cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
ANALISIS PEMBELAJARAN MURAL DI SMP NEGERI 1 ROGOJAMPI ., MONICA AYU RAYINDRA; ., Dr. I Ketut Sudita, M.Si.; ., I Gusti Made Budiarta, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.986 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.26323

Abstract

Penelitian ini merupakan bentuk kegiatan belajar mengajar dalam proses mendidik siswa yang menerangkan ilmu-ilmu bermanfaat bagi siswa. Pendidik menerapakan proses pembelajaran mural kepada siswa yang masih duduk di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F, (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkarya. Manfaat penelitian ini dapat memberikan bentuk pembelajaran yang lebih efektif, kreatif dan medorong interaksi siswa ke pendidik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis domain dan analisis taksonomi. Hasil penelitian ini menujukkan (1) Proses Pembelajaran Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F berdasarkan kurikulum yang ada di SMP Negeri 1 Rogojampi dan sesuai silabus KD yang bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan belajar mengajar dengan membuat Rencana Pembelajaran (RPP), Materi Ajar, dan Pelaksanaan Pembelajaran. (2) Hasil Belajar Mural Siswa Kelas IX A sampai IX F sebelum dan sesudah berkaraya berdasarkan bentuk atau isi seperti bentuk hasil desain (sebelum), proses mendesain, alat dan bahan dan bentuk hasil mural (sesudah), proses membuat mural di media dinding kemudian isi antara lain dari unsur rupa dan simbol. Dari hasil penelitian ini, disarankan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan ruang lingkup maupun objek penelitian yang lebih luas lagi dan hasil lebih berkualitas. Penelitian ini penting untuk diteliti sebagai perkembangan proses pembelajaran. Pentingnya penelitian ini dilakukan untuk mengungkap lebih dalam tentang Analisis Pembelajaran Mural di SMP Negeri 1 Rogojampi. Kata Kunci : Pembelajaran Lukisan Mural This research is a form of teaching and learning activities in the process of educating students that explains the science that is beneficial to students. Educators apply the mural learning process for students who are still in junior high school. This study aims to describe (1) the Learning Process of Killer Students in Class IX A to IX F, (2) Learning Outcomes of Class IX A to IX F students before and after they were made. The benefits of this research can provide more effective, creative and forms encourage student interaction with educators.This research is a descriptive qualitative research. Data collection techniques used were observation, interviews, documentation and literature. Data analysis methods used in this study are domain analysis and taxonomic analysis. The results of this study show (1) the Learning Process Murals of Class IX A to IX F students based on the existing curriculum at SMP Negeri 1 Rogojampi and in accordance with the KD syllabus that seeks to simplify and facilitate teaching and learning activities by making Learning Plans (RPP), Teaching Materials, and Learning Implementation. (2) Student Learning Outcomes of Class IX A to IX F before and after work based on the form or content such as design results (before), the design process, tools and materials resulting from the mural (after), the process of making murals on the wall media then the contents include from form and symbol. From the results of this study, it is recommended that further research be carried out with a wider scope and object of research and higher quality results. This research is important to be studied as the development of the learning process. The importance of this research was conducted to reveal more deeply about the Analysis of Mural Learning in SMP Negeri 1 Rogojampi.keyword : Learnings of Mural Painting
ALIH KETERAMPILAN SENI LUKIS GAYA BATUAN OLEH KOMUNITAS BATURULANGUN BATUAN Dewi, Ni Wayan Erica; Sudarmawan, Agus; Ardana, I Gusti Ngurah Sura
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (977.982 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.28113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Latar belakang peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan, (2) Proses alih keterampilan oleh komunitas Baturulangun di dalam mengajarkan melukis gaya Batuan pada peserta didiknya, dan (3) Hasil karya para peserta didik dari komunitas Baturulangun dalam kegiatan alih keterampilan melukis gaya Batuan. Subjek dan Objek penelitian ini adalah karya lukis dan katalog dari komunitas Baturulangun sebagai refrensi belajar peserta didiknya, serta  proses alih keterampilan seni lukis gaya Batuan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) hal yang melatarbelakangi peserta didik yang mengikuti kegiatan alih keterampilan untuk belajar melukis bukan hanya sekedar hobi, namun juga karena kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya yang sudah turun temurun. (2) Proses alih keterampilan melukis gaya Batuan diawali dengan pemahaman tentang lukis Gaya Batuan, dilanjut dengan pemahaman bentuk ornament bali dan ukiran bali, setelah itu diberikan pemahaman tahapan-tahapan dalam melukis gaya Batuan. (3) Hasil dari lukisan gaya Batuan yang dibuat murid-murid dari kelompok akademik, cantrik, dan pewarisan memiliki tingkat kemiripan yang berbeda, hasil lukisan anak-anak kelompok cantrik dan pewarisan lebih mendekati ciri-ciri dari seni lukis gaya Batuan. Walaupun hasilnya berbeda tetapi dapat memberi manfaat bagi para pembelajar antara lain melatih kreatifitas, membina sikap kecermatan dan ketekunan, kerapian dan mengembangkan sensitifitas. Selain itu, memupuk bakat dan minat dalam keterampilan melukis gaya Batuan.
PADMA PANJALU JAYATI MOTIF TENUN IKAT BASED ON THE RELIEFS OF THE KEDIRI KINGDOM TEMPLE Wiguna, Frans Aditia; Permana, Erwin Putera
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.538 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.27902

Abstract

Woven cloth is made diverse in various regions in the archipelago, especially in Java Island, where each region has its own uniqueness and special characteristics in terms of motif and colors. the Difference be caused by location geographical, beliefs, customs and the surrounding natural conditions including flora and fauna, each region has certain differences and uniqueness as well as contacts or relationships between regions. “Its history can be observed from the batik motif itself, including painting of plants, animals and stories of antiquity” (Prasetyo, 2010:28). Design is a framework of form or design and motif are a style (Indonesian Dictionary, 1990:200). The stage of analyzing the main problem in this study is the weaving model/ weaving design/ weaving motif with the reliefs of the legacy temples of Kediri Kingdom, this study was reviewed qualitatively. To find out the dynamics of ikat waving design in Kediri, the problem formulation is how do weaving models in Kediri by applying designs/ motifs from temple reliefs? Culture can be observed from two points of view. First, limiting culture from an artistic point of view (temple relief). Second, are looking for a new motif model for Kediri weaving.
Wayang Kulit Karya Putu Rekayasa di Desa Banjar Tegeha ., Ida Ayu Komang Sartika Dewi; ., I Wayan Sudiarta, S.Pd., M.Si.; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.12 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.29315

Abstract

Artikel ini merupakan bagian dari penelitian “Wayang Kulit Karya Putu Rekayasa di Desa Banjar Tegeha”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur wayang kulit berdasarkan konsep tri angga serta bentuk visual yakni ornament hias pada wayang kulit hasil karya Putu Rekayasa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, data reduction, data display, lalu conclution drawing. Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan berupa dokumentasi wayang kulit yang menarik untuk dibahas secara aspek kerupaannya yang sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga dari proses pengumpulan data, ada enam figur wayang kulit yang digunakan sebagai sampel penelitian. Yakni figur wayang kulit Dewa Wisnu Murka atau Wisnu Murti, Sugriwa, Punakawan Tonglang dan Kenyot, lalu Kayonan Pintu Paduraksa. Hasil penelitian berupa (1) Struktur wayang kulit karya Putu Rekayasa yang terbangun dari tiga pembagian dengan konsep kosmologi hindu yakni Tri Angga, unsur visual seperti garis, bidang, dan warna (2) Detail wayang kulit yang di tatah dengan motif bias membah serta beberapa motif lain yang membentuk atribut asesoris serta busana pada figur wayang kulit.Kata Kunci : wayang kulit, struktur wayang kulit, bentuk visual wayang kulit This Article is part of the research entitled “Shadow Puppet By Putu Rekayasa in Banjar Tegeha Village” This thesis is aimed to describe the structure of shadow puppet based on tri angga concept and also the visual form like decoration ornament on the shadow puppet created by Putu Rekayasa. The data was collected with observation, documentation, data reduction, data display, and conclution drawing technique. In this thesis, the collected data were the documentation of shadow puppet which is interesting to be discussed for its appearance aspect that suits the aim of this thesis. From the collection of the data process, there were 6 figures of shadow puppets that were used as the sample of the thesis. There were the shadow puppets of The God of Wisnu Murka or Wisnu Murti, Sugriwa, Punakawan Tonglang and Kenyot, and Kayonan Pintu Paduraksa. The results of this thesis were (1) the structure of Putu Rekayasa's shadow puppet which made of three partition with the concept of Tri Angga (Hinduism Cosmology), and there were visual element like lines, fields, and colors (2) shadow puppet details with bias membah pattern and some other patterns which made the accessories and fashion atribute for the shadow puppet.keyword : shadow puppet, shadow puppet figure structures, shadow puppet ornament details.
LUKISAN I WAYAN PENGSONG: SEBUAH KAJIAN ESTETIKA HERBERT READ ., MARGIA SASPINA; ., I Nyoman Rediasa, S.Sn, M,.Si.; ., Drs. I Gusti Ngurah Sura Ardana, M.Sn.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.302 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.29438

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Herbert Read” yang pada prinsipnya akan fokus membahas Riwayat hidup dan mengkaji elemen-elemen seni rupa yang memenuhi kriteria estetika dalam lukisan I wayan Pengsong bedasarkan konsep estetika yang dikemukakan oleh Herbert Read. penelitian ini adalah penelitian dekstriptif kualitatif yang secara representatif akan membahas dua pokok bahasan tersebut. Berdasarkan sumber data yang didapatkan melalui wawancara serta karya Pengsong kemudian dianalisis menggunakan tahap reduksi, klasifikasi data, dan verifikasi, yang merupakan metodologi dalam penelitian. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: Pengsong mencoba mentransfer roh Lombok pada karyanya. Ia menciptakan karya tidak hanya sebatas menuangkan ide melainkan ada perenungan di dalamnya. Kedalaman rasa dan penghayatan terhadap kehidupan. Pengsong menghadirkan karakter yang unik pada karyanya. Mempadupadankan elemen seni rupa yang mampu membawa estetika tersendiri pada karyanya. Elemen-elemen seni rupa hadir dengan pertimbangan yang tepat. Dari garis, warna, nada/ irama, motif-motif struktural, bentuk dan kesatuan yang hadir dalam satu kesatuan yang utuh dengan menawarkan kualitas keindahan pada lukisan. Kata Kunci : lukisan, I Wayan Pengsong, Estetika Herbert Read ABSTRACT This research is titled “Lukisan I Wayan Pengsong; Sebuah Kajian Estetika Read” wich in principle will focus on examine the biography and studying the elements of fine art that meet the aesthetic criteria in I Wayan Pengsong paintings based on aesthetic consept by Herbert Read. This research is a qualitative descriptive study wich will represent the two main topics. Based on data sources obtained through interviews and Pengsongs work then analyzed by using the stages of reduction, data classification, and verification wich are the methodology in the research, thus the results of this research are as follows: Pengsong tried to transfer the spirit of Lombok to his work. He create the work not only to provide ideas but there are reflections on it. The depth of feeling and appreciation of life. Pengsong presents a unique character on his work. Combining present art elements with the right considerations. With the lines, tone/rhytme, structural motifs, form and unity that are present in a unified whole by offering quality beauty on painting. keyword : painting, I Wayan Pengsong, aesthetic of Herbert Read
Analisis Ikonografi Motif Subahnale Kain Songket Sukarara Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah ., WAHYU AMALIA PUTRI; ., Dr. Drs. Hardiman, M.Si.; ., Dr. I Nyoman Sila, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.109 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v10i1.27479

Abstract

Analisis Ikonografi Motif Subahnale Kain Songket di Desa Sukarara, merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan: 1) Untuk mendeskripsikan praikonografi motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah, 2) Untuk mendeskripsikan ikonografi motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah, 3) Untuk mendeskripsikan interpretasi ikonologis motif Subahnale kain songket Sukarara, kecamatan Jonggat kabupaten Lombok Tengah. Data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap masyarakat, pemuka adat, budayawan, kepala desa, pemilik kerajinan, pengrajin, dan ahli bahasa Arab kemudian data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut. (1) Pada tahap pra-ikonografi dijelaskan asal dari kata Subahnale yakni Subhanallah yang artinya Maha Suci Allah. Merupakan kalimat tasbih yang diucapkan untuk memberikan puji-pujian kepada Allah subhanahu wa ta’la. (2) Tahap kedua yakni ikonografi, didapatkan arti dan makna motif Subahnale tidak hanya dari penamaan namun juga dari motif kain songket Subahnale yang pertama kali ditenun juga motif pengembangan lainnya. (3) Interpretasi ikonologis yakni tahap terakhir, didapatkan hasil analisis motif Subahnale dan motif pengembangannya berdasarkan filosofis dari apa yang terkandung ataupun yang terlihat. Motif Subahnale, secara keseluruhan menceritakan tentang bagaimana manusia menjalani hidup seharusnya.Kata Kunci : ikonografi, kain songket, Subahnale. An iconography analysis of Songket Fabric with Subahnale Pattern in Sukarara Village is a qualitative research which aimed to describe iconography analysis in three steps, such as pre-iconography analysis, iconography, and iconology interpretation step. The data in this research were collected through observation and interview toward society, a trusted person who in charge in custom and cultural stuff, cultural observer, headman of Sukarara Village, handicraft owners, craftsman, and Arabic expert. The data were processed by applying the model formulated by Miles and Hubarman (1984). There were three steps done in processing the data, namely data reduction, data display, and conclusion drawing. It was contained some result, such as (1) In the pre-iconography step, it was describe that the word of “Subahnale” refers to “Subhanallah” which means holy god Allah. It is a holy word said by Moeslems as a praise to Allah subhanahu wa ta’ala. (2) In the iconography as the second step, it was found that the meaning of Subahnale pattern did not only come from the naming but also from the pattern of the first Subahnale fabric and other development. (3) In the iconology interpretation as the last step, it was found the analysis result of Subahnale pattern and its development based on the philosophy of what is contained and seen. Generally, Subahnale pattern tells hown human should run their lives. keyword : Iconography, Songket Fabric, Subahnale.

Page 1 of 1 | Total Record : 6