cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017): Juli" : 212 Documents clear
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING MELALUI KOMPETENSI PEDAGOGIK TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Ni Made Pitria Mulia Sari; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Contextual Teaching and Learning Melalui Kompetensi Pedagogik dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model Contextual Teaching and Learning Melalui Kompetensi Pedagogik pada siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Tahun Ajaran 2016/2017. Pada penelitian ini rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen kuasi (Quasi Experimental Design). Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Tahun Ajaran 2016/2017, yang berjumlah 182 siswa. Pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan prates menggunakan teknik matching. Data hasil belajar matematika dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa, kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data dengan uji-t diperoleh thitung = 4,249 dan pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk) = 31+31-2 = 60, diperoleh harga ttabel = 2,000. Sehingga dapat dikatakan thitung = 4,249 > ttabel(α=0,05, 60) = 2,000. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan model Contextual Teaching and Learning Melalui Kompetensi Pedagogik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Tahun Ajaran 2016/2017. Adapun nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen yaitu X ̅ = 83,02 dan pada kelompok kontrol yaitu X ̅ = 75,16. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui X ̅ = 83,02 > X ̅ = 75,16. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning Melalui Kompetensi Pedagogik berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus 2 Kuta Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Contextual Teaching and Learning, Kompetensi Pedagogik, Hasil Belajar Matematika. This study aims to determine the effect of mathematics learning outcomes of students who dibelajarkan with Contextual Teaching and Learning Model Through Pedagogic Competence and students who are not dibelajarkan with Contextual Teaching and Learning Model Through Pedagogic Competence in the students of grade V SD Gugus 2 Kuta Academic Year 2016/2017. In this research, the research design used is the design of quasi experimental (Quasi Experimental Design). The population of this study is the students of grade V SD Gugus 2 Kuta Academic Year 2016/2017, which amounted to 182 students. Sampling used is random sampling, equality test by giving prates using matching technique. Mathematics learning result data was collected using learning result test in the form of objective test of usual double choice form, then the data was analyzed by t-test. Result of data analysis with t-test obtained t calculation = 4,249 and at 5% significance level with degree of freedom (dk) = 31 + 31-2 = 60, obtained ttable price = 2,000. So it can be said thitung = 4,249> ttable (α = 0,05, 60) = 2,000. Then Ho is rejected and Ha accepted. This means that there are significant differences in Contextual Teaching and Learning model through Pedagogic Competence on the result of learning mathematics of V grade students of SD Gugus 2 Kuta of academic year 2016/2017. The mean score of students' mathematics learning outcomes in the experimental group is X ̅ = 83.02 and in the control group that is X ̅ = 75,16. Based on the result of research can be known X ̅ = 83,02> X ̅ = 75,16. Thus, it can be concluded that the model of Contextual Teaching and Learning Through Pedagogic Competence affect the results of learning mathematics of students of grade V SD Gugus 2 Kuta Academic Year 2016/2017.keyword : Contextual Teaching and Learning Model, Pedagogic Competency, Mathematics Learning Outcomes.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Wayan Marta Suantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 130 orang. Sebanyak 59 orang siswa yang terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu 27 orang siswa kelas IV SDN 1 Poh Bergong dan 32 orang siswa kelas IV SDN 5 Jinengdalem. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda (objektif). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 14,481 berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 8,313 berada pada kategori rendah, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 2,743, sedangkan ttabel dengan db 57 pada taraf signitifikan 5% adalah 2,000. Hal ini berati nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,743 > 2,000), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional. Jadi terdapat pengaruh yang positif hasil belajar IPA dilihat dari rata-rata hasil belajar.Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran make a match. This research aims to determine the differences in learning outcomes of science between students who learn by using learning model (Make A Match) assisted media like images and students who learn by using conventional learning model for fourth grades in elementary school in Gugus III Buleleng District Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with program ‘non-equivalent design posttest only controls group design”. The population of this research is all students of fourth grades in elementary school which amounts to 130 people. There are 59 students are selected as a sample that determined by random sampling. The sample of research used 27 students of fourth grades in SDN 1 Poh Bergong and 32 students of fourth grades in SDN 5 Jinengdalem. The data were collected using test method with instrument data collection using multiple choice tests (objective). The data that was obtained and then the data was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of this research showed that (1) the average score of the experimental learning outcomes of the experimental group there was 14.481 as the high category, (2) the average score of the control group's learning outcomes there was 8.313 as the low category, (3) the result of t-test analysis were obtained tcount of 2.743, on the other hand ttable with db 57 at 5% in significance level is 2,000. It means that the value of tcount is greater than ttable (2.743 > 2,000), so H0 is rejected and H1 is accepted then it can be concluded that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by the learning model of Make A Match assisted by image media and group of students with conventional learning model. So there is a positive effect in learning outcomes of science seen from the average learning outcomes.keyword : Learning outcomes, Learning model make a match.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Komang Jumi Rianti; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum dan setelah mengontrol mengontrol motivasi berprestasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yang berjumlah 182 siswayang dipilih menggunakan teknik random samping.Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan kuesioner motivasi berprestasi.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji-t, dan ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing (21,37) lebih besar dibandingkan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing (15,78). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi (thitung= 4,637 dengansignifikansi = 0,000
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BERBANTUAN POWER POINT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn KELAS V ., Ni Komang Atik Astiti; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10913

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar PKn siswa yang diajar dengan model VCT berbantuan media power point dan siswa yang diajar dengan tidak menggunakan model VCT pada siswa kelas V Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Gugus II Kecamatan Buleleng.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Gugus II Kecamatan Buleleng yang berjumlah 137 orang. Data hasil belajar PKn dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda dengan jumlah soal sebanyak 30 butir soal.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil analisis data, diperoleh rata-rata hasil belajar siswa kelompok eksperimen lebih besar dibandingankan dengan rata-rata hasil belajar siswa kelompok kontrol.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasi belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran VCT dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan tidak menggunakan model VCT pada siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Buleleng ( thit> ttab = 2,850> 2,021). Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VCT berbantuan media power pointberpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V di SD gugus II Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : VCT, power point, hasil belajar The aimed of the study was to determine the significant difference between the students’ result of learning Civics with VCT model supported by power point and students who were nottaught with VCT model on grade V of second semester in academic year 2016/2017 at SD Gugus II Buleleng distric. The type of the research was quasi-experimental research. The population of this study was 137 students in grade V of second semester in academic year 2016/2017 at SD Gugus II Kecamatan Buleleng. The result of the data was collected by using 30 items in multiple choice test. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics analysis namely t-test. The result of data analysis shown the average of the students’ result in experimental group is bigger than control group. The result of this study indicates that there is significant differences between learning PKN using VCT rather than the group of students who were not taught Civics with VCT model in the Grade V at SD Gugus II Buleleng distric (thit> ttab = 2,850> 2,021). It can be concluded that learning process using VCT model suported by power point has a positive effect on the learning outcomes of Civics of Grade V at SD Group II Buleleng distric.keyword : VCT, power point, learning outcomes
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Pande Made Hendra Kesuma; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media mind mapping dan siswa yang belajar dengan bukan menggunakan model pembelajaran problem based learning berbantuan media mind mapping pada siswa kelas V di SD Gugus Peliatan Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di gugus Peliatan Kecamatan Ubud tahun pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 128 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara mengundi secara acak populasi yang akan digunakan, pengundian dilakukan setelah semua populasi dinyatakan setara yang dihitung dengan uji kesetaraan.Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Peliatan yang berjumlah 34 orang dan siswa kelas V SD Negeri 4 Peliatan yang berjumlah 39 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t).Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa thit(8,72) > ttab(2,000), sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media mind mapping dan siswa yang belajar tidak dengan model pembelajaran problem based learning berbantuan media mind mapping. Dari rata-rata hitung, diketahui bahwa rata-rata ksperimen(24,54) > rata-rata kontrol(16,68), sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran probem based learning berbantuan media mind mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V di Gugus Peliatan Kecamatan Ubud.Kata Kunci : model pembelajaran, problem based learning, mind mapping, hasil belajar IPA The aims of this research is to know the difference of learn result of sains between students who are learning with problem based learning model supported by mind mapping media and students who learn by not use instructional model problem based learning model supported by mind mapping media in Five Grade students at Primary Schools Cluster Peliatan Tegallalang District, Gianyar Regency Academic Year 2016/2017. This type of research is a quasi-experimental research. Sampling using random sampling technique by randomly drawing the population to be used, the draw is done after all the equally declared population calculated by equality test.The population of this studied is all students of class Five in Cluster Peliatan Ubud District Academic Year 2016/2017 which amounted to 128 people. The sample of this research is the students of class five primary school of 3 Peliatan which amounted to 34 people and students of class five primary school of 4 Peliatan which amounted to 39 people. Student learned outcomes data were collected with multiple choice test instruments. The data collected were analyzed use by descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the result of data analysis, it is found that tcount (8,25)> ttab (2.000), so it can be interpreted that there are significant difference of learning result of Social Science between student which is taught by problem based learning model supported by mind mapping media and student studying with using learn by non-instructional problem based learning model supported by mind mapping media. From the average count, it is known that average experiments(24,54) > average control(16,68), so it can be concluded that the application of learning by problem based learning model supported by mind mapping media influence on learning result of sains student of Five class in Cluster Peliatan Peliatan District.keyword : problem based learning model, mind mapping media, learn outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TTW BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Muhammad Alfan Juniardi; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA. Model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video lebih menekankan pada keaktifan siswa di dalam proses pembelajaran melalui langkah-langkah berpikir, berbicara, dan menulis. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 2 Lelateng yang berjumlah 42 orang. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik Random Sampling. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan instrumen tes pilihan ganda sebanyak 25 butir soal. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif, Uji-t tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (t hitung = 2,775 > t tabel = 0,4445). Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write berbantuan media video dan siswa yang tisak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Think Talk Write (TTW) pada siswa kelas V di SDN 2 Lelateng Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : think talk write, media video, hasil belajar This study is aimed to know the significant differences on the result in studying IPA. The learning model Think Talk Write by using video is more emphasizing on students’ activeness in the learning process through the steps of thinking, talking, and writing. This study is quasi experiment with Post-test Only Control Group design. The population in this study were all fifth grade students in SDN 2 Lelateng in which the total of the students are 42 students. The sample of this study was determined by using Random sampling technique. The data was collected by using multiple choice with 25 questions. The data that had already collected was analyzed by using descriptive statistic, T-test no correlation. The result of this study indicates that (t count= 2.775> t table = 0.4445). Based on the explanation above, the researcher can conclude that there is significant differences result in learning IPA between the students who were taught by using learning model Think Talk Write (TTW) by assisted video and the students who were not taught by using learning model Think Talk Write (TTW) on fifth grade students in SDN 2 Lelateng, Negara Sub district, Jembrana Regency in academic year 2016/2017. keyword : think talk write, video media, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI TERHADAP NILAI KARAKER PKn SISWA KELAS V SD ., Made Dony Marta Atmaja; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10982

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan nilai karakter PKn antara kelas siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran SAVI dan kelas siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model SAVI pada siswa kelas V tahun pelajaran 2016/2017 di sekolah dasar Gugus X Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di SD Gugus X Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017, yang berjumlah 6 kelas dengan siswa 146 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN No.1 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 27 orang dan kelas V SDN No.3 Kaliuntu, dengan jumlah siswa 26 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan menggunakan metode observasi dan kuesioner. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar observasi dan kuesioner. Data yang sudah di kumpulkan, dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji-t dengan rumus polled varians. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terdapat perbedaan nilai karakter yang signifikan antara kelas yang menggunakan model SAVI dan kelas yang tidak menggunakan model SAVI. Temuan menggunakan model SAVI, yaitu guru mampu menciptakan suasana menarik dan menyenangkan.Kata Kunci : SAVI dan Nilai Karakter The purpose of this study is to know the difference between the values of Civic characters between classes of students who were taught using SAVI learning model and class of students who were not taught using SAVI model on V grade students of academic year 2016/2017 at elementary school of District Buleleng District X. This research is a pseudo experiment with non-equivalent design post test only control group design. The population of this research is class V in SD Gugus X Buleleng sub district year 2016/2017, which is 6 class with student 146 people. The sample of this research is class V SDN No.1 Kaliuntu, with the number of students 27 people and class V SDN No.3 Kaliuntu, with the number of students 26 people determined by random sampling technique. The data collection of this research is done by observation method and questionnaire. Instrument of data collection used in the form of observation sheet and questionnaire. Data that have been collected, analyzed using descriptive analysis and t-test with the formula of polled variance. The result of hypothesis testing shows that there is significant difference of character value between class using SAVI model and class which do not use SAVI model. Findings using the SAVI model, ie the teacher is able to create an interesting and fun atmosphere.keyword : SAVI and Character Values
Pengaruh Model Course Review Horay Berbasis Media Audio Visual terhadap Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV SD Gugus VIII Mengwi Tahun Ajaran 2016/2017 ., Kadek Novita Yanthi; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di Gugus VIII Mengwi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode quasy eksperiment (eksperimen semu). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV di Gugus VIII Mengwi yang berjumlah 220 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 siswa yang terdiri dari 31 siswa kelas IV SD No. 3 Mengwi sebagai kelompok eksperimen dan 31 siswa kelas IV SD No. 1 Werdi Bhuwana. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA diperoleh dengan menggunakan teknik tes, bentuk tes adalah tes pilihan ganda biasa kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung= 4.97 > ttabel = 2.000 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model course review horay berbasis media audio visual dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata penguasaan kompetensi IPA pada kelompok eksperimen yaitu 82.41 dan kelompok control yaitu 70.48. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model course review horay berbasis media audio visual berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : model course review horay, media audio visual, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the difference of mastery of science knowledge competence of students who were taught by using model review course horay based on audio visual media and students who were taught by conventional learning in Mengwi VIII Cluster. This research is an experimental research by using quasy experiment method (quasi experiment). The population in this study were all fourth graders in Pengwi VIII Group, amounting to 220 people. The sample in this study amounted to 62 students consisting of 31 fourth graders of elementary school. 3 Mengwi as experiment group and 31 fourth graders of elementary school. 1 Werdi Bhuwana. Samples were taken using random sampling technique. Data on mastery of science knowledge competence is obtained by using the test technique, the test form is the usual multiple choice test then analyzed by using t-test statistic. Based on the results of analysis obtained t = 4.97> ttable = 2,000 at 5% significance level, so H0 rejected, which means there is a significant difference in the mastery of science knowledge competence of students who are taught by using model review course horay audio-visual media with students who are taught by conventional learning . The average of IPA competence in experimental group is 82.41 and control group is 70.48. Thus it can be concluded that the model course reviews horay audio-visual media influence on the mastery of science knowledge competence of fourth grade students of SD Gugus VIII Mengwi academic year 2016/2017.keyword : model course review horay, audio-visual media, mastery of science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS LETDA MADE PUTRA ., Ni Putu Yuni Wiantari; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, desain penelitian non-ekuivalen. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra. Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling dengan mengacak kelas. Sampel penelitian adalah siswa kelas VB SDN 2 Dangin Puri sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB SDN 5 Tonja sebagai kelompok kontrol. Data kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan instrumen dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa sebanyak 20 soal yang sudah divalidasi. Data kompetensi pengetahuan IPS dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengethuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan mengguakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan mengguakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil hitung uji-t, thitung= 5,88 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 66 diperoleh nilai ttabel = 2,00, thitung = 5,26 > ttabel = 2,00. Perhitungan nilai rerata siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media audio-visual ( = 78,82 ) > dari siswa yang tidak dibelajarakan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media Adio-Visual ( = 63,52 ). Dapat disimpulkan model pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media adio-visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Letda Made Putra.Kata Kunci : kompetensi pengetahuan IPS, NHT This study aims to determine the effect of cooperative learning model type Numbered Head Together with adio-visual media to the competence of social knowledge of grade V SD Gugus Letda Made Putra students. This type of research is quasi-experimental research, non-equivalent research design. The population of the study was the students of Grade V of SD Gugus Letda Made Putra. The sample was determined using random sampling technique by randomizing the class. The sample of this research is VB SDN 2 Dangin Puri as experiment group and VB SDN 5 Tonja students as control group. The social knowledge competence data is collected with the instrument in the form of an ordinary double choice objective test of 20 validated questions. Social knowledge competence data was analyzed using t-test. The result of the analysis shows that there is a significant difference of social learning competency between groups of students who are taught by using cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media and group of students who are not learned by using cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media. It is proved by the result of t-test, tcal = 5,88 with significance level 5% and dk = 66 obtained ttable value = 2,00, tcal = 5,26> ttable = 2,00. The calculation of the mean values of the students who followed the learning using the cooperative learning model type Numbered Head Together with audio-visual media (= 78,82)> of the students who were not studied using cooperative learning model type Numbered Head Together with Adio-Visual media (= 63,52 ). It can be concluded that the cooperative learning model of Numbered Head Together with adio-visual media has an effect on the competence of social student knowledge of grade V SD Gugus Letda Made Putra. keyword : social knowledge competence, NHT
Pengaruh Teknik Pembelajaran Storytelling Berbantuan Satua Bali terhadap Keterampilan Berbicara pada Siswa Kelas V SD ., Alifia Nur Safira; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang mengikuti teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang tidak mengikuti pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah kelompok siswa kelas V SD Negeri 3 Seririt dan SD Negeri 1 Pengastulan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan keterampilan berbicara antara kelompok siswa yang mengikuti teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali dan kelompok siswa yang tidak mengikuti pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali, 2) satua Bali membuat siswa lebih bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini membuat siswa mengenal lebih banyak satua, dan 3) kemampuan guru berekspresi dalam bercerita berpengaruh terhadap ekspresi siswa saat bercerita. Hasil uji-t menunjukkan bahwa t hitung = 4,58 > t tabel = 2,00. Dengan demikian, teknik pembelajaran storytelling berbantuan satua Bali berpengaruh terhadap keterampilan berbicara pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Seririt tahun pelajaran 2016/2017. Saran untuk penelitian selanjutnya, agar memperhatikan kendala-kendala yang dialami dalam penelitian yang akan dilaksanakan serta dapat meneliti lebih lanjut mengenai peran guru sebagai model saat bercerita dan pengaruhnya terhadap interaksi guru dan siswa.Kata Kunci : storytelling, satua Bali, keterampilan berbicara This aim of this study is to find out the difference of speaking skill between group of students who follows the learning technique of assisted storytelling of satua Bali and group of students who do not follows learning storytelling assisted satua Bali in grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. The population of this research is grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. The sample of this research is group of students in grade V SD Negeri 3 Seririt and SD Negeri 1 Pengastulan. The data collection instrument used in this research is the observation sheet. The data analysis technique used is t-test. The result of the research shows that 1) there is a difference of speaking skill between group of students who follows the learning technique of assisted storytelling of satua Bali and group of students who do not follows learning storytelling assisted satua Bali, 2) satua Bali makes the students spirit and enthusiastic in following learning. In addition, this activity makes the students more know satua, and 3) the ability of teacher expression in storytelling affect the expression of students while telling stories. The result of t-test shows that t value = 4.58 > t table = 2,00. Thus, learning technique of assisted storytelling of satua Bali has an effect on speaking skill in grade V SD of Gugus III of Seririt District in the academic year of 2016/2017. Suggestions for further research, in order to pay attention to the constraints experienced in the research to be conducted and can further research on the role of teacher as a model when telling stories and its effect on the interaction of teacher and students.keyword : storytelling, satua Bali, speaking skill

Page 2 of 22 | Total Record : 212


Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue