjadi rata-rata 84 pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata kemampuan keterampilan berbicara siswa dari rata-rata 71 pada siklus I menjadi 86,47 pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester I SDN 2 Tihingan tahun pelajaran 2012/2013 dapat meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara siswa. Â Kata-kata kunci: model TGT, motivasi, berbicara
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVEEXPLAIN (POE) BERBANTUAN MATERI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV
L. Pt. Putrini Mahadewi, N. Pt. Evi Yupani, N. Nyn. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1363
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berbantuan materi bermuatan kearifan lokal dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalen post-test only control group design. Populasi penelitian berjumlah 9 kelas dan sampel yang digunakan 2 kelas. Data hasil belajar IPA, dikumpulkan dengan metode tes. Instrument yang digunakan adalah tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t. Hasil penelitianmenunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berbantuan materi bermuatan kearifan lokal dengan kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, karena thitung lebih besar dari ttabel(thitung = 3,81 > ttabel= 2,000) dan rerata kelompok eksperimen lebih tinggi dari rerata kelompok kontrol ( eksperimen= 21,4 >kontrol = 17,3). Dengan demikian model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berbantuan materi bermuatan kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013.Kata-kata kunci: Predict-Observe-Explain (POE), kearifan lokal, hasil belajar
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS UBUD
I Kt. Adnyana Putra, Ni Wyn. Ami Diantini, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.958
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ubud Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD Gugus Ubud, semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan Quasi Experimental Design yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus Ubud yang berjumlah 252 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD N 1 Ubud yang berjumlah 39 orang siswa dan siswa kelas V SD N 5 Ubud yang berjumlah 35 orang siswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika bentuk pilihan ganda biasa. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (t hitung = 3,92 > t tabel = 2,00) dengan dk = 72 (n1 + n2 - 2 = 39 + 35 - 2 = 72) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus Ubud Tahun Ajaran 2012/2013. Â Kata-kata kunci: STAD, hasil belajar, matematika.
PENGARUH MODEL GI (GROUP INVESTIGATION) BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SD NEGERI DI DESA SINABUN
I Kt. Dibia, Wyn. Suputra, Gd. Sedanayasa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.806
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran model group investigation berorientasi kearifan lokal dengan model konvensional pada pelajaran IPA kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Negeri di Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD di desa Sinabun tahun pelajaran 2012/2013. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data tes kemampuan berpikir kritis. Data tes kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan tes uraian. Jumlah tes kemampuan berpikir kritis yang digunakan adalah 10 butir. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independent dengan sampel tidak berkorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran group investigasi berorientasi kearifan lokal dan model pembelajaran konvensional (thitung = 3,54; ttabel = 2,055). Hal ini dilihat dari rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model pembelajaran group investigation adalah 25,619 yang berkategori baik, sedangkan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 19,948 yang berkategori cukup. Kata-kata kunci : model group investigation dan kemampuan berpikir kritis
PENERAPAN METODE SAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD
I Km. Ngr Wiyasa3, Ni Kd. Dwimayanti, MG. Rini Kristiantari
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.976
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan hasil belajar Bahasa Indonesia pada siswa kelas II SD N. 10 Pemecutan melalui penerapan metode SAS. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek terteliti adalah siswa kelas II SD N. 10 Pemecutan Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa41orang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis dengan teknik deskritif-kuantitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan rata-rata persentase keterampilan membaca siswa dari 80,5% pada siklus I menjadi 86% pada siklus II, (2) terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dari 61,46 pada siklus I menjadi 73,66 pada siklus II, dan (3) terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia secara klasikal dari 41,46% pada siklus I menjadi 80,49% pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode SAS pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan membaca dan hasil belajar siswa kelas II SD N. 10 Pemecutan Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Metode SAS, Keterampilan Membaca, danHasil Belajar Â
PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPASISWA KELAS V SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG
Kd. Suranata, Pt. Sulastriningsih
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.820
Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model POGIL, (2) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional.Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IX SD Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 119 siswa.Sampel diambil dengan teknik simplerandom sampling dengan jumlah 54 siswa. Data kemampuan pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan tes kemampuan pemahaman konsep. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah diberikan perlakuan berupa model pembelajaran POGILberada pada kategori tinggi dengan rata-rata 54,7, (2) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah mengikuti model konvensional berada pada kategori sedang dengan rata-rata 44,8, (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 11,0209 dan ttabel = 2,021 (thitung > ttabel). Hal ini berarti model POGIL berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA pada siswa. Â Kata - kata kunci: model POGIL, kemampuan pemahaman konsep
PENGARUH MODEL KOOPERATIF STAD BERORIENTASI OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Km Sudarma, I Gd Surata, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.688
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, 2) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem, 3) pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD di gugus IV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 105 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 23,57, 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem cenderung tinggi, dengan mean 36,73, 3) terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 6,89 > ttab = 1,708).  Kata kunci: STAD, Open-Ended, berpikir kritis
PENGARUH PERBEDAAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA KELAS V DI GUGUS III
I G. A. Tri Agustiana, I Kt. Suardika, Dw. Kd. Tastra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1391
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep anatara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SD Negeri 1 Culik dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung di SD Negeri 3 Kertamandala. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Abang tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 197 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Kertamandala yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas V SD No. 1 Culik yang berjumlah 33 orang. Data hasil Penguasaan Konsep pada mata pelajaran IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t).Hasil penelitian ini menemukan bahwa penguasaan konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung menunjukkan skor cenderung sedang, dengan mean 15,23 dan penguasaan konsep pada siswa kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing menunjukkan skor cenderung tinggi, dengan mean 21,42. Terdapat pengaruh penguasaan konsep pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 8,00 > ttab = 1,671 ). Dari perbedaan rata-rata penguasaan konsep menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA dibandingkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V Semester Genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus III Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.  Kata–kata kunci: model inkuiri terbimbing, penguasaan konsep.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM (QUANTUM LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS PELIATAN
Md. Putra, Cok Istri Agung Wijayanti, I Wyn.Rinda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1195
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain “Nonequivalent control group designâ€. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Peliatan. Penentuan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Populasi yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 146 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 68 orang. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kemudian data dianalisis dengan teknik t-test. Nilai rata-rata hasil belajar IPA pada kelas eksperimen 84,71 dan kelompok kontrol 81,32. Demikian pula hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hasil analisis diperoleh nilai (thitung = 4,29 > ttabel = 2.00). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kuantum berpengeruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Gugus Peliatan Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning), hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADDIE BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 PANGKUNGPARUK
Dsk. Putu Parmiti, Ni Md. Ari D., I Wyn. Romi Sudhita,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.836
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret, (3) perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian berjumlah 67 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional termasuk kategori sedang, (2) rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret termasuk kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk (thitung>ttabel, thitung=3,99 dan ttabel=2,000). Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran ADDIE berbantuan media konkret lebih berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.  Kata kunci: model ADDIE, media konkret, hasil belajar IPA