cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2017)" : 313 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS LETKOL WISNU TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Luh Ketut Ayu Yeni Pratiwi; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10643

Abstract

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rencangan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu yang berjumlah 345 orang. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 10 Peguyangan berjumlah 41 siswa sebagai kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri dan siswa kelas IVA SDN 5 Peguyangan berjumlah 32 orang siswa sebagai kelompok kontrol dengan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa dengan empat jawaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 6,516 > ttabel = 2,000 untuk signifikansi 5% dan dk = 71, maka H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri dengan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri pada kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok eksperimen lebih dari nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol (X = 84,68 > X = 71,38). Dengan demikian, dapat disimpulkan model pembelajaran inkuiri berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : inkuiri, kompetensi pengetahuan IPA Based on background and problem formulation, this research was intended to know whether or not the natural IPA knowledge to be competence in learning process of the fourth grade students of SD Gugus Letkol Wisnu in academic year 2016/2017. This type of research is quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research is all fourth grade students of SD Gugus Letkol Wisnu who need 345 people. The sample was collected by random sampling. Samples taken by SDN 10 Peguyangan requiring 41 students as group which was taught by inquiry model and IVA SDN 5 Peguyangan using 32 students as control group by using inquiry model. The data collection is done by using the test method in the form of the usual double choice objective test with four answers. The data obtained were analyzed using test-t analysis. The result of data analysis is tvalue = 6,516 > ttable = 2,000 for significant 5% and dk = 71, then H0 is rejected which means there are groups of students who are taught using inquiry learning model with group of students who are taught not to use inquiry learning model in fourth grade student of SD Gugus Letkol Wisnu in academic year 2016/2017. The result showed average scor from group who used inquiri strategy is more achieve from average scor than group without used any strategy (X = 84,68 > X = 71,38). Thus, can be concluded the inquiry learning model reformed the IPA knowledge competence of fourth grade student of SD Gugus Letkol Wisnu in academic year 2016/2017. keyword : inquiry, IPA knowledge competence
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MEDIA SEDERHANA TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS PANGERAN DIPONEGORO KECAMATAN DENPASAR BARAT TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Luh Putu Evi Anggreni; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media sederhana dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Tahun Ajaran 2016/2017 yang banyaknya 442 orang siswa. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IVA SD Negeri 11 Pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas IVA SD Negeri 1 Pemecutan sebagai kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data penguasaan kompetensi pengetahuan IPA kemudian dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media sederhana dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil hasil thitung = 3,685 > ttabel (α = 0,05, 62) = 2,000. Demikian pula nilai rerata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok eksperimen = 76,22 > = 66,97 rerata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual berbantuan media sederhana berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD Gugus Pangeran Diponegoro Kecamatan Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : pendekatan pembelajaran kontekstual, media sederhana, penguasaan kompetensi pengetahuan IPA. This research is aimed to determine the difference of students competence mastery in science knowledge by the use of contextual learning approach with the use of simple media and the students who were taught by conventional learning in class IV students of SD Gugus Pangeran Diponegoro District West Denpasar in academic year 2016/2017. The research was considered to be a quasi experimental with nonequivalent control group research design. The population of this study is all students of the class IV of the SD Gugus Pangeran Diponegoro in academic year 2016/2017 which has 442 students. The sample was taken by random sampling technique by randomly chose the classes. The sample in this research is class IVA SD Negeri 11 Pemecutan as the experimental group and class IVA SD Negeri 1 Pemecutan as control group. The data of the students competence mastery in science knowledge is collected by instrument in the form of objective test of the usual multiple choice form. The data of students competence mastery in science knowledge then was analyzed with t-test. The result of the analysis showed that there is a significant difference on the students students competence mastery in science knowledge between the group of students who were taught by using the contextual learning approach with the use of simple media and the group of students who were taught using conventional learning in class IV students of SD Gugus Pangeran Diponegoro District of West Denpasar in academic year 2016/2017. It was proven by the result of thitung = 3,685>ttable (α = 0,05,62) = 2,000. Similarly, the mean of experimental group students competence mastery in science knowledge = 76,22 > = 66,97 the mean of control group students competence mastery in science knowledge. Therefore, it can be concluded that the application of contextual teaching approach with the use simple media has influence in the students competence mastery in science knowledge in class IV students of SD Gugus Pangeran Diponegoro District West Denpasar in the academic year 2016/2017.keyword : contextual learning approach, simple media, competence mastery in science knowledge.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., Luh Salvia Antari; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10819

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Pangkungparuk. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dan sampel penelitian ini adalah kelas IVA SD N 1 Pangkungparuk yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas IVB SD Negeri 1 Pangkungparuk yang berjumlah 21 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif. Data dinalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional, dengan t = 2,06 dan signifikan < 0,05. Rata-rata hasil belajar IPA ekperimen adalah 15,30 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kontrol sebesar 12,67. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : think pair share, hasil belajar IPA This study aims to determine the difference of science learning outcomes between students who follow the learning with cooperative learning model Think Pair Share type and students who follow the learning with conventional learning in fourth grade students SD Negeri 1 Pangkungparuk. This type of research is quasi experimental research. Population and sample of this research is class IVA SD N 1 Pangkungparuk which amounted to 23 people and student grade IVB SD Negeri 1 Pangkungparuk which amounted to 21 people. Learning result data is collected by using objective test. Data were analyzed using t-test. The results of this study indicate that there are differences of science learning outcomes between students who were taught by using cooperative learning model Think Pair Share type and students who were taught by using conventional learning, with t = 2.06 and significant
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD GUGUS KOLONEL I GUSTI NGURAH RAI DENPASAR UTARA ., Ni Luh Putu Yanti Winda Sari; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain eksperimen yang digunakan desain eksperimen semu dengan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai Tahun Ajaran 2016/2017. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VC SDN 1 Ubung sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 37 siswa dan kelas VA SDN 2 Ubung sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 40 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan metode tes, yakni tes pilihan ganda biasa yang berjumlah 30 butir soal yang telah di validasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung=6,46 dengan taraf signifikansi 5% dan dk=75 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung=6,46> ttabel=2,000 maka Ho ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret pada siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai. Rerata nilai kompetensi pengetahuan IPA yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret, yaitu 84,45 dengan predikat Baik (B) dan siswa yang tidak dibelajarkan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret yaitu, 72,5 dengan predikat Cukup (C). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kooperatif Tipe GI berbantuan Media Konkret berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Kolonel I Gusti Ngurah Rai.Kata Kunci : group investigation, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to difference the effect of science between grade V students in SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai who is learning to use cooperative learning model type GI with concrete media and students who are studying the coalition on the theme of ecosystem. This research is an experimental research with the research design used is a quasi-experimental design (nonquivalent control group design). Population in this research is all student of class V at SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai District of North Denpasar. Determination of the sample is done by random sampling technique which is first done equality test on every member of population. Method of completion of data in this research is test method. Data collecting knowledge of IPA analyzed by t-test. The result of the research based on the observed data shows the significant difference of science knowledge between grade V students in Colonel I Gusti Ngurah Rai Sub District, North Denpasar Lesson Year 2016/2017 who are studying using GI Co-operative Learning Model with Concrete Media and students who are learning learning On the theme of ecosystem is dk = 37 + 40-2 = 75 with significant level 5%, then obtained (tct = 6.46> ttabel = 2.000) and the average knowledge of science that is learning using cooperative learning model type GI with concrete media , Namely 84.45 and students who follow the conventional learning, which is 72.5. Thus, it can be concluded that there is influence of Cooperative Type Learning Model GI with Concrete Media to science knowledge of grade V students of SD Gugus Colonel I Gusti Ngurah Rai District of North Denpasar Lesson Year 2016/2017. keyword : Group investigation, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN BERBASIS TRI HITA KARANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS VIII KECAMATAN GIANYAR TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Kisri Ani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode Quasi Experimental Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar yang berjumlah 166 orang. Sampel pada penelitian ini berjumlah 69 siswa yang terdiri dari 35 siswa kelas V SD N 1 Suwat sebagai kelompok eksperimen dan 34 siswa kelas V SD N 2 Sumita. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Purpusive sampling. Data hasil belajar pengetahuan IPS diperoleh dengan menggunakan teknik tes, bentuk tes adalah tes pilihan ganda biasa kemudian dianalisis dengan menggunakan statistik uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung= 4.636 > ttabel = 2.000 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rerata penguasaan kompetensi IPS pada kelompok eksperimen yaitu 81.78 dan kelompok control yaitu 71.23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Time Token berbasis Tri Hita Karana berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus VIII Kecamatan Gianyar tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Time Token, Tri Hita Karana, hasil belajar IPS This study aims to determine the difference outcomes of social studies learning groups of students who were taught by Time Token learning model based Tri Hita Karana and students groups who were taught by conventional learning in Gianyar VIII Cluster. This research is an experimental research by using quasy experiment desaign. The population in this study were all fifth grade of SD Gugus VIII Gianyar year 2016/2017, amounting to 166 people. The sample in this study amounted to 35 students consisting of fifth grade of SDN 1 Suwat as experiment group and 34 fifth grade of SDN 2 Sumita. Samples were taken using purpusive sampling technique. Data on outcomes of social studies learning is obtained by using the test technique, the test form is the usual multiple choice test then analyzed by using t-test statistic. Based on the results of analysis obtained t = 4.636 > ttable = 2,000 at 5% significance level, so H0 rejected, which means there is a significant difference in the outcomes of social studies learning of students who are taught by using Time Token learning model based Tri Hita Karana with students who are taught by conventional learning . The average outcomes of Social learning in experimental group is 81.78 and control group is 71.23. Thus it can be concluded that the Time Token learning model based Tri Hita Karana influence on the outcomes of social studies learning of fifth grade students of SD Gugus VIII Gianyar Sub-district of the academic year 2016/2017.keyword : Time Token, Tri Hita Karan, outcomes of social studies learning
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING MELALUI KARYAWISATA TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V ., Kadek Sri Meiyani; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada tema ekosistem siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (Rancangan Kelompok Non-ekiuvalen). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur Tahun Pelajaraan 2016/2017 yang berjumlah 359 siswa. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel pada penelitian ini adalah SD Negeri 3 Kesiman dan SD Negeri 7 Kesiman. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang dikumpulkan berupa nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dianalisis dengan uji-t. Hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas V di SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017 yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada tema ekosistem (thitung = 3,476 > ttabel = 2,000) dengan dk = 86 dan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Rerata penguasaan pengetahuan IPS yang mengikuti pembelajaran menggunakan Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata (X ̅= 81,46 > X ̅= 75,76) siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model Quantum Teaching Melalui Karyawisata berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Dewi Sartika Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model quantum teaching, karyawisata, kompetensi pengetahuan IPS This research aimed to explain significant difference of social competency knowledge between a groups of student which is taught Quantum Teaching model through study tour and a groups of student which is taught conventional learning with ecosystem theme grade V students Gugus Dewi Sartika year of study 2016/2017. This research is experimental research which used apparent experiment design (non-equivalent group plan) as the research plan. The population of this research are all grade V students in SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur year of study 2016/2017. The sample is determined by using ransom sampling technique. Test method is used as the method of collecting the data. The data which are collected are the competency understanding result of social knowledge competency and t-test. The Analysis of data shows there is a significant difference of social competency knowledge between a groups of student which is taught Quantum Teaching model through study tour and a groups of student which is taught conventional learning with ecosystem theme (tcount = 3,476 > ttable = 2,000) with dk = 86 and significant level = 5% (α = 0,05). The average of social knowledge student which is learnt Quantum Teaching model through study tour ( = 81,46 > = 75,76) the student which is learnt conventional learning. Hence, it could be concluded that Quantum Teaching model through study tour has significant influence with the social competency knowledge of SD Negeri Gugus Dewi Sartika Kecamatan Denpasar Timur year of study 2016/2017 students.keyword : quantum teaching model, study tour, social knowledge competence
Pengaruh Model Pembelajaran Scramble Bermuatan Permainan Tradisional Benteng-bentengan terhadap Kompetensi Pengetahuan IPS Siswa Kelas IV ., Ni Made Dwi Hendrayani; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan quasi experimental design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 254 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas IV SD N 1 Sanur sebagai kelompok eksperimen berjumlah 48 orang dan kelas IV SD N 3 Sanur sebagai kelompok kontrol berjumlah 49 orang. Data kompetensi pengetahuan IPS siswa diperoleh melalui metode tes dan dianalisis menggunakan uji t. Berdasarkan analisis uji hipotesis dengan uji t diperoleh thitung = 4,31 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (dk = 95) diperoleh ttabel = 1,98 maka thitung > ttabel ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017. Selain itu, diperoleh hasil nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih dari nilai rata-rata kelompok kontrol (80,13 > 71,68). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran scramble bermuatan permainan tradisional benteng-bentengan terhadap kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Model Pembelajaran Scramble, Benteng-bentengan This research study aimed to know the significant difference of IPS knowledge competence groups of students who taught using scramble learning model based on benteng-bentengan traditional game and the group of students who taught using conventional learning for the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016/2017. This research was experimental research with quasi experimental design. The population were all of the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016 / 2017 which consisted of 254 people. Sample of this research were the fourth grade students of SD N 1 sanur as an experimental group which consisted of 48 people and the fourth grade students of SD N 3 Sanur as control group which consisted of 49 people. Data of IPS knowledge competence obtained through test method and analyzed by using t-test. Based on hypothesis test analysis with t-test obtained t count = 4,31 at 5% significance level with freedom of degree (dk = 95) obtained t table = 1,98 then t count > t table so Ho was rejected and Ha was accepted. This showed, there were significant difference of IPS knowledge competence between groups of students who taught using scramble learning model based on benteng-bentengan traditional game with the group of students who taught using conventional learning for the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016 / 2017. In addition, the result of average value of the experimental group was more than average value of control groups (80,13 > 71,68). It can be concluded that there was influence of scramble learning model based on benteng-bentengan traditional games toward IPS knowledge competence of the fourth grade students of elementary school cluster I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan in academic year 2016/2017. keyword : Scramble Learning Model, Benteng-bentengan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) DAN MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2016/2017 GUGUS VII KECAMATAN KUBUTAMBAHAN ., Ni Kadek Sukreni; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11035

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model think pair share dan konvensional. 2) Untuk mengetahui pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran think pair share dan minat terhadap hasil belajar IPA. 3) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan pada kelompok siswa yang memiliki minat tinggi, antara yang mengikuti pembelajaran dengan model think pair share dan konvensional. 4) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan pada kelompok siswa yang memiliki minat rendah.Pembelajaran dengan model think pair share dan konvensional adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Bontihing yang berjumlah 89 orang. Sedangkan sampel dari penelitian ini berjumlah 40 orang untuk kelas eksperimen dan 49 orang untuk kelas kontrol. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes menggunakan instrumen tes pilihan ganda, sedangkan tingkat minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode non-tes menggunakan instrumen kuisioner minat belajar.Pembelajaran dengan model think pair share dan konvensional adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Bontihing yang berjumlah 89 orang. Sedangkan sampel dari penelitian ini berjumlah 40 orang untuk kelas eksperimen dan 49 orang untuk kelas kontrol. Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes menggunakan instrumen tes pilihan ganda, sedangkan tingkat minat belajar siswa dikumpulkan dengan metode non-tes menggunakan instrumen kuisioner minat belajar.Kata Kunci : Kata–kata kunci: think pair share, minat belajar, hasil belajar ABSTRACT The purpose of this study is1) To know the difference of science learning outcomes are significant between groups of students who follow the learning with the model of think pair share and conventional. 2) To know the effect of significant interaction between thinking pair share model and interest to science learning outcomes. 3) To know the difference of science learning outcomes that are significant in the group of students who have high interest, among which follow the learning with the model of think pair share and conventional. 4) To know the difference of science learning outcomes that are significant in the group of students who have low interest. Learning with the think pair share and conventional model is a quasi-experimental research. The population of this study are all students of grade V of SD in Bontihing Village, amounting to 89 people. While the sample of this study amounted to 40 people for the experimental class and 49 people for the control class. Student learning result data was collected by using test method using multiple choice test instrument, while student interest level was collected by non-test method using questionnaire interest learning instrument. Learning with the think pair share and conventional model is a quasi-experimental research. The population of this study are all students of grade V of SD in Bontihing Village, amounting to 89 people. While the sample of this study amounted to 40 people for the experimental class and 49 people for the control class. Student learning result data was collected by using test method using multiple choice test instrument, while student interest level was collected by non-test method using questionnaire interest learning instrument.keyword : Keywords: think pair share, interest in learning, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER BERBANTUAN MULTIMEDIA INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., Ni Kadek Dwi Rari Ratih; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA secara signifikan antara siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan multimedia interaktif dan siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional Di SD Gugus II Kecamatan Abang. Waktu penelitian pada tahun ajaran 2016/2017. Jenis Penelitian ini adalah penelitian quasi experiment, dengan jumlah siswa dalam populasi sebanyak 100 orang. Sampel yang diambil sebanyak 42 orang, cara pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes, berbentuk pilihan ganda, dan dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA secara signifikan antara siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Numbered Head Together berbantuan multimedia interaktif dan siswa kelas IV yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 4,96 > ttabel = 2,02. Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran NHT berbantuan multimedia interaktif berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : NHT, multimedia interaktif, hasil belajar IPA. This research aimed to find out the sugnificant difference of the natural science learning result between the fourth grade students taught by Numbered Head Together learning model aided by interactive multimedia and the fourth grade students taught by conventional learning model at elementary school students in cluster II Abang district academic year 2016/2017. This research is a quasi experiment research, with the population of 100 people. 42 people, were selected as the sample by using simple random sampling. The data of natural science result was collected by using test in form of multiple choices, and was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The result of the research indicated that there is a significant difference toward the natural science learning result between the fourth grade students taught by Numbered Head Together learning model aided by interactive multimedia and the fourth grade students taught by conventional learning model with the tarithmatic= 4,96 > ttable = 2,02. It verified that NHT learning model affected possitively toward the students’ natural science learning result.keyword : NHT, interactive multimedia, natural science learning result  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Ni Made Widya Paramita; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester II Gugus I Airlangga Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus I Airlangga Kecamatan Mendoyo dengan jumlah seluruh siswa kelas V adalah 183 siswa. Melalui teknik random sampling ditetapkan sampel pada penelitian adalah kelas V di SD Negeri 1 Mendoyo Dangin Tukad sebagai kelompok eksperimen dan kelas V di SD Negeri 2 Pohsanten sebagai kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes hasil belajar. Data yang diperoleh dianalisis dalam dua tahap, yaitu dengan analisis deskriptif dan analisis inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran think pair share dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari kelompok eksperimen (23,65) > kelompok kontrol (19,86). Hasil perhitungan pada uji-t, thitung (3,68) > ttabel (2,010), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, model pembelajaran think pair share berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V.Kata Kunci : hasil belajar, IPS, think pair share This study aimed at determining the significant differences in IPS learning outcomes between groups of students who were taught by using the model of think pair share and group of students who were taught by using conventional learning model in V grade students Semester II Airlangga Group I Mendoyo District, Jembrana District Lesson Year 2016 / 2017. This research is a quasi experiment research. The population in this study is the students of V grade SD Gugus I Airlangga Mendoyo District with the total number of students of class V is 183 students. Through the random sampling technique, the sample was determined in the research was class V in SD Negeri 1 Mendoyo Dangin Tukad as experimental group and class V in SD Negeri 2 Pohsanten as control group. The instrument used in this study is the test of learning outcomes. The data obtained were analyzed in two stages, namely by descriptive analysis and inferential analysis (t-test). The results of this study indicate that there are significant differences in students IPS learning outcomes between groups of students who were taught by using the think pair share model and the group of students who were taught using conventional learning model. This is shown from the experimental group (23,65)> control group (19,86). The calculation results on t-test, tcount (3.68)> table (2.010), so H0 is rejected and H1 accepted. Thus, the learning model of think pair share has an effect on the learning result of IPS student of class V.keyword : learning outcomes, IPS, think pair share

Filter by Year

2017 2017


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue