cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 3 (2021)" : 16 Documents clear
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO Syarief Arrahim
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.38720

Abstract

NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia E-mail:syariefarrahimabdurahman@gmail.com,Sudiartanik1969@yahoo.com,Surartdana@gmail.com Abstrak           Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso. (2) konsep-konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok. (3) nilai-nilai estetika yang terkandung pada berbagai style modifikasi vespa rosok Bondowoso.Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota dari komunitas, bengkel, dan pemilik kendaraan yang akan diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrument yang digunakan adalah (1) instrument observasi, (2) instrument wawancara, (3) instrument dokumentasi, dan (4) instrument kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi.Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi komunitas vespa rosok Bondowoso, antara lain: pensil, penggaris siku, las listrik, mesin grinda, gergaji kayu, plat besi, besi siku, besi lingkaran, kompresor, sekrup dan baut, cat, kunci baut, batang pohon jambu, botol-botol dan plastic bekas. (2) konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok yaitu: modifikasi vespa gembel mengangkat konsep tentang lingkungan, modifikasi vespa trikel memiliki konsep modifikasi yang tercipta dari kebebasan berkreasi, modifikasi vespa chopper memiliki konsep kendaraan modern, modifikasi vespa tank memiliki konsep kendaraan tempur, modifikasi vespa gasruk memiliki konsep kebebasan berimajinasi tanpa ada batasan, modifikasi vespa sekuter atau otopet memiliki konsep mainan masa kecil. (3) nilai estetika yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso terdiri dari unsur-unsur bentuk.Kata kunci: gambar, modifikasi vespa rosok, nilai estetika           Abstract This research aims to obtain information about: (1) tools and materials used in the process of making Vespa Modification Rosok Bondowoso. (2) the concepts or thoughts behind the choice of vespa rosok modification style. (3) Aesthetic values contained in various styles of modification vespa rosok Bondowoso.            This research is a decryptive study with a qualitative approach. The subjects of this study are members of the community, workshops, and vehicle owners to be researched. Data collection in this study was conducted by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) documentation, and (4) literature. The instruments used are (1) observation instruments, (2) interview instruments, (3) documentation instruments, and (4) library instruments. The data analysis used is (1) domain analysis and (2) taxonomic analysis.            The results of this study are: (1) tools and materials used in the process of making modifications to the vespa rosok Bondowoso community, among others: pencils, elbow ruler, electric welding, grinda machine, wooden saw, iron plate, elbow iron, circle iron, compressor, screws and bolts, paint, bolt locks, guava tree trunks, bottles and used plastic. (2) The concept or thought behind the choice of vespa rosok modification style is: Vespa gembel modification raises the concept of the environment, vespa trikel modification has a modified concept created from freedom of creativity, vespa chopper modification has a modern vehicle concept, vespa tank modification has a combat vehicle concept, vespa gasruk modification has the concept of freedom of imagination without any restrictions, vespa sekuter or otopet modification has a childhood toy concept. (3) The aesthetic value contained in the modification of vespa rosok bondowoso consists of elements of form. Key words: images, vespa rosok modifications, aesthetic value   PENDAHULUAN Di Bondowoso ada kominitas yang menyebut diri mereka dengan komunitas vespa rosok Bondowoso. Kominitas ini memiliki jenis aliran modifikasi vespa yang sangat unik. Ada juga beberapa jenis vespa yang telah diciptakan oleh komu nitas vespa rosok Bondowoso. Proses observasi yang peneliti lakukan terhadap komunitas vespa rosok Bondowoso, salah satunya pengguna vespa rosok mengatakan bahwa kemunculan vespa rosok didasari oleh seni modifikasi, kebebasan berkreasi, dan adanya  pengaruh lingkungan seperti mengekspresikan tentang keresahan yang ada dalam masyarakat yang akhirnya membuat pengguna vespa rosok ingin menampilkan identitas diri, sekaligus juga ingin merubah pandangan negatif dari masyarakat terhadap pengguna vespa rosok.Seiring berkembangnya teknologi banyak jenis modifikasi vespa yang bermunculan seperti modifikasi longride, yaitu modifikasi seperti penambahan panjang ke belakang atau pun melebar kesamping. Vespa tank modifikasi vespa yang dibuat menyerupai tank. Jenis vespa chopper yang dimodifikasi dengan bentuk stang yang dibuat setinggi mungkin bahkan vespa yang dibuat serendah mungkin. Modifikasi jenis vespa trikel yang dimodifikasi dengan penambahan ban atau kemudi dibagian belakang. Jenis vespa sekuter dan dikalangan komunitas vespa biasa disebut dengan otopet yaitu modifikasi yang menyerupai kendaraan dengan desain yang berupa kerangka saja seperti stang, pijakan kaki, dan tempan duduk. Atau jenis gasruk, vespa standar yang dimodifikasi serendah mungkin.serta jenis modifikasi sampahan yang menambahkan bentuk variasi seperti botol-botol plastik, bendera dan benda-benda lainya. Selain itu juga ada bentuk vespa gembel yang hanya memadukan mesin dengan fariasi lain seperti vespa pohon dimana kemudi dan tempat duduk dibuat dengan pohon dan dikombinasikan dengan mesin vespa.Komunitas vespa rosok ada hampir disetiap kota. Salah satu komunitas  vespa rosok ada didaerah Bondowoso yang memiliki beberapa jenis modifikasi vespa. Kehadiran vespa rosok ini dijalanan selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih lagi pada saat berjalan beriringan dalam suatu konvoi vespa rosok.  Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti fenomena estetika modifikasi vespa rosok yang ada dikota Bondowoso dalam hal modifikasi bentuk, cara pembuatan dan sebagainya. METODE PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi vespa rosok Bondowoso, tahapan dari proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso.Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Adapun instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri atas intrumen observasi dan instrumen wawancara. Instrumen Observasi dalam penelitian ini menggunakan HP Rielmi C2 dan Note book/Buku catatan. Selanjutnya yaitu instrumen wawancara yaitu menggunakan pedoman wawancara.Dalam penilitian ini, digunakan metode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Sebelum penulis melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu yaitu melakukan observasi awal (survey), selanjutnya penulis melakukan obeservasi kembali mengumpulkan data. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur Dokumentasi yang dilakukan sebanyak 3 macam yaitu pertama dokumentasi alat yang digunakan untuk Modifikasi dan bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi. Dokumentasi kedua yaitu mewawancarai sipemilik kendaraan dan mekanik yang melakukan proses pengerjaan modifikasi tersebut.Teknik kepustakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan menelaah buku-buku dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian seperti buku yang membahas mengenai  proses Modifikasi, buku mengenai kajian estetika dan lain sebagainya yang dibutuhkan sebagai data penunjang atau pembanding.Analisis data dalam ini dilakukan secara domain taksonomi. Menurut Sugiyono (2009) analisis domain yaitu ketika peneliti sudah menetapkan domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Kemudian setelah domain dipilih akan dijabarkan secara lebih rinci. Hasil dari analisis domain  dalam penelitian ini berupa alat yang digunakan pada setiap proses pembuatan Modifikasi vespa rosok, dan nilai estetik. HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi yang telah dilakukan di tempat penelitian, maka diperoleh data mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok Bondowoso.Untuk memperoleh data mengenai alat yang digunakan, dilakukan dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi sehingga diperoleh data berupaAlat yang digunakan untuk memberi pola pada bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan modofikasi vespa rosok yaitu pensil berukuran 2b hingga 8b.Alat yang digunakan untuk mengukur bahan yang akan digunakan untuk modifikasi seperti penggaris siku.Alat yang digunakan untuk proser perakitan rangka kendaraan modifikasi seperti las listrik.Alat yang digunakan untuk memotong bahan yang digunakan dalam pembuatan modifikasi yaitu mesin grinda.Alat yang digunakan untuk memotong bagian krangka kendaraan modifikasi yang derbuat dari bahan kayu yaitu gergaji.Alat penjemur yang digunakan untuk membantu proses pengecatan agar menghasilkan modifikasi yang bagus yaitu kompresor.Alat yang digunakan untuk merakit kerangka modifikasi yang tidak terjangkau oleh las listrik yaitu skrup dan baut.Alat yang digunakan dalam peroses perakitan kendaraan modifikasi yaitu kunci baut untuk mengencangkan skrup dan baut. Dan untuk memperoleh data mengenai bahan yang digunakan, dilakukan dengan cara yang sama seperti pada analisis alat adapun data  yang diperoleh yaitu berupa:Bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kerangka kendaraan modifikasi yaitu batang pohon jambu.Bahan botol plastic dan plastic bekas/kresek biasa digunakan untuk menghiasi di sekeliling kendaraan.Bahan cat kaleng yang biasa digunakan untuk memberi kesan indah pada lapisan luar kendaraan modifikasi.Bahan besi siku biasa digunakan sebagai bahan utama untuk dijadikan kerangka kendaraan modifikasi.Bahan besi lingkaran berguna sebagai penguat kerangka kendaraan modifikasi aslinya. Tabel 1.Bahan dan alat yang digunakan untuk modifikasi No.Nama AlatNama Bahan1.PensilBesi siku2.Penggaris sikuBesi lingkaran3.Las ListrikPlat besi4.GrindaCat besi5.Skrup dan bautBatang pohon jambu6.KompresorBotol pelastik7.Kunci bautGergaji kayu Adapun tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi tersebut:Modifikasi vespa jenis gembel memiliki tema dan ide tentang lingkungan.Modifikasi vespa jenis trikel memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang tercipta dari kebebasan  berkreasi.Modifikasi vespa jenis chopper memiliki tema dan ide yaitu kendaraan dengan bodi modern dan elegan.Modifikasi vespa jenis tank memiliki tema dan ide yaitu kendaraan temput yang dimiliki oleh anggota TNI.Modifikasi vespa jenis gasruk memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang menerapkan kebebasan berkreasi.Modifikasi vespa jenis otopet memiliki tema dan ide kendaraan masa kecil.  Selanjutnya yaitu nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso;Modifikasi vespa jenis gembel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.Modifikasi vespa jenis Trikel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Suryajaya, Martin (2016:720) nilai keindahan ini mengarah pada dua teori yaitu reori Jean-Paul Sartre yaitu estetika eksistensial yang berumus pada seni dan imajinasiModifikasi vespa jenis Chopper  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.  Modifikasi vespa jenis tank  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.    Modifikasi vespa jenis gasruk  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. Modifikasi vespa jenis  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN  Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai NILAI ESTETIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu ; a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok, pensil, gergaji kayu, kompresor, grinda, las listrik, kunci baut, sekrup dan baut, plat besi, besi siku, besi lingkaran, cat besi, batang pohon jambu, botol pelastik bekas, dan penggaris siku. b) tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso menerapkan ide dari lingkungan disekitar mereka entah itu sebagai keluhan atu kritik. c) nilai estetika yang terdapat dalam modifikasi vespa rosok bondowoso, bentuk, estetika pascamodern, postmodern.Adapun unsur yang yang terkandung dalam modifikasi tersebut yaitu bentuk geometris. SARAN Saran dari pembuatan artikel ini penulis tujukan kepada mahasiswa dan juga kepada massyarakat umumuntuk dijadikan renungan penelitian yang akan mereka kerjakan. Dan untuk masyarakat, agar lebih bias menilai tampilan suatu kelompok atau perkumpulan apapun supaya tidak menilai keburukannya saja. Tapi juga dapat menganbil pelajaran yang terkandung dalam suatu komunitas ataupun perkumpulan social.UCAPAN TERIMAKASIHPenulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Susi selaku pemilik Rumah Batik Radiyah Situbondo yang telah memberikan izin dalam melakukan penelitian sehingga tugas ini dapat selesai dengan baik. Selain itu, terimakasih juga kepada Drs. I Wayan Sudiarta, S.Pd. M.Si selaku pembimbing I dan Drs. I Gst. Sura Ardana selaku Pembimbing II yang sudah membimbing dengan sabar, penuh ketelitian, memberikan semangat, kritikan, saran serta arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik serta semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan artikel penelitian ini. DAFTAR PUSTAKAArimbi, Agiyan Wiji Pritaria. 2015. Kajian Nilai Estetika Tari Megat-Megat Di Kabupaten Cilacap, Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Haryani 2013. Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Dapat Meningkatkan Gerak Dasar Menangkap Bola Mendatar dalam Bola Tangan Kelas V Sdn 1 Sepangjaya Kec. Kedaton Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Universitas Lampung.Ismail, Saifullah. 2014. Komunitas Vespa Di Kota Makasar (Studi Tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.Kartika, Dharsono Sony dan Nanang Ganda Perwira. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.Lowenfeld, Victor dan W. Lambert Brittain. 1964. Creative & Mental Growt 5th.Moleong, Lexi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung :Remaja Rosda Karya.Ridwan, Muhammad Mujib. 2014. Kajian Gaya Hidup Komunitas Penggemar Vespa Rosok di Pasuruan Serta Muatan Edukasinya. Skripsi. Universitas Negri Malang.Saifullah, Ismail. 2014. Judul Penelitian ”Komunitas Vespa di Kota Makasar (Studi tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makasar.Setiyani Budi Utami. 2012. Pengembangan Bulu Jerami untuk Pembelajaran Permainan SepakBola di SD Negeri Kalirejo 1Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Skripsi FIK UNY.Suharsaputra, Uhar. 2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: PT. Refika AditamaSuryajaya, Martin. 2016. Sejarah Estetika Era Klasik Sampai Kontemporer. Jakarta Barat: Gang Kabel dan Inde book corner.Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa Kumpulan istilah dan Gerakan Seni Rupa. Edisi Revisi. Yogyakarta: DictiArt Lab,Yogyakarta & Jagad Art Space, Bali.Wijayanti, Voni. 2015. Transformasi Lukisan Vobi Wijayanti Pada Batik Situbondo. SKRIPSI.Pengertian tema, https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema,15/November2020  Badudu, J.S & Zain Sultan Mohammad. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Hasnidar, Sitti. 2019. Pebdidikan Estetika dan Karakter Peduli LIngkungan Sekolah. Jurnal Serabi Ilmu,20,(1),19. Haryaanto. 2009. Perancangan Stasiun Kerja yang Ergonomis dalam Pelayanan Jasa Penyewaan Internet Di Warnet Bina Boyolali. Skripsi. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Surakarta 
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Nyoman Rediasa
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.39765

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tujuan penelitian ini antara lain ; ( 1 ) Untuk mengetahui aspek – aspek visual karya para perupa Bali yang merespon pandemi .(2) Untuk mengetahui  karya para perupa Bali yang merespon pandemi dianalisis dengan teori semiotika Roland Bartes. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi ; (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yang meliputi ; (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data (3) Penarikan Kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah ; (1 )Aspek aspek visual yang hadir dalam karya perupa Bali yang merespon kondisi pandemi covid 19 menghadirkan representasi atau penggambaran objek yang mencoba merekam kondisi batiniah manusia dalam menghadapi pandemi. Unsur unsur visual garis warna bidang komposisi ruang irama dan lain sebagainya yang muncul dalam karya – karya mereka mengkonstruksi suatu rangkaian representasi gambar yang dihadirkan dalam rangka mengkontruksi ungkapan keprihatinan, solidaritas, kekacauan serta perenungan dan optimisme dalam menghadapi kondisi pandemi. (2) Karya – karya perupa Bali yang merespon pandemi covid 19 memiliki nilai semiotik jika dilihat dari semiotika Roland Barthes. Makna denotasi yang hadir adalah makna yang didapat dari penggambaran objek dalam arti yang sebenarnya, penggambaran atas situasi ketertekanan, kekalutan, kekacauan menjanjikan ruang perenungan membangunkan solidaritas untuk bangkit bersama dalam kondisi seperti ini karena pandemi ini adalah universal dan dialami oleh semua orang dari warga dunia baik yang terpapar langsung virus corona ini maupun yang tidak terpapar langsung. Representasi objek tersebut menghadirkan sebuah metafora yang mengungkapkan kondisi yang terjadi pada titik ini makna konotasi dalam karya seni rupa para perupa tersebut hadir menjanjikan ruang perenungan bagi publik penikmat karya seni rupa tentang kondisi yang tengah terjadi. Selanjutnya representasi objek – objek tersebut hadir membentuk makna universal, meresap sampai ke alam pikir menjadi serupa ideologi. Representasi objek seperti masker, APD, doa dan persembahan menjadi representasi yang diterima dan dapat dipahami oleh publik sebagai sebuah tanda yang menggambarkan kondisi pandemi covid 19 ini.Kata Kunci ; Seni Rupa, Pandemi, Semiotika
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN MAKRAME DESA YEH SUMBUL KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA Salsabiyla Rizqi Putri Dewi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40269

Abstract

AbstrakArtikel ini berjudul “ Proses Pembuatan Kerajinan Makrame Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam  proses pembuatan makrame, dan untuk mengetahui proses pembuatan makrame serta hasil akhir dan proses pemasaran kerajinan makrame di Desa Yeh Sumbul Kecamatan mendoyo Kabupaten Jembrana. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pemilik kerajinan, pengrajin setempat kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu  gunting, pita ukur, mesin jahit, jarum jahit sedangkan bahan yang digunakan antara lain tali makrame, kain, kayu, benang jahit. Proses pembuatan  makrame terdiri dari penyiapan alat, pemotongan tali, pelilitan tali pada kayu, proses pembuatan motif simpul makrame, pelepasan makrame dari kayu, kemudian yang terakhir finishing. Hasil dan bentuk kerajinan makrame dibagi menjadi dua yaitu benda fungsional dan benda non fungsional. Benda fungsional antara lain sarung bantal, hammock, ayunan bulat, payung pantai, kursi bundar, tas, lampion, gantungan pot, sedangkan benda non fungsional dreamcathcher dan tirai. Pemasaran dilakukan dengan cara online yakni melalui instagram, facebook atau market place. Kata-kata Kunci: Alat dan bahan, proses pembuatan, yeh sumbul. Abstract This research is entitled "Macrocraft Crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in the process of making macrame, and to find out the process of making macrame as well as the final result and marketing process for macrame crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency. Sources of data were obtained through observation and interviews with handicraft owners, local craftsmen and then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Thus the results of this study are as follows: the tools used are scissors, measuring tape (meter), sewing machine, sewing needle while the materials used include macrame rope, cloth, wood, sewing thread. The process of making macrame consists of preparing the tools, cutting the rope, wrapping the rope on the wood, the process of making the macrame knot motif, removing the macrame from the wood, then finishing. The results and forms of macrame crafts are divided into two, namely functional objects and non-functional objects. Functional objects include pillowcases, hammocks, round swings, beach umbrellas, round chairs, bags, lanterns, pot hangers, while non-functional items are dreamcatchers and curtains. Marketing is done online, namely through Instagram, Facebook or market place. Keywords: Tools and materials, manufacturing process, yeh sumbul
PROSES PEMBUATAN KEMASAN JAJANAN PASAR DI PASAR AMLAPURA TIMUR KABUPATEN KARANGASEM Lisa Kusuma Wardani
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40349

Abstract

Abstrak Artikel ini berjudul “Proses Pembuatan Kemasan Jajanan Pasar di Pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kemasan jajanan serta jenis dan tampilan dari kemasan jajanan pasar yang ada di pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pedagang dan pembuat jajanan pasar  yang terdapatl di pasar Amlapura Timur, kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu pisau, gunting, stepler, dan  bahan yang digunakan antara lain daun pisang, janur, pandan wangi, klobot, semat bambu, tali bambu, mika, plastic op,cup plastik, kertas minyak, selotip bening. Proses pembuatan kemasan jajanan pasar dibagi menjadi dua yakni untuk kemasan alami dan non alami, untuk kemasan yang alami proses pembuatan dimulai dari menyiapkan bahan memilah daun dan memotong sesuai ukuran, kemudian membentuknya dan menyemat menggunakan tali, stepler,semat bambu, dan ada yg hanya menguncinya dengan lipatan. Dan kemasan non alami hanya dua jenis yang penulis bisa temukan proses pembuatannya karena sisanya kemasan dibeli dalam bentuk instan atau jadi di toko bahan kue atau pasar. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 jenis kemasan jajanan pasar yang ada di Pasar Amlapura Timur. Kata-kata Kunci: kemasan,jajanan pasar,  amlapura timur.  Abstract This article is entitled "The Process of Making Market Snack Packaging at the East Amlapura Market, Karangasem Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in making packaging, to find out how the process of making snack packaging is as well as the type and appearance of market snack packaging in the East Amlapura market, Karangasem district. Sources of data were obtained through observation and interviews with traders and market snack makers in the East Amlapura market, then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Thus, the results of this study are as follows: the tools used are knives, scissors, staplers, and the materials used include banana leaves, coconut leaves, pandanus fragrant, klobot, bamboo pins, bamboo ropes, mica, plastic ops, plastic cups, oil paper. , cleartape. The process of making market snacks packaging is divided into two, namely for natural and non-natural packaging, for natural packaging the manufacturing process starts from preparing the materials, sorting the leaves and cutting them according to size, then shaping them and embedding them using ropes, staplers, bamboo pins, and some just lock them. with folds. And the non-natural packaging is only two types that the author can find the process of making because the rest of the packaging is purchased in instant or finished form at a cake ingredient store or market. The results of this study obtained 10 types of market snacks packaging in the East Amlapura Market. Keywords: packaging, market snacks, east amlapura.
PEMBELAJARAN MEMBATIK DI SMKN 03 KOTA BIMA Nur wahidah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40364

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (2) mendeskripsikan bahan dan alat yang dimanfaatkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (3) mendeskripsikan teknik membatik yang diterapkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (4) Mendeskripsikan ragam/motif batik yang dihasilkan siswa SMKN 03 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima antara lain: (1) Proses pelaksanaan pembelajaran membatik dilakukan secara bertahap. Pada awal pertemuan diberikan materi teori tentang membatik dan pengenalan alat dan bahan serta dilanjutkan dengan pembelajaran praktek pembuatan batik. (2) Alat dan bahan yang digunakan adalah kompor, canting, wajan kecil, panci, ember, gawangan, kain, bahan pewarna, dan malam. Alat dan bahan pendukung berupa pensil, sendok plastik, minyak tanah, hair dryer, bangku plastik, dan timbangan. 3) Teknik batik yang diterapkan adalah teknik batik tulis. 4) Motif batik yang dihasilkan antara lain motif uma lengge, lara, dan motif klasik gaya Jogja. Kata Kunci: pembelajaran, membatik. Abstract This study aims to (1) describe the batik learning process at SMKN 03 Bima City, (2) describe the materials and tools used in learning batik at SMKN 03 Bima City, (3) describe the batik techniques applied in batik learning at SMKN 03 Kota. Bima, (4) Describe the variety/pattern of batik produced by students of SMKN 03 Bima City. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected by using observation, interview, and documentation methods. The results of the research regarding batik learning at SMKN 03 Bima City include: (1) The process of implementing batik learning is carried out in stages. At the beginning of the meeting, theoretical material about batik and introduction of tools and materials was given and continued with learning the practice of making batik. (2) The tools and materials used are stoves, cantings, small frying pans, pots, buckets, bars, cloth, dyes, and wax. Supporting tools and materials include pencils, plastic spoons, kerosene, hair dryers, plastic benches, and scales. 3) The batik technique applied is the written batik technique. 4) The batik motifs produced include the uma lengge, lara, and classical motifs of the Jogja style. Keywords: learning, batik.
KERAJINAN BARONGAN DI DESA SINGOTRUNAN, KECAMATAN BANYUWANGI, KABUPATEN BANYUWANGI Alfaqih Dwi Fajriansyah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40490

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bahan dan alat yang digunakan dalam Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (2) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi. (3) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan.Dari pembahasan serta proses penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Proses Pembuatan Barongan Banyuwangi dimulai dari tahap pembuatan kepala barong, pembuatan jamang, badan barong, mahkota barong, sayap barong dan proses perakitan. (2) jenis dan bentuk karya yang dihasilkan oleh perajin Barongan di Desa Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi antara lain kucing-kucingan dan ayam-ayaman.Kata kunci : kerajinan dan Barongan.
ANALISIS SEMIOTIKA VIDEO MUSIK BTS DALAM ALBUM MAP OF THE SOUL Angelica Agustin
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40520

Abstract

Anak-anak muda saat ini mulai menggandrungi tren K-Pop. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Grup K-Pop yang saat ini banyak penggemarnya hingga hampir seluruh dunia menyukainya yakni BTS atau dalam Bahasa Korea Bangtan Sonyeondan. Artikel ini bagian dari skripsi yang berjudul “Analisis Semiotika Video Musik BTS dalam Album Map of the Soul” yang mana memaparkan tentang beberapa video musik BTS dalam album Map of the Soul yang berjudul Intro: Persona, Interlude: Shadow dan Outro: Ego dari kacamata semiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arti video musik/video klip dari sudut pandang yang berbeda, tidak semata-mata hanya menunjukkan visualisasi artis saja. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa fragmen dalam adegan video klip yang paling menekankan makna sesuai konsep dari masing-masing video klip dengan teori semiotika Roland Barthes yaitu dengan makna denotatif, makna konotatif dan mitos. Kata kunci : semiotika, teori Roland Barthes, video musik, BTS
Kerajinan Bokor Sepuh Perak Di Desa Beratan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Musdalifah febriyana
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40663

Abstract

AbstrakPenelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan keunikan kerajinan bokor  sepuh perak di Desa Beratan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pengrajin dengan menganalisis domain dan menganalisis taksonomi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  kualitatif. Tujuan untuk mengetahui: (1) keberadaan kerajinan bokor sepuh perak di Desa Beratan, (2) bahan dan alat yang diperlukan dalam pembuatan kerajinan bokor sepuh  perak di Desa Beratan (3) proses pembuatan kerajinan  bokor  sepuh perak di Desa Beratan (4) hasil produksi dan bentuk yang dihasilkan dalam pembuatan kerajinan bokor sepuh perak di Desa Beratan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) keberadaan Desa Beratan berbatasan dengan kelurahan lain seperti: sebelah utara adalah Kelurahan Liligundi, sebelah selatan adalah Kelurahan Sukasada, sebelah timur adalah Lingkungan Desa bakung, dan terakhir sebelah barat Kelurahan Paket Agung, (2) proses pembuatan dengan teknik penempaan dan penyepuhan (3) hasil produksi dan bentuk yang dihasilkan dalam pembuatan kerajinan  bokor sepuh yaitu produk segi lima, segi empat, dan lingkaran, bentuk ornamen khas yaitu gunnimang berbentuk tali, dan selain itu ada produk lain seperti : cin-cin / bungkung, liontin, dan gelang. Kata kunci: kerajinan bokor                                                                           Abstract                                                                           This study was to determine the existence and uniqueness of silver plated bowls in Beratan Village, Sukasada District, Buleleng Regency. Data were obtained through observation and interviews with craftsmen by analyzing domains and analyzing taxonomies. This research is a qualitative descriptive study. The aims of this study were to determine: (1) the existence of silver plated bowls in Beratan Village, (2) the materials and tools needed in the manufacture of silver plated bowls in Beratan Village, (3) the process of making silver plated bowls in Beratan Village, (4) production results. and the shape produced in the manufacture of silver plated bowls in the village of Beratan. The results of the study show that (1) the existence of Beratan Village is bordered by other villages such as: to the north is Liligundi Village, to the south is Sukasada Village, to the east is the Daffodil Village Environment, and finally to the west is Package Agung Village, (2) the manufacturing process is made using the technique of forging and gilding (3) the products and shapes produced in the manufacture of old bokor crafts, namely pentagons, quadrilaterals, and circles, typical ornaments, namely gunnimang in the form of ropes, and in addition there are other products such as: cin-cin / bungkung, pendants and bracelets.Keywords: bowl, craft
PEWARNAAN TEYENG PADA KAIN BATIK SURABAYA rizza fazriyatus syafira
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40732

Abstract

Abstrak            Artikel ini memuat bagian dari skripsi “Batik Teyeng Surabaya”. artikel ini bertujuan untuk mengetahui  alat dan bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya, untuk mengetahui proses pewarnaan teyeng pada kain batik Surabaya dan hasil penerapan teyeng pada kain batik Surabaya. Dalam pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik obsevasi, teknik wawancara, teknik pendokumentasian, teknik kepustakaan dan analisis data menggunakan analissi domain dan analisis taksonomi. Diperoleh data hasil penelitian sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu ember plastik dan kotak triplek, sedangkan bahan yang digunakan yaitu garam kasar, kain mori, spon, dan kawat ram. Proses pewarnaan teyeng pada kain dimulai dari mempersiapkan kain mori dan larutan garam. Larutan garam digunakan untuk merendam kain, kain direndam kedalam larutan beberapa menit kemudian kain satu persatu dibentangkan dalam kotak triplek untuk proses peneyengan. Setelah itu kain ditaburi kawat ram yang sudah berkarat sampai rata, kemudian dilakukan pengulangan yang sama sampai 3-5 tumpukan kain. Tahap selanjutnya yaitu lapisan-lapisan itu disiram dengan larutan garam, kemudian ditutup dengan spon dan atasnya dikasih pemberat. Kain dibiarkan selama 2-3 hari. Sehari sekali lapisan kain diperiksa dan disiram dengan air garam. Setelah tahap terakhir proses pewarnaan teyeng selesai barulah kain diproses seperti batik pada umumnya dengan menggunakan teknik tulis maupun teknik cap. Kata kunci: batik teyeng, proses pewarnaan, noda teyeng AbstractThis article contains part of the thesis "Batik Teyeng Surabaya". This article aims to determine the tools and materials used in the process of dyeing teyeng on Surabaya batik cloth, to find out the process of coloring teyeng on Surabaya batik cloth and the application of teyeng on Surabaya batik cloth. In collecting the data used in this research are observation techniques, interview techniques, documentation techniques, library techniques, and data analysis using domain analysis and taxonomic analysis. The data obtained from the research are as follows: the tools used are plastic buckets and plywood boxes, while the materials used are coarse salt, Mori cloth, sponge, and ram wire. The process of dyeing teyeng on the fabric starts with preparing the Mori cloth and salt solution. The salt solution is used to soak the cloth, the cloth is soaked in the solution for a few minutes then the cloth is spread out one by one in a plywood box for the drying process. After that the cloth is sprinkled with rusted ram wire until it is flat, then the same is repeated until 3-5 piles of cloth. The next stage is that the layers are doused with a saline solution, then covered with a sponge and weighted on top. The fabric is left for 2-3 days. Once a day the lining of the cloth is checked and rinsed with saltwater. After the last stage of the dyeing teyeng, the process is complete, then the fabric is processed like batik in general by using writing techniques and stamping techniques.Keywords: batik teyeng, dyeing teyeng, teyeng stain
PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA DI MASA PANDEMI Ni Nyoman Sariyani; I Wayan Gara; Kadek Dwi Arlinayanti
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol. 11 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40882

Abstract

Dalam dunia pendidikan pada masa pandemi Covid 19, penerapan protokol kesehatan juga memberikan pengaruh yang signifikan pada dunia pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar yang awalnya melalui tatap muka kini dituntut melalui dalam jaringan  (Daring). Pembelajaran melalui daring menemui berbagai tantangan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru pembatalan penilaian belajar berdampak terhadap psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid.  Pada masa pandemi ini proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Dana Punia Singaraja dilaksanakan dengan sistem belajar online atau sistem dalam jaringan (daring). Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut banyak sarana yang diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sarana pembelajaran tersebut di antaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp.  Penggunaan media zoom meeting mempermudah pelaksanaan daring dimana peserta didik lebih mudah untuk mengakses dan mempergunakannyaa. Dengan penggunaan media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa walaupun tanpa tatap muka. Namun masih dapat dilakukan tatatp muka melalui media zoom meeting. Peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan angket. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Dana Punia Singaraja. Dari analisis yang dilakukan melalui penggunaan aplikasi zoom anak-anak lebih antusias dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi ini

Page 1 of 2 | Total Record : 16