Articles
582 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 1 (2014):"
:
582 Documents
clear
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 3 DENCARIK
., I Kadek Mertayasa;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2325
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengimplementasikan model Pembelajaran Accelerated Learning pada mata pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Dencarik Kabupaten Buleleng Tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri 3 Dencarik Kabupaten Buleleng tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 17 orang dengan 8 orang siswa laki-laki dan 9 orang siswa perempuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes hasil belajar yang berupa tes objektif dan tes uraian. Data yang didapatkan dari tes selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian melalui implementasi model Accelerated Learning menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA meningkat melalui implementasi model pembelajaran Accelerated Learning pada siswa kelas V semester 1 Sekolah Dasar Negeri 3 Dencarik tahun pelajaran 2013/2014. Hal ini dapat dilihat dari tingkat ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I mencapai 70,58% yang berada pada rentang tingkat ketuntasan cukup baik dan tingkat ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus II mencapai 88,23% yang berada pada rentang tingkat ketuntasan sangat baik jadi tingkat ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 17,65%.Kata Kunci : Pembelajaran Accelerated Learning, Hasil Belajar Siswa This study aims to determine the improvement of student learning outcomes after implementing Learning Accelerated Learning model of teaching science in public elementary school fifth grade 3 Dencarik Buleleng school year 2013/2014 . This type of research is Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles . The subjects were students of class V Elementary School 3 Dencarik Buleleng academic year 2013/2014 , amounting to 17 people with 8 boys and 9 girls . Collecting data in this study was conducted using the test . Data on student learning outcomes test results gathered by studying the form of objective tests and test descriptions . The data obtained from the test were then analyzed with descriptive - quantitative technique . Research results through the implementation of Accelerated Learning models indicate that student learning outcomes in science learning is increased through the implementation of Accelerated Learning model of learning in class V Semester 1 Elementary School 3 Dencarik academic year 2013/2014. It can be seen from the level of mastery learning is classical in the first cycle reaches 70.58 %, which is in the range pretty good level of thoroughness and level of mastery learning classically on the second cycle reached 88.23 %, which is in the range of completeness excellent level so the level of mastery learning classically an increase of 17.65 % keyword : Models of Learning Accelerated Learning, Student Learning Outcomes
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU SISWA KELAS IV SD NO. 2 JINANGDALEM
., Komang Eva Wahyu Diatmika;
., Drs. Made Sumantri;
., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2532
abstrak Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dan hasil belajar dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dengan implementasi strategi pembelajaran berbasis masalah. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No. 2 Jinangdalem yang berjumlah 28 orang siswa, yang terdiri dari 15 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Data tentang hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan lembar instrumen observasi untuk aktivitas belajar dan lembar instrumen tes hasil belajar untuk hasil belajar. Setelah data dalam penelitian ini diperoleh, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif. Hasil yang diperoleh adalah pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa mencapai 77,8% kategori cukup aktif dan hasil belajar siswa mencapai 59,9% termasuk dalam kategori rendah. Pada siklus II nilai rata-rata aktivitas belajar mencapai 82,9% termasuk dalam kategori aktif, hasil belajar mencapai 84,2% termasuk dalam kategori tinggi. Hal ini menunjukan bahwa implementasi strategi pembelajaran berbasis masalah. dapat meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu siswa. Kata Kunci : strategi pembelajaran berbasis masalah , aktivitas, hasil belajar. Abstract This research was aimed to know improvement the activities and learning outcomes of Hinduism by the implementation problem solving learning strategy. The subject of the research is the fourth grade students of two Jinangdalem elementary school with 28 students, which consisted of 15 male and 13 female. The data about students learning outcomes were gained by using observation instrument sheet for outcome activities and instrument sheet learning outcome tests for learning outcomes. After the data in this study was gained, the data only on was analyzed by using quantitative descriptive activities method. The activities ‘result showed 77.8% in the first cycle with active enough category and students’ learning outcomes showed 59.9% belong to low category. In the second cycle, the students’ activity outcomes showed 82.9% with active category while the learning outcomes reached 84.2% with high level. This result showed that the implementation of problem solving learning strategy could increase the students’ activities and Hinduism learning outcomes. keyword : problem solving learning strategy, activities, learning outcomes
PENGARUH METODE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KARANGASEM TAHUN PELAJARAN 2013/2014
., Ida Bagus Ngurah Manuaba;
., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2234
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode talking stick berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangasem Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD N 1 Karangasem tahun pelajaran 2013/2014 dengan jumlah 71 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V yaitu kelas VA dengan jumlah 35 siswa dan kelas VB dengan jumlah 36 siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah esai. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode talking stick dengan mean (M) = 48,18 termasuk dalam kategori tinggi, (2) hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 38,67 termasuk dalam kategori sedang, (3) terdapat perbedaan hasil belajar secara signifikan antara kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran dengan metode talking stick berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang belajar mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 6,99 > ttabel = 2,000). Ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode talking stick berbantuan media audio visual dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan strategi konvensional pada siswa kelas VA dan VB SD Negeri 1 Karangasem. Kata Kunci : talking stick, audio visual, hasil belajar This study was aimed to determine the science learn result differences between groups of students who learned with the talking stick method plus audio-visual media and groups of students who learned used conventional learning in the fifth grade students of SD Negeri 1 Karangasem Academic Year 2013/2014. This research was a quasi experimental study using a post - test only control group design . The population of this study was the all of the students that was 71 students in the fifth grade of SD N 1 Karangasem academic year 2013/2014. The samples of the study were the students of class V, 35 students on class VA and 36 students on class VB . The collected data was the result of the science learning . The form of the science achievement test used was in the essay form. The data that were analyzed was using descriptive statistics and inferential statistics . As a follow up of the inferential statistical, t- test was used to test the differences of student learning outcomes . The study results showed that ( 1 ) the students learning outcomes who take lessons with a talking stick method have mean ( M ) = 48.18 in the high category , ( 2 ) the students leartning outcome who take conventional learning have mean ( M ) = 38.67 included in the category of medium , ( 3 ) there were significants differences in students learning outcomes between groups of students who were learnt using talking stick method plus audio-visual media and a group of students who learnt using the conventional learning method ( t value = 6.99 > t table = 2.000 ) . There was a significant effect of learning outcomes between students who take the talking stick method of learning plus audio-visual media and students who take lessons with conventional strategies in class VA and VB on SD Negeri 1 Karangasem.keyword : talking stick, audio visual, conventional learning
PENGARUH MODEL CONNECTED TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS I KARANGASEM
., Luh Eka Yanti;
., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd;
., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3814
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran terpadu tipe connected dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus I Karangasem Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Gugus I Karangasem Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 194 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 5 Karangasem yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SDN 3 Karangasem yang berjumlah 26 orang. Data prestasi belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar dalam bentuk obyektif. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar matematika antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran terpadu tipe connected dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel) siswa kelas V SD Negeri Gugus I Karangasem Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2013/2014. Rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran terpadu tipe connected adalah 15,89 lebih besar dari rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 12,19. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran terpadu tipe connected berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Gugus I Karangasem Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran connected, prestasi belajar The aim of this study is to find out the difference of mathematic learning achievement between students treated with connected guided learning method and students treated with conventional teaching technique in grade V elementary school in Gugus I Karangasem District, Karangasem Regency in the academic year 2013/2014. This study is a quasi experiment. The population is 194 students in grade V of elementary school in Gugus I Karangasem District, Karangasem Regency in the academic year 2013/2014. The samples are grade V of SDN 5 Karangasem, which is consist of 23 students, and grade V of SDN 3 Karangasem which is consist 26 students. The data of mathematic learning achievement is collected by using objective test. The data collected then analyzed using descriptive and inferential statistic (t-test). The result of this study find out that there is a significant difference of mathematic learning achievement between a group of students treated with connected guided learning method and a group of students treated with conventional teaching technique (thitung>ttabel) in grade V elementary school in Gugus I Karangasem District, Karangasem Regency in the academic year 2013/2014. The average of mathematic learning achievement of students treated with connected learning method is 15.89, which is bigger than the average of mathematic learning achievement of students treated with conventional teaching technique, which is only 12.19. It means that the application of connected guided learning method affects the mathematic learning achievement of grade V elementary school students in Gugus I Karangasem District, Karangasem Regency in the academic year 2013/2014.keyword : connected guided learning, learning achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPRATIF TEKNIK MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SEMESTER II DI GUGUS V DESA BAN
., I Gede Rudiksa Wiradnyana;
., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.;
., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1930
Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dianjurkan untuk mengunakan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif Teknik Make A MatchPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional Pada Siswa Kelas V Semester II SD di Gugus V Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2012/2013 Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain control group pri-test post-test desain. Populasi penelitian adalah semua SD yang ada di Gugus V Ban Kecamatan Kubu khusunya siswa kelas V yang berjumlah 184 orang, sedangkan sampel penelitian adalah SDN 3 Ban dan SDN 4 Ban sebanyak 46 orang yang diambil secara random. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 SD di Gugus V Ban Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 22,40 > ttabel 2,021. Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match yaitu 20,77 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional yaitu 15,83 yang berada pada kategori sedang. Hal itu berarti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match menunjukan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran, teknik make a match, hasil belajar The major problem is the low score of social study.To solve that problem,cooperative learning make a match technique should be implemented.This study aims to determine the differences in IPS learning outcomes between students who thought using cooperative learning with Make A Match technique and students who thought by using conventional learning models on the fifth grade Students of second Semester in fifth Cluster in Ban village, Kubu district and Karangasem regency in the Academic Year 2012/2013. This research was classified as a quasi-experimental study ( quasi- experimental ) and design with control group pre - test and post-test design . The population of this study was all elementary schools in fifth Cluster Ban Kubu district especially the fifth grade students who totaled 184 students, while the samples of this study were SDN 3 Ban and SDN 4 Ban and it consisted of 46 students taken randomly. The Data was collected by using test. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and t-test. The result of the study showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who were taught using cooperative learning with Make A Match technique with groups of students who were taught using the conventional model in social studies on the fifth grade students in second semester in the academic year 2012/2013 SD in fifth cluster at Ban Kubu district, Karangasem regency. This was showed by 22.40 t > t table 2.021. The average score obtained by the students who taught by using cooperative learning model with Make A Match technique was 20.77 which was categorized as the high level and the students who taught by using the conventional model was 15.83 which was categorized as the medium level. This means cooperative learning model with Make A Match technique showed better learning outcomes than conventional models.keyword : learning models, make a match technique, the results of study
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERNUANSA KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD
., Anak Agung Gede Teja Semara Putra;
., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum;
., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3166
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Pahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara undian dan dari hasil pengundian diapatkan SDN 3 Pejeng Kawan sebagai kelompok eksperimen dan SDN 2 Pejeng sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analaisis uji-t didapat thitung = 3.58 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% = 1.67. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (3.58>1.67) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (79.08>71.41). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring.Kata Kunci : pembelajaran inkuiri, kearifan lokal, hasil belajar This study aims to determine the differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with the research design used Non-Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. Samples were taken by random sampling technique. The experiment group and control group selection was chosen by drawing and the result was SDN 3 Pejeng as experiment group and SDN 2 Pejeng as control group. The collected data was the learning result of social studies which was collected by test method with regular multiple choice. Data which had been collected was analyzed by descriptive statistical analysis and interferential statistical used t-test. Based on the t-test results obtained tcount = 3.58 and ttable at the 5% significance level = 1.67. Based on the testing criteria that tcount > ttable (3.58 > 1.67) then H0 is rejected and Ha accepted. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning. The average value of social studies outcomes of experiment group students was higher than the control group students (79.08 > 71.41). It can be concluded that the guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius was significant determinated to social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring.keyword : inquiry learning, local genius, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN MEDIA MICROSOFT POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI 6 MENANGA
