cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 99 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 99 Documents clear
Pandangan Dunia dalam Novel Tempurung Karya Oka Rusmini dan Manfaatnya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks di Sekolah Menengah Atas Ni Luh Putu Wulan Dewi Saraswati .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6787

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pandangan dunia dalam novel Tempurung karya Oka Rusmini dan manfaatnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks di sekolah menengah atas. Subjek penelitian adalah novel Tempurung karya Oka Rusmini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2)identifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pandangan dunia patriarki terdapat dalam novel Tempurung secara implisit melalui permasalahan yang dihadapi tokoh perempuan. Terdapat delapan persoalan yang menjadi topik perlawanan terhadap pandangan dunia patriarki. Kedua, novel Tempurung dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran berbasis teks di sekolah menengah atas sebagai teks model untuk materi teks cerita ulang, teks anekdot, teks drama, dan teks cerita pendek. Kata Kunci : pandangan dunia, novel Tempurung, pembelajaran berbasis teks This descriptive research aimed to depict the world view in Oka Rusmini’s Novel entitled Tempurung and its usefulness in Learning Indonesian language which text-based in Senior High School. The subject of this research is a novel entitled Tempurung which is written by Oka Rusmini. The data was collected using documentation mehod. Several steps in collecting the data were 1) data description, (2) data identification, (3) data classification, (4) data presentation, and (5) conclusion making. Generally, the result of this research proved that first, patriarchal world view is existed in novel entitled Tempurung implicitly through problem that is faced by the woman character. There are eight problem which are being the oppositive topic toward patriarchal world view. Second, novel entitiled Tempurung can be used in text-based learning in serior high school as exemplary text to teach repeated text material, anecdote text, drama text, and short story text. keyword : world view, novel entitled Tempurung, text-based learning
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MENULIS ARGUMENTASI DI MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH Imas Mastiah .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6788

Abstract

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan mendeskripsikan (1) implementasi pengintegrasian pendidikan karakter dalam perencanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah; (2) implementasi pendidikan karakter dalam pelaksanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah; dan (3) implementasi pendidikan karakter dalam penilaian pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia kelas X di MA Syamsul Huda Tegallinggah dan objek penelitian adalah implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis argumentasi. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah sudah mengintegrasikan nilai pendidikan karakter pada RPP; (2) pelaksanaan pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah secara keseluruhan sudah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter pada langkah-langkah pembelajaran; dan (3) penilaian pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah belum mengimplementasikan pendidikan karakter. Fokus penilaian yang dilakukan oleh guru masih pada aspek kognitif siswa saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran menulis argumentasi di MA Syamsul Huda Tegallinggah belum sepenuhnya dilaksanakan oleh guru.Kata Kunci : pembelajaran menulis argumentasi, pendidikan karakter This study used a descriptive qualitative research design aimed at describing (1) implementation of the integration of character education in lesson planning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah; (2) the implementation of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah; and (3) the implementation of character education in the assessment of learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah. The subjects were the teacher of Indonesian language who taught at Class X at MA Syamsul Huda Tegallinggah and the object was the implementation of character education in teaching how to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah. The study used observation, interview and documentation methods for collecting the data. The data were processed by following the steps: (1) data reduction, (2) data display, and (3) conclusion drawing/verification. The results showed that (1) the planning of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah the teacher has implemented character education values in the lesson plans; (2) the implementation of of the teaching of writing arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah as a whole have implemented education values in learning steps; and (3) in assessing the learning achievement in the learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah, the teacher not been implemented character education values. The focus of the assessment carried out by the teacher still on the cognitive aspects of students only. It can be concluded that the implementation of character education in learning to write arguments at MA Syamsul Huda Tegallinggah has not been fully implemented by the teacher.keyword : learning to write arguments, character education
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN TIPE KOOPERATIF TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DENGAN MEDIA GAMBAR BIOTA LAUT UNTUK MENINGKATKAN HASIL KETUNTASAN BELAJAR MENULIS TEKS DESKRIPSI DI KELAS VIIA SMPN 1 TEGALLALANG Dewa Ayu Krisna Dewi .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6789

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui (1) langkah-langkah implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualizationuntuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa kelas VII A SMPN 1 Tegallalang, (2) peningkatan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa kelas VII A SMPN 1 Tegallalang berdasarkan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualzation dan (3) respon siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar menulis teks deskripsi siswa di kelas VII A SMPN 1 Tegallalang. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Tegallalang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, kuesioner, wawancara, dan metode tes. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa secara klasikal penerapan model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) sudah dapat dikatakan berhasil. Ini disebabkan oleh skor rata-rata kelas yang dicapai dalam pembelajaran menulis teks deskripsi dengan media gambar biota laut pada siklus II adalah 85,8 karena sudah sesuai dengan rancangan awal dalam penelitian ini, yakni tindakan dinyatakan berhasil, jika 75% siswa mendapat skor minimal 78. Penelitian ini bermanfaat untuk dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan, terkait dengan penggunaan metode atau teknik serta media dalam pembelajaran menulis teks deskriptif pada kurikulum 2013.Kata Kunci : kooperatif , metode pembelajaran TAI, teks deskripsi This descriptive study almed at knowing (1) step of the implementation of cooperative learning type Team Assisted Individualization to improve the result of study in writing descriptive text of students class VII A SMPN 1 Tegallalang, (2) improving result of study in writing descriptive text of studenst class VII A SMPN 1 Tegallalang based on the implementation of cooperative learning method type Team Assisted Individualization in improving students’ score in writing descriptive text. Subject of this study were the teacher of Bahasa Indonesia and the students of class VII A SMPN 1 Tegallalang. The data collection methot implemented were observation, questionnaire, interview, and test. The results of this study show that the implementation of TAI method improve students’ score in writing descriptive text. The average score achieved in cycle II is 85,5. This score is categorized high.keyword : cooperative learning, learning methods TAI, descriptive text
Analisis Pola Pengembangan Paragraf Pada Karangan Siswa Kelas Xi Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt Ni Wayan Resmayani .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6790

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan pola pengembangan paragraf dalam karangan siswa kelas XI Bahasa I di SMA 1 Seririt.Subjek penelitian ini adalah karangan siswa kelas XI Bahasa 1 SMA N 1 Seririt.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Data yang diperoleh melalui keempat metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) identifikasi data, (2), klasifikasi data, (3), penyajian data, dan (4), penarikan kesimpulan.. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pola pengembangan paragraf dalam karangan siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt sudah cukup baik.Dalam penelitian ini, data yang diperoleh adalah 29 buah karangan siswa kelas XI Bahasa 1 di SMA N 1 Seririt, dengan jumlah paragraf sebanyak 78.Dari 78 paragraf karangan siswa, jumlah paragraf yang mengandung pola pengembangan paragraf adalah 53 paragraf.Sementara itu, paragraf yang tidak menggunakan pola pengembangan paragraf berjumlah 25 paragraf.Kata Kunci : analisis, pola pengembangan paragraf, karangan siswa This descriptive research aimed to describe the patterns of paragraph development used by students in writing essays. The subject of this research was the essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seririt. The data was collected by using documentation method and it was processed by following four certain steps. Those are (1) data identification, (2) data classification, (3) data presentation, and (4) conclusion. The result of this study generally showed that the essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seriritwere already developed by using good paragraph development patterns. The data proved that from twenty nine essays written by students of Grade XI Bahasa in SMA N 1 Seririt which consisted of seventy eight paragraphs, there were fifty three paragraphs were written by using certain patterns of paragraph development. Meanwhile, there were twenty five paragraphs were written without following the patterns of paragraph development.keyword : analysis, patterns of paragraph development, student’s essay.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MELALUI MODEL JURISPRUDENSIAL BERBASIS WISATA LAPANGAN PADA SISWA KELAS X IPA 2 SMA NEGERI 3 SINGARAJA Nelly Hagashita .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6791

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan menentukan (1) langkah-langkah pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, (2) hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan, dan (3) respons siswa terhadap pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi melalui model jurisprudensial berbasis wisata lapangan. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah langkah-langkah pembelajaran model jurisprudesial berbasis wisata lapangan, peningkatan hasil belajar, dan respons siswa dalam penerapan model juriprudensial berbasis wisata lapangan. Data dalam penelitian dikumpulkan melalui metode observasi, metode tes, dan metode kuesioner dan dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif dan deksriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) langkah-langkah pembelajaran yang perlu diperhatikan yakni pada orientasi kasus, mengidentifikasi kasus, penetapan pendapat terhadap kasus, mengeksplorasi contoh-contoh, menjerneihkan dan menguji posisi, mengetes asusmi faktual (2) model jurisprudensial berbasis wisata lapangan dapat meningkatkan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi dengan peningkatan skor rata-rata yang diperoleh siswa dari prasiklus 65,00 (cukup), siklus I 76,84 (baik), dan siklus II 79,96 (baik), dan (3) respons siswa positif dengan skor rata-rata siklus I 42,53 (positif) dan siklus II 43,72 (positif). Hal ini membuktikan bahwa model jurisprudensial berbasis wisata lapangan baik digunakan dalam pembelajaran teks laporan hasil observasi. untuk itu agar guru menerapkan model ini dalam pada pembelajaran teks laporan. Kata Kunci : keterampilan menulis, model jurisprudensial, siswa sma This classroom action research was aimed at determining (1) the steps in the teaching of writing about observation result report texts through field tour based jurisprudential model, (2) the learning achievement in writing observation result report texts through field tour based jurisprudential model, and (3) the students’ response to the teaching of writing about observation result report texts based on field tour based jurisprudential model. The subjects were the students of Class X IPA 2 SMA Negeri 3 Singaraja. The objects were the steps of teaching based on field tour jurisprudential model. The data were collected through descriptive quantitative and descriptive qualitative techniques. The results showed that (1) the steps in teaching that need to be focused on are related to case orientation, case identification, establishment of opinion on the case, exploration of examples, clarifying and verifying positions, testing factual assumptions (2) field tour based jurisprudential model can improve ability in writing observation result report texts as shown by the increase in the mean score obtained by the students: 65.00 (enough) in pre-cycle to 76.84 (good) in Cycle I, and 79.96 (good) in Cycle II. The students’ responses were 42.53 (positive) in Cycle I and 43.72 (positive) in Cycle II. This has proven that field tour based jurisprudential model is good to be used in teaching observation result report texts. Therefore, the teachers are recommended to use this model in teaching report texts.keyword : writing skill, jurisprudential model, senior high school student
Penerapan Teknik Copy Master dalam Menciptakan Puisi pada Siswa Kelas X di SMA Saraswati Seririt Komang Dewangga Adi Sutra .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.6792

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan mendeskripsikan (1) langkah-langkah pembelajaran menciptakan puisi berdasakan teknik copy master dan (2) hambatan yang dihadapi siswa dalam belajar mencipta puisi dengan teknik copy master di kelas X SMA Saraswati Seririt. Subjek penelitian ini adalah siswa dan guru kelas X SMA Saraswati Seririt. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut diolah melalui beberapa tahap, yaitu (1) reduksi data, (2) klasifikasi data, (3) penyajian data, dan (4) pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master pada siswa kelas X SMA Saraswati Seririt sudah berhasil dengan baik. Hal ini terbukti dari hasil yang dicapai oleh siswa dalam pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master. 27 siswa sudah mencapai nilai di atas KKM. Dalam pembelajaran mencipta puisi melalui teknik copy master, guru menggunakan beberapa metode, yaitu metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan penugasan. Hambatan-hambatan yang dihadapi siswa ketika belajar mencipta puisi melalui teknik copy master adalah kekurangmampuan siswa dalam mencipta pengimajinasian dan kurang pengalaman serta pengetahuan dan kekurangmampuan siswa dalam mencari atau menemukan kata ataupun kalimat yang tepat, singkat, padat, indah, dan mengesankan.. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan sumbangan konseptual pada pendidikan bahasa, khususnya, pembelajaran mencipta puisi melalui teknik pemodelan sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra puisi. Kata Kunci : penerapan, copy master, mencipta puisi This descriptive study aimed to describe (1) the steps Based Learning creates poetry master copy techniques and (2) the obstacles facing students in learning techniques to create poetry with the master copy in class X SMA Saraswati Seririt. The subjects were students and teachers of grade X SMA Saraswati Seririt. Collecting data in this study using the method of observation, interviews, and documentation. The data obtained through these three methods is processed through several stages, namely (1) data reduction, (2) classification of data, (3) presentation of data, and (4) conclusions. The results proved that the general learning techniques to create poetry through the master copy in class X SMA Saraswati Seririt been successful. This is evident from the results achieved by students in learning techniques to create poetry through the master copy. 27 students had reached a value above the KKM. In learning techniques to create poetry through the master copy, the teacher uses several methods, the methods lecture, discussion, question and answer, and assignments. The obstacles faced by students when studying poetry to create a master copy of the technique is the incapacity of students in creating imagining and lack of experience and knowledge and kekurangmampuan students in searching for or finding the right words or sentences, short, dense, beautiful, and memorable .. This study helpful to contribute conceptual language education, in particular, learning through modeling techniques to create poetry as a form of appreciation for the literary works of poetry. keyword : implementation, the master copy, create poetry
KUALITAS BUTIR SOAL ULANGAN AKHIR SEMESTER GANJIL BAHASA INDONESIA KELAS XI SMA NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 DARI SEGI TARAF KESUKARAN, DAYA PEMBEDA, DAN FUNGSI PENGECOH Ni Kadek Ratna Wati .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas butir soal ulangan akhir semester ganjil Bahasa Indonesia kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja tahun pelajaran 2015/2016 dari segi taraf kesukaran soal, daya pembeda soal, fungsi pengecoh, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI SMA Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI dan objeknya adalah kualitas butir soal serta kendala-kendala yang dihadapi oleh guru Bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki taraf kesukaran yang berkualitas karena sebanyak 21 soal (42%) sudah berada pada taraf kesukaran sedang. (2) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki daya pembeda yang kurang berkualitas karena sebanyak 35 soal (70)%) berada pada daya pembeda yang tidak memadai. (3) butir soal ulangan akhir semester ganjil bahasa Indonesia kelas XI memiliki fungsi pengecoh yang kurang berkualitas karena sebanyak 128 distraktor (64%) belum berfungsi sebagai pengecoh yang memadai. (4) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia dalam penyusunan soal ulangan akhir semester ganjil kelas XI yakni dari segi teknis seperti penyusunan option, penyebaran domain, pembatasan materi, penentuan waktu terkait jumlah soal yang dibuat, serta dari segi konten, yaitu kurangnya penguasaan atau wawasan guru dalam merumuskan konten bahasa dan sastra Indonesia dalam soal.Kata Kunci : kualitas, butir soal, bahasa Indonesia This study aimed to describe the quality of the final exam items bahasa Indonesia class XI SMA Negeri 2 Singaraja in the academic year 2015/2016 in terms of difficulty index, different power, the function of detractors, and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in preparation of final exam questions. The design of this research is descriptive quantitative and qualitative descriptive. The subject of this study is the final exam items bahasa Indonesia class XI and and the object is the quality of the final exam items and and the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester. The method that used in collecting data were documentation method and interview method. The result of this study indicated that (1) final exam items bahasa Indonesia class XI has a quality level of difficulty as many as 21 items (42%) already on the medium difficulty level. (2) final exam items bahasa Indonesia class XI has a different power that is less qualified for a total of 35 items (70)%) are in distinguishing inadequate. (3) final exam items bahasa Indonesia class XI has the function of posing less qualified as much as 128 distractor (64%) were not functioning as posing sufficient. (4) the constraints encountered by teacher of bahasa Indonesia in the preparation of final exam questions semester of class XI namely in terms of technical as preparation option, domain deployment, capping material, the timing related to the number of questions that are made, as well as in terms of content, namely the lack of mastery or knowledge of teachers in formulating the content bahasa Indonesia and literature in the matter.keyword : quality, items, bahasa Indonesia
PEMBELAJARAN CERPEN BERDASARKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS X MA SYAMSUL HUDA TEGALLINGGAH Ni Luh Putu Ayu Ariani .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7203

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan penjelasan mengenai (1) guru dalam melaksanakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen, (2) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan guru dalam menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen, (3) respon siswa terhadap pendekatan kontekstual yang digunakan guru dalam pembelajaran cerpen. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X di MA Syamsul Huda Tegallinggah dan objek penelitian adalah pembelajaran cerpen berdasarkan pendekatan kontekstual. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan kuesioner. Data yang diperoleh melalui ketiga metode tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) guru dalam melaksanakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen siswa kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah dikategorikan baik, karena sesuai dengan konsep, karakteristik, dan strategi-strategi dari CTL Hal ini dapat dilihat dari kegiatan belajar-mengajar yang telah dilakukan, serta komponen Contextual Teaching and Learning yang tercantum dalam setiap langkah-langkah pembelajaran yakni konstruktivisme, inquiry, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya; (2) faktor-faktor yang mendukung keberhasilan guru dalam menggunakan pendekatan kontekstual pada pembelajaran cerpen di kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah antara lain faktor guru, faktor siswa, faktor sarana dan prasarana, faktor lingkungan, dan faktor kurikulum, dan (3) Siswa merespon positif terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan, yaitu ketika guru menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran cerpen pada siswa kelas X MA Syamsul Huda Tegallinggah sebagian besar siswa (79%) memberikan respon positif.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran cerpen, pendekatan kontekstual This study aims to provide an overview and explanation of (1) teachers in implementing the contextual approach to the study of short stories, (2) factors that support the success of teachers in using a contextual approach to the study of short stories, (3) students' response to the contextual approach used by teachers in learning stories. The subjects were Indonesian teachers and students of class X in the MA Syamsul Huda Tegallinggah and the object of research is the study of short stories based on a contextual approach. Data collection methods used were observation, interviews, and questionnaires. The data obtained through these three methods were analyzed descriptively qualitative and quantitative descriptive. The results showed that (1) teachers in implementing the contextual approach to learning the short story class X MA Syamsul Huda Tegallinggah categorized as good, because in accordance with the concept, characteristics and strategies of CTL It can be seen from the teaching and learning activities that have been carried out and Contextual teaching and learning component contained in each of the steps that constructivism learning, inquiry, questioning, learning communities, modeling, reflection, and the actual assessment; (2) factors that support the success of teachers in using a contextual approach to the study of short stories in class X MA Syamsul Huda Tegallinggah among other factors teachers, factors of students, a factor of facilities and infrastructure, environmental factors, and factors of curriculum, and (3) Students respond positively to the learning activities that have been implemented, ie when teachers apply the contextual approach in learning stories in class X MA Syamsul Huda Tegallinggah most students (79%) gave a positive response.keyword : Keywords: stories of learning, contextual approach
ANALISIS KETERAMPILAN BERTANYA GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS X TAV 1 SMK NEGERI 3 SINGARAJA Putu Ayu Hana Indah Cahyani .; Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.7204

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis pertanyaan yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, (2) mendeskripsikan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1, dan (3) mendeskripsikan hambatan bertanya yang dialami siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia SMK Negeri 3 Singaraja. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X TAV 1 SMK Negeri 3 Singaraja. Objek penelitian ini adalah keterampilan bertanya guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket terbuka dan perekaman. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis pertanyaan yang digunakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X TAV 1 adalah jenis pertanyaan permintaan, retoris, mengarahkan, pertanyaan sempit informasi langsung, dan pertanyaan sempit memusat, (2) keterampilan bertanya siswa masih rendah dibuktikan dari pertanyaan selama tiga kali pengamatan, dan (3) terdapat 6 faktor yang menghambat siswa dalam bertanya yaitu (1) malu/gugup/tidak percaya diri (2) takut ditertawai teman, (3) situasi kelas ribut, (4) mengantuk/kurang fokus, (5) kurang mengerti dengan yang harus ditanyakan, (6) takut pertanyaan tidak dijawab. Kata Kunci : bertanya, guru, hambatan, siswa, This research examines at (1) describing the various types of questions used by teacher as foundin Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, (2) describing the students’ questioning skill as found in Indonesian learning situation at the class of X TAV 1, and (3) describing the obstacles experienced by students in questioning as found in Indonesian learning situation in SMK Negeri 3 Singaraja. The subjects of this study were both teacher and students especially those at the class of X TAV 1. The objects of this study were the questioning skill of both students and teacher as found in Indonesian learning situation. Furthermore, the techniques used for gathering the data werethrough observation, open questionnaire and recording while descriptive qualitative method was used as the technique of analyzing data . The results showed that (1) the types of questioning skills used by teacher were ranging from demanding questions, rhetorical questions, guiding questions and specific questions for either giving direct information or focusing, (2) the students’ questioning skills was still low; it was proven through the three times observations done by the researcher, and (3) there were six obstacles experienced by the students, namely (a) shyness/ nervousness/ hesitancy, (b) the fear of being mocked by other students, (c) the noisy situation of the class, (d) drowsiness/ less focus, (e) less understand about what have to be questioned, (f) the fear of having questions which were not answered. keyword : questioning skill, teacher, obstacles, students

Page 10 of 10 | Total Record : 99