cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 325 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2016): April" : 325 Documents clear
ANALISIS INTERAKSI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS II SEMESTER II SDN 1 PIDPID KECAMATAN ABANG KABUPATEN KARANGASEM TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., I Gede Marta Widana; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interaksi pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas II semester II SD Negeri 1 Pidpid Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas II SDN 1 Pidpid berjumlah 22 orang. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Data interaksi pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara, sedangkan dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang sudah ada. Data yang sudah terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan Flander’s Interaction Analysis Categories (FIAC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru bicara (GB) memiliki persentase sebesar 55,04%, siswa bicara (SB) sebesar 31,41%, kesunyian (K) memiliki persentase sebesar 12,59%, rasio respon guru (RRG) sebesar 43,83%, rasio inisiatif siswa (RIS) sebesar 8,19%, rasio respon langsung guru (RRLG) sebesar 61,06%, rasio pergantian konten (RPK) sebesar 59,36%, dan rasio tetap siswa (RTS) sebesar 0%. Karakteristik pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas mengindikasikan bahwa guru adalah orang yang bertugas menyediakan bahan pelajaran, tetapi yang mengolah dan mencerna adalah siswa. Kata Kunci : Interaksi pembelajaran, pembelajaran bahasa indonesia. This study aimed to describe the interaction of learning Indonesian in the second semester of second grade students of SD Negeri 1 Pidpid Abang, Karangasem in the academic year 2015/2016. This research is descriptive. The subjects were grade II SDN 1 Pidpid was 22 people. The data was collected by observation, interview and documentation. Learning interaction data collected by observation and interviews, while the documentation used to supplement existing data. After collected the data then analyzed using Flander's Interaction Analysis Categories (FIAC). The results showed that teachers talk (GB) has a percentage of 55.04%, the students speak (SB) amounted to 31.41%, the silence (K) has a percentage of 12.59%, the ratio of teacher response (RRG) amounted to 43.83 %, the ratio of student initiative (RIS) amounted to 8.19%, the ratio of direct response to teacher (RRLG) amounted to 61.06%, turnover ratio content (RPK) of 59.36%, and a fixed ratio of students (RTS) amounted to 0%. Characteristics of Indonesian in the classroom learning indicate that the teacher is the person who is responsible for providing learning materials, but the process and the receiving are students. keyword : The interaction of learning, learning Indonesian
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS LINGKUNGAN SEKOLAH DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS DALAM BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IVA SDN 27 PEMECUTAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Ni Putu Sartika Dewi; ., Drs. I Ketut Adnyana Putra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7501

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Keterampilan Menulis Dalam Bahasa Indonesia Siswa Kelas IVA SDN 27 Pemecutan melalui Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Berbasis Lingkungan Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada dua siklus, dengan subyek dalam penelitian initerdiri dari 39 orang siswa. Data hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia siswa dikumpulkan dengan menggunakan metode tes uraian mengarang. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode analisis statistik deskristif dan metode analisis diskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia pada siklus I skor hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia dari 39 siswa, 6 siswa mendapat predikat rendah, 28 siswa mendapat predikat sedang, 5 siswa mendapat predikat tinggi, sedangkan pada siklus II skor hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia dari 39 siswa, 12 siswa mendapat predikat sedang, 25 siswa mendapat predikar tinggi, 2 siswa mendapat predikat sangat tinggi. Dengan demikian, telah terjadi peningkatan hasil behajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia dari siklus I ke siklus II. Jadi dapat disimpulkan Bahwa Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri berbasis lingkungan sekolah dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis dalam Bahasa Indonesia siswa kelas IVA SDN 27 Pemecutan Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : model pembelajaran Inkuiri, lingkungan sekolahn, , hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia Class room ection reasech purepose of invroving learnin “Bahasa Indonesia” in writing skill at for grade student of SDN 27 Pemecutan Denpasar though the implementation of “Inquiry” based on environment.The reasech conducted two cycles, the reasech us threety nine student. Based on the data in writing skiil, the student collected using the test is description. The data analysis by meted statistic analysis descriptive and the metod analysis quantitative descriptive. The result frome the research is an increase of invroving learning “Bahasa Indonesia” in writing skill in cycle I the score from 39 student, 6 student has poor score, 28 student has good score, and 5 student has excellent score, wile in cylces 2 the score from 39 student in learning “Bahasa Indonesia” of writing skill is twelve student has good score, 25 student has exelent score, 2 student has expert score, however, invroving learning proses Bahsaa Indonesia in writting skill from cycles I and cycles II, and the conclusion is “the Implementation of inquiry based on invironment onvroving learning Bahasa Indonesia in writting skill student of 4 grade SDN 27 Pemecutan Denpasar 2015/2016”.keyword : Inquiry, Scooling environment, Bahasa Indonesia in writing skill.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS BAHASA INDONESIA ., Sanny Pratama; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 18 Sesetan Pemecutan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 18 Sesetan Tahun Pelajaran 2015/2016, sebanyak 37 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan memberikan tes perbuatan (performance). Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis statistik kuantitatif. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil dari siklus I dan siklus II. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 18 Sesetan Tahun Pelajaran 2015/2016 sebesar 13,22%. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan rata-rata persentase hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia siswa pada siklus I sebesar 67,70% dengan kriterian sedang menjadi sebesar 80,92% pada siklus II yang ada pada kriteria tinggi. Dengan demikian penerapan pendekatan saintifik berbantuan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 18 Sesetan Tahun Pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : media gambar, hasil belajar keterampilan menulis Bahasa Indonesia This study aims to determine the learning outcome Indonesian writing skills class V students of primary school 18 Sesetan acceleration in the academic year 2015/2016. This research uses classroom action research (PTK) is conducted in two cycles. The subjects were fifth grade students of SDN 18 Sesetan in the school year 2015/2016, a total of 37 students. Collecting data in this study is done by giving the test works (performance). In this study using quantitative statistical analysis methods. The data analysis is done by comparing the results of the first cycle and the second cycle. Research shows that there is a learning outcome Indonesian writing skills class V students of SDN 18 Sesetan in the school year 2015/2016 amounted to 13.22%. It can be seen from the increase in the average percentage of learning outcomes Indonesian writing skills of students in the first cycle of 67.70% with moderate kriterian amounted to 80.92% in the second cycle which is on high criteria. Thus the application of a scientific approach aided image media to improve learning outcomes Indonesian writing skills class V students of SDN 18 Sesetan in academic year 2015/2016. keyword : images, learning outcomes writing skills Indonesian
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA KELAS V ., Ni Made Novia Pramawati; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7503

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar dengan model Think Pair Share (TPS) dan model pembelajaran konvensional, (2) mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa laki-laki dan kelompok siswa perempuan, (3) mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan jenis kelamin terhadap keterampilan berpikir kreatif. Penelitian ini tergolong quasi experiment dengan rancangan posttest-only control group design.Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD Gugus III Tambora Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 104 orang. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian adalah tes keterampilan berpikir kreatif. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan ANAVA AB. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (Fhitung = 31,315 dengan sig = 0,001). (2) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir kreatif antara kelompok siswa laki-laki dan kelompok siswa perempuan (Fhitung = 4,404 dengan sig = 0,040). (3) terdapat interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan jenis kelamin terhadap keterampilan berpikir kreatif (Fhitung = 4,404 dengan sig = 0,040). Kata Kunci : Model TPS, gender, berpikir kreatif This study aims to (1) to know the difference of creative thinking skills among the group of students who studied with Think Pair Share (TPS) model and those who learn by conventional learning models, (2) to know the difference of creative thinking skills among groups of male students and female students, (3) to know the effect of interaction between learning model and gender toward the creative thinking skills. This study is classified into quasi-experimental design with posttest-only control group design. Population of this study was the fifth grade of elementary students Gugus III Tambora Melaya at Jembrana regency in the academic year 2015/2016 which amounted to 104 students. The research sample was chosen by random sampling technique. The research instrument used creative thinking skills test. The data were analyzed using descriptive statistics and ANOVA AB. The results of this study showed (1) there were significant differences of creative thinking skills between the groups of students who taught by Think Pair Share (TPS) model and those who taught by conventional learning models (Fcount = 31.315 with sig = 0.001). (2) there were significant differences of creative thinking skills between groups of male students and female students (Fcount = 4.404 with sig = 0,040). (3) there were significant interaction between the learning model and gender toward the creative thinking skills (Fcount = 4.404 with sig = 0,040).keyword : TPS Model, Gender, Creative Thinking.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe GI Dengan Metode Role Playing Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar PKn ., Ketut Fina Kristina; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar PKn siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan metode Role Playing pada mata pelajaran PKn kelas IV di SD Negeri 3 Ambengan tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Ambengan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 23 orang, terdiri dari 13 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Prosedur penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Pengumpulan data motivasi belajar menggunakan metode observasi dan pengumpulan data hasil belajar PKn siswa menggunakan metode tes berupa soal obyektif pilihan ganda. Data motivasi belajar dan hasil belajar PKn siswa yang terkumpul dianalisis menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dapat dilihat dari peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar PKn siswa dari siklus I sampai siklus II. Pada siklus I persentase motivasi belajar PKn siswa adalah 67,73 (kategori sedang) dan meningkat pada siklus II menjadi 79,56 (kategori tinggi). Dan hasil belajar PKn siswa adalah 53,69% (kategori sangat rendah) dan meningkat pada siklus II menjadi 80,65% (kategori tinggi). Jadi dapat disimpulkan bahwa, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation dengan metode Role Playing dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar PKn siswa kelas IV semester Genap tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 3 Ambengan.Kata Kunci : GI, Role Playing, motivasi, hasil belajar This research was aimed to determine student’s motivation in learning and PKn learning result after the implementation of cooperative learning model type Group Investigation with Role Playing method in learning PKn at fourth grade of SD Negeri 3 Ambengan in academic year 2015/2016. The subjects of this research were the students at fourth grade of SD Negeri 3 Ambengan in academic year 2015/2016 the total was 23 students, they were consist with 13 boys dan 10 girls. The procedure of this research was classroom action research that conducted in two cycles, each cycle consists of four stages that were implementation, execution, observation/evaluation, and reflection. Data of motivation in learning collected by using observation method and data of PKn learning result collected by using test method. The data of student’s motivation and PKn learning result were analyzed by using quantitative descriptive analysis method. The result of this research indicate by determine of student’s motivation in learning and PKn learning result from first cycle to second cycle. The first cycle, the percentage of student’s motivation in learning PKn is 67,73 (medium category) and increase to 79,56 (high category) at second cycle. Data of student’s PKn learning result is 53,69% (very low category) and increase to 80,65% (high category) at second cycle. The conclusion of this research indicate that the implementation of cooperative learning model type Group Investigation with Role Playing method in learning PKn can increase the student’s motivation in learning and PKn learning result at fourth grade in second semester of academic year 2015/2016 in SD Negeri 3 Ambengan. keyword : GI, Role Playing, motivation, learning result
PENERAPAN METODE BERMAIN PERAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS III SD NO 4 PENARUKAN ., Kadek Ayu Budi Suryani; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7505

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi dengan menggunakan metode bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas III SD No. 4 Penarukan Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Tahun Pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD No 4 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 33 orang. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode nontes berupa lembar observasi. Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif.Hasil penelitian pada siklus I diperoleh rata-rata nilai keterampilan berbicara sebesar 56,31 dan rata-rata persentase yang diperoleh sebesar 56,31%, berada pada kategori kurang. Rata-rata nilai keterampilan berbicara yang diperoleh pada siklus II sebesar 78,94 dan rata-rata persentase yang diperoleh sebesar 78,94%. Hal tersebut menunjukan bahwa telah terjadi peningkatan keterampilan berbicara siswa kelas III SD No 4 Penarukan dengan menggunakan metode bermain peran. Kata Kunci : Kata kunci: Bermain Peran, Keterampilan Berbicara, This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection This research aims to improve student’s speaking skills in the subject of Indonesian Language, students in grade III elementary school 4 Penarukan District of Buleleng, in the academic year of 2015/2016 by applying the method of role playing. The subjects were all students of class III elementary school 4 Penarukan in the academic year of 2015/2016 totaling 33 people. The object of this research is the student’s speaking skills. The collecting data in this study was conducted using observation sheet nontes form. Data were analyzed using deskriptif statistical analysis techniques. The research showed that in cycle I obtained an average score speaking skills 11.27% and the average percentage obtained by 61%, are in the poor category. The average score speaking skills acquired in second cycle of 14.63% and the average percentage of 81.18% was obtained. It shows that there has been an increase in student’s speaking skills in class III elementary school 4 Penarukan using role playing method. keyword : Keywords: Role Playing, Speaking Skills,
ANALISIS REKONSTRUKSI KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS IV DAN V DI GUGUS XIII ., I Nengah Arta Sedana; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi dimensi keterampilan porses sains yang dimiliki pada siswa kelas IV dan V dalam pembelajaran IPA, (2) deskripsi efektivitas rekonstruksi keterampilan porses sains dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas IV dan V melalui penerapan pendekatan saintifik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dan V semester genap Di SD Gugus XIII Kecamatan Buleleng yang berjumlah 158 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) deskripsi dimensi keterampilan proses sains dalam pembelajaran IPA data secara umum dengan rata-rata 14,25 berada pada kategori sedang, dengan persentase 0% pada kategori sangat tinggi, dengan persentase 41% pada kategori tinggi, 36% pada kategori sedang, 23% pada kategori rendah, dan 0% pada kategori sangat rendah, (2) deskripsi efektivitas rekonstruksi keterampilan porses sains dalam pembelajaran IPA melalui penerapan pendekatan saintifik data secara umum dengan rata-rata 13,27 berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 71% pada kategori sangat tinggi, dengan persentase 23% pada kategori tinggi, dengan persentase 6% pada kategori sedang, dengan persentase 0% pada kategori rendah dan sangat rendah. Kata Kunci : analisis, rekonstruksi, keterampilan proses sains This study was aimed to determine (1) the description of the science process skills dimension of IV and V grade students in science learning, (2) the description of the effectiveness of the science process skills reconstruction in science learning to the IV and V grade students through the implementation of scientific approach. This research was descriptive. The subjects were the IV and V grade students in the second semester at XIII Group of Buleleng district, amount 158 students. The data was collected using observation and interviews methods. The data were analyzed using descriptive techniques of qualitative and quantitative. The research showed that (1) generally, the average data of the description of the science process skills dimension in science learning is 14,25 in middle category, with a percentage of 0% in the very high category, with a percentage of 41% in the high category, 36% in the medium category, 23% in the low category, and 0% in the category of very low, (2) generally, the average data of the description of the effectiveness of the science process skills reconstruction in science learning through the implementation of scientific approach is 13,27 in very high category with the percentage of 71% in the very high category, with a percentage of 23% in the high category, with a percentage of 6% in the medium category, with a percentage of 0% in the category of low and very low.keyword : analysis, reconstruction, science process skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GAME OF QUESTION CARDS DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Putu Asri Riani Setiawati; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7507

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan masalah yang ditemukan yakni rendahnya hasil belajar matematika. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game of Question Cards terhadap hasil belajar matematika. (2) Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Game of Question Cards terhadap hasil belajar matematika setelah kovariabel kemampuan pemecahan masalah dikendalikan. (3) Untuk mengetahui pengaruh kovariabel kemampuan pemecahan masalah terhadap hasil belajar matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus X Kecamatan Buleleng tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 78 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas IV SDN 1 Kaliuntu yang berjumlah 29 orang dan siswa kelas IV SDN 2 Kaliuntu yang berjumlah 17 orang. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda untuk hasil belajar dan tes uraian untuk kemampuan pemecahan masalah. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Anakova. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat pengaruh model pembelajaran Game of Question Cards terhadap hasil belajar matematika (Fhitung=134,767 dengan sig
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantuan Media Mice Target Board Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS ., Ni Kadek Ayu Sintya Dewi; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 3 Ambengan tahun pelajaran 2015/2016 setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) berbantuan media mice board target. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ambengan yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 11 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Pengumpulan data hasil belajar IPS siswa menggunakan metode tes. Data hasil belajar IPS siswa yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil belajar IPS siswa sebesar 67% dalam (kategori sedang) dan hasil belajar IPS siswa pada siklus II meningkat sebesar 82% dalam (kategori tinggi). Jadi, hasil belajar IPS siswa mengalami peningkatan sebesar 15% dari siklus 1 ke siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) berbantuan media mice board target dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Kata Kunci : TGT, mice board target, hasil belajar IPS This research was aimed to find out the enhancement of student's result in learning IPS for the fifth grade in SD Negeri 3 Ambengan in academic year 2015/2016 after the implementation of cooperative model type teams game tournament (TGT) using mice board target media. The subject of this research was the students of fifth grade in SD Negeri 3 Ambengan with the total were 24 students, they were 11 boys and 13 girls. The classroom step research conducted in two cycles, each cycle consists of four stages, namely plan’s stage, execution’s stage, observation or evaluation’s stage, and reflection’s stage. Data of the result of student's learning in IPS collected by test method. The data were analyzed by using quantitative descriptive. Student's result in learning IPS at the first cycle is 67% which is in the medium category and to the second cycle and student's result in learning IPS at the second cycle increases to 82% which is in the high category. The enhancement of student's result in learning IPS from first cycle to second cycle is 15%. The result of this research indicates that the implementation of cooperative learning model type teams games tournament (TGT) using which using mice board target can improve the result of students learning in IPS.keyword : TGT, mice target board, the result of student's learning in IPS
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN PADA SISWA KELAS V ., Ni Wayan Suaryani; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Kadek Suartama, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7509

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1)Pembelajaran operasi hitung pecahan di kelas V, (2) Kemampuan siswa menyelesaikan operasi hitung pecahan, (3)Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan dan solusi mengatasi kendala tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Pemaron yang berjumlah 34 orang dan guru kelas V. Objek penelitian ini adalah (1) Pembelajaran operasi hitung pecahan kelas V, (2) Kemampuan siswa menyelesaika operasi hitung pecahan, (3) Kendala yang dihadapi siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan dan solusi mengatasi kendala tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan (1) Pembelajaran operasi hitung pecahan termasuk dalam kategori baik. (2) Rata-rata hasil tes secara klasikal 56,5 dengan kategori rendah dengan indikator tertinggi adalah memecahkan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi hitung perkalian dan pembagian berbagai bentuk pecahan16,47% dan indikator terendah adalah melakukan penjumlahan berbagai bentuk pecahan 80,88%. (3) Kendala yang dihadapi siswa yaitu pemahaman soal cerita dalam bahasa Indonesia yang kurang, lupa konsep operasi perkalian dan operasi pembagian pecahan, dan tidak bisa mengubah pecahan campuran menjadi pecahan biasa.Solusi untuk mengatasi hal tersebut adalah sering menggunakan bahasa Indonesia dalam pembelajaran dan sering memberi latihan soal yang bervariasi.Kata Kunci : Kata kunci : matematika, kemampuan, operasi hitung pecahan. This study aimed to describe: (1)Learning arithmetic operations fractions in V grade students, (2)The students' ability to complete operation fractional arithmetic, (3)The obstacles faced by the students in completing the fractional arithmetic operation and solutions to overcome those problems.The type of this research was descriptive quantitative and qualitative. The subjects were the V grade students and the teacher who taught at V class at SD Negeri 2 Pemaron. The total number of the subjects were 34 students. The object of this research were: (1)Learning fractions of the V grade arithmetic operations, (2) The students' ability to complete the fractional arithmetic operations, (3) The obstacles faced by the students in completing the fractional arithmetic operation and solutions to overcome those obstacles. The observation, test, interviewed and documentation were used to collect the data. The Data were analyzed by using descriptive analysis of quantitative and qualitative descriptive. The results showed (1) Learning fractional arithmetic operations belonged to a good category.(2) The Average of the test results in classical 56.5 with low category, the highest indicators were the indicators of solving everyday problems involved multiplication and division arithmetic operations various fractions 16.47 % and the lowest indicator was the summation of various fractions 80.88 %. (3) the Constraints those were faced by students were: understanding about the story in Indonesian less, forget the concept of multiplication and division of fractions operations, and could not turn the mixture into fractions common fraction. The solution to overcome this problem is often used in learning Indonesian and often give varying exercises.keyword : Keywords : math, ability, fractional arithmetic operations

Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue