cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha
ISSN : 26139626     EISSN : 26139618     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2020)" : 7 Documents clear
Makna Kiasan Visual Dalam Iklan Minuman Kaleng Beralkhol Suntory “Strong Zero” I Gusti Ayu Diah Anggreni Dewi
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.25798

Abstract

Artikel ini berisi tentang analisis semiotika yang bertujuan untuk memaparkan makna kiasan dari tanda-tanda visual iklan Minuman Kaleng Beralkhol Suntory “Strong Zero”. Metode semiotika yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dari Roland Barthes yang mengacu pada sistem denotasi, konotasi dan mitos. Sistem ini akan digunakan untuk menganalisis makna tanda-tanda visual pada iklan minuman kaleng beralkhol Suntory. Artikel ini juga meneliti makna kiasan visual dan pesan yang terdapat pada iklan Minuman Kaleng Beralkhol Suntory “Strong Zero”. Dalam iklan ini, pesan yang ingin disampaikan bahwa Minuman Kaleng Beralkhol Suntory “Strong Zero” dapat memberikan sensasi menyegarkan dan meningkatkan semangat.
REPRESENTASI BUDAYA JEPANG DALAM FILM ANIME BARAKAMON Made Yudhiareska Sila Putra; Ketut Agus Supriadi Putra; I Nyoman Ayatma Harsana
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.25806

Abstract

Abstrak            Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi kebudayaan tradisional Jepang yang dilakukan oleh masyarakat jepang sehari-hari pada film anime Barakamon.  Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah scene-scene dalam film anime Barakamon yang mempresentasikan budaya Jepang, baik penampilan karakter, suara, kostum pada karakter, serta pesan-pesan verbal dan non verbal dalam scene-scene tersebut yang nantinya akan diteliti menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Teknik analisis data dengan melakukan pengamatan terhadap objek penelitian yaitu film Barakamon (2014). Hasil penelitian menunjukkan 5 scene dalam 12 episode yang mengandung budaya tradisional Jepang yaitu episode 1 (cara meminta maaf di Jepang),  episode 1 (representasi kanji), episode 6 (tatakrama saat makan di Jepang), episode 8 (perayaan festival obon), dan episode 9 (kebiasaan berendam bagi masyarakat Jepang). Kata Kunci : Representasi, Budaya Jepang, Film, Anime, Semiotika, Roland Barthes
MAKNA LIRIK LAGU “PAPURIKA HANA GA SAITARA HARETA SORA NI TANE WO MAKOU” DALAM LAGU PAPURIKA Made Marta Sari Dewi; Putu Ratih Megantari; Ni Putu Winda Tya Ariantari
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.25807

Abstract

Artikel ini dibuat untuk menganalisis makna lirik lagu “Papurika hana ga saitara, hareta sora ni tane wo makou” dalam lagu “Papurika” dengan analisis makna intrinsic dan ekstrinsik lagu tersebut. Lagu Paprika tersebut merupakan sebuah lagu yang dirilis oleh Kenshi Yonezu pada tahun 2018 yang menjadi sebuah trending dengan jumlah penonton 260 juta orang dan dirilis secara digital pada 2 Desember 2019. Kemudian lagu tersebut dinyanyikan oleh grup anak-anak yaitu Foorin. Lagu ini juga digunakan sebagai lagu tema untuk Tokyo Olympics mendatang. Seluruh royalty dari single ini akan disumbangkan ke Japan Sport Council untuk pembinaan atlet generasi yang selanjutnya.Kata Kunci :Impian dan Harapan, Keadaan yang berubah, Papurika hana ga saitara hareta sora ni tane wo makou, Lagu
ANALISIS MAKNA LAGU SAZANKA (KAJIAN SEMIOTIKA) Ketut Wira Putrawan Kartika; Zaifur Rahman; Mohammad Syahrul Muharrom Al Hakim
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.25813

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membahas tentang analisis makna pada lirik lagu sazanka dengan subyek penelitian adalah peneliti sendiri. Dengan objek penelitian adalah lirik lagu band Sekai No Owari yang berjudul sazanka. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode analisis wacana/observasi dan diskusi terfokus dengan sumber data lirik lagu sazanka. Data dianalisis dengan pendekatan semiotik deskriptif kualitatif, yang menghasilkan data berupa kalimat atau kata yang terdapat pada lirik lagu Sazanka. Hasil dari penelitian ini adalah, (1) makna lirik Sekai No Owari berjudul sasanka adalah mengenai seorang kakak yang mengerti tentang keadaan adiknya sejak awal menghadapi berbagai rintangan, kakak tersebut menemaninya serta meberikan motivasi terhadapnya hingga ia sukses.Kata Kunci : Sazanka, semiotik, makna要旨この研究は、研究者自身が研究者であるササンカの歌詞の意味の分析について議論することを目的としています。 研究の目的は、バンドの世界の終わり、サザンカと題された歌詞です。 この研究のデータ収集で使用される方法は、談話分析/観察の方法であり、サザンカ歌の歌詞データのソースとの集中的な議論です。 データは定性的な記述記号論的アプローチで分析され、サザンカの歌詞に含まれる文章または単語の形式でデータが生成されました。 この研究の結果は次のとおりです。(1)世界の終わりの歌詞「サザンカ」の歌詞の意味は、最初からさまざまな障害に直面している弟の状態を理解し、成功するまで弟に同行し、やる気を与えた兄に関するものです。キーワード:サザンカ、記号論、意味
GOLDEN RULE DALAM “RAIN TOWN karya HIROYASU ISHIDA” Wiwit Cahyaningrum
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.25978

Abstract

AbstrakFilm Rain Town merupakan sebuah film pendek karya Hiroyasu Ishida yang dirilis tahun 2011. Dalam film pendek Rain Town banyak scene yang menggunakan Golden Rule sebagai komposisinya. Golden rule (aturan emas atau etika timbal balik) sendiri memiliki  makna cara melakukan moral yang lahir berdasarkan landasan nurani dan pikiran manusia pengertian lainnya yaitu “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Matius 7:12). Golden Rule atau peraturan Emas merupakan strategi pendekatan hubungan antarmanusia yang kuat dalam sejarah dunia. Dalam arti lain, golden rules diartikan sebagai hubungan timbal balik antara manusia dengan konsep yang positif dan bukan negatif. Agar lebih mudah memahami golden rule maka ada pepatah 'manusiakan manusia jika ingin dianggap manusia'.  Pelaksanaan aturan emas dalam kehidupan menghasilkan hubungan yang erat antar manusia dengan saling menghormati sesama insan manusia terlepas dari perbedaan yang dimiliki masing-masing.Dalam film pendek “Rain Town” kami para penulis ingin mengembangkan makna Golden rule yang terdapat pada film pendek tersebut. Selain itu, dalam film pendek Rain Town  terdapat environmental fog (suasana lingkungan)  serta blur untuk menggambarkan kesan yang lebih jauh serta bagian mana yang lebih ingin difokuskan untuk penyampaian makna dari Golden Rule dari sang kreator.Penelitian tentang Golden Rule dalam film pendek “Rain Town”, kami lakukan dengan melihat tanda-tanda yang terdapat pada film tersebut. Dengan itu, kami menggunakan gagasan Peirce dalam penelitian ini yang membagi tanda menjadi tiga kategori yaitu ikon, indeks dan simbol dalam menciptakan makna. Sehingga, kami tim penulis mengkaji film pendek ini dengan memandang unsur intrinsik seperti tema, latar, alur dan penokohan dan unsur ekstrinsik dalam film pendek.Berdasarkan hasil intepretasi Golden Rule dengan menggunakan pendekatan semotika Peirce. Ikon, indeks dan simbol dalam film pendek Rain Town menceritakan tentang kondisi kota yang selalu turun hujan karena kondisi inilah membuat banyak orang mulai meninggalkan kota tersebut. Berjalannya waktu kota tersebut mulai sepi ditinggal pergi oleh warganya dan pada akhirnya menjadi mati. Tetapi ada sebuah robot yang masih setia bertahan di kota tersebut dengan sebuah alasan yang yang menyangkut tentang kenangan dalam kota hujan. Oleh karena itu, dari analisis semiotika tersebut bisa disimpulkan bahwa film ini mempunyai banyak makna makna tersirat didalamnya sehingga penonton dapat menyimpulkan dari berbagai interpretasi.
Analisis Kesalahan Penggunaan Jodoushi ~Sou da, ~You da, dan ~Rashii Yanuar Lutfi Rohman
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.30160

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas tentang analisis kesalahan penggunaan jodoushi ~sou da, ~you da, dan ~rashii. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa tingkat III Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES dalam penggunaan jodoushi ~sou da, ~you  da, dan ~rashii dan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya kesalahan dalam penggunaan jodoushi ~sou da, ~you da, dan ~rashii yang sering dilakukan mahasiswa tingkat III Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES.            Dalam penelitian ini digunakan metode deskriptif, dengan menjadikan penelitian survey sebagai desain penelitian. Untuk memperoleh data, instrumen yang digunakan berupa tes objektif. Teknik dalam mengumpulkan data adalah one shoot model, dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat III Prodi Pendidikan Bahasa Jepang UNNES dengan jumlah 20 orang.Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa jenis kesalahan penggunaan pola ~sou da, ~you da dan ~rashii  dikategorikan menjadi kesalahan penggunaan pola kalimat saja, kesalahan perubahan bentuk saja, dan keduanya (kesalahan penggunaan pola kalimat dan kesalahan perubahan bentuk)  pada soal pilihan ganda, soal  terjemahan dan soal menyelesaikan kalimat.            Adapun faktor-faktor yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya kesalahan penggunaan jodoushi ~sou da, ~you da, dan ~rashii tidak hanya pemahaman tentang perbedaan dan persamaan penggunaan jodoushi ~sou da, ~you da, dan ~rashii  tetapi juga faktor lain seperti pemahaman terhadap konteks kalimat, dan lain-lain.
Implementasi Model-Model Information Gap dalam Pembelajaran Kaiwa berbasis Daring Yeni Yeni; I Wayan Sadyana; Gede Satya Hermawan
Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang Undiksha Vol. 6 No. 3 (2020)
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbj.v6i3.30235

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berbahasa Jepang mahasiswa setelah diimplementasikan model-model information gap dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring dan untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap implementasi model-model information gap dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi (Quasi Experimental) dengan pendekatan kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah one grup pretest posttest design. Instrumen yang digunakan berupa tes berbicara dan angket/kuesioner dalam bentuk Google Form. Berdasarkan hasil posttest diketahui 86% mahasiswa yang diimplementasikan model-model information gap dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring memperoleh nilai di atas 80 sedangkan sisanya 14% mahasiswa memperoleh nilai di bawah 80. Gain hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan rata-rata nilai sebesar 2.04. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Jepang mahasiswa setelah diimplementasikan model-model information gap dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring mengalami peningkatan dan implementasi model-model information gap efektif dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring. Selanjutnya berdasarkan hasil angket/kuesioner diperoleh respon positif dari sebagian besar responden terhadap implementasi model-model information gap dalam pembelajaran kaiwa berbasis daring.

Page 1 of 1 | Total Record : 7