Articles
430 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 1 (2013)"
:
430 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION BERDASARKAN KETERAMPILAN PROSES TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS 2 MENGWI
I Kt. Ardana, Ni Pt. Yusi Susanti, I Wyn. Darsana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1383
Abstrak Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berdasarkan keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus 2 Mengwi, Kabupaten Badung, Tahun Ajaran 2012/2013. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus 2 Mengwi, Kabupaten Badung yang berjumlah 269 orang siswa meliputi 7 sekolah dan terdiri dari 8 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling sehingga diperoleh siswa kelas IV SD Negeri 2 Tumbakbayuh sebagai kelompok eksperimen dengan jumlah 38 orang siswa dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Buduk sebagai kelompok kontrol dengan jumlah 40 orang siswa. Data dikumpulkan dengan tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil uji t diperoleh, > , (3,194 > 2,000), maka ditolak dan diterima. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berdasarkan keterampilan proses sains dengan siswa yang dibelajarkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus 2 Mengwi, Kabupaten Badung. Ini berarti model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus 2 Mengwi, Kabupaten Badung, Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Group Investigation, keterampilan proses sains, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD
I G. A. Tri Agustiana, I Pt Eka Aryawan, Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1384
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa SD kelas V Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah semua SD yang ada di Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan khusunya siswa kelas V yang berjumlah 113 orang, sedangkan sampel penelitian adalah SDN 8 Kubutambahan dan SDN 1 Bukti sebanyak 49 orang yang diambil secara random. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2012/2013 SD Gugus I Kartini Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 13,86>ttabel 2,021. Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS berbasis kearifan lokal yaitu 17,56 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional yaitu 13,68 yang berada pada kategori sedang. Hal itu berarti model pembelajaran TPS berbasis kearifan lokal menunjukan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional. Kata-kata kunci : model think pair share, kearifan lokal, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VCT BEMUATAN CERITA BERDILEMA MORALTERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KAMASAN
Siti Zulaikha, Ida Ayu Tri Nandari, I Md. Suara,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1385
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan design Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan. Dipilih 2 kelas yang terdiri dari 78 siswa sebagai sampel. Sampel dipilih dengan teknik sampling jenuh. Data yang dianalisis adalah hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa yang dikumpulkan melalui tes pilihan ganda/objektif yang terdiri dari 30 butir soal. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit=5,75 dan ttab (pada taraf signifikasi 5%)=2,000. Hal ini berarti Thitung> Ttabel, sehingga ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral dengan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen sebesar 78,76 dan pada kelompok kontrol sebesar 70,99. Ini berarti hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran VCT bermuatan cerita berdilema moral berpengaruh positif terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas IV SD Negeri 1 Kamasan Klungkung tahun pelajaran 2012/2013 Kata Kunci: VCT,Cerita Berdilema moral, Hasil Belajar, dan Pendidikan Kewarganegaraan
PENGARUH TEAMS GAMES TOURNAMENTS MELALUI PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD GUGUS VII
I.B. Surya Manuaba, Dsk. Pt. Suastini, Siti Zulaikha,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1386
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu, dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini siswa kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar. Sampel dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri 1 Lebih yang berjumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Serongga yang berjumlah 30 siswa sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa. Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukkan thitung =3,102 dan ttabel =2,000 dengan db = 59 (n1+n2-2 =30+31-2 = 59) dan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung > ttabel (3,102 > 2,000), maka Ha diterima dan H0 ditolak. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TGT melalui pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus VII Kecamatan Gianyar. Kata kunci : model pembelajaran kooperatif tipe TGT, perpustakaan sekolah, dan hasil belajar
PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) BERBASIS PEMECAHAN MASALAH BERPENGARUHTERHADAP HASILBELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN KLUNGKUNG
I Wyn. Wiarta, L. Km. Dwi Astiti Utami, I Wyn. Darsana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1387
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiperbedaan yang siginifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan RME berbasis pemecahan masalah dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Kecamatan Klungkung.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Kecamatan Klungkung yang terdiri dari enam kelas dengan 199 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh dua kelas yang dijadikan sampel dengan 78 siswa. Data yang dianalisis adalah data hasil belajar matematika siswa yang diperoleh melalui tes. Tes yang digunakan adalah tes obyektif pilihan ganda berjumlah 30 soal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial dengan menggunakan uji-t.Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 2,18 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Hal ini berarti bahwa thitung> ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan RME berbasis pemecahan masalah dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional. Rata-rata hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen sebesar 59,71 dan pada kelompok kontrol sebesar 51,86. Ini berarti hasil belajar matematika siswa pada kelompok eksperimen lebih baik dibandingkan dengan siswa pada kelompok kontrol. Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan RME berbasis pemecahan masalah berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Gugus I Kecamatan Klungkung tahun pelajaran 2012/2013. Kata kunci: pendekatan RME, pemecahan masalah, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA KIT TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN IPA
I Kdk. Suartama, Irfan Maulana L, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1388
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran pengajaran konvensional (ceramah), 2) deskripsi hasil belajar dalam pembelajaran IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT, 3) perbedaan yang signifikan pada hasil belajar dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran konvensional (ceramah) pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD Inti Kecamatan Jembrana. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V SD Inti Kecamatan Jembrana tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD Negeri 1 Dangintukadaya sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 1 Sangkaragung sebagai kelompok kontrol. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dikumpulkan dengan instrumen tes hasil belajar berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengajaran konvensional (ceramah) cenderung rendah, dengan mean 28,34, 2) skor hasil belajar dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT cenderung tinggi, dengan mean 41,63, 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pengajaran konvensional (ceramah), dengan thitung > ttabel (thitung = 8,25 > ttabel = 1,997). Dengan demikian, model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media KIT berpengaruh terhadap hasil belajar dalam pembelajaran IPA. Kata kunci: inkuiri terbimbing, media KIT, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI SD GUGUS 1 KECAMATAN TABANAN
I Nyn.Murda, Ni Md.Liana Armita Sari, Dsk.Pt.Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1390
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran interaksi sosial dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus 1 Wanasari Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimen Semu dengan menggunakan rancangan Non-equivalenpost-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Gugus 1 Wanasari Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2011/2012. Adapun sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan groupteknik random sampling.Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan memberikan instrument berupa tes objektif sebanyak 25 butir. Dengan reliabilitas soal terpakai 0,67 yang berkualitas tinggi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif uji hipotesis dan uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan taraf signifikasi 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran interaksi sosial dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Adapun hasil analisisnya menunjukkan t hitung = 2,85 dan t tabel = 2, 021 untuk db = n1 + n2 – 2 = 48 dengan taraf signifikasi 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model interaksi sosial lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci : Model Interaksi Sosial, Hasil Belajar IPS
PENGARUH PERBEDAAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA KELAS V DI GUGUS III
I G. A. Tri Agustiana, I Kt. Suardika, Dw. Kd. Tastra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1391
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep anatara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SD Negeri 1 Culik dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung di SD Negeri 3 Kertamandala. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Abang tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 197 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Kertamandala yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas V SD No. 1 Culik yang berjumlah 33 orang. Data hasil Penguasaan Konsep pada mata pelajaran IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t).Hasil penelitian ini menemukan bahwa penguasaan konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung menunjukkan skor cenderung sedang, dengan mean 15,23 dan penguasaan konsep pada siswa kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing menunjukkan skor cenderung tinggi, dengan mean 21,42. Terdapat pengaruh penguasaan konsep pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 8,00 > ttab = 1,671 ). Dari perbedaan rata-rata penguasaan konsep menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA dibandingkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V Semester Genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus III Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Kata–kata kunci: model inkuiri terbimbing, penguasaan konsep.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBASIS JOLLY PHONICS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA KELAS II SD GUGUS II KECAMATAN SUKAWATI
I Wyn. Widiana, Cokorda Istri Kartika, Tjok Rai P.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1397
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca dan menulis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbasis Jolly Phonics dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas II di gugus II Kecamatan Sukawati. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas II SD di Gugus II Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar berjumlah 132 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas II SD N 1 Kemenuh dan SD N 3 Kemenuh berjumlah 66 orang. Data Kemampuan Membaca dan Menulis dikumpulkan dengan metode berbentuk tes uraian. Hasil tes yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan menulis diperoleh (1) hasil post-test kelompok kontrol cenderung sedang dengan MoMd>M (93,07>92>91,11), (3) thitung adalah 34,79 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) adalah 1,98. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca dan menulis antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CIRC berbasis Jolly Phonics dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas II. Kata kunci : Model Pembelajaran CIRC, Jolly Phonics, Kemampuan Membaca dan Menulis
PENGARUH MODEL PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD
Kd. Suartama, Gd. Budiarsana, Kt. Pudjawan,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1398
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media vidio dan siswa yang diajar dengan model pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain, dan sampel sebanyak 39 Orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dan instrument berupa tes pilihan ganda hasil belajar IPA, Data yang diperoleh dianalisi dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 26,37 termasuk dalam katagori cukup/sedang, (2) hasil belajar IPA siswa mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media Audio Visual dengan mean (M) = 34,97 termasuk dalam katagori sangat baik/sangat tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media vidio dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus IV Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil t hitung sebesar 10,11, sedangkan t tabel dengan db = n1 + n2 – 2 = 37 pada taraf signifikan 5% adalah 1,72. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa t hitung lebih besar dar t tabel (10,11> 1,72). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) berbantuan media Audio Visual berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, media Audio Visual, hasil belajar IPA