cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 430 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2013)" : 430 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI DESA KALIBUKBUK I Gst.A. Tri agustiana, Ni Wyn. Rumpi Adnyani, Drs. I Nym Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.875

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yangsignifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologimasyarakat (STM) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensionalpada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012-2013 di Desa KalibukbukKecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimensemu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian menggunakan nonequavalen post-test only control group design. Adapun populasi yang digunakandalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk diKecamatan Buleleng sebanyak 106 orang siswa. Selanjutnya sampel penelitianditentukan dengan teknik random sampling Sampel yang terpilih, yaitu SD No.2Kalibukbuk yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3Kalibukbuk yang berjumlah 23 orang sebagai kelompok kontrolMetode pengumpulandata dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes objektif.Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistikdeskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data yangdidapat nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaranSTM lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikutipembelajaran konvensional (X2 = 24,37>X2 14,13). Selain itu hasil analisis uji-tdiperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =8.60 >ttabel = 2.02) iniberarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yangbelajar dengan model sains teknologi masyarakat (STM) dan siswa yang belajardengan model konvensional. Dengan demikian model pembelajaran STMberpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahunpelajaran 2012-2013 di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten BulelngKata kunci: model pembelajaran STM, hasil Belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERBALIK BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD NEGERI 1 BUGBUG I Gd. Margunayasa, Kdk. Tatis Prilyawati, I Nym. Arcana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.876

Abstract

  Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran IPA dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain Non-Equivalent The Posttest-Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug tahun pelajaran 2012/2013. Kelas IV SD Negeri 1 Bugbug terdiri dari 2 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling dan diperoleh siswa kelas IVA SD Negeri 1 Bugbug sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IVB SD Negeri 1 Bugbug sebagai kelas eksperimen. Data hasil belajar IPA dikumpulkan melalui tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (Uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri 1 Bugbug. Hal ini dilihat dari rata-rata kelompok eksperimen lebih besar dari rata-rata kelompok kontrol (). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran terbalik (reciprocal learning) berbasis keterampilan proses sains berpengaruh terhadap hasil belajar.   Kata-kata kunci: pembelajaran terbalik, keterampilan proses sains, hasil belajar IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD KELAS IV PADA GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG Md. Sulastri, Nym. Triyanti Ariani, Ndara T. Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.877

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi hasil belajar IPS pada kelompok siswa eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Advance organizer, (2) deskripsi hasil belajar IPS pada kelompok siswa kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (3) perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Advance Organizer dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh SD kelas IV pada gugus VIII kecamatan Buleleng kabupaten Buleleng. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Kelas IV pada SD No. 1 Paket Agung dan SD No. 2 Paket Agung. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes pilihan ganda. Hasil penelitian secara umum menunjukkan (1) Deskripsi hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Advance Organizer cenderung tinggi dengan rata-rata 22,17, (2) Deskripsi data hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan rata-rata 15,10). (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Advance Organizer dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional, di mana nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Advance Organizer lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional diketahui bahwa thit > ttab (thit = 2,21 > ttab = 1,699 ).Kata kunci: advance organizer, hasil belajar ips
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CONNECTING ORGANIZING REFLECTING EXTENDING (CORE) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN SISWA KELAS IV MATA PELAJARAN IPS I Nym. Wirya, Pt. Yulia Artasari, Ni Wyn. Arini
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.878

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connectin, organizing reflecting extending(CORE)mendeskripsikan kemampuan berpikir divergen yang dengan model pembelajaran konvensional, dan mengetahui perbedaan kemampuan berpikir divergen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran connecting, organizing, reflecting, exstending dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS kelas IV di SD Gugus 2 Pujungan Kecamatan Pupuan tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus 2 Pujungan yang berjumlah 80 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Pujungan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas IV SD Negeri 6 Pujungan yang berjumlah 40 orang. Data kemampuan berpikir divergen dikumpulkan dengan menggunakan tes essay. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir divergen siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 35,25. (2) kemampuan berpikir divergen siswa kelompok kontrol tergolong cukup dengan rata-rata (M) 29,35. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir divergen siswa kelas IV di SD Negeri Gugus 2 Pujungan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran coneccting, organizing, reflecting, exstending dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit> ttab, thit = 5,78 dan ttab = 1,671).   Kata kunci: CORE, berpikir divergen, konvensional
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA KELAS V SDN DESA PENGLATAN KECAMATAN BULELENG Ni Wyn. Rati, Nym. Resmiadika, I Dw. Kade Tastra
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.879

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti model pengajaran langsung pada siswa kelas V tahun pelajaran 2012/2013 di SD Negeri Desa Penglatan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non-equivalent post test only control group design dengan melibatkan sampel sebanyak 48 siswa SD Negeri di Desa Penglatan. Sampel penelitian diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data pemahaman konsep IPA adalah tes pilihan ganda diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik inferensial menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pengajaran langsung (thitung = 6,067 > ttabel = 2,021). Dengan demikian, model pembelajaran Heuristik Vee berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA. Kata kunci: Heuristik Vee, peta konsep, pemahaman konsep IPA
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL TRI KAYA PARISUDHA TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS V SD I Nym. Wirya, Ni Nym. Sri Arsani, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.880

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha pada kelas eksperimen dengan siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran diskusi pada kelas kontrol. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VI Kampung Baru Kecamatan Buleleng yang berjumlah 185 orang. Sampel diambil dengan cara Cluster Sampling sehingga diperoleh dua kelas yaitu SD 2 Kampung Baru dan SD 7 Kampung Baru dengan jumlah siswa 60. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif pilihan ganda dan lembar observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha dengan kelompok siswa yang dibelajarkan metode pembelajaran diskusi. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 3,415 > ttabel 2,000 dan didukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran bermain peran berorientasi kearifan lokal Tri Kaya Parisudha yaitu 17,87 yang berada pada kategori sangat tinggi dan siswa yang belajar menggunakan metode pembelajaran diskusi yaitu 15,42 yang berada pada kategori tinggi.   Kata kunci: Bermain peran, Tri Kaya Parisudha, Hasil belajar
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA Ni Wy. Arini, Ni Md. Rusnadi, Dsk. Pt. Parmiti
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.881

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD No. 5 Tamblang setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournaments (TGT) dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus secara berdaur yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V Semester I SD No. 5 Tamblang Tahun Pelajaran 2012/2013 yang terdiri dari 20 orang. Objek penelitian ini adalah  kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa kelas V semester I SD No. 5 Tamblang Tahun Pelajaran 2012/2013. Data kemampuan berpikir kritis IPA siswa dikumpulkan melalui tes esai dan data hasil belajar dikumpulkan melalui tes berbentuk pilihan ganda, kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA siswa kelas V SD No.5 Tamblang. Kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I mencapai 63 dengan kategori cukup kritis dan pada siklus II mencapai 80. Hasil belajar pada siklus I mencapai 60 dengan kategori sedang dan pada siklus II mencapai 71,5 dengan kategori tinggi.   Kata kunci: TGT, berpikir kritis, pembelajaran kooperatif
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT BERBANTUAN ALAT PERAGA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SDN 2 PUPUANSAWAH I.G.A.A Sri Asri, Ni Md. Suandewi, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.882

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuanuntuk meningkatkan keaktifan belajar matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif  tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret pada siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah, Tabanan. Dan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui penerapan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret pada siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah, Tabanan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Pupuansawah Tabanan tahun pelajaran 2012/2013, sebanyak 28 orang. Data keaktifan belajar matematika diperoleh dengan menggunakan metode observasi, sedangkan data hasil belajar matematika diperoleh dengan menggunakan metode tes. Selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian pada keaktifan belajar matematika dan hasil belajar matematika menunjukkan bahwa (1) terjadi peningkatan persentase rata-rata keaktifan belajar sebesar 15,77% dari 66,66% pada siklus I menjadi 82,43%  pada siklus II. Peningkatan persentase rata-rata hasil belajar matematika sebesar 15,35% dari 60,00% pada siklus I menjadi 75,35 pada siklus II. Selanjutnya peningkatan ketuntasan klasikal sebesar 25% dari 57,14% pada siklus I menjadi 82,14% pada siklus II.Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran koopreatif tipe teams games tournament berbantuan alat peraga konkret dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika. Oleh karena itu, disarankan kepada guru di SDN 2 Pupuansawah dalam mengajar matematika agar menerapkan pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament sesuai dengan langkah yang telah ditemukan dalam penelitian ini.   Kata Kunci : Kooperatif TGT, Matematika, Keaktifan Belajar, danHasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI DESA SEBATU KECAMATAN TEGALLALANG I Wyn. Romi Sudhita, Ni Wyn. Parsiti, I Nym. Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.883

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Desa Sebatu tahun pelajaran 2012/2013.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment), dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD Negeri di Desa Sebatu yang berjumlah 158 siswa. Sampel penelitian adalah seluruh siswa kelas V di SD Negeri 4 Sebatu dan di SD Negeri 2 Sebatu dengan jumlah 61 orang yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA siswa menggunakan metode tes. Instrumen yang digunakan adalah tes pilihan ganda dengan satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri di Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang tahun pelajaran 2012/2013 (thitung = 43,917 > ttabel = 2,000). Kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran generatif menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: generatif, konvensional, hasil belajar IPA
PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV SDN 7 KEMENUH TAHUN AJARAN 2012/2013 I Km. Ngurah Wiyasa, Dw. A. Pramita Dewi, I.G. A. A Sri Asri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.884

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar pelajaran IPS melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual, danmengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual.Rancangan penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan subyek penelitian siswa kelas IV SD Negeri 7 Kemenuh tahun ajaran 2012/2013 berjumlah 29 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Setiap pertemuan dimulai dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Data keaktifan belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, sedangkan data hasil belajar dikumpulkan dengan tes. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif-kuantitatif dengan peningkatan hasil ditunjukkan dalam persentase. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SD Negeri 7 Kemenuh tahun ajaran 2012/2013. Persentase peningkatan hasil tersebut ditunjukkan pada siklus I rata-rata hasil belajar siswa mencapai 69,0, ketuntasan belajar 68,9%, dan persentase keaktifan siswa mencapai 74%. Sedangkan siklus II rata-rata hasil belajar mencapai 78,4, ketuntasan belajar mencapai 93% (kreteria sangat tinggi), dan keaktifan mencapai 83% (kreteria aktif) sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Dengan hasil ini, disarankan kepada semua guru kelas di Sekolah Dasar hendaknya menggunakan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPS. Kata Kunci :Kontekstual, Keaktifan, IPS,  Hasil Belajar

Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue