cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015):" : 93 Documents clear
EKSISTENSI TEATER ILALANG DALAM RANGKA MEWADAHI KEGIATAN APRESIASI SASTRA MENULIS PUISI DI SMA LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., I Wayan Sumahardika; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) keberadaan Teater Ilalang dalam mewadahi kegiatan apresiasi sastra anggotanya, (2) proses kreatif menulis puisi yang dilakukan Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. Penelitian ini menggunakan ancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, dengan objek penelitian kegiatan apresiasi sastra oleh Teater Ilalang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan pustaka. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) latar belakang Teater Ilalang dalam mewadahi apresiasi sastra anggotanya dipengaruhi oleh dua hal, yakni hubungan sekolah dengan Teater Ilalang dan keterkaitan pembina dengan Teater Ilalang, (2) proses kreatif menulis puisi Teater Ilalang, ditemukan dua tahap dalam pengajaran menulis puisi siswa, yakni pembinaan secara berkelompok dan pembinaan secara personal.Kata Kunci : sanggar, teater, apresiasi sastra, dan puisi This study aimed at analyzing (1) the existence of Teater Ilalang in accommodating the activities of literary appreciation of its members, (2) the creative process of writing poetry committed by Teater Ilalang Laboratorium Undiksha Singaraja. This study used design of descriptive qualitative research. The subjects of this study were members of Teater Ilalang SMA Laboratorium Undiksha, Singaraja, and the objects of this study were the activities of Teater Ilalang’s literary appreciation. The data collection methods used in this research were observation, interview, documentation, and literature. The intended data were analyzed through analysis technique of descriptive qualitative. The results of the analysis showed that (1) the background of Teater Ilalang in accommodating the literary appreciation of its members was affected by two things, namely the relationship between the school and the Teater Ilalang as well as the relationship between the instructor and the Teater Ilalang, (2) in the creative process of writing poetry in Teater Ilalang, this study found two stages in teaching students to write poetry, namely cluster coaching and personal coaching.keyword : atelier, theater, literary appreciation, and poetry
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) BERBANTUAN MEDIA ULAR-TANGGA EDUKATIF UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI SISWA KELAS VII 15 SMPN 2 SINGARAJA ., Putu Indra Suardana; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5322

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang ditempuh untuk mengimplentasikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif untuk meningkatkan keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja dalam menulis teks eksposisi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif, (3) medeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran ini. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja yang berjumlah 36 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat beberapa langkah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VII 15 SMPN 2 Singaraja dalam menulis teks eksposisi. Langkah-langkah tersebut menekankan pada pembelajaran menulis teks eksposisi dengan siswa diajak untuk memahami kaidah-kaidah teks eksposisi melalui permainan ular-tangga edukatif. Pembelajaran ini disesuaikan dengan karakteristik Kurikulum 2013 yang menekankan pada aspek mengamati, menanyakan, mengasosiasikan, mencoba, dan mengomunikasikan. (2) Ada peningkatan skor siswa yang sebelumnya yakni pada pratindakan skor rata-rata klasikal 67, siklus I memperoleh skor rata-rata klasikal 77, sedangkan pada siklus II skor rata-rata secara klasikal menjadi 89. (3) Siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantuan media ular-tangga edukatif dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Kata Kunci : teks eksposisi, kooperatif, TGT, ular-tangga edukatif. This classroom action research aimed at (1) describing the steps of implementing teams games tournament (TGT) as the type of cooperative learning model using educative snake-ladder media in improving students' achievement in writing exposition text for VII 15 students of SMPN 2 Singaraja, (2) describing the learning achievement of VII 15 students of SMPN 2 singaraja in writing exposition text through the implementation of Teams Games Tournament as cooperative learning model using educative snake-ladder media, (3) describing the students' response toward this type of learning. The subject of this study was the VII 15 students of SMPN 2 Singaraja, that was about 36 students. The methods of data collection of this study were observation, test, questioner and interview. The data was analyzed using quantitative and qualitative technique. The result of this study were (1) there were some steps of implementing teams games tournament (TGT) as the type of cooperative learning model using educative snake-ladder media in improving students' achievement in writing exposition text for VII 15 students of SMPN 2 Singaraja. The steps focused on the learning exposition text by inviting the students to understand the nature of exposition text through educative snake-ladder game. This learning was based on the characteristics of Curriculum 2013 which concerned on the aspect of observing, questioning, associating, trying, and communicating. (2) there was students' improving score in which the mean score of pre-treatment was 67, the mean score of first cycle was 77, and the mean score of second cycle was 89. (3) Students gave very positive response toward the implementation of Teams Games Tournament as cooperative learning model using educative snake-ladder media in writing exposition text. keyword : exposition text, cooperative, TGT, educative snake-ladder
SISTEM PENILAIAN KOMPETENSI SIKAP BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 1 UBUD ., Dewa Putu Yugista; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5626

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sistem penilaian kompetensi sikap yang dilakukan guru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di SMA Negeri 1 Ubud. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru bahasa Indonesia yang ada di SMA Negeri 1 Ubud dan objek penelitian ini adalah teknik penilaian kompetensi sikap yang digunakan oleh guru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian kompetensi sikap di SMA Negeri 1 Ubud memiliki dua tipe penilaian dari dua guru yang diamati. Masing-masing tipe memiliki perbedaan dalam aspek-aspek yang ditetapkan dalam penilaian. Penilaian yang dilakukan oleh guru menggunakan metode observasi dengan instrumen catatan harian. Catatan harian digunakan untuk mencatat nama siswa yang menunjukkan penonjolan perilaku beserta uraian perilakunya. Kemudian catatan itu dikumpulkan dan digunakan sebagai acuan  dalam memberikan nilai pada masing-masing aspek kompetensi sikap. Selain itu, para guru juga mengalami kesulitan ketika melakukan penilaian kompetensi sikap. Kesulitan tersebut adalah banyaknya aspek-aspek yang harus dinilai dalam kompetensi sikap, waktu yang terbatas, dan sulit mengobservasi secara intensif karena tidak semua aspek dapat diobservasi secara intensif. Meskipun mengalami kesulitan, para guru di SMA N 1 Ubud menyiasatinya dengan  bersabar, mau bekerja keras walaupun banyak kendala yang dialami. Dengan tekad yang bulat tidak ada masalah yang tidak dipecahkan. Selain itu, guru tipe satu dan guru tipe dua  juga membuat rubrik penilaian tersendiri untuk mempermudah dirinya dalam melakukan penilaian kompetensi sikap. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Ubud sudah melakukan penilaian kompetensi sikap walaupun tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan penilaian yang ada dalam teori.Kata Kunci : pembelajaran, evaluasi, kompetensi sikap The purpose of this research is to describe the assessing system of attitude competence which was done by teachers in bahasa dan sastra Indonesia learning at SMA Negeri 1 Ubud. This research was included in descriptive qualitative research. The research subject were two bahasa Indonesia teachers in SMA Negeri 1 Ubud and the research object was assessing technique of attitude competence used by the teachers. Method of data collection used in this study was observation, interview and recording documents. The data obtained from those methods were treated by some steps such as data reduction, presentation of data, interpretation of data, and deduction. The result of this research showed that the assessment of attitude competence in SMA Negeri 1 Ubud had two types assessing system from those two observed teachers. Each type had differences in aspects which defined in the research. The Assessment which was done by the teacher used observation methods with daily recording instrument. Daily recording was used to record student’s name that showed protrusion behavior along with the behavior description. Then, those records were collected and used as reference to give score for each aspect attitude competences. Therefore, teachers also find difficulty when doing attitude competence assessment. The difficulty, there were a lot of aspects that should be measured in attitude competence, limited of time, and the difficulty of observing intensively because not all aspects can be observed intensively. Although they find difficulty, teachers of SMA Negeri 1 Ubud got around by patient, worked hard although many constraints experienced. Besides that, teacher type one and teacher type two also made their own assessment rubric and made their work easier in assessing attitude competence. The result of this study proved that bahasa Indonesia teachers in SMA Negeri 1 Ubud already done the assessment of attitude competence even though not fully comply with the existing valuation rules and theory. keyword : learning, evaluation, attitude competence
PENGGUNAAN METODE SHOW AND TELL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS VII.C DI SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2014/2015 ., L. Eka Trislijayanti; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6242

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kemampuan berbicara siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt dengan penggunaan metode show and tell, (2) langkah-langkah pembelajaran berbicara dengan menggunakan metode show and tell siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt, dan (3) respons siswa terhadap kemampuan berbicara dengan menggunakan metode show and tell siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt. Penelitian ini terdiri atas dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VII.C SMP Negeri 1 Seririt yang berjumlah 32 orang. Objek dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas VII.C di SMP Negeri 1 Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, dan kuesioner/angket. Data yang diperoleh dari metode tes dan metode kuesioner/angket dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode show and tell dengan media gambar dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Pada refleksi awal kemampuan berbicara siswa menunjukkan skor siswa sebesar 64. Setelah dilaksanakan siklus I skor siswa meningkat sebesar 12,25 sehingga dengan rata-rata 76,25%. Kemudian pada siklus II skor siswa meningkat sebesar 5,96 sehingga dengan rata-rata 82,21%. Langkah-langkah pembelajaran berbicara dengan metode show and tell dengan media gambar diterapkan guru dengan baik sesuai rencana pembelajaran. Siswa merespons sangat positif dengan rata-rata 46,21%. Kata Kunci : metode show and tell, media gambar, keterampilan berbicara. This study aims to describe (1) the ability to speak graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt with the use of methods of show and tell, (2) measures of learning to speak by using show and tell graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt and (3) a student's response to the speech by using show and tell graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt. This study consisted of two cycles, the first cycle and the second cycle. The subjects were teachers and the entire Indonesian VII.C grade students of SMP Negeri 1 Seririt totaling 32 people. The object of this research is to improve the ability to speak graders VII.C in SMP Negeri 1 Seririt. Data collection method used in this research is the method of observation, tests and questionnaires / questionnaire. The data obtained from the test methods and questionnaires / questionnaire were analyzed with descriptive qualitative techniques. The results showed that the application of the method of show and tell the media images can improve students' speaking skills. In the early reflections demonstrate their speaking ability of students score at 64. After the implementation of the first cycle students' scores increased by 12.25 so with an average of 76.25%. Then in the second cycle students' scores increased by 5.96 so with an average of 82.21%. Step-by-step method of learning to speak with the show and tell the media images properly applied the appropriate teacher lesson plans. Students respond very positively with an average of 46.21%.keyword : method of show and tell, media images, conversational skills.
PEMBELAJARAN MENULIS TEKS DRAMA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL DI KELAS XI BAHASA 2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA ., Surayani; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) mendeskripsikan persiapan pelaksanaan pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (2) implementasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (3) evaluasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja, (4) kendala-kendala pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa Indonesia kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja dan (2) siswa kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) reduksi data, (2) klasifikasi atau deskripsi data, dan (3) penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Persiapan pelaksanaan pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja dapat diketahui dari rencana pelaksanaan pembelajaraan bermuatan kearifan lokal (RPP) guru, (2) Implementasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja yang terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup sudah sebagian besar dilaksanakan sesuai isi skenario pembelajaran RPP bermuatan kearifan lokalyang dibuat guru. Isi skenario pembelajaran dalam RPP tersebut juga sudah sesuai dengan komponen dalam lampiran IV Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, (3) Evaluasi pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja cenderung sudah sesuai dengan pedoman pengamatan evaluasi Permendikbud, No. 66 Tahun 2013, Bab II: 4-5 tentang Standar Penilaian Pendidikan, (4) Kendala-kendala pembelajaran menulis teks drama bermuatan kearifan lokal di kelas XI Bahasa 2 SMA Negeri 3 Singaraja lebih terlihat pada sarana dan prasarana.Kata Kunci : muatan kearifan lokal, pembelajaran, bahasa Indonesia This study aimed to describe (1) describe the preparation of the study write text drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja, (2) the implementation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja, ( 3) evaluation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja, (4) the constraints of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja. To achieve this goal, researchers used a qualitative descriptive design. Subjects of this study were (1) the teacher Indonesian language class XI SMA Negeri 2 3 Singaraja and (2) a class XI student of SMA Language 2 3 Singaraja. Collecting data in this study using the method of observation, documentation, and interviews. Data were analyzed using descriptive technique using the procedure as follows: (1) data reduction, (2) the classification or description of the data, and (3) inference. These results indicate that (1) Preparation of the implementation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI Language 2 SMAN 3 Singaraja can be seen from the implementation plan pembelajaraan charged local knowledge (RPP) teachers, (2) Implementation of the learning text drama-laden wisdom local in class XI SMA Language 2 3 Singaraja consisting of preliminary activities, core activities, and the activities of the cover has been largely implemented according to the contents of the learning scenario RPP charged LOCAL wisdom made the teacher. Fill learning scenarios in the RPP also is in conformity with the components in the annex IV Permendikbud No. 81A Year 2013 on the Implementation of the General Education Curriculum Guidelines, (3) evaluation of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja tend to be in accordance with guidelines for evaluation observation Permendikbud, No. 66 In 2013, Chapter II: 4-5 on the Standard Assessment of Education, (4) constraints of learning to write the text of drama-charged local knowledge in class XI SMA Language 2 3 Singaraja more visible on facilities and infrastructure. keyword : charge of local wisdom, learning, Language Indonesian
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT ., Wayan Somodana; ., Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si.; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4773

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan (1) mendeskripsikan perencanaan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja;(2) mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja;(3) mendeskripsikan hambatan yang ditemui guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X SMA Negeri 3 Singaraja. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, observasi dan metode wawancara. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data mengenai perencanaan dan penerapan model pembelajaran berbasis masalah. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data mengenai penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan metode wawancara untuk mendapatkan data mengenai hambatan yang ditemui guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini adalah (1) perencanaan model pembelajaran berbasis masalah yang dibuat oleh guru berupa RPP telah sesuai dengan komponen kurikulum 2013;(2) penerapan model pembelajaran berbasis masalah yang dilakukan guru telah sesuai dengan sintaks model pembelajaran berbasis masalah;(3) hambatan yang dihadapi atau ditemui guru dalam menerapkan model pembelajaran berbasis masalah dalam pembelajaran menulis teks anekdot adalah dari aspek guru dan peserta didik.Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, anekdot This descriptive qualitative research was aimed at (1) describing the plan of problem-based learning method for grade X students of SMA Negeri 3 Singaraja in writing anecdote text; (2) describing the application of problem-based learning method for grade X students of SMA Negeri 3 Singaraja in writing anecdote text; (3) describing the obstacles faced by the teacher while applying problem-based learning method for grade X students of SMA Negeri 3 Singaraja in writing anecdote text. The subject of this research was the teacher and the grade X students of SMA Negeri 3 Singaraja. The data was collected through documentation, observation and interview. The documentation method was conducted to collect the data of the plan and application of problem-based learning method. The observation method was conducted to collect the data of the application of problem-based learning method. The interview method was conducted to collect the data of the obstacles faced by the teacher while applying problem-based learning method. Those data was analyzed through descriptive method. The result of the research were (1) the plan of problem-based learning method which was made by the teacher was lesson plan; (2) describing the application of problem-based learning method which was conducted by the teacher had already appropriate with the syntax of problem-based learning method; (3) the obstacles faced by the teacher while applying problem-based learning method came from teacher and students aspects. keyword : problem-based learning model, anecdotes
TEKNIK GURU DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 SAWAN ., Luh Juni Susanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5286

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (2) mendeskripsikan alasan guru menggunakan teknik pembelajaran tersebut dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan,(3) kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Untuk mencapai tujuan itu, penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif.Subjek penelitian ini adalah guru bahasa dan sastra Indonesia yang mengajar di kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Objek penelitian ini adalah teknik guru dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan.Metode penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara.Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) teknik pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery),latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual,(2) Alasan guru menggunakan teknik demonstrasi, ceramah, penemuan (Discovery), latihan/drill, diskusi, dan pendekatan individual dalam pembelajaran menulis puisi, yaitu memberikan informasi kepada siswa, melatih siswa berpikir kritis dan kreatif, bertukar pikiran serta dapat menciptakan situasi belajar yang baik, (3) Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam pembelajaran menulis puisi yaitu membangkitkan imajinasi siswa, tidak memiliki keterampilan khusus dan menjauhkan sifat kekuasaan guru. Kata Kunci : Teknik guru, menulis puisi This research was objected to describe (1) learning technique which was used by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (2) the teachers’ reasons using the learning technique in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. To achieve the purpose, the research used qualitative descriptive research design. The subject of the research was the teachers of Indonesian language and literature who taught in the grade VII students SMPN 2 Sawan. The object of the research was the technique of the teachers in learning of poetry writing grade VII students of SMPN 2 Sawan. The method of the research was observation and interview methods. The achieved data were analised by qualitative descriptive analisis technique. The result of the research was (1) learning technique which used by the teachers in learning of writing poetry of writing poetry, us well as demonstration, lecturing, discovery, exercise/drill, discussion and individual, (2) approach in learning of poetry writing, which gave information to the students, traired the student to think critically, (3) the problems faced by the teachers in learning of poetry writing was improving the students’ imagination, did not own specific skills and teachers’ controlling characteristics.keyword : Teachers’ technique, poetry writing.
Bentuk dan Kesantunan Tindak Tutur Guru dan Siswa pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas X AK A dan AK B SMK Negeri 1 Singaraja ., Dewa Gede Acharya G.P.; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5299

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan 1) bentuk tindak tutur guru pada kegiatan tanya jawab di kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja, 2) bentuk tindak tutur siswa, 3) kesantunan tindak tutur guru, dan 4) kesantunan tindak tutur siswa. Peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan subjek guru dan siswa kelas X AK A dan AK B SMK N 1 Singaraja. Pengumpulan data dengan metode observasi dan perekaman. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian: 1) bentuk penggunaan tindak tutur guru terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 17 (56,67%) tuturan, bermodus interogatif 5 (16,67%) tuturan, bermodus imperatif 8 (26,66%) tuturan. 2) bentuk penggunaan tindak tutur siswa terdiri atas tuturan bermodus deklaratif 25 (83,33%) tuturan, bermodus interogatif 3 (10%) tuturan, dan bermodus imperatif 2 (6,67%) tuturan. 3) kesantunan tindak tutur guru ditemukan 5 prinsip kesantunan dari 6 prinsip yang ada, yaitu maksim kedermawanan 1 (3.33%) tuturan, maksim penghargaan 12 (40%) tuturan, maksim kesederhanaan 1 (3.33%) tuturan, maksim kemufakatan berjumlah 14 (46,67%) tuturan, dan maksim kesimpatisan 2 (6.67%) tuturan. 4) kesantunan tindak tutur siswa ditemukan 6 prinsip kesantunan dan 4 tuturan yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan 1 (3,33%) tuturan, maksim kedermawanan 1 (3,33%) tuturan, maksim penghargaan 8 (26,68%) tuturan, maksim kesederhanaan 4 (13,33%) tuturan, maksim kemufakatan 11 (36,67) tuturan, dan maksim kesimpatisan 1 (3,33%) tuturan. Tuturan siswa yang menyimpang/tidak santun dari prinsip kesantunan yaitu 4 (13,33%) tuturan. Kata Kunci : bentuk tindak tutur, kesantunan, tanya jawab This research aims to describe 1) The form of a speech act of teachers activities in question and answer session in class X AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja, 2) The form of a speech act of students, 3)The Modesty of a speech act of teachers, and 3) The Modesty of a speech act of students. The Researcher used qualitative descriptive design and quantitative with the teachers and students classX AK A and AK B Public Vocational High School 1 Singaraja as the subjects. Data collection by the method of observation and recording. Data were analyzed by descriptive technique. The result of the research: 1) the form of the use of a speech act teachers consists of declarative -modus utterance 17 (56,67%) utterances, interrogative-modus 5 (16,67%) utterances, imperative-modus 8 (26,66%) utterances. 2) The form of the use of a speech act of students consists of declarative -modus 25 (83,33%) utterances, interrogative-modus 3 (10%) utterances, and , imperative-modus 2 (6,67%) utterances. 3) The Modesty of a speech act of teachers was found that 5 principles of modesty of 6 available principles, namely maxim of generosity 1 (3.33%) utterances, maxim of appreciation 12 (40%) utterances, maxim of simplicity 1 (3.33%) utterances, maxim of consensus 14 (46,67%) utterances, maxim of sympathy 2 (6.67%) utterances. 4) The Modesty of a speech act of students was found that 6 principles of modesty and 4 utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty, namely maxim of wisdom 1 (3,33%) utterances, maxim of generosity 1 (3,33%) utterances, maxim of appreciation 8 (26,68%) utterances, maxim of simplicity 4 (13,33%) utterances, maxim of consensus 11 (36,67) utterances, maxim of sympathy 1(3,33%) utterances. Utterances that deviating/ immodest of the principles of modesty namely 4(13,33%) utterances.keyword : form of a speech act, modesty , question and answer
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA DALAM IKLAN ROKOK SAMPOERNA A-MILD ., Luh Krisya Bawanti; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan struktur frasa iklan rokok Sampoerna A-Mild, (2) mendeskripsikan struktur klausa iklan rokok Sampoerna A-Mild, (3) mendeskripsikan struktur kalimat iklan rokok Sampoerna A-Mild, (4) mendeskripsikan struktur morfologis iklan rokok Sampoerna A-Mild, dan (5) mendeskripsikan daya persuasif iklan rokok Sampoerna A-Mild. Subjek penelitian ini adalah wacana Iklan rokok Sampoerna A-Mild. Objek dalam penelitian ini adalah penggunaan bahasa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak ditemukan adanya struktur frasa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild, (2) struktur klausa dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild yang ditemukan sebanyak satu buah, yaitu struktur subjek-predikat (S-P), (3) struktur kalimat dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild ditemukan sebanyak 15 buah, meliputi struktur (S-P) sebanyak sembilan buah iklan, struktur (P-S) sebanyak satu buah iklan, struktur (S-P-O) sebanyak tiga buah iklan, struktur (S-P-O-K) sebanyak satu buah iklan, dan struktur (K-P) sebanyak satu buah iklan, (4) struktur morfologis dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild meliputi afiksasi (prefiks meN-,ber-, di-, ter-; sufiks -nya, -in; konfiks per-an; imbuhan gabung meN-kan) dan reduplikasi, (5) daya persuasif dalam iklan rokok Sampoerna A-Mild meliputi daya rasional dan daya emosional yang terdiri atas dua iklan yang memiliki aspek seks, tiga iklan yang memiliki aspek rasa takut, dan sepuluh iklan yang memiliki aspek animasi. Kata Kunci : penggunaan bahasa, iklan rokok Sampoerna A-Mild This study aims to (1) describe the structure of the phrase ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (2) describe the structure of the clause ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (3) describe the structure of sentences ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (4) describe the morphological structure of advertising Sampoerna A Mild cigarette-and (5) describe the power of persuasive advertising-Sampoerna A Mild cigarette. The subjects were discourse Ad-Sampoerna A Mild cigarettes. The object of this research is the use of language in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes were assessed from descriptive and persuasive language. Collecting data in this study using documentation. Data were analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that (1) did not reveal any structural phrases in ad-Sampoerna A Mild cigarettes, (2) the structure of the clause in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes are found as many as one piece, which is the subject-predicate structure (S-P), (3) the structure of the sentence in the ad-Sampoerna A Mild cigarettes found as many as 15 pieces, including structure (S-P) as many as nine ads, structure (P-S) as a single ad, structures (S-P-O) as many as three pieces of advertising, structure (S-P-O-K) as an advertising piece, and structures (K-P) as one piece, (4) morphological structure in cigarette advertising Sampoerna A Mild-covering affixation (prefix meN-, ber-, di-, ter-; suffix -nya, -in; konfiks per-an; affixes joined meN-kan) and reduplication. (5) persuasive power in cigarette advertising Sampoerna A Mild include power-rational and emotional power that consists of two ads that have a sexual aspect, three ads that have aspects of fear, and ten ads that have animation aspects.keyword : the use language, ad-Sampoerna A Mild cigarettes
SARANA KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA BERITA DI SURAT KABAR BALI POST ., Ika Fransiska Dewi; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5949

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) penggunaan kohesi dalam wacana berita di surat kabar Bali Post dan (2) penggunaan koherensi dalam wacana berita di surat kabar Bali Post. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah wacana berita yang bertema ekonomi dan politik pada surat kabar Bali Post yang terbit pada bulan April 2015, sedangkan objek penelitian ini adalah kohesi dan koherensi dalam wacana berita pada surat kabar Bali Post. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) dari 29 berita yang dianalisis, wacana berita di Bali Post menggunakan kohesi sebanyak 430, yang terdiri dari 416 sarana kohesi gramatikal dan 14 sarana kohesi leksikal, sarana kohesi gramatikal terdiri atas 276 referensi atau sebesar 64,2%, 118 konjungsi atau sebesar 27,4%, 19 substitusi atau sebesar 4,4%, dan 3 elipsis atau sebesar 0,7%, sedangkan sarana kohesi leksikal terdiri atas 10 repitisi atau sebesar 2,3%, 2 antonimi atau sebesar 0,5%, 1 sinonimi atau sebesar 0,2%, dan 1 kolokasi atau sebesar 0,2%. (2) Selain itu, wacana berita di Bali Post juga menggunakan koherensi sebanyak 35, yang terdiri atas 17 hubungan sebab-akibat atau sebesar 48,6%, 16 hubungan amplikatif atau sebesar 45,7%, 1 hubungan sarana-tujuan atau sebesar 2,9%, dan 1 hubungan aditif-waktu atau sebesar 2,9%. Jadi, sarana kohesi yang paling banyak digunakan dalam wacana berita di Bali Post adalah referensi dan koherensinya adalah hubungan sebab-akibat. Kata Kunci : kohesi, koherensi, wacana berita This study aimed to describe (1) the usage of cohesion in news discourse in the Bali Post newspaper and (2) the usage of coherence in news discourse in the Bali Post newspaper. In achieving the goal, the researcher used a qualitative descriptive design. The subject in this study was a news discourse on the theme of economics and politics in the Bali Post newspaper which published in April 2015 and the objects of this study were the cohesion and coherence in news discourse in the Bali Post newspaper. Data collection method used in this study was documentation method. The data were analyzed using qualitative descriptive technique. The results of this study were (1) based on 29 news which have been analyzed, the news discourse in the Bali Post newspaper used cohesion as many as 430, consisting of 416 grammatical cohesion means and 14 lexical cohesion means. Grammatical cohesion means consisted of 276 references or 64.2%, 118 conjunctions or 27.4%, 19 substitutions or 4.4%, and 3 ellipsis or 0.7%, while lexical cohesion means consisted of 10 repetitions or 2.3%, 2 antonyms or 0.5 %, 1 synonymy or 0.2%, and 1 collocation or 0.2%. (2) Moreover the news discourse in the Bali Post also used coherence as many as 35, consisting of 17 cause and effect relationship or 48.6%, 16 amplikatif relationship or 45.7%, 1 purpose relationship or 2, 9%, and 1 for time additives relationship or 2.9%. Thus, the cohesion means which widely used in news discourse in the Bali Post newspaper was the reference and the coherence means which widely used was cause and effect relation.keyword : cohesion, coherence, news discourse

Page 4 of 10 | Total Record : 93