cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2016)" : 25 Documents clear
KESULITAN BELAJAR KETERAMPILAN MENULIS CERITA PENDEK SISWA KELAS IXC SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ni Putu Eva Fransiska Dewi .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Drs.I Wayan Wendra,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8619

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) kesulitan belajar keterampilan menulis cerita pendek dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang dialami oleh siswa kelas IXC di SMP Negeri 3 Singaraja, (2) faktor yang menyebabkan kesulitan belajar keterampilan menulis cerita pendek dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang dialami oleh siswa kelas IXC di SMP Negeri 3 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXC dan guru bahasa Indonesia. Objek penelitian ini adalah kesulitan dan faktor-faktor penyebab kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan yakni model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ada delapan kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek yang dialami oleh siswa kelas IXC. Kesulitan tersebut yaitu a) kesulitan dalam menentukan topik, b) kesulitan dalam menentukan tema, c) kesulitan dalam membuat kerangka tulisan, d) kesulitan dalam mengembangkan kerangka, e) kesulitan dalam merangkai peristiwa menjadi alur cerita, f) kesulitan dalam menentukan konflik dari peristiwa, g) kesulitan dalam menyusun kalimat yang efektif, dan h) kesulitan dalam menyusun paragraf yang baik. (2) Ada tiga faktor yang menyebabkan adanya kesulitan belajar. a) Faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah, b) faktor yang bersumber dari lingkungan keluarga, dan c) faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat. Secara umum, siswa memiliki kesulitan belajar dan faktor penyebab kesulitan belajar dalam keterampilan menulis cerita pendek. Dengan adanya kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar tersebut, guru diharapkan mampu meretas kesulitan yang dialami oleh siswa dan mengatasi faktor penyebab kesulitan belajar tersebut. Kata Kunci : diagnosis, menulis, cerita pendek This study describes (1) the difficulty of learning the skills to write short stories in Indonesian language learning experienced by students in grade IXC at SMP Negeri 3 Singaraja, (2) factors that cause difficulty learning the skills to write short stories in Indonesian language learning experienced by students in grade IXC in SMP Negeri 3 Singaraja. This study used a qualitative descriptive design. The subjects were grade students and teacher Indonesian IXC. The object of this research is the difficulty and the factors that learning difficulties in students' skills of writing short stories. Collecting data in this study using observation and interviews. Analysis of the data used Miles and Huberman analysis model. The results of this study indicate that (1) there are eight learning difficulties in the skills of writing short stories experienced by students in grade IXC. These difficulties, namely the difficulty in determining the topic, making a writing frame, developing the framework, arranging the events into the storyline, determining a conflict of events, formulating an effective sentence, and compiling good paragraph. (2) There are three factors that cause learning difficulties. a) Factors to be sourced from school environment, b) factors derived from the family environment, and c) factors that originates from the environmental community. General, students have learning difficulties and the factors that cause learning difficulties short story writing skills. Given the difficulty and the factors causing learning difficulties, teachers are expected to pave the difficulties experienced by the students and address the factors that cause learning difficulties.keyword : diagnosis, writing, short story
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR APRESIASI SASTRA CERPEN DI KELAS IX. 3 SMP WIDIATMIKA Putu Eka Putri Udayani .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8620

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk menentukan (1) hasil belajar apresiasi sastra cerpen melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II, (2) langkah-langkah pembelajaran hingga mencapai KKM, dan (3) respons siswa kelas IX.3 SMP Widiatmika. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IX 3 SMP Widiatmika. Objek penelitian ini adalah hasil belajar apresiasi sastra cerpen, langkah-langkah pembelajaran, dan respons siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode obeservasi, dokumentasi, kuesioner, dan tes. Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dilakukan, (1) hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif Jigsaw II terbukti dapat meingkatkan hasil belajar siswa, hal ini dibuktikan pada tindakan siklus I skor rata-rata siswa meningkat menjadi 87,55. Dengan ketuntasan klasikal 59,25%. Pada tindakan siklus II skor rata-rata siswa meningkat lagi menjadi 88,53. Dengan ketuntasan klasikal 88,46%.(2) langkah-langkah pada model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II merupakan model pembelajaran yang berbasis kelompok. Kelompok tersebut, terdiri atas kelompok asal dan kelompok ahli. Ketika siswa telah kembali dari kelompok ahli. Maka masing-masing anggota kelompok ahli harus mengajarkan teman di kelompok asalnya masing-masing. (3) respons siswa terhadap model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II tergolong sangat positif. Pada siklus I rata-rata skor siswa sebesar 40,14 (positif). Pada siklus II skor rata-rata siswa meningkat mennjadi 41,00 (sangat positif). Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran ini terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan sangat disambut positif oleh siswa kelas IX 3 SMP Widiatmika. Selain itu, model pembelajaran ini da pat disarankan untuk guru dalam meningkatkan inovasi pembelajaran dan juga hasil belajar siswa.Kata Kunci : Kata kunci: pembelajaran kooperatif, jigsaw II, meningkatkan, apresiasi sastra The Research aims to determine (1) the results of the short story literary appreciation learning Jigsaw II, (2) learning steps up to KKM, and (3) response IX.3 students of SMP Widiatmika. The subjects were teachers and students of class IX3 SMP Widiatmika. The object of this study is the short story literary appreciation learning outcomes, learning steps, and the student's response. Data was collected with observation, questionnaire, and test. The analysis of the results of research that has done, (1) the results of student learning using Jigsaw II is proven to boost student learning outcomes, it is proved in the first cycle measures the average score of students increased to 87.55. With 59.25% classical completeness. In the second cycle of the average score of students increased again to 88.53. With classical completeness 88.46%. (2) measures on Jigsaw II is a groups learning. The group, consisting of the original group and the group of experts. When students have returned from the expert group. Then each member of the expert group should teach groups of friends in their respective homelands. (3) The student's response to the Jigsaw II as very positive. In the first cycle the average score of students amounted to 40.14. In the second cycle the average score of students increased mennjadi 41.00. The application of this is proven to improve student learning outcomes, and highly welcomed by the students of class IX3 SMP Widiatmika. This model may exist that are suggested for teachers to improve student learning outcomes.keyword : Keywords: cooperative learning, jigsaw II, improving, literary appreciation
CAMPUR KODE GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 SD NEGERI 3 GEROKGAK Kadek Letiraismayani .; Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8634

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) mendeskripsikan jenis campur kode pada guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak, dan (3) mendeskripsikan faktor penyebab campur kode guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas 1 SD Negeri 3 Gerokgak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas 1 di SD Negeri 3 Gerokgak. Metode pengambilan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk mencari data bentuk dan jenis campur kode yang digunakan guru, sedangkan metode wawancara digunakan untuk mencari data faktor penyebab guru melakukan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode yang digunakan guru adalah bentuk kata, frasa, dan klausa. Jenis campur kode yang dilakukan guru adalah campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Faktor yang menyebabkan guru menggunakan campur kode adalah (1) faktor keterbatasan pengguna kode, (2) faktor pembicara dan pribadi pembicara, (3) faktor mitra bicara, (4) faktor fungsi dan tujuan, dan (5) faktor penggunaan istilah yang lebih populer. Kata Kunci : campur kode, pembelajaran, bahasa Indonesia This study aims to (1) describe the form of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, (2) describe the type of code-mixing the teacher in learning