cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 240 Documents clear
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., Ni Wayan Meliawati; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5848

Abstract

Perubahan kurikulum mengakibatkan perubahan pada pelaksanaan pembelajaran. Guru wajib melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 tema 9 (makananku sehat dan bergizi) kelas IV semester genap SD No. 4 Banyuasri tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode yang digunakan yakni metode kulaitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas IV di SD No. 4 Banyuasri. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sebelum dan selama,dan sesudah melakukan pengumpulan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru mengajar berada pada persentase 90.41% hal tersebut menunjukkan guru sudah melaksanakan pembelajaran dengan sangat efektif. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 mengalami kendala seperti kendalanya dalam menyesuaikan kesediaan materi, dengan alokasi waktu yang ada, namun hal tersebut bisa diatasi oleh guru dengan upaya mencari atau menambah informasi dari berbagai sumber. Informasi baik melalui media cetak/media sosial dan internet juga dengan mengadakan diskusi dengan rekan guru atau teman kerja. Berdasarkan pandangan siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 hasil yang diperoleh adalah sebesar 71.77%, hal ini menunjukan pembelajaran pendekatan saintifik cukup efektif. Dalam hal ini penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulim 2013 udah berhasil diterapkan di Sekolah Dasar. Kata Kunci : analisis, pendekatan saintifik, tema 9 This research aimed to describe the application of a scientific approach to learning based curriculum 2013 theme 9 (my food is healthy and nutritious) class IV even semester SD No. 4 Banyuasri school year 2014/2015. This type of research include descriptive studies. The method used the qualitative method. The subjects were teachers and students of the fourth grade class at Elementary No. 4 Banyuasri. Data collected by observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was performed before and during, and after data collection in the field. The results showed the results of a check list for 90.41% of teachers already implementing learning very effectively, based on interviews but there are some obstacles can be overcome by the teacher, based on questionnaires given to students results obtained by 71.77%, this shows quite a scientific approach to learning effective and based on the documentation, study conducted by the RPP made by the class teacher is appropriate. In this case the application of a scientific approach to learning based curriculum 2013 already successfully applied in primary school.keyword : analytical, scientific approach, theme 9
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU TERHADAP HASIL BELAJAR KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA TEMA CITA-CITAKU PADA SISWA KELAS IV SDN DESA PEGUYANGAN ., I Made Bastian Adi Parnata; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5167

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen lemah (pre-eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Desa Peguyangan, tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Random Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi tersruktur menggunakan rubrik pengamatan keterampilan berbicara penilaian skala bertingkat (rating scale). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar keterampilan berbicara Bahasa Indonesia antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung = 1,98 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan 74 =1,67. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (1,98>1,67) ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Rata-rata hasil belajar keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pedekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung lebih tinggi daripada kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pedekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung (79,05>76,47). Dengan demikian dapat disimpulkan pendekatan saintifik ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru berpengaruh terhadap hasil belajar keterampilan berbicara Bahasa Indonesia tema cita-citaku pada siswa kelas IV SDN Desa Peguyangan tahun pelajaran 2014/2015Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan guru, keterampilan berbicara The purpose of this research is to determining the differences in learning outcome of Bahasa Indonesia (speaking skill) between the students which is learn trhough scientific approach used direct question and the students which is learn trhough scientific approach used indirect question. This research is pre-experimental with The Static Pretest-Posttest Design. The population in this research is the fourth grade students at SDN Peguyangan (2014/2015). The Samples in this research were taken by using the random sampling technique. The Data collection methods used in this study is a structured observation using observation rubric speaking skills assessment graduated scale. Data were analyzed using descriptive statistics and t-test.The research showed that there were differences in learning results of Bahasa Indonesia (speaking skill) among the students which is learn trhough scientific approach used direct question and the students which is learn trhough scientific approach used indirect question. Based on t-test results t observe = 1.98 and t table at significance level of 5% with 74 degrees of freedom = 1.67. Based on testing criteria t observe > t table (1.98>1.67) This means that H0 is rejected and Ha accepted. On average speaking skills learning results between groups of students that learned through scientific approuch used direct question was higher than the group of students that learned through scientific opprouch used indirect questions (79.05>76.47). It can be concluded scientific approach in terms of the characteristics of a teacher's question affects the outcome of the skills learned to speak Indonesian theme of Cita-citaku in grade IV SDN Peguyangan (2014/2015).keyword : Saintific approuch, teacher questions, speaking skills
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA LINGKUNGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI SISWA KELAS V ., Ni Komang Seviani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menulis karangan deskripsi antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbantuan media lingkungan dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini tergolong jenis penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 236 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Sekolah yang menjadi sampel yaitu SD No. 4 Panji sebanyak 22 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 6 Panji sebanyak 21 orang sebagai kelompok kontrol. Data keterampilan menulis karangan deskripsi dikumpulkan dengan instrument tes berbentuk esai kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,4 dan ttab. (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thit > ttab sehingga dapat didinterpretasikan bahwa terdapat perbedan yang signifikan keterampilan menulis karangan deskripsi antara siswa yang mengikuti pembelajaran pendekatan saintifik berbantuan media lingkungan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Diketahui (X) kelompok eksperimen adalah 22,40 dan (X) kelompok kontrol adalah 18,28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berbantuan media lingkungan berpengaruh terhadap keterampilan menulis karangan deksripsi siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Sukasada tahun pelajaran 2015/2016Kata Kunci : pendekatan saintifik, media lingkungan, dan keterampilan menulis karangan deskripsi This study was aimed to determine the difference between the descriptive essay writing skills of students that learned with the scientific approach aided environmental media and students that learned with conventional learning in class V group V of Sukasada District year 2015/2016. This study classified the type of quasi-experimental research. The study population was all students in the fifth grade elementary school of group V of Sukasada District year 2015/2016, amounting to 236 students. The research sample was determined by using random sampling techniques. Schools are being sampled, namely SD 4 Panji totaling 22 people as an experimental group and SD No. 6 Panji as many as 21 people as the control group. The data of descriptive essay writing skills collected by the instruments in the form of an essay test then it analyzed using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained thit = 2.4 and ttab (at significance level of 5%) = 2.021. This means that thit > ttab so that it can be interpreted that there are significant differences between the description of the essay writing skills of students who take the learning environment of media-assisted scientific approach to the students who take the conventional learning. 𝑥̅ known experimental group was 22.40 and 𝑥̅ control group was 19.28. It can be concluded that the scientific approach aided environmental media influence on essay writing skills description fifth grade students of the Group V of Sukasada District year 2015/2016.keyword : scientific approach, environment media, and writing skills description
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN ASESMEN PORTOFOLIO TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DENGAN KOVARIABEL GAYA BELAJAR SISWA ., I Komang Eka Putra Ariyanta; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS; ., I Gede Astawan, S.Pd.,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa antara sebelum dan setelah dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio, (2) perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa antara sebelum dan setelah dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio setelah variabel gaya belajar dikendalikan, dan (3) kontribusi yang signifikan kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre eksperiment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD No 4 Banyuasri yang juga merupakan sampel penelitian karena teknik sampel yang digunakan adalah teknik sensus study. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes prestasi belajar dan gaya belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes gaya belajar Group Embedded Figures Test. Teknik analisis yang digunakan adalah ANAKOVA. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. (1) Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa antara sebelum dan setelah dibelajarkan dengan menggunakan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio pada siswa kelas IV SD No 4 Banyuasri (Fhitung = 19.177 > FTabel = 4,21), (2) terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA siswa antara sebelum dan setelah dibelajarkan dengan pendekatan saintifik berbantuan asesmen portofolio pada siswa kelas IV SD N 4 Banyuasri setelah variabel gaya belajar dikendalikan (Fhitung = 93.761 > FTabel = 4,21, dan angka signifikansi 0.000), (3) kontribusi yang signifikan kovariabel gaya belajar terhadap prestasi belajar siswa pada siswa kelas IV SD N 4 Banyuasri (r2 = 0.329).Kata Kunci : prestasi belajar, gaya belajar, pendekatan saintifik This study was aimed at determining of (1) a significant difference of students’ science learning achievement before and after learning by using scientific approach aided portfolio assessment, (2) a significant difference of students' science learning achievement before and after learning by using scientific approach aided the portfolio assessment after controling the learning styles variable, and (3) a significant contribution of learning styles as covariates to student achievement. This study was a pre experiment. The population of the study was all fourth grade students in SD No 4 Banyuasri who was also a research sample due to census study as sampling technique. Data of students’ achievement were collected by using leaarning achievement test. Data of students’ learning style were collected by using Group Embedded Figures Test. Anova, Ancova, and Product Moment test were used to analyze hypothesis at a significance level of 5%. Based on the results of data analysis, it is concluded as follows: (1) There are significant differences of students' science learning achievement before and after learning by using scientific approach aided portfolios assessment on fourth grade students in SD No 4 Banyuasri (F count = 19 177> Ftable = 4.21), (2) there are significant differences of students’ science learning achievement before and after learning by using scientific approach aided portfolios assessment on fourth grade students in SD No 4 Banyuasri after controlling learning styles variables (F count = 93.761> F table = 4.21, and significance level of 0.000), and (3) there is significant contribution of covariates learning styles toward student achievement in fourth grade student SD No 4 Banyuasri (r2 = 0329).keyword : learning achievement, learning styles, scientific approach.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 MANGGIS KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Luh Yupriyanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan media konkret dengan yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus 1 Manggis tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus 1 Manggis pada tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling, Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar IPA di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dan dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 2,30 > ttabel = 1,671). Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada hasil tes di akhir kegiatan pembelajaran. Rata-rata nilai pada kedua kelompok, diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol (80,08> 76,17).Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran generatif berbantuan media konkret berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Gugus 1 Manggis Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem.Kata Kunci : model pembelajaran, generatif, media konkret, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned by following the generative model of learning by concrete media with students who take conventional teaching fifth grade students of Elementary School Gugus 1 Manggis sub district, Karangasem regency, academic year 2014/2015. This study was a quasi-experimental study ( Quasy experiment ) with a research design that is used is Non- Equivalent Control Group Design. The study population was all Elementary School fifth grade students Gugus 1 Manggis, Manggis sub district, Karangasem Regency, academic year 2014/2015. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the value of science learning outcomes in the classroom as well as in the experimental and control classes were collected using a multiple-choice test with one correct answer cognitive scores ( post-test ). Data were analyzed by t test. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes of students who learned with using the generative model of learning by concrete media with students who learned with using conventional learning (of t = 2.30 > t table = 1.671). This can be seen from the difference in learning outcomes between the experimental group with the control group on the test results at the end of the learning activity. Average values in both groups, the average value known experimental group is higher than the control group ( 80.08> 76.17). Thus, it can be concluded that the generative learning model by concrete media significant effect on student science learning outcomes at Elementary School fifth grade Gugus 1 Manggis, Manggis sub district, Karangasem regency, academic year 2014/2015.keyword : learning model, generative, concrete media, science learning outcomes
Pengaruh Penerapan Pendekatan Pembelajaran kontekstual berbasis penilaian proyek (project assessment) terhadap Hasil Belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Marga tahun pelajaran 2013/2014. ., I Made Widi Artana; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis penilaian proyek (project assessment) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Marga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gugus II Kecamatan Marga tahun pelajaran 2013/2014. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar IPA di kelas eksperimen dan di kelas kontrol dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis penilaian proyek (project assessment) dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional (thitung 5.034 > ttabel = 2.000). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kontekstual berbasis penilaian proyek (project assessment) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus II Kecamatan Marga. Kata Kunci : IPA , Pendekatan Kontekstual, penilaian proyek, hasil belajar The objective of this study is to determine the significant differences between students’ learning outcomes of which used Value Clarification Technique which assist by Power Point Media with the students who use the conventional teaching of the fifth grade students of SD Gugus II Kecamatan Marga. This study is a quasy experiment with the design of the study is a non-Equivalent control group design. The population of this study is conducted to the fifth grade students of SD No 3 in academic year 2013/2014. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the value of the IPA studies in the experimental class and the control class collected using a multiple-choice test with one correct answer post test. Data was analyzed by t-test. The result showed there were significant differences in learning outcomes of students who learned with using Value Clarification Technique which assist by Power Point Media with students who learned with using Conventional Learning (thitung 10,84 > ttabel = 2,000). Thus, we can conclude that Value Clarification Technique model significantly influence the results of studies of the fifth grade students of SD Gugus II Kecamatan Marga.keyword : IPA , Pendekatan Kontekstual, penilaian proyek, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN BANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V DI SD GUGUS XIV, KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Nyoman Adi Widiana; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5675

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 14,83 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model cooperative jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan mean (M) = 20,41 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk Kecamatan Seririt. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 22,32, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (22,32 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw 1, media konkret, hasil belajar siswa Abstract The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in the fifth grade students in SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade fifth of SD Negeri Pemaron and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of study show that (1) the students who learned science by conventional learning model with mean (M) = 14, 83 belong to average category, (2) the students who learned science by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with mean (M) = 20,41 belong to high category, (3) The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in fifth grade students in SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. The differences can be seen from the score of the student found tarithmetic= 22, 32, and ttabel with db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tarithmetic is more than ttabel(22,32> 2,021). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw 1 and concrete media better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw 1, concrete medial, students result in science.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA TEMPAT TINGGALKU SISWA KELAS IV DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU DI SD NEGERI GUGUS UNTUNG SURAPATI ., Ni Luh Eka Sawitri; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif), siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual), dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional pada tema Tempat Tinggalku kelas IV SD Negeri Gugus Untung Surapati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati Denpasar Timur. Sampel ditentukan melalui teknik random sampling dengan mengundi kelas-kelas yang setara, sehingga diperoleh sampel SDN 9 Sumerta, SDN 4 Sumerta, dan SDN 6 Sumerta. Data hasil belajar pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda biasa, kemudian dianalisis dengan anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif), siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual), dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional. Dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen 2 lebih tinggi daripada kelompok eksperimen 1 maupun kelompok kontrol (72,30 > 60,60 > 58,32). Berdasarkan hasil analisis diperoleh Fhitung > Ftabel (7,93 > 3,08) dengan dbpembilang = 2, dan dbpenyebut = 110 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku siswa kelas IV ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru di SD Negeri Gugus Untung Surapati.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan abstrak (imajinatif), pertanyaan konkret (faktual), hasil belajar pengetahuan IPA This research purpose is to determine significant differences in science learning outcomes between the student’s who learned through scientific approach by using abstract (imaginative) questions, the student’s who learned through scientific approach by using concrete (factual) questions, and the student’s who learned through conventional scientific approach in the fourth grade of SD Negeri Gugus Untung Surapati. This research was a quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The population of this research was the fourth grade students of SD Negeri Gugus Untung Surapati East Denpasar. The samples were determined by random sampling technique with randomize the equivalent classes in order to obtain samples SDN 9 Sumerta, SDN 4 Sumerta, and SDN 6 Sumerta. The data about science learning outcomes were collected by using a regular multiple choice objective test, then analyzed by one way anova. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes between the student’s who learned through scientific approach by using abstract (imaginative) questions, the student’s who learned through scientific approach using concrete (factual) questions, and the students who learned through conventional scientific approach. Judging from the average value of experimental group 2 higher than the first experimental group or the control group (72.30 > 60.60 > 58.32). Based on the analysis results obtained Fcount > Ftable (7,93 > 3,08) with dbnumerator = 2 and dbdenomirator = 110 at significance level of 5% so that H0 is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that there are effect of scientific approach towards science learning outcomes theme “Tempat Tinggalku” of fourth grade student in terms of the characteristics of teacher questions at SD Negeri Gugus Untung Surapati.keyword : scientific approach, abstract (imaginative) questions, concrete (factual) question, science learning outcomes
DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NO. 4 KAMPUNG BARU ., Metta Anugrah Dewi; ., Drs. Made Sumantri; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5734

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diskrepansi pembelajaran kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian hasil dan proses pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan jenis penelitian evaluatif dengan model diskrepansi. Populasinya adalah seluruh tenaga pendidik yang telah mengimplementasikan kurikulum 2013 di SD No. 4 Kampung Baru tahun ajaran 2014-2015. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling dan simple random sampling. Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut, diperoleh sampel penelitian adalah guru IA, IIA, IVA dan V. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi, observasi, kuisioner, dan wawancara. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis uji jenjang Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan (1) sebesar 13,7% dan tergolong kategori sangat kecil pada perencanaan pembelajaran, (2) sebesar 12,5% dan tergolong kategori sangat kecil pada pelaksanaan pembelajaran, (3) sebesar 10,0% dan tergolong kategori sangat kecil pada penilaian hasil dan proses pembelajaran, (4) sebesar 18,1% dan tergolong kategori sangat kecil pada pengawasan pembelajaran, (5) kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 adalah kurangnya pelatihan mengenai kurikulum 2013, adanya perubahan mindset, pengelolaan waktu, guru belum mahir menggunakan TIK.Kata Kunci : Kata kunci: diskrepansi, kurikulum 2013, Permendikbud No. 65 Abstract This research is aimed to determine the discrepancy learning to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes, and supervision of learning. This research was an evaluative research with the discrepancy model. The population were all of educators who had implemented the curriculum in 2013 at SD No. 4 Kampung Baru in the academic year of 2014/2015. The sampling technique used was purposive sampling and simple random sampling. Based on this sampling technique, obtained samples were teacher IA , IIA , IVA and V. The data were collected using the document study, observation, questionnaire, and interview. The results of this research were analyzed using Wilcoxon's Rank Sign test. The results showed that there was a discrepancy; (1) very low discrepancy with the score of 13,7% in terms of lesson planning, (2) very low discrepancy with the score of 12,5% in implementation, (3) very low discrepancy with the score of 10,0 % in assessment of learning outcomes, (4) very low discrepancy with the score of 18,1% in supervision of learning, (5) obstacles encountered in the implementation of the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 were the lack of training on the curriculum in 2013 , the change in mindset , time management , teachers have not been good at using ICT.keyword : Keyword: discrepancy, curriculum 2013, the regulation Minister of Education and Culture No. 65
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV Semester II SD Gugus VI Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015 ., Ni Nengah Arsini; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Made Sumantri
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester genap di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 153 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri Awan yang berjumlah 21 orang dan siswa kelas IV SD Negeri serai yang berjumlah 26 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani tahun pelajaran 2014/2015. Dari rata-rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) adalah 17,62 lebih besar dari rata-rata ( ) hitung kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 8,35. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV semester genap di SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. Kata Kunci : model Numbered Head Together (NHT), hasil belajar IPS This research purpose to know difference of result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. Kind of this research is appearance experiment. Population this research is students in the fourth class in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015 amount 153 students. The sample of this research is students in fourth class SD Negeri Awan amount 21 students and students in fourth class SD Negeri serai amount 26 students. Accumulation data in this research used multiple choice test. The data in this research analysis by analysis statistic description and statistic inferensial (uji-t). Result of this research showed that significant difference result study IPS between students followed study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) and students followed study with conventional model in fourth class semester genap in Gugus VI Kecamatan Kintamani year of study 2014/2015. The average ( ), that is ( ) group experiment join study with cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is 17,62 more bigger than average ( ) control group join conventional model, that is 8, 35. Thai is meaning experiment > control, with the result that application cooperative learning model type Number Head Together (NHT) is influential with the result study IPS students in fourth class semester genap in SD Gugus VI Kecamatan Kintamani. keyword : Numbered Head Together (NHT) Model, result study IPS

Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue