cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 582 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014):" : 582 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN KEDIRI, TABANAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Ni Luh Putu Yeni Sugiarti; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3220

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW (THINK TALK WRITE) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN KEDIRI, TABANAN TAHUN AJARAN 2013/2014 Oleh Ni Luh Putu Yeni Sugiarti, NIM. 1011031120 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar berseri dan yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian TTW (Think Talk Write). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus 1 Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 232 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelasnya untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VE SD Negeri 1 Kaba-kaba sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 32 orang siswa dan siswa kelas VK SD Negeri 2 Kaba-kaba sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 35 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis Esay. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 5,07 ≥ ttab = 2,000 pada taraf signifikansi 5%. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajara TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar berseri dan yang dibelajarkan secara konvensional, dan dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen = 84,17 > = 77,52 pada kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar berseri berpengaruh terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Kediri,Tabanan Tahun Pelajaran 2013/2014. Kata kunci: TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar berseri, hasil belajar bahasa Indonesia. Kata Kunci : Kata kunci: TTW (Think Talk Write) berbantuan media gambar berseri, hasil belajar bahasa Indonesia. THE INFLUENCE OF TTW (THINK TALK WRITE) LEARNING MODEL ASSISTED WITH SERIES OF IMAGES MEDIA TOWARDS WRITING SKILLS OF INDONESIAN FIFTH GRADE STUDENTS OF ELEMENTARY SCHOOL CLUSTER 1 SUB-DISTRICT KEDIRI, TABANAN ACADEMIC YEAR 2013/2014 BY: Ni Luh Putu Yeni Sugiarti, Nim: 1011031120 ELEMENTARY SCHOOL EDUCATION DEPARTMENT ABSTRAK This study aims to determine significant differences in learning outcomes among Indonesian students that learned to use TTW learning model (Think Talk Write) assisted with series of images and learned conventionally in fifth grade elementary school students cluster 1 sub-district of Kediri, Tabanan Academic Year 2013/2014. This research is a quasi-experimental research with TTW (Think Talk Write) design research. The study population was all students in the fifth grade in elementary school Cluster 1 sub-district of Kediri, Tabanan Academic Year 2013/2014, which amounts to 232 people. The samples in this study conducted by random sampling technique were randomized class to determine the experimental group and the control group with the results of the draw that VE grade students of SD Negeri 1 Kaba-kaba as an experimental group numbering 32 students and VK grade students of SD Negeri 2 Kaba-kaba as a control group numbering 35 students. Methods of data collection in this study using the test method essay. Collected data were analyzed using methods of inferential statistical analysis (t-test). Based on the analysis of the data, Obtained ≥ tabs hit = 5.07 = 2.000 at significance level of 5%. So it can be interpreted that there are significant differences outcomes in learning Indonesian language by students that learned TTW (Think Talk Write) learning media assisted with series of images and those who use conventionally learning model, and the views of the average value of the experimental group = 84.17> = 77.52 in the control group. It can be concluded that the application of learning models TTW (Think Talk Write) media-assisted with series of images takes effect on learning outcomes Indonesian language for fifth grade elementary school students cluster 1 sub-district of Kediri, Tabanan Academic Year 2013/2014. Keywords: TTW (Think Talk Write) media-assisted radiant image, the result of learning Indonesian Language. keyword : Keywords: TTW (Think Talk Write) media-assisted radiant image, the result of learning Indonesian Language.
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Berbantuan Media Permainan Teka-teki Silang Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Negeri 1 Sangsit Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng ., Pande Adi Putra; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikanperbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran dengan modelpembelajaran Scramble berbantuan media permainan teka-teki silang dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 1 SangsitKecamatan Sawan, KabupatenBuleleng yang terdiridari 2 kelas. Sampelpenelitianiniyaitukelas VA yang berjumlah 20 orang dansiswakelas VB yang berjumlah 30 orang.Scramblesebagaisebuahpembelajaraninovatifmampumenciptakanpembelajaran yang menyenangkankepadasiswa. scrambleadalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka di temukan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Scrambleberbantuan permainan teke-teki silang dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional yaitu sebagai berikut. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok kontrol yaitu modus (Mo) = 29,2, median (Md) = 29,3, mean (M) = 29,41dan standar deviasi (s) = 5,07.mean lebih besar dari median dan median lebih besar dari modus (M>Md>Mo) sehinggagrafik poligon data hasil belajar kelompok kontrol berupa kurva juling positif yang berarti sebagian besar skor cenderung rendah. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok kontrol adalah 29,41. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokkontrolcenderungrendah. Deskripsi data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelompok eksperimen yaitu modus (Mo) = 45,07, median (Md) = 41,3, mean (M) = 40,7, dan standar deviasi (s) = 5,49. Modus lebih besar dari median dan median lebih besar dari mean (Mo>Md>M) sehingga grafik poligon data hasil belajar kelompok eksperimen berupa kurva juling negatif yang berarti sebagian besar skor cenderung tinggi. Mean (M) atau rata-rata hasil belajar Bahasa Indonesia kelompok eksperimen adalah 41,3. Hal inimenunjukkanbahwasebagianbesarskorkelompokeksperimencenderungtinggi. Berdasarkanhasilpenelitiandanpembahasan, dapatsimpulankanbahwaterdapatperbedaan yang signifikanterhadaphasilbelajar Bahasa Indonesia antara kelompokyang dibelajarkandengan model Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangdan kelompokyang dibelajarkandengan model konvensional pada siswa kelas VA dan VB di SD Negeri 1 Sangsit.Hal ini dilihat dari hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompokyang dibelajarkandenganmodel pembelajaran Scramble berbantuanmedia permainanteka-tekisilangberada pada kategori sangattinggi dan hasil hasilbelajar Bahasa Indonesia kelompok yang dibelajarkandenganmodel pembelajarankonvensionaltinggi. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia sangat diperlukan guru yang bisa membelajarkan siswa agar siswa mengerti apa yang di ajarkannya. Keadaan ini memerlukan adanya perbaikan dan inovasi dalam pembelajaran, sebab dengan memakai media pendidikan siswa akan lebih mudah menerima pesan, siswa dapat menggunakan sebanyak mungkin indra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalah salah satu permainan bahasa, pada hakikatnya permainan bahasa merupakan suatu aktivitas untuk memperoleh keterampilan tertentu dengan cara menggembirakan. Dimana belajar ditekankan sambil bermain sehingga siswa mendapatkan suasana menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang bisadigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang.Tekatekisilangmerupakanpermainan yang bisamengasahotakkiridanotakkanan.Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanmedia permainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata. Scramble dipakaiuntukjenispermainananak-anak yang merupakanlatihanpengembangandanpeningkatanwawasanpemikirankosakata. Sesuaidengansifatjawabannyascramble terdiriatas3 macambentukyakni. 1. Scramble kata, yaknisebuahpermainanmenyusun kata-kata danhuruf-huruf yang telahdikacaukanletaknyasehinggamembentuksuatu kata tertentu yang bermaknamisalnya: alpjera = pelajar ktarsurt = struktur 2. Scramble KalimatYaknisebuahpermainanmenyusunkalimatdari kata-kata acak. Bentukkalimathendaknyalogis, bermakna, tepat, danbenarcontohnya: pergi – akan – saya –ke – Bandung = Sayaakanpergike Bandung 3. Scramble wacana, yaknisebuahpermainanmenyusunwacanalogis berdasarkankalimat-kalimatacak. Hasilsusunanwacanahendaknyalogis, bermakna. Perbedaan hasil belajar bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran Scramble dan metode pembelajaran ceramah pada siswa kelas V semester ganjil di SD Negeri 1 Sangsit. Dalampembelajaranbahasa Indonesia sangatdiperlukan guru yang bisamembelajarkansiswa agar siswamengertiapa yang