Articles
315 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 2 (2017): Juli"
:
315 Documents
clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN POLYA BERBANTUAN MEDIA VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD
., Kadek Ayu Wisaka Dewi;
., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.;
., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10715
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual dan siswa yang mengikuti pembelajaran bukan dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual pada siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng yang berjumlah 138 orang. Sampel penelitian ini yaitu 27 siswa kelas V SD Negeri 1 Penarukan sebagai kelompok kontrol dan 31 siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan sebagai kelas eksperimen yang dipilih dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data hasil belajar Matematika siswa yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t. Rata-rata hasil belajar Matematika kelompok eksperimen (14,12) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (9,59). Hasil perhitungan uji-t, thitung = 4,87 dan ttab = 2,00. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran bukan dengan menggunakan model pembelajaran Polya berbantuan media visual pada siswa kelas V SD di Gugus II Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Polya, media visual, hasil belajar This research aims to determine the differences in learning outcomes between students who took mathematics using Polya teaching style which supported by visual aid media and students who took the lesson without Polya teaching style which supported by visual aid media in fifth grade students in Cluster II District of Buleleng. This research is classified as quasi experiment. The population of this research were 138 students of elementary school grade V in Cluster II Village Penarukan District of Buleleng. The sample was 27 students of class V SDN 1 Penarukan as the control group and 31 students of class V SDN 4 Penarukan as the experimental group were selected by random sampling technique. The collected data were the students’ result of learning Mathematics that the data were analyzed using descriptive statistics and t-test. The results of the mean of the experimental group (14,12) was higher than the students of control group (9,59). Based on uji-t counting shown that thitung = 4,87 and ttable = 2,00. This means value>t table, so that it can be interpreted that there is a significant difference in learning outcomes between student who take Mathematics teaching and learning model Polya media aided visual students who take learning with not model Polya media aided visual in fifth grade students in Cluster II Village Penarukan District of Buleleng in the academic year 2016/2017. keyword : Polya, media visual, the learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN AUDIO VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS KELAS V
., Ni Putu Candra Kusumayanti;
., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd;
., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10717
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa kelas V yang mengikuti pembejaran dengan model Problem Based Learning berbantuan media audio visual dengan siswa yang siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes. Data yang yang dikumpulkan berupa nilai penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yang dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 4,02 dan dengan taraf signifikansi 5% dengan dk = 75 diperoleh harga ttabel = 2,00. Oleh karena thitung = 4,02 > ttabel = 2,00 maka H0 yang menyatakan tidak terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara siswa yang dibelajarkan melalui model Problem Based Learning berbantuan media audio visual dengan kelas siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional di SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017 ditolak, dan rerata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yang mengikuti pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio visual yaitu 82,43 dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu 70,11. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media audio terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat Tahun Ajaran 2016/2017.Kata Kunci : Problem Based Learning, audio visual, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the significant differences in the mastery of the competence of IPS knowledge between students of class V who followed the chase with the model of Problem Based Learning aided audio visual media with students who follow the conventional learning in SD Gugus Tuanku Imam Bonjol West Denpasar Academic Year 2016/2017. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population in this study is all students of class V in SD Gugus Tuanku Imam Bonjol West Denpasar Academic Year 2016/2017. Sample determination was done by random sampling technique. Data collection method in this research is test method. The data collected in the form of mastery of the competence of IPS knowledge that is analyzed by t-test. Based on the analysis result obtained tcount = 4.02 and with 5% significance level with dk = 75 obtained ttable price = 2.00. Therefore thitung = 4.02> ttabel = 2.00 then H0 which states there is no significant difference in mastering the competence of IPS knowledge between students who are taught through the model of Problem Based Learning aided audio visual media with class of students who learned through conventional learning in SD Gugus Tuanku Imam Bonjol Denpasar Barat Academic Year 2016/2017 was rejected, and the average of competency of IPS knowledge that followed the learning of Problem Based Learning with audio visual media that is 82,43 and students who follow conventional learning, that is 70,11. Thus, it can be concluded there is the influence of learning model Problem Based Learning assisted audio media on the mastery of the competence of knowledge IPS students of grade V SD Tuanku Imam Bonjol West Denpasar Academic Year 2016/2017.keyword : Problem Based Learning, Audio Visual, Knowledge Competence of Social Sciences
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH BERBANTUAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
., Meida Dwi Sana Tiballa;
., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.;
., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10718
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa kelas V yang mendapat perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan peta pikiran dan siswa kelas V yang tidak mendapat perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a match berbantuan peta pikiran. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng. Sebanyak 32 orang siswa kelas kelas V SDN 3 Kaliuntu dilibatkan sebagai kelompok eksperimen dan 28 orang siswa kelas V SDN 1 Kaliuntu dilibatkan sebagai kelompok kontrol. Kedua kelompok memiliki kesetaraan hasil belajar IPA sebelum diberikan perlakuan. Kesetaraan ini diuji dengan Uji Anava Satu Jalur terhadap hasil ujian akhir semester sebelum perlakuan dilaksanakan. Sementara kelompok kontrol tidak mendapatkan perlakuan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran, akan tetapi mendapatkan pembelajaran yang biasanya dilaksanakan oleh guru. Setelah perlakuan kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol dites hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alamnya dengan menggunakan tes hasil belajar buatan peneliti. Data hasil tes dianalisis dengan Uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mendapat perlakuan model pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran dan siswa yang tidak mendapat Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Berbantuan Peta Pikiran. Kata Kunci : Model make a match, hasil belajar, IPA This study aims to determine the difference of science learning outcomes between grade V students who received treatment with cooperative learning model type of make a match aided mind map and grade V students who are not treated with cooperative learning model type make a match assisted mind map. This research type is quasi experiment research with non-equivalent design posttest only control group design. Samples were taken by random sampling technique. The population of this research is all students of grade V SD in Gugus X Buleleng District. A total of 32 students of class V SDN 3 Kaliuntu were involved as experimental group and 28 students of grade V SDN 1 Kaliuntu were involved as control group. Both groups had equality of science learning outcomes before treatment was administered. This equality is tested by Anava Path Test against the final exam result before the treatment is done. While the control group did not get the Cooperative Learning Model Type Make A Match Mind Map Therapy, but get the learning that is usually carried out by the teacher. After the experimental group treatment and control group tested the result of study of Natural Sciences by using the result of research test made by the researcher. The test result data was analyzed by t-Test. The result of the analysis shows that there are significant differences of science learning outcomes between students who received treatment model of Cooperative Learning Type Make A Match Assisted Mind Maps and students who did not get Cooperative Learning Model Type Make A Match Assisted Mind Map.keyword : make a match, learning outcomes, sains
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
., Ni Made Firma Janayanti;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS;
., Dr. I Ketut Gading,M.Psi
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10719
Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) mengetahui pengaruh perbedaan hasil belajar IPS antara kelompok siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking stick dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. (2) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang motivasi berpestasinya tinggi dengan siswa yang mempunyai motivasi berprestasinya rendah. (3) mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Kecamatan Buleleng. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SDN 8 Banyuning sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 orang dan siswa kelas V SDN 6 Banyuning sebagai kelas kontrol yang berjumlah 28 orang. Data dikumpulkan dengan tes dan kuesioner buatan peneliti. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Anava Dua Jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan siswa yang tidak dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick. (2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang memiliki motivasi berprestasi tinggi dan siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah. (3) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar IPS. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dan Motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil belajar IPS.Kata Kunci : kooperatif tipe Talking Stick, motivasi berprestasi dan hasil belajar IPS The purpose of this research are: (1) to know the difference effect of IPS learning result between group of students is taught by cooperative learning model Talking stick type and group of students which is not learned by cooperative learning model Talking Stick type. (2) to know the difference IPS learning result between students who has high achievement motivation and students who has low achievement motivation. (3) to know the difference of interaction effect between Talking Stick type cooperative learning model and achievement motivation about IPS learning result. Type of this research is a quasi-experimental study with a non-equivalent design posttest only control group design. The population of this research is all of students in class V SD Gugus I Buleleng District. The sample of this research is the students of class V SDN 8 Banyuning as an experiment class which is amounted to 28 people and students of class V SDN 6 Banyuning as a control class which amounted to 28 people. The data were collected with the tests and questionnaires made by researcher. The data were collected by analyzed using Two Path Anava test. The results showed (1) there was a significant difference of IPS learning outcomes between students who were taught by cooperative learning model Talking Stick type and students who were not taught by cooperative learning model Talking Stick type. (2) there ware a significant difference of IPS learning result between students who have high achievement motivation and students who have low achievement motivation. (3) there ware significant interaction effect between Talking Stick type cooperative learning model and achievement motivation toward IPS learning result. The conclusion of those result is that the cooperative learning model Talking Stick type and achievement motivation affect the results of IPS learning.keyword : cooperative type Talking Stick, achievement motivation and IPS learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V
., Ni Kadek Dian Pusparini;
., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd;
., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10720
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Teams Games Tournamen (TGT) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasy exsperiment)dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design yang dilaksanakan dalam delapan kali perlakuan dan satu kali post-test. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus XKecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari SD N 1 Kaliuntu, SD N 2 Kaliuntu, SD N 3 Kaliuntu, SD Katolik Karya dengan jumlah siswa 115 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu cluster sampling dengan teknik undian. Sampel penelitian yaitu 28 orang siswa kelas V SD Negeri 1 Kaliuntu sebagai kelompok eksperimen dan 32 orang siswa kelas V SD Negeri 3 Kaliuntu sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes yaitu tes objektif pilihan ganda. Dari hasil analisis data, rata-rata kelompok eksperimen 22,5 dan kelompok kontrol 17,31.Hasil penelitian menunjukkan bahwahasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung5,23 > ttabel2,021) dengan taraf signifikan 5%, hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournamen (TGT) dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Teams Games Tournament, hasil belajar The research is to find out the significant difference of IPS learning result between groups of students who were taught by Teams GamesTournament (TGT) model learning and groups of students who were taught by conventional learning model in grade V elementary students in Buleleng District Buleleng Regency in academic year 2016 / 2017. The research is quasi experiment with non-equivalent posttest only control group design which conducted in eight treatments and one posttest. The research population is all students of class V SD in Gugus X Buleleng District Buleleng Regency in academic year 2016/2017, consist of SD N 1 Kaliuntu, SD N 2 Kaliuntu, SD N 3 Kaliuntu, and SD Katolik Karya with 115 students. The sampling is random sampling technique that is cluster sampling with lottery technique. The sample of research is 28 students of grade V of SD Negeri 1 Kaliuntu as experiment group and 32 students of class V SD Negeri 3 Kaliuntu as control group. The data collection in this research is done by test that is multiple choice objective test. The result of the data analysis, the average experimental group was 22.5 and the control group was 17.31. The result of the research shows that the result of t-test analysis ( analisis uji–t) is t-hitung bigger than ttabel (thitung5,23 > ttabel2,021) with 5% significant level, this means there is significant difference of IPS learning result between student which is taught by cooperative learning model Teams Games Tournament (TGT ) with students who were taught by conventional learning model in grade V of elementary school in Gugus X Buleleng district Buleleng Regency in academic year 2016/2017.keyword : Teams Games Tournament, learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
., Putu Frendita Muliantika;
., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10721
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) pada siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N di Gugus IV Kecamatan Gerokgak. Sampel penelitian diambil dengan teknik random sampling dan sampelnya adalah SD N 1 Gerokgak dan SD N 4 Gerokgak. Tehnik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT dengan perhitung thitung = 3,803 > ttabel = 2,021. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT adalah 20 lebih tinggi dari pada kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TGT yaitu 16. Dengan demikian model pembelajaran TGT berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Gerokgak. Kata Kunci : Teams Games Tournament, hasil belajar IPA This study aims at investigating the differences of learning achievement in science study between groups of students who were taught by using Teams Games Tournament (TGT) learning model and groups of students who were not taught by using Teams Games Tournament (TGT) learning model in the fifth grade of elementary school students in Gugus IV KecamatanGerokgak Lesson Year 2016/2017. This research is a quasi-experiment research with Non-Equivalent Post-Test Design Only Control Group Design research. Population in this research is student of class V SD N in Gugus IV District Gerokgak.The sample was taken by random sampling technique and the samples were SD N 1 Gerokgak and SD N 4 Gerokgak. The data collection techniques used a multiple choice test.Data were analyzed by using t-test. Result of research indicate that there are difference of science learning result between group of student which is taught by using TGT learning model and group of student which not taught by using TGT learning model with t count = 3,803>ttabel = 2,021.The average score of science learning outcomes of the group of students who were taught using the TGT learning model was 20 higher than the group of students who were not learned by using the TGT learning model that is 16. By doing so TGT learning model has a significant effect on the science learning outcomes of fifth grade in elementary school Gugus IV Kecamatan Gerokgak.keyword : Teams Games Tournament, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
., I Gusti Ayu Winda Dwi Wahyuni;
., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.;
., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10722
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan mengunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak pada semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SD N 1 Banyupoh sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 18 orang siswa dan SD N 2 Penyabangan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 25 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA meliputi aspek kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,390 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 21 lebih besar dari rata–rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 17. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar IPA The purpose of this research is to know the difference of science learning outcomes between student groups that are learned by using Problem Based Learning Model (PBL) and group of students that are not learned by using Problem Based Learning (PBL) model in Grade V students in Cluster V District Gerokgak Lesson 2016/2017. This research is quasy experiment with research design is Non Equivalent Control Group Design. The population of the research is the students of Grade V of Elementary School in Gugus V of Gerokgak Sub District in the even semester of Lesson 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained by State Elementary School 1 Banyupoh as experiment group consisting of 18 students and State Elementary School 2 Penyabangan as a control group of 25 students. The data collected was the result of science learning covering the cognitive aspect obtained from the result of learning test of the multiple form of learning. The data obtained were analyzed using inferential statistical analysis (t-test) Based on the result of data analysis, obtained tcount = 3,390 bigger than ttable (at significance level 5%) = 2,000. Judging from the calculation of the average of science learning outcomes experimental group is 21 greater than the average of control group science learning outcomes, which is 17. So it can be concluded that the model of Problem Based Learning (PBL) learning affects the results of science learning V grade students of School Grounds in Cluster V Gerokgak Sub District Year 2016/2017keyword : Problem Based Learning (PBL), science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD
., I Gusti Ayu Widya Tri Wahyunita;
., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.;
., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10723
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post-test only control group desain. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling.Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas V di SD Negeri 3 Banyupoh dan SD Negeri 2 Musi. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda/obyektif.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data hasil belajar IPA,diperoleh thitung sebesar 4,187 Sedangkan, ttabel sebesar 1,980 pada taraf signifikansi 5%.Hal ini berarti thitung> ttabel. Dilihat dari hasil perolehan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 21,02 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol yaitu 16,30. Berdasarkan pemaparan diatas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan video berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : Inkuiri terbimbing, video, hasil belajar IPA The aim of this research is to know the significant difference of science learning outcomes between groups of students who were taught using guided inquiry-based learning model with uneducated group of students using guided inquiry-assisted instructional model in V grade elementary school students in Gugus V Gerokgak Sub-district 2016 /2017. This type of research is a quasi-experimental research with non equivalentpost-test only control group design. The population of this research is all students of grade V SD in Gugus V Kecamatan Gerokgak Lesson 2016/2017. The sampling technique used is random sampling. The class that becomes the research sample is the V class at State Elementary School 3 Banyupoh and State Elementary School 2 Musi. Learning result data is collected by using multiple / objective test. The data obtained were analyzed using inferential statistical analysis technique that is t-test. Based on the results of data analysis of learning outcomes IPA, obtained t count of 4.187 Meanwhile, ttabel of 1.980 at 5% significance level.This means thitung> ttable. Judging from the results of the average learning outcomes of IPA experimental group is 21.02 greater than the average learning outcomes of control group IPA that is 16.30. Based on the above explanation, it can be concluded that learning using guided inquiry learning model has a positive effect on the learning outcomes of science.keyword : Guided Inquiry, videos, science learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR
., Ketut Eli Mariadeni;
., Drs. Ndara Tanggu Renda;
., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10726
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dengan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal. Rancangan penelitian menggunakan “post-test only control group design” dengan analisis data uji-t. Populasi penelitian ini yaitu siswa yang ada di Gugus VI Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 130 siswa. Sampel Diambil menggunakan teknil random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal dengan perhitungan thitung = 3,35 > ttabel = 1,99 dengan signifikasi < 0,05. Rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol yaitu 24,61>20,50. Hal ini menunjukkan model pembelajaran Talking Stick Berbantuan media audio visual berbasis kearifan lokal berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar PKn siswa.Kata Kunci : hasil belajar, talking stick, media audio visual, kearifan lokal. This study aims to determine the difference between learning outcomes of Civics between groups of students who are taught using learning models Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom with groups of students who are not learned by using learning models Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom. The study design used "post-test only control group design" with t-test data analysis. The population of this study is the students in Buleleng District VI Cluster 2016/2017 of 130 students. Sample Taken using random sampling technique. The results showed that there was a significant difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught with learning models Talking Stick Aided audio visual media based on local wisdom and groups of students who did not learn by using learning model Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom with the calculation Thitung = 3.35> ttable = 1.99 with significance 20,50. This shows the instructional model Talking Stick Assisted audio visual media based on local wisdom has a significant effect on students' learning outcomes.keyword : learning outcomes, talking stick, audio visual media, local wisdom.
PENGARUH PENGGUNAAN ICE BREAKER TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
., I Komang Arimbawa;
., Drs. I Made Suarjana, M.Pd;
., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10727
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) deskripsi motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan ice breaker, (2) deskripsi motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran tanpa penggunaan ice breaker pada, dan (3) perbedaan motivasi belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan ice breaker dan siswa yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Pempatan sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 8 Pempatan sebagai kelas kontrol. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan instrumen berupa kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji-t sampel independent. Berdasarkan analisis data dengan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 48,18 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 2,021 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil Penelitian menunjukkan (1) motivasi belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan ice breaker tergolong sangat tinggi, (2) motivasi belajar yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker tergolong tinggi, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar IPS siswa antara kelas yang dibelajarkan dengan menggunakan ice breaker dan kelas yang dibelajarkan tanpa menggunakan ice breaker. Hal ini menunjukkan bahwa ice breaker berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi belajar IPS siswa kelas V di Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : ice breaker, motivasi belajar This study aimed to know (1) the description of social science students’ motivation which were taught using ice breaker, (2) the description of social science students’ motivation which were taught without using ice breaker, and (3) the difference of social science students motivation which were taught using ice breaker with students’ motivation which were taught without using ice breaker. The type of this study was quasi experiment in which the research design used was non equivalent post-test only control group design. The population of this study was students of grade V in the cluster IV of Rendang District, Karangasem Regency, in the academic year 2016/2017. The sample of this study was students of grade V SD Negeri 3 Pempatan as the experimental class and students of grade V SD Negeri 8 Pempatan as the control class. The data of learning motivation were gathered by using instrument in form of questionnaire. The data analysis technique used was descriptive analysis and t-test independent sample. Based on the data analysis with t-test, tcount value was 48.18 higher than ttable value 2.021 with the level of difference was 5%. The result of the study showed that (1) the motivation of social science students which were taught by using ice breaker is very high, (2) the motivation of social science students which were taught without using ice breaker is high, and (3) there was a significant difference of social science students’ motivation between the class which was taught by using ice breaker and the class which was taught without using ice breaker. This indicated that ice breaker affected significantly toward social science students’ motivation of grade V in the cluster IV of Rendang District, Karangasem Regency, in the academic year 2016/2017.keyword : ice breaker, learning motivation