., I Wayan Sukarsa;
., Prof. Dr. Nyoman Dantes;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2555
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester 1 SD Negeri 6 Menanga tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kuantum berbantuan media microsoft powerpoint. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yakni: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester 1 SD Negeri 6 Menanga, tahun pelajaran 2013/2014. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan instrumen lembar pengamatan, sedangkan hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes/butir soal. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 61,40% dengan kategori cukup aktif. Pada siklus II persentase rata-rata aktivitas belajar mengalami peningkatan sebesar 17,20% hingga mencapai 78,60%. Persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I secara klasikal sebesar 67,28% dengan kategori cukup baik. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 9,36%. hingga mencapai 76,64% dengan kategori baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kuantum berbantuan media microsoft powerpoint dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 6 Menanga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : kuantum, aktivitas siswa, hasil belajar This study aims to improve the activity and the results of the fourth grade students learn science first semester of SD Negeri 6 Menanga academic year 2013/2014 through the application of quantum -assisted learning model media microsoft powerpoint . This study is a classroom action research was conducted in two cycles . Each cycle consists of four stages , namely : planning , action, observation / evaluation and reflection . The subjects were students of class IV Semester 1 SD Negeri 6 Menanga, school year 2013/2014 . Data collected students' learning activities using instruments observation sheet , while the science learning outcomes were collected using a test / grain problem . The data were analyzed using quantitative descriptive analysis . The results showed that in the first cycle in the classical average percentage reached 61.40 % learning activity with quite active category . In the second cycle the average percentage of learning activities has increased by 17.20 % to 78.60 % . The average percentage of science learning outcomes of students in the first cycle in the classical category of 67.28 % with good enough . In the second cycle the average percentage of students in the classical learning outcomes increased by 9.36 % . up to 76.64 % in both categories . So it can be concluded that by applying quantum -assisted learning model media microsoft powerpoint in learning science in the fourth grade of SD Negeri 6 Menanga 6 can increase the activity and student learning outcomeskeyword : quantum , student activities , learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN BAHASA PENGANTAR BAHASA INDONESIA DENGAN INTERVENSI BAHASA DAERAH TERHADAP HASILBELAJAR PKn SISWA KELAS V
., Made Wesi Agung Prabhawa;
., Drs. Ndara Tanggu Renda;
., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2259
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Think Pair Share dengan intervensi bahasa daerah, untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Think Pair Share dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Gugus III.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 dan SD No. 2 Jinengdalem yang masing-masing berjumlah 21 dan 23 orang. Data hasil belajar mata pelajaran PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes dengan menggunakan soal obyektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji–t). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa, hasil belajar dalam pembelajaran PKn pada siswa kelompok Eksperimen dengan model pembelajaran Think Pair Share menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia dengan intervensi bahasa daerah tergolong tinggi, dengan mean 23,90, hasil belajar pada siswa kelompok kontrol dengan model kooperatif tipe Think Pair Share tergolong sedang, dengan mean 19,96, dengan melihat perbedaan tersebut maka dapat dinyatakan model pembelajaran yang diterapkan berpengaruh terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PKn secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Think Pair Share menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia dengan intervensi bahasa daerah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 7,12 > ttab = 1,671). Kata Kunci : Think Pair Share (TPS) This study aims to determine, difference between student learning outcomes Civics lesson modeled Think Pair Share with regional language intervention, to determine differences in student learning outcomes that follow the model of learning Think Pair Share in Civics subject in class V Semester Academic Year 2013/2014 in the SD cluster III.Jenis this study is quasi-experimental study. The study population was all students in class V in Cluster III Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 82 people. The sample of this study are students of class V SD No 1 and SD 2 Jinengdalem which amounted to 21 and 23 people. Data results Civics students study subjects were collected with the test method using an objective matter.The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). From the research that has been carried out it was found that, in learning civics learning outcomes on student group learning model experiments with Think Pair Share introductory Indonesian language with local language intervention is high, with a mean of 23.90, student learning outcomes in the control group with the model Think Pair Share cooperative classified as moderate, with a mean of 19.96, with a look at the difference it can be stated that the learning model is applied affects the learning outcomes in subjects Civics significantly between students who take learning to use Think Pair Share models using the language of instruction Indonesian the local language intervention with cooperative learning model Think Pair Share, note that thit>ttab (thit =7.12>ttab = 1.671).keyword : Think Pair Share (TPS)
PENGARUH MODEL WORD SQUARE TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA KELAS V SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG
., Ni Putu Dian Sri Widiartini;
., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3848
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak cerita antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Word Square dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Gugus IX Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain posttest only control group.Populasi penelitian berjumlah 209 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 67 orang, yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak cerita dengan menggunakan tes obyektif keterampilan menyimak cerita. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis iferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan menyimak cerita secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarankonvensional (thitung> ttabel). Siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan MPWSmencapai skor rata-rata 87,21(kategori sangat tinggi). Sedangkan, siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional mencapai skor rata-rata 73,55 (kategori tinggi). Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita yang dicapai oleh siswa yang mengikuti pembelajaran dengan MPWS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model word square, keterampilan menyimak cerita The aim of this research was to determine differences in story listening skills between students who take the word square learning model with students who take the conventional learning model. This research was conducted in Elementary school by using a quasi-experimental research design with posttest only control group. Total populations involved in the study were 209 people. It’s taken by simple random sampling technique. This research instruments such as listening skills test story. Analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test ) . The results of this research indicate that ( 1 ) there are significant differences in learning outcomes between students who learned with use the word square learning model and students who learned with using conventional learning model ( 4.26 t count > t table ) Students who learned with using the word square learning model shows the average score was 87.20 and in the very high category . And students who learned with using conventional learning model showed an average score of 73.55 in the high category. The results showed that the story listening skills achieved by students who take lessons with the word square learning model is better than the students who take the lessons with conventional learning model.keyword : word square, story listening skills
PENGARUH STRATEGI PROBLEM SOLVING BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA TEJAKULA
., Komang Eny Kusuma Wardani;
., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd;
., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1957
Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V SD di desa Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Tejakula yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Probability Sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi problem solving berbantuan kartu kerja menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) hasil belajar matematika kelompok kontrol dengan menggunakan strategi ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang. (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V sekolah dasar di desa Tejakula. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 4,623. > ttab = 2,003). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi problem solving berbantuan kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan strategi ekspositori.Kata Kunci : problem solving, hasil belajar matematika. The purpose of this study was (1) to describe mathematics learning outcomes of students who were taught with card-assisted problem solving strategy, (2) describe mathematics learning outcomes of students were taught with expository strategy, (3) determine significant differences of mathematics learning outcomes between group of students who taught with card-assisted problem solving strategy and group of students who were taught with expository strategy of fifth grade elementary school students in Tejakula Village in academic year 2013/2014. This study was a [quasi-experimental] with a post-test only control on group design. Population of study was 163 students and sample of this study were 58 students who were determined by using Probability Sampling technique. The obtained data was analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test independent sample). The results of this study showed that: (1) mathematics learning outcomes of experimental group students who were taught with card-assisted problem solving strategy revealed an average score 42.10 that was in very high category (2) mathematics learning outcomes of controlled group by using expository strategies had average score 32.64 that was in medium category (3) there were significant differences in mathematics learning outcomes between group that was taught by using card-assisted problem solving strategy and group that was taught by using expository strategy in fifth grade elementary school students in the Tejakula Village. The differences were seen from tcount> ttab ( tcount = 4.623 . > Ttab = 2.003). Based on the findings, it was concluded that the card-assisted problem solving strategy had more positive effect on mathematics learning outcomes than expository strategy.keyword : problem solving , result of mathematic study.