cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2016):" : 24 Documents clear
PEMBERITAAN HUBUNGAN JOKOWI DENGAN MEGAWATI DI MEDIA KOMPAS.COM, REPUBLIKA.CO.ID, DAN TEMPO.CO: ANALISIS FRAMING ROBERT N. ENTMAN ., Ni Wayan Herayati; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8690

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) pembingkaian berita model Robert. N. Entman dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co, serta (2) kecendrungan sikap media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co dalam pemberitaan hubungan Jokowi dengan Megawati. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah berita-berita mengenai hubungan Jokowi dengan Megawati yang dimuat di media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co. Objek dalam peneitian ini adalah pembingkaian berita model Robert N. Entman dan kecendrungan sikap media. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) verifikasi/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) tidak semua berita yang dimuat media Kompas.com, Republika.co.id, dan Tempo.co menggunakan elemen Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com cenderung netral, media Republika.co.id cenderung mendukung gambaran Jokowi ‘boneka’ Megawati, sedangkan media Tempo.co mendukung dan membela gambaran Jokowi yang bukan merupakan ‘boneka’ dari Megawati. Kata Kunci : Kata kunci: pembingakaian berita Robert N. Entman, kecendrungan sikap, media internet, Jokowi, Megawati This study aims to describe (1) framing Robert. N. Entman in the news Jokowi relationship with Megawati in media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co, and (2) the tendency of media attitude Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co in reporting relationships Jokowi with Megawati. To achieve these objectives, researchers used a qualitative descriptive study design. Subjects in this study was the news of Jokowi relationship with Megawati were published in the media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co. Objects in this peneitian is framing model of Robert N. Entman news and trends of media attitudes. Data collection methods used in this research is the method of documentation. Data were analyzed with descriptive techniques using the procedure (1) data reduction, (2) presentation of data, and (3) verification / conclusion. The results of this study indicate that (1) not all the news published media Kompas.com, Republika.co.id, and Tempo.co use elements Treatment Recommendation. (2) Media Kompas.com tend to be neutral, Republika.co.id media tends to support Jokowi picture 'stuffed' Megawati, while media support and defend Tempo.co Jokowi picture that is not a 'puppet' of Megawati.keyword : Keywords: framing Robert. N. Entman, tendency attitude, internet media, Jokowi, Megawati
JENIS, BENTUK, DAN FUNGSI TINDAK TUTUR MEME COMIC PADA FACEBOOK ., I Gusti Ayu Ratih Sintya Dewi; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8777

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) jenis tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. (2) bentuk tindak tutur bahasa meme comic pada facebook, dan (3) fungsi tindak tutur bahasa meme comic pada facebook. Subjek penelitian ini adalah tuturan yang terdapat dalam meme comic pada facebook. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalaui metode dokumentasi dengan instrumen tabel data. Berdasarkan analisis yang dilakukan, hasil penelitian ini menunjukkan, (1) bahasa meme comic pada facebook mengandung tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi, (2) bentuk yang paling dominan digunakan dalam meme comic adalah bentuk deklaratif sebanyak 28 bentuk, 1 merupakan bentuk interogatif dan 1 lagi adalah bentuk imperatif, (3) meme comic mengandung fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 16, fungsi ekspresif sebanyak 9, fungsi direktif sebanyak 4, fungsi deklaratif sebanyak 1 dan fungsi komisif tidak ada. Di antara fungsi tersebut terdapat fungsi yang lebih dominan digunakan pada meme yaitu fungsi asertif. Fungsi asertif dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan sesuatu kepada mitra tutur. Kata Kunci : jenis tindak tutur, bentuk tindak tutur, fungsi tindak tutur, meme comic This descriptive study aimed to determine (1) the type of speech act comic meme language on facebook. (2) forms of speech act comic meme language on facebook, and (3) the function of speech act comic meme language on facebook. This research subject is contained in the speech comic meme on facebook. Data was collected via tail documentation method with instrument data table. Based on the analysis performed, the results of this study show that (1) the language meme comic on facebook containing speech acts locutions, illocutionary, and perlokusi, (2) form the most dominant use in meme comic is a form of declarative as many as 28 forms, one is a form of interrogative and one more is the imperative form, (3) contains functions meme comic speech acts, as many as 16 functions assertive, expressive function as much as 9 function as much as 4 directive, declarative function 1 and function as commissive no. Among these functions are functions which are predominant use memes are assertive function. Assertive function can be divided into three, namely assertive assert, assertive announced, and assertive suspect. Assertive more dominant function used for the function is useful as an expression of speech asserts, suspect, and announced something to the hearerkeyword : of speech acts, the form of speech act, speech act function, meme comic
ANALISIS IMPLIKATUR NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI DAN PERAN IMPLIKATUR BAGI KOMUNIKASI SASTRA ., Made Nita Purwanti; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8685

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji jenis implikatur dan implikasi tuturan dalam “Novel Tarian Bumi” (2) mengkaji peran implikatur dalam komunikasi sastra. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Novel Tarian Bumi.” Objek penelitian ini adalah implikatur dan peran implikatur bagi komunikasi sastra. Data penelitian ini berupa tuturan yang ada dalam “Novel Tarian Bumi.” Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan pencatatan. Dari 48 tuturan “Novel Tarian Bumi”, terdapat 44 tuturan yang mengandung implikatur. Terdiri 1 tuturan yang mengandung implikatur konvensional dan 43 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Peran implikatur dalam komunikasi sastra dapat ditinjau dari 2 sisi, yakni dari sisi pengarang dan dari sisi pembaca. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan digunakan dalam mengkaji novel. Kata Kunci : implikatur, Novel Tarian Bumi, komunikasi sastra This study aims to (1) assess the implications of the type of implicature and speech in "Novel Dance of the Earth" (2) examine the role of implicatures in literary communication. To achieve these goals, used qualitative descriptive design. This research subject is "Novel Dance of the Earth." The object of this study is implicatures and implicature role for literary communication. This research data in the form of speech is in "Novel Dance of the Earth." Data collected by the method of documentation and record keeping. Of the 48 utterances "Novel Dance of the Earth", there are 44 utterances containing implicatures. Comprising 1 utterances containing conventional implicature and 43 utterances containing implicatures conversation. Implicature role in literary communication can be viewed from two sides, from the side of the author and the reader. This proves that the theory of implicatures Grice is universal and is still relevant to be used in assessing novel.keyword : implicatures, Novel Dance of the Earth, literary communication
PENERAPAN TEKNIK PEMODELAN DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS VIIK SMP NEGERI 1 NEGARA ., Ni Md Mita Anggraeyani; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8693

Abstract

Penelitian Deskriptif ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang tepat dalam penerapan teknik pemodelan, (2) mendeskripsikan prestasi siswa dalam menulis cerpen dengan penerapan teknik pemodelan, (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan teknik pemodelan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIIK SMP Negeri 1 Negara yang berjumlah 36 siswa. Objek penelitian ini adalah penerapan teknik pemodelan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode tes, dan metode angket/kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat 17 langkah-langkah pembelajaran yang ditempuh guru dalam menerapkan teknik pemodelan. Secara umum, langkah-langkah yang ditempuh adalah (a) orientasi cerpen, (b) analisis struktur cerpen, (c) menganalisis model cerpen, (d) menulis cerpen, (e) mempresentasikan produk cerpen, dan (f) merivisi produk cerpen, (2) siswa memperoleh prestasi yang baik karena diterapkannya teknik pemodelan, dan (3) siswa memberikan tanggapan sangat positif terhadap penerapan teknik pemodelan dalam pembelajaran menulis cerpenKata Kunci : teknik pemodelan, menulis, cerpen, respons The aims of this descriptive study are (1) to describe the proper steps in implementing modeling technique, (2) to describe students’ achievements on writing short story by the implementation of modeling technique, (3) to describe students’ responses to the implementation of modeling technique. The subjects of this study are the teacher and a class of students in VIIK class, which consists of 36 students, at SMP Negeri 1 Negara. The object of this study is the implementation of modeling technique. The method of collecting the data used in this study are observation, test, and questionnaire method. The data is analyzed by the descriptive qualitative and descriptive quantitative techniques. The result of this study are (1) there are 17 learning steps used by the teacher in implementing modeling technique. In general, the learning steps which used are (a) short story orientation, (b) the analysis of short story structure, (c) analyzing short story model, (d) writing short story, (e) presenting short story product, and (f) revising short story product, (2) the students obtain good achievement caused by the implementation of modeling technique, and (3) the students give very positive responses to the implementation of modeling technique in writing short story learningkeyword : modeling technique, writing, short story, responses
PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERBICARA (BERCERITA) DENGAN MATERI CERPEN PADA SISWA KELAS IXD SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Kadek Desy Indah Sari; ., Drs.I Wayan Wendra,M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8688

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) cara pelaksanaan evaluasi pembelajaran keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi pada siswa kelas IXD SMP Negeri 3 Singaraja, (2) hambatan guru dalam pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP Negeri 3 Singaraja, dan (3) upaya guru dalam mengatasi hambatan pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah cara pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP N 3 Singaraja, hambatan guru dalam pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP N 3 Singaraja, upaya guru dalam mengatasi hambatan pelaksanaan evaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP N 3 Singaraja. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada tiga cara yang guru lakukan dalam mengevaluasi keterampilan berbicara (bercerita) (2) ada tiga hambatan guru dalam mengevaluasi keterampilan berbicara (bercerita) dengan materi cerpen pada siswa kelas IXD SMP N 3 Singaraja, yaitu a) kesulitan dalam mempersiapkan kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran, b) kesulitan mengatur jam pelajaran, dan c) kesulitan mengatur kelas besar., (3) ada tiga upaya yang dilakukan guru dalam mengevaluasi keterampilan berbicara (bercerita). a) menerapkan strategi jitu untuk memotivasi siswa, b) mengefektifkan waktu, dan c) mengatur waktu berbicara siswa. Kata Kunci : evaluasi, keterampilan berbicara, cerpen This study describes (1) how the evaluation of learning conversational skills (storytelling) with the material in class IXD SMP N 3 Singaraja, (2) obstacles in the implementation of teacher evaluation speaking skills (storytelling) presenting stories in class IXD SMP N 3 Singaraja, (3) efforts of teachers in overcoming barriers to implementation evaluation speaking skills (storytelling) presenting stories in class IXD N 3 Singaraja. This study used a qualitative descriptive design. This research subject is the subject teachers Indonesian. The object of this study is how the evaluation of speaking skills (storytelling) presenting stories on students IXD SMP N 3 Singaraja, constraints in the implementation of teacher evaluation speaking skills (storytelling) presenting stories in class IXD SMP N 3 Singaraja, efforts of teachers in overcoming barriers to implementation evaluation speaking skills (storytelling) presenting stories in class IXD SMP N 3 Singaraja. Collecting data in this study using observation and interviews nalysis of the data used Miles and Huberman analysis model. The results of this study indicate that (1) there are three ways that teachers do in evaluating speaking skills (storytelling) (2) there are three barriers to teachers in evaluating speaking skills (storytelling) presenting stories in class IXD SMP N 3 Singaraja. These obstacles include a) difficulty in preparing the readiness of students in participating in learning, b) difficulty organizing classes, c) difficulty organizing large classes., (3) there are three efforts of teachers in evaluating speaking skills (storytelling). a) implement a strategy to motivate students, b) time-effective, and c) set the time speaking students.keyword : evaluation, speaking skills, short stories
Konsistensi KI, KD, dan Indikator Pada Evaluasi Guru dalam Pembelajaran Eksposisi Berdasarkan Kurikulum 2013 Siswa Kelas X MAN Patas. ., Ulfa Hidayah; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8766

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan konsistensi pokok bahasan/materi eksposisi dengan struktur eksposisi yang disampaikan selama proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (2) mendeskripsikan konsistensi kompetensi inti dengan dengan kompetensi dasar dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (3) mendeskripsikan konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. (4) mendeskripsikan konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013 siswa kelas X MAN Patas. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di kelas X MAN Patas. Objek penelitian ini adalah kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi berdasarkan kurikulum 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Data dianalisis dengan langkah sebagai berikut: Identifikasi data, seleksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa hal yang menonjol terkait dengan masalah yang diangkat, yakni (1) konsistensi pokok bahasan eksposisi/materi eksposisi dengan struktur eksposisi sudah sangat sesuai dengan RPP. (2) konsisitensi kompetensi inti dengan kompetensi dasar pada evaluasi guru dalam pembelajaran dapat dikatakan belum konsisiten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah. (3) konsisitensi kompetensi dasar dengan indikator pada evaluasi guru dalam pembelajaran eksposisi dapat dikatakan belum konsisten dan kualitas penyusunan soal sangat rendah (4) konsisitensi indikator dengan tes soal pada RPP dalam pembelajaran eksposisi belum sesuai dan kualitas penyusunan soal masih rendah. Saran yang dapat diberikan yaitu penyusunan evaluasi hendaknya memperhatikan isi KI, KD, dan indikator supaya tinggi kualitas evaluasi tersebut. Kata Kunci : Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator, Evaluasi, Pembelajaran Eksposisi, dan Kurikulum 2013. This study aims to (1) describe the consistency of subject / matter exposition exposition with a structure made during the learning process based on curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (2) describe the consistency of core competencies with the basic competencies in learning exposition based curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (3) describe konsisitensi basic competencies with indicators in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. (4) describe konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition based learning curriculum 2013 students of class X MAN Patas. This study used a qualitative descriptive design. Subjects in this study is the Indonesian teachers in class X MAN Patas. The object of this research is a core competence, basic competence and indicator in evaluating teacher in the exposition based on the curriculum of 2013. The method used in this research is the method of observation, documentation and interview. This study used a qualitative descriptive analysis techniques. Data were analyzed with the following steps: Identification of data, data selection, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate there are some things that stand related to the issues raised, namely (1) the consistency of the subject of the exposition / materials exposition exposition to the structure already is in accordance with the lesson plan. (2) konsisitensi core competence with basic competence in evaluation of teachers in learning can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low. (3) konsisitensi basic competence with the indicator on the evaluation of teacher in the exposition can be said is not consistent and quality preparation of the matter is very low (4) konsisitensi indicator with test questions on the RPP in the exposition is not appropriate learning and the quality of the preparation of matter is still low. Advice can be given that the preparation of the evaluation should pay attention to the content of KI, KD, and an indicator that the high quality of the evaluation. keyword : core competencies, basic competencies, Indicators, Evaluation, Learning Exposition, and Curriculum 2013.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTEDINDIVIDUAL (TAI) BERBANTUAN MEDIA KOMIK CONAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA KELAS VIIIB SMP NEGERI 4 BATURITI ., Ni Nyoman Ayu Darmiyani; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8681

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mendeskripsikan (1) ada tidaknya peningkatan keterampilan menulis berita, (2) langkah-langkah pembelajaran menulis berita, dan (3) respon siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti terhadap penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 22 orang siswa. Objek dalam peneitian ini adalah penerapan model pembelajaran team assisted individual berbantuan media komik Conan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, dokumentasi, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan dapat (1) meningkatkan keterampilan menulis berita siswa yaitu skor rata-ata 64,5 sebelum tindakan, menjadi 73,63 pada siklus I dan 78,63 pada siklus II (2) keterampilan menulis berita siswa meningkat dengan langkah-langkah pembelajaran yang tepat (3) siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap pembelajaran. Penerapan pembelajaran dengan model team assisted individual (TAI) berbantuan media komik Conan dapat meningkatkan keberhasilan menulis berita kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. Kata Kunci : Model TAI, komik Conan, menulis berita Research Singer is a research class action (PTK) that aims to describe (1) ADA whether increasing skills of writing news, (2) Learning Steps writing news, and (3) the response Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Against the application of learning to write news WITH Model team that assisted individuals assisted media Conan comics. To achieve these objectives review, researchers using qualitative descriptive research design and quantitative. Subject hearts Research singer is Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Academic Year 2016/2017 amounted to 22 orangutans Students. Object hearts peneitian singer is the application of assisted-assisted learning team model of media, each comic Conan for a review of news writing skills improve. Data collection methods The test used is a method, observation, documentation, and questionnaire / questionnaire. Singer Research shows that the application of learning to write news team assisted Model WITH media aided Conan comics people can be (1) improve the skills of writing news Namely Students Score Average 64.5 ata BEFORE action, Being 73.63 THE CYCLE I and 78, 63 IN CYCLE II (2) news writing skills WITH iNCREASED Student Learning Steps Right (3) Students responded positively Against Severe Learning. Application of Learning Model WITH teams assisted people (TAI) Media aided Conan comics can be increase the success of news writing class VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. keyword : Model TAI , Conan comics, writing news
PEMBELAJARAN MENYUNTING TEKS CERITA PENDEK BERDASARKAN KURIKULUM 2013 DI KELAS XI IB 2 SMA NEGERI 1 BLAHBATUH ., Ni Km Tian Kusuma d; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8761

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menyunting teks cerita pendek berdasarkan kurikulum 2013 di kelas XI IB 2 SMA Negeri 1 Blahbatuh. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas XI IB 2 dan siswa kelas XI IB 2 SMA Negeri 1 Blahbatuh. Objek penelitian ini adalah pembelajaran menyunting teks cerita pendek. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan, perencanaan pembelajaran sudah sesuai dengan kurikulum 2013. Akan tetapi, masih memiliki beberapa kelemahan, meliputi (1) alokasi waktu dalam RPP yang dibuat oleh guru seharusnya dicantumkan untuk 2x pertemuan, (2) guru tidak merinci langkah-langkah pembelajaran pada masing-masing pertemuan, (3) guru tidak mencantumkan program pengayaan dan remidi, dan (4) guru kurang mencantumkan tes lisan dan penugasan dalam RPP. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah menggunakan pendekatan saintifik. Akan tetapi, masih terdapat ketidaksesuaian antara RPP yang dirancang guru terhadap pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas. Ketidaksesuaian pertama, guru tidak menyampaikan secara sistematis langkah-langkah pembelajaran pada kegiatan inti. Kedua, kegiatan pembelajaran tidak sesuai dengan RPP. Ketiga, program pengayaan dan remidi yang diberikan oleh guru kepada peserta didik. Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan penilaian autentik. Akan tetapi, masih terdapat kelemahan, yaitu terletak pada rubrik penilaian tes lisan tidak dicantumkan, daftar pertanyaan untuk tes lisan juga belum disediakan, dan daftar pertanyaan tes tertulis juga tidak sesuai dengan RPP.Kata Kunci : pembelajaran, menyunting, teks cerita pendek, kurikulum 2013 This study purpose to describe the planning, implementation, and evaluation of learning text editing short stories based on the curriculum in 2013 in class XI IB 2 Senior High School 1 Blahbatuh. This study used a qualitative descriptive design. The subjects were Indonesian teachers who teach in class XI IB 2 and IB 2 class XI student of Senior High School 1 Blahbatuh. The object of this research is the study of short stories edited text. The data collection methods used were documentation, observation, and interviews. The results of this study showed that the learning plan is in accordance with the curriculum of 2013. However, it still has some drawbacks, including (1) the allocation of time in the RPP (leson plan) made by the teacher should be listed for twice meeting, (2) the teacher did not specify the learning steps in each meeting, (3) the teacher does not list enrichment and remedial programs, and (4) the teacher is not included oral tests and assignments in the RPP (lesson plan). Implementation of learning do by teachers already use a scientific approach. However, still there is a mismatch between the RPP (lesson paln) are designed teachers' teaching practices in the classroom. Incompatibility first, the teacher does not convey systematically learning steps on core activities. Second, learning activities are not in accordance with the RPP (lesson plan). Third, enrichment and remedial programs given by the teacher to the student’s. Evaluation of learning do by teachers is in conformity with the authentic assessment. However, there are still weaknesses, which lies in the assessment rubric oral tests are not listed, the list of questions for the oral test has not been provided, and a list of questions written test is also incompatible with the RPP (leson plan).keyword : learning, editing, text short stories, curriculum 2013
CAMPUR KODE GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 SD NEGERI 3 GEROKGAK ., Kadek Letiraismayani; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) mendeskripsikan jenis campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, dan (3) mendeskripsikan faktor penyebab campur kode guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 1 di SD Negeri 3 Gerokgak. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk mencari data bentuk dan jenis campur kode yang digunakan guru, sedangkan metode wawancara digunakan untuk mencari data faktor penyebab guru melakukan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang digunakan guru adalah bentuk kata, frasa, dan klausa. Jenis campur kode yang dilakukan guru adalah campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Faktor yang menyebabkan guru menggunakan campur kode adalah (1) faktor keterbatasan pengguna kode, (2) faktor pembicara dan pribadi pembicara, (3) faktor mitra bicara, (4) faktor fungsi dan tujuan, dan (5) faktor penggunaan istilah yang lebih populer. Kata Kunci : campur kode, pembelajaran, bahasa Indonesia This study aims to (1) describe the form of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) describe the type of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, and (3) describe the causes of code-mixing in learning Indonesian teachers in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects in this study is a first grade teacher at SD Negeri 3 Gerokgak. The data collection method is observation and interviews. Observation methods used to find the data forms and types of code-mixing used by teachers, while interviewing methods used to find the data factors causing the teacher did not mix code. The results showed that the mixed form of code used by teachers is a form of words, phrases, and clauses. Mixed types of code that teachers do is code-mixing and code-mixing into the outside. Factors that cause teachers to use mixed code is (1) the factors of limited user codes, (2) factors speaker and personal speaker, (3) factors conversation partner, (4) the factors of functions and objectives, and (5) use factors more popular term.keyword : code mixing, learning, indonesian
Model Pembelajaran Guru dalam Menulis Buku Harian Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Sawan ., Putu Wahyu Pertiwi; ., Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8763

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (2) Alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan, (3) kendala – kendala yang dihadapi oleh guru menerapkan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas VII B dan VII L SMP Negeri 2 Sawan. Objek penelitian ini adalah model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII SMP Negeri 2 Sawan. Data mengenai model pembelajaran yang digunakan guru diperoleh melalui metode observasi, dan dokumentasi. Data mengenai alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut serta kendala – kendala yang dihadapi guru diperoleh melalui metode wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kritis. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, didapatkan tiga hasil yaitu (1) model pembelajaran guru dalam menulis buku harian siswa kelas VII B dan VII L yaitu (a) model pembelajaran PAIKEM (b) kontekstual, (c) ekspositori. (2) Alasan guru menggunakan model pembelajaran tersebut dalam menulis buku harian yaitu, (a) menciptakan suasana belajar yang kondusif, aktif, kreatif, dan menyenangkan, (b) melatih siswa berfikir kritis dan kreatif dalam menemukan ide yang akan dikembangkan dalam menulis, (c) menumbuhkembangkan kreativitas menulis siswa. (3) Kendala – kendala yang dihadapi guru dalam menerapkan model pembelajaran yaitu (a) memotivasi siswa untuk berani bertanya dan menjawab pertanyaan, (b) sulit menjelaskan pembelajaran agar benar – benar dipahami siswa, (c) membangkitkan imajinasi siswa terhadap sesuatu yang dijadikan ide dalam menulis buku harian. Kesimpulannya dalam penelitian ini, guru menggunakan model pembelajaran PAIKEM, kontekstual, dan ekspositori dalam mengajarkan menulis buku harian. Guru harus menggunakan model pembelajaran sesuai dengan materi pelajaran. Kata Kunci : model pembelajaran, menulis buku harian. This study describes (1) model of teacher learning in a diary of seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan, (2) The reason teachers use the model lesson in a diary of seventh grade students of SMP Negeri 2 Sawan, (3) constraints - constraints faced by teachers applying the learning model in a diary of class VII SMP Negeri 2 Sawan. This study used a qualitative descriptive design. This research subject teachers pengampu Indonesian subjects in class VII B and VII L SMP Negeri 2 Sawan. The object of this study is a model of teacher learning in a diary of class VII SMP Negeri 2 Sawan. Data on teacher learning model used is obtained through observation, and documentation. Data on the reasons teachers use learning model and the constraints - constraints that teachers face obtained through the interview method. Analysis of the data in this study using critical analysis. Based on the analysis that has been done, get three results: (1) model of teacher learning in a diary of class VII B and VII L is (a) learning model PAIKEM (b) contextual, (c) the expository. (2) The reason teachers use the model lesson in a diary namely, (a) creating a conducive learning atmosphere, active, creative, and fun, (b) train students to think critically and creatively to find ideas that will be developed in writing, ( c) develop the creativity of students' writing. (3) Constraints - constraints faced by teachers in implementing the learning model, namely (a) motivate students to dare to ask and answer questions, (b) it is difficult to explain the learning that really - really understand the students, (c) the imagination of students towards something that made ideas in a diary. The conclution, the teachers using : PAIKEM, contextual, and exspository models in teaching and learning of deary. Sugisted that acconding to subject mater. keyword : learning model, write a diary.

Page 2 of 3 | Total Record : 24