di ajarkannya. Keadaaninimemerlukanadanyaperbaikandaninovasidalampembelajaran, sebabdenganmemakai media pendidikansiswaakanlebihmudahmenerimapesan, siswadapatmenggunakansebanyakmungkinindra yang dimiliki. Untuk menghadapi masalah-masalah tersebut, prlu adanya suatu inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menerapkan modelScramble.Scramle adalahsalahsatupermainanbahasa, padahakikatnyapermainanbahasamerupakansuatuaktivitasuntukmemperolehketerampilantertentudengancaramenggembirakan. Dimanabelajarditekankansambilbermainsehinggasiswamendapatkansuasanabelajar yang menyenangkan. Untukmembuatpembelajaran yang menyenangkandiperlukansuatupermainan.Permainan yang iasdigabungkandenganScramble adalahpermainantekatekisilang. Tekatekisilangmerupakanpermainan yang iasmengasahotakkiridanotakkanan. Tekatekiiniakansangatmembantusiswadalammengasahkemampuanmerekadalamberbahasa. ModelScrambleberbantuanteka-tekisilangmerupakansalahsatujalankeluardaripermaslahan yang ada di SD Negeri 1 Sangsit. ModelScrambleberbantuanpermainanteka-tekisilanginiakanmembelajaraknsiswadengansenang, halinidikarenakanpembelajarantersebutmerupakanpembelajarandengansebuahpermainan kata-kata.DengandemikianmakaTerdapatperbedaan yang signifikan hasilbelajar Bahasa Indonesia antarakelompoksiswa yang mengikuti modelpembelajaran Scramble berbantuanpermainanteka-tekisilangdengankelompoksiswa yang mengikutipembelajaranmetodekonvensional. Kata Kunci : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat The research’s goal is to describe the difference significant between the result of students that studying Indonesian language by following Screamble lesson using game of riddle and students group by following the lesson using conventional’s method.The research’s kind is appearance experiment research. The subject of populations are all grade five students at SD Negeri 1 Sangsit, Sawan Distict, Buleleng Regency that consits of 2 clases. The research’s sample is VA class quantity 20 persons, and VB class quantity 30 persons. The Scramble as an innovative lessons which is capable to create pleasure lesson for students. The Scramble is one part of language games, so that language game is an activity to get special skill on pleasure way. Scramble is used to kind of children game which is practice of breeding and increasing of vocabulary. keyword : Scramble, Teka-tekisilang, Hasil belajar Bahasa Indonesiameningkat
MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD SARASWATI TABANAN TAHUN AJARAN 2013/2014 ., Desak Gede Susi Ulandari; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2307

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual dan yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Konvensional kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014 yang banyaknya 148 siswa dengan sampel penelitian kelas VB dan kelas VC SD Saraswati Tabanan yaitu sebanyak 74 siswa. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Data yang dikumpulkan yaitu data hasil belajar IPS pada ranah kognitif yang dianalisis menggunakan uji-t. Dari analisis hasil belajar IPS siswa diperoleh thitung = 2,23 > ttabel = 2,00 dengan taraf signifikan 5% dan dk = 72 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual dan yang dibelajarkan dengan Pembelajaran Konvensional kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) berbantuan Media Visual berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Saraswati Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : Pembelajaran ARIAS berbantuan Media Visual, hasil belajar dan IPS. The purpose of this research is knowing the differences from the learning outcomes of Social Studies between students group which apply the ARIAS learning model and the students which apply conventional learning model to the V grade students of SD Saraswati Tabanan.The research population is include in whole V grade students of SD Saraswati Tabanan teaching periode 2013/2014 with total 148 numbers of students but class which including to the sample of research are VB class and VC class in SD Saraswati Tabanan 74 numbers of students in both of class. The research method which used is quasi experiment with design of Nonequivalent Control Group Design. The informations which taken is the information about Social Studies’s learning outcomes in the cognitive sphere which analysis within t-test. The average of the experiment groups is 81,2 whereas to the control experiment is 74,5.From the studying analysis of the students obtained tcount = 2,23 > ttable = 2,00 with significant extent is 5% which means there are significant differences between the learning outcomes with ARIAS learning method and the conventional learning method. Based on the research we get conclusion that there are the signifcant effects between the ARIAS learning method aided by visual media to the learning outcomes of Social Studies from the v grade students group of SD Saraswati Tabanan school periode 2013 to 2014.keyword : ARIAS learning method aided by Visual Media, learning outcomes, and social studies
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD NO. 3 TIBUBENENG, KUTA UTARA, BADUNG ., Komang Ary Trisnadewi; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4236

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui penerapan pembelajaran inkuiri siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah sebanyak 42 orang terdiri dari 21 orang laki-laki dan 21 orang perempuan, siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng semester genap Tahun Pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang hasil aktivitas dilakukan dengan observasi dan hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan persentase hasil aktivitas siklus I pada dimensi bertanya dengan katagori cukup baik (73,81%), dimensi menjawab dengan katagori cukup baik (85,71%), dimensi bekerjasama dengan katagori cukup baik (57,14%) dan dimensi menemukan ide dengan katagori sangat baik (83,33%), mengalami peningkatan siklus II pada dimensi bertanya dengan katagori baik (71,43%), dimensi menjawab dengan katagori baik (71,43%), dimensi bekerjasama dengan katagori sangat baik (33,33%) dan dimensi menemukan ide dengan katagori sangat baik (90,48%). Hasil belajar pada siklus I sebesar 74,11% berada pada kriteria sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 84,33% tergolong pada kriteria tinggi. Demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran inkuiri berbantuan media audiovisual dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas V SD No. 3 Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Kata Kunci : Inkuiri, IPS, hasil belajar The purpose of this research is to improve activity and learning outcomes through the implementation of inquiry learning social studies fifth grade elementary school student No. 3 Tibubeneng Academic Year 2013/2014. This study uses action research design conducted in two cycles. Subjects were as many as 42 students consist of 21 male and 21 female of class V SD No. 3 semester even Tibubeneng Academic Year 2013/2014. Research data on learning outcomes was collected using test methods. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis method. The results of the analysis of the data shows the percentage of activity result at first cycle at question dimension with good enough category (73,81%), answer dimension with good enough category (85,71%), cooperation dimension with good enough category (57,14%) and to find of idea with very good category (83,33%) at second cycle found improvement at question dimension with good category (71,43%), answer dimension with good category (71,43%), cooperation dimension with very good category (33,33%) and to find of idea with very good category (90,48%). Learning outcomes in the first cycle of 74.11% at the criteria are experiencing an increase in cycle II to 84.33% belong to the high criteria. Conclusions from this research is the application of inquiry learning can improve activity and learning outcomes IPS SD No. 3 Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.keyword : Inquiry, Social Science, learning result
PENGARUH PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE TERHADAP HASIL BELAJAR PKN ., I Putu Eka Pratama Putra; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Nyoman Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Sekolah Dasar Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel penelitian ini yaitu keseluruhan populasi yang terdiri dari kelas V SD N 2 Kalibukbuk dan kelas V SD N 4 Kalibukbuk yang berjumlah 67 orang. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Analisis statistik inferensial menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh (1) hasil belajar PKn siswa kelompok eksperimen dengan M = 23,43 tergolong kriteria sangat tinggi, (2) hasil belajar PKn siswa kelompok kontrol dengan M = 18,67 tergolong tinggi, (3) thit = 15,45 dan ttab = 2,021 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thit > ttab, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di SD Negeri Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : Value Clarification Technique, hasil belajar. The purpose of this research was to know the difference of the learning result among the group of students in learning PKn by using Value Clarification Technique (VCT) and the group of students in learning by using Conventional Method for the fifth grade students of the first semester of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014. The type of this research was quasi experiment. The population of this research was all of the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng in the academic year of 2013/2014 which were 118 students in total. While the sample of this research was all the students of the fifth grade of elementary school 2 Kalibukbuk and elementary school 4 Kalibukbuk which were 67 students in total. The data of the result in learning PKn was collected with multiple choice test instruments. This data was analized by using descriptive and inferential statistics. The analization of inferential statistics used T-test. Based on the result of data analization, it was got 1) the result in learning PKn for the experiment group was scored M=23,43 was very high category, 2) the result in learning PKn for control group was scored M=18,67 was a high category and 3) thit = 15,45 and ttab = 2,021 in a significancy 5 %, it meant that thit > ttab. So, it can be concluded that there was the effect of Value Clarifiaction Technique (VCT) in learning PKn for the fifth grade students of the state elementary school in Kalibukbuk village, Buleleng district, in the regency of Buleleng.keyword : Value Clarification Technique, result of learning.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA CETAK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS V MENGWI ., Putu Ayu Satya Dewi; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3486

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model problem based learning berbantuan media cetak dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD di Gugus V Mengwi. Penelitian ini menggunakan rancangan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus V Mengwi yang banyaknya 112 orang siswa, kemudian untuk menentukan sampel penelitian digunakan tekhnik Simple Random Sampling. Sehingga didapatkan SD No. 3 Abianbase sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Abianbase sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPS dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa yang diberikan setelah 6 kali perlakuan di kelompok eksperimen dan di kelompok kontrol. Data di analisis menggunakan t-test. Berdasarkan taraf signifikan 5% dan db = 58 diperoleh thit = 5,675 dan ttabel = 2,000. Sehingga thit > ttabel, ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model Problem Based Learning berbantuan media cetak dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rata – rata hasil belajar IPS kelompok eksperimen 80.77 dan rata–rata hasil belajar IPS kelompok kontrol adalah 72.13, maka rata–rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi dari hasil belajar kelompok kontrol. Ini berarti model problem based learning berbantuan media cetak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD di Gugus V Mengwi. Kata Kunci : Problem Based Learning, media cetak, hasil belajar IPS. The objective of this research is to determine the significant difference of students' learning outcomes on social science subject between those who learned through printed media assisted Problem Based Learning model compared to those who learned using conventional teaching model on the fifth grade elementary school students in Gugus V Mengwi. This research utilized a "Nonequivalent Control Group Design" approach. The population is all the fifth grade students in Gugus V of Mengwi, comprises 112 students. To determine research’s sample, random sampling techniques was utilized. To this end we determine the students of SD Number 3 Abianbase as an experimental group and students of SD Number 2 Abianbase as a control group. The data regarding social science subject’s learning outcomes was collected using a regular multiple choice test that given after 6 times treatment in the experimental group and in the control group. Data was analyzed using t-test. Based on the significant level of 5% and db = 58, the calculation of thit = 5,675 and ttable = 2,000, so in case thit > ttable, shows there is a significant difference of students' learning outcomes on social science subject between those who learned through printed media assisted problem based learning model compared to those who learned using conventional teaching model. The average learning outcomes on experimental group was 80.77 and on control group was 72.13 , so the average learning outcomes on experimental group is higher than on control group. This means that the printed media assisted problem based learning model has a significant impact on students' learning outcomes on social science subject on the fifth grade elementary school students in Gugus V Mengwi. keyword : Problem Based Learning, printed media, IPS learning outcome.
MODEL ACCELERATED LEARNING BERBASIS EKSPERIMEN BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V TAMPAKSIRING ., Dewa Ayu Sri Handayani; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model Accelerated Learning berbasis eksperimen dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus V Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring, sebanyak 192 siswa. Sampel diambil dengan teknil random sampling, sehingga diperoleh sampel penelitian sebanyak 64 siswa yang terdiri dari seluruh siswa kelas VA SDN 1 Pejeng sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 3 Pejeng sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes. Tes yang digunakan adalah tes hasil belajar IPA dalam bentuk objektif tipe pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran model Accelerated Learning berbasis eksperimen lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t juga memperoleh hasil thitung = 7,923 dan t tabel = 2,00, karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan anatara hasil belajar IPA siswa yang mengikuti model Accelerated Learning berbasis eksperimen dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Accelerated Learning berbasis eksperimen berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD gugus V Tampaksiring tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model Accelerated Learning berbasis eksperimen, hasil belajar IPA This study aims to determine the differences in sciences learning outcomes of students who take lesson with models of Accelerated Learning based experiment that follow the conventional learning in the fifth grade elementary school students group V Tampaksiring of academic years 2013/2014. This research was a quasi experimental study with a research design that nonequivalent control group design. The population in this study wee all students of fifth gradein elementary school students group V Tampaksiring, as many as 192 students. Samples were taken with a random sampling technique, in order to obtains as many as 64 students throughtout the VA grade students at SDN 1 Pejeng as the experimental group and fifth grade students at SDN 3 Pejeng as the control group. The data collected by the test method. The test use is the science achievement test in the form of multiple choice objective type. Data were analyzed using t-test analysis. The results showed that, the average value learning outcomes students who take models of Accelerated Learning based experiments is higher than the average value students learning outcomes that follow the conventional learning. Hypothesis testing using t test also obtain the results of tcount = 7.923 and ttable = 2.00, because of tcount > ttable then Ho is rejected and Ha accepted. This proves that there are significant differences science learning outcomes of students who take models of Accelerated Learning based experiments between students who take conventional learning. It can be concluded that the application of the models of Accelerated Learning based experiments affect learning outcomes fifth grade students of elementary school science cluster V Tampaksiring of academic year 2013/2014.keyword : models of Accelerated Learning based experiment, science learning outcome
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SD N 4 LODTUNDUH ., Ni Wayan Aniek Ferdiantini; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar PKn melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament siswa kelas V SD N 4 Lodtunduh. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 4 Lodtunduh sebanyak 22 siswa yang terdiri dari 10 laki – laki dan 12 perempuan. Data motivasi belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode kuesioner dan data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan metode tes yang dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil analisis data motivasi dan hasil belajar PKn dengan model kooperatif tipe TGT dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pada siklus II. Peningkatan tersebut ditunjukkan pada siklus I motivasi belajar mencapai 70,68 % ( kriteria tinggi ), siklus II motivasi belajar 74,5 %( kriteria tinggi ). Hasil belajar PKn mencapai persentase rata – rata siklus I 72,05% ( kriteria sedang ) dan siklus II 80,23 % ( kriteria tinggi). Ketuntasan klasikal pada siklus I 64%, siklus II mencapai ketuntasan 100%. . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar PKn siswa kelas V SD N 4 Lodtunduh. Kata Kunci : Model Team Game Tournament, Motivasi Belajar, Hasil Belajar Pkn. This research aims to improve motivation and learning results of the study PKN through the application of cooperative learning model of the type of team games tournament grade V SD N 4 Lodtunduh. This research is a research action class is done in two cyles and each cycle is composed of 3 meetings. The subject of this research is the grade V students SD N 4 Lotunduh as many as 22 students comprising 10 male and 12 female. Learning motivation data was collected by using questionnaire method and result of the study data collected using PKn tests were analyzed by using a quantitative descriptive method. The result of data analysis and the results of learning motivation PKn with the cooperative model type TGT in this study show that there is an increase in cycle II. The improvement shown in reaching the learning motivation 70,68 % siklus I ( high criteria ), learning motivation siklus II 74,5 % ( high criteria). Learning outcome PKn percentages average cyle I 72,05 % ( medium criteria ) and siklus II 80,23 (high criteria ). Classical has been completed on cycle I of 64 %, cycle II reach has been completed of 100%. Thus it can be concluded that cooperative learning model type team games tournament can increase motivation and learning results PKn grade V students SD N 4 Lodtunduh.keyword : the model team games tournament, learning motivation, the result of study PKn.
MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN BERPENGARUH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA KELAS V GUGUS LETDA KAJENG DENPASAR UTARA ., Ni Putu Ayu Yogi Artami; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3180

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media lingkungan dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian yakni seluruh siswa kelas V di Gugus Letda Kajeng yang berjumlah 359 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling yang diacak adalah kelas dengan hasil pengundian yaitu siswa kelas VC SD Negeri 4 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD Negeri 14 Pemecutan sebagai kelompok kontrol yang masing-masing berjumlah 34 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode tes subjektif bentuk uraian. Analisis data menggunakan metode analisis statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 3,10 > ttab (α= 0,05, 66) = 2,000, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media lingkungan dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini juga didukung oleh perbedaan nilai rerata kemampuan berpikir kritis IPA kelompok eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yaitu X ̅=77,42>X ̅=70,58. Oleh sebab itu dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media lingkungan berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa kelas V Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara tahun pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : : model pembelajaran berbasis proyek berbantuan media lingkungan, kemampuan berpikir kritis IPA This study aims to determine significant differences of science critical thinking skill between students that learned with Project Based Learning model aided by environment media and that learned with conventional learning in the fifth grade students of Gugus Letda Kajeng North Denpasar Subdistrict in academic year 2013/2014. This study is a kind of quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this study according to all fifth grade students of Gugus Letda Kajeng North Denpasar Subdistrict in academic year 2013/2014, as many as 359 students. Determination of the samples was done by random sampling technique, and that randomized were classes, with the result that was got two classes, the fifth grade students of SD Negeri 4 Pemecutan as the experimental group and the fifth grade students of SD Negeri 14 Pemecutan as the control group in which each of them consisted of 34 students. The data collection methods used observation method and subjective test method in descriptive form. The collected data were analyzed using t-test statistical analysis. Based on the result of t-test was found tobs = 3.10 > ttab (α= 0,05, 66) =2.000, so Ho was rejected and Ha was accepted. With the result that was mean there were significant differences of science critical thinking skill between students that learned with Project Based Learning model aided by environment media and that learned with conventional learning in the fifth grade students of Gugus Letda Kajeng North Denpasar Subdistrict in academic year 2013/2014. This result was also supported by differences the average score of science critical thinking skill obtained by experimental group that higher than the control group, that was X ̅=77,42>X ̅=70,58. Therefore, it can concluded that the application of the Project Based Learning model aided by environment media affects the science critical thinking skill in the fifth grade students of of Gugus Letda Kajeng North Denpasar Subdistrict in academic year 2013/2014.keyword : Project Based Learning model aided by environment media, science critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STM (SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG ., I Wayan Simpen Kresna; ., Drs. Made Sumantri; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test 0nly control group design. Siswa kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah populasi 146 siswa dijadikan populasi dalam penelitian ini. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 68 orang siswa. Teknik pengumpulan data hasil belajar dilakukan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut statistik inferensial, digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh ( > ) dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) yaitu 24,47 berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 19,70 berada pada kategori cukup. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat) berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SD di Gugus VIII Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Kata Kunci : model pembelajaran STM (Sains Teknologi Masyarakat), model pembelajaran konvensional dan hasil belajar IPA. ABSTRACT This study aimed to determine differences in science learning outcomes between group of students who take learning model STM ( Science Technology Society ) and a group of students who take conventional learning model. The study was quasi-experimental study (quasi-experiment) with post-test design 0nly control group design. Fourth grade students in Cluster VIII Buleleng district, Buleleng regency academic year 2012/2013 with a population of 146 students used in this study population. Samples collected by random sampling, amounting to 68 students. Learning outcomes data collection technique is done by using a multiple-choice test. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. As a follow-up to inferential statistics, t- test was used to test for differences in student learning outcomes. The results showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who take learning model STM (Science Technology Society) and a group of students who take conventional learning model. This is indicated by ( > ) and is supported by differences in the average score obtained by the students who take learning model STM (Science Technology Society) is 24.47 in the category of good and students learn using conventional learning model that are 19.70 in enough category . Based on these findings, it was concluded that the learning model STM (Science Technology Society) effect on student learning outcomes in teaching science in the fourth grade cluster VIII Buleleng District, Buleleng District Academic Year 2012/2013 . keyword : learning models of STM (Science Technology Society), the conventional model of learning and learning outcomes IPA.

Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue