cover
Contact Name
Arif Try Cahyadi
Contact Email
arif3cahyadi@email.unikom.ac.id
Phone
+6281998522354
Journal Mail Official
jurnalvisualita@email.unikom.ac.id
Editorial Address
Universitas Komputer Indonesia, Fakultas Desain, Desain Komunikasi Visual Jl. Dipatiukur No. 112-116, Kota Bandung, Smart Building Unikom, 6th Floor, Room 6027
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual
ISSN : 26552140     EISSN : 23015144     DOI : https://doi.org/10.34010/visualita
Core Subject : Humanities, Art,
The Online Visual Communication Design Visualita Journal is dedicated to disseminating findings or research and original ideas about design, applied arts, and visual culture, which is published in 2 (two) episodes a year, namely in April and October. The scope of the Visualita Journal covers an unlimited variety of visual culture starting from visual, contemporary, and traditional arts, visual communication design, and graphic and technical design with other sciences such as communication, culture, sociology, marketing, psychology, language, etc.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2012): February" : 6 Documents clear
Seri Poster Iklan "Petits Gateaux" (Analisa Relasi Antar Tanda: Metafora-Metonimi) Wantoro, Wantoro
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1633.032 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1075

Abstract

Sebagai sebuah media, poster sering digunakan sebagai media informasi untuk menyampaikan pesan penggunanya. Petits gateaux merupakan salah satu brand yang menggunakan media poster dalam kegiatan iklannya. Bersama sebuah agensi iklan Pheromone dari Kanada, Petits Gateaux merilis 3 seri poster dengan tema "Petits Gateaux, Cupcake Boutique: Small Cakes, Big Occasions." Yang menaraik, ketiga poster tersebut memiliki kesamaan gaaya komunikasi visual dimana satu sama lain salinag terhubung dan membangun  sebuah kesepahaman mengenai sebuah pesan. Hal ini terlihat dari penggunaan tanda-tanda visual dan relasinya yang digunakan dalam setiap poster. Melalui penelitian singkat ini, penulis akan mencoba memaparkan 3 seri poster Petits Gateaux dan membedah penggunaan dan relasi tanda yang ada pada Petits Gateaux guna mengetahui makna yang terkandung di dalamnya.Kata kunci: Poster, Iklan, Tanda, Petits Gateaux
KAJIAN PRINSIP POKOK TIPOGRAFI (LEGIBILITY, READBILITY, VISIBILITY, DAN CLARITY) PADA POSTER FILM BERANAK DALAM KUBUR THE MOVIE DAN JELANGKUNG Ekawardhani, Yully Ambarsih; Natagracia, Ganeshya
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.884 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1112

Abstract

Film merupakan suatu media komunikasi massa dan digunakan sebagaisarana hiburan. Film horor adalah salah satu genre dalam film, yangmenampilkanketegangan, kerisauan, kejijikan, dan berbagai kejadian tidak masuk akal. Pembahasan utama dalam penelitian ini adalah mengenai tinjauan visual tipografi judul film khususnya film horor Indonesia dalam media poster. Poster film memiliki elemen-elemen visual dimana tipografi film adalah salah satunya. Disini yang menarik perhatian adalah upaya menunjukkan kesan horor melalui tipografi. Pembahasan dalam penelitian ini adalah prinsip penggunaan tipografijudul film horor Indonesia pada poster. Dalam penelitian ini, untuk menjawab permasalahan yang diangkat tersebut dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu metode atau cara menguraikan pemecahan masalah berdasarkan faktafakta yang terjadi pada waktu sekarang.Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan Bahwa, tipografi judul film horor Indonesia pada dua poster film horor, yaitu Beranak Dalam Kubur The Movie dan Jelangkung, menggunakan jenis font yang sudah ada, dan kemudian dimodifikasikan dengan visual effect untuk menambah kesan horor secara visual. Berdasarkan teori prinsip pokok tipografi, penggunaan huruf pada poster film Beranak dalam Kubur The Movie telah memenuhi kaidah tipografi, sementara untuk film berjudul Jelangkung, belum memenuhi kaidah tipografi. Baik itu dari kualitas pada huruf yang membuat huruf tersebut dapat terbaca (legibility), kualitas pada teks yang membuat teks tersebut mudah dibaca (readibility), kemampuan huruf dan teks yang dapat terbaca dalam jarak tertentu (visibility), serta kualitas pada huruf dan teks untuk dapat dimengerti dengan jelas (clarity).Kata kunci : Film, Horor, Poster, Tipografi
KAJIAN ANALISIS IDENTIFIKASI IKLAN LUAR RUANG WALL PAINTING Ariprahara, Gema
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.763 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1108

Abstract

Iklan luar ruang merupakan alat komunikasi komersial konvensional yang digunakan oleh kebanyakan produsen untuk memberikan informasi dan menancapkan identitas produk pada benak konsumennya. Media yang digunakan umumnya menggunakan papan reklame atau billboard, neon sign, neon box, spanduk, baligo, poster, pamplet dan media luar ruang lainnya. Kepadatan iklan dalam sebuah kota senantiasa dipantau oleh dinas pendapatan dan pertamanan daerah karena dalam penempatannya harus sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Perkembangan iklan luar ruang semakin marak dengan hadirnya iklan wall painting yang terletak pada beberapa bangunan kota yang memiliki dinding yang kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai objek media iklan. Ruang tersebut umumnya dibiarkan kosong dan hanya berisi warna plain dengan adanya kreativitas pekerja media dinding tersebut dijadikan media iklan. Meski ukurannya besar dan dapat digolongkan sebagai media luar ruang sejenis billboard namun dalam visualisasinya memiliki perbedaan. Visualisasi pada wall painting memiliki keterbatasan karena faktor teknis dan tingkat keterlihatan objek. Penelitian ini lebih melihat mengenai analisa deskripsi iklan wall painting yang terdapat pada ruang publik kota. Fokus analisa terhadap identifikasi pada visualisasi iklan wall painting yang di dominasi oleh produk dari operator telekomunikasi. Diantaranya; Telkomsel, XL, Indosat dan Axis. Karakter visual yang berbeda yang lebih sederhana dan hanya mengutamakan merek menunjukkan identifikasi visual yang jelas pada iklan tersebut.Kata Kunci: Billboard, Media, Wall painting.
CITRAAN GAYA HARAJUKU PADA GAYA GRAFIS GRAFIS PRODUK DISTRO Ekawardhani, Yully Ambarsih; Yanti, Ari
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.497 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1109

Abstract

Gaya Harajuku adalah sebuah fenomena yang sedang marak diadopsipada gaya grafis. Nama Harajuku merujuk pada sebuah tempat di Jepang, yang di dalamnya terdapat aktivitas fashion jalanan (street fashion), yang sangat dominan sehingga mempopulerkan tempat tersebut. Dominasinya tidak hanya mempengaruhi pencitraan tempat, tetapi menempatkan nama Harajuku menjadi sebuah gaya (style) berbusana. Menariknya, gaya tersebut kemudian diadopsi lagi menjadi gaya grafis pada produk-produk distro. Gaya grafis yang muncul membuat pencitraan yang mengesankan gaya Harajuku. Penelitian ini mengamati pengadopsian gaya Harajuku yang diterapkan pada gaya grafis produk distro. Asumsi dasarnya adalah pada gaya grafis tersebut terdapat ciri-ciri gaya Harajuku. Selain ciri juga terdapat penambahan karakter yang sesuai dengan jenis-jenis gaya Harajuku. Secara khusus, hal ini terjadi pada beberapa distro di kota Bandung. Sampel distro yang digunakan sebagai bahan penelitiannya adalah Screamous, Airplane System, dan Cosmic Clothing Company.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keempat distro tersebut, tidakseluruhnya gaya grafis distro-distro tersebut mengadopsi citraan gaya Harajuku. Masih ada kecenderungan untuk tidak mengadopsi seluruh jenis gaya Harajuku. Terdapat lima gaya Harajuku yang lebih banyak menjadi pilihan, yaitu Gothic Lolita/Lolita, Cosplay, Vintage, Teenage Romance No Future dan Unformal Blazer.Kata Kunci: Gaya, Harajuku, Grafis, Distro
RELASI ENVIROMENTAL TYPOGRAPHY, PUBLIC SPACE DAN GAYA HIDUP Nursaiman, Dodi
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.15 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1110

Abstract

Ruang umum (public space) di perkotaan merupakan sebuah ruang yang dapat digunakan sebagai aktifitas oleh masyarakat umum, ruang public dapat berupa taman (park), kebun (garden), jalur hijau (greenways), pedestrian, jalan, trotoar, lapangan olah raga, plaza, dan semua ruang yang berada di luar bangunan. Ruang publik pada dasaranya dapt dibuat dengan terencana dan disadari dan didesain untuk kebutuhan masyarakat dan tidak terlepas dari dukungan pemerintah dalam upaya penyediaan fasilitas publik dalam sudut pandang tata kelola wilayah. Ruang publik perkotaan merupakan bagian dari produk arsitektur kota. Aktifitas padaruang publik menjadi bagian dari perkembangan dalam proses penciptaangaya hidup.Kata Kunci : Environmental, Typography
Proses Kreasi Seorang Desainer Grafis (Studi Kasus : Stefan Sagmeister) Maulina, Rini
Visualita Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Vol 4 No 1 (2012): February
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.66 KB) | DOI: 10.33375/vslt.v4i1.1111

Abstract

Proses kreasi merupakan tahapan penting bagi seorang desainer grafis dalam pencapaian karya. Proses kreasi yang dialami oleh seniman, desainer grafis atau pelaku kreatif biasanya tidak disadari oleh pelaku kreatif itu sendiri. Dalam keilmuan psikologi khususnya psikologi seni proses kreasi dapat dikategorikan berdasarkan tipe-tipe dari cara berfikir atau cara bagaimana pelaku kreatif tersebut memecahkan masalah yang dihadapi ketika bekerja kreatif. Proses kreatif seorang kreatif dipengaruhi oleh beberapa factor yang ditelaah lewat psikologi personal dari pelaku kreatif. Stefan Sagmeister adalah seorang desainer grafis sekaligus seniman yang memiliki beberapa tipe proses kreasi. Beliau adalah seorang kreatif yang pola berkreasinya dapat dijadikan sebagai pembelajaran. Penilitian ini merupakan tinjauan dari Stefan sagmeister, mengenai proses kreasi seorang desainer grafis sekaligus seniman kontemporer yang menciptakan karya desain dengan melewati batas-batas desain dan seni. Karya-karya Stefan sagmeister menggambarkan cirri-ciri kontemporer. Tinjauan ini dilakukan untuk mengetahui dan mempelajari apakah proses kreasinya dipengaruhi oleh perkembangan dunia seni rupa dan desain secara umum, dimana saat ini merupakan era kontemporer yang mengusung eksperimental, eklektik, simbolik sekaligus spiritual yang mempengaruhi pola berfikir dan berkarya di segala bidang khususnya bidang desain grafis.

Page 1 of 1 | Total Record : 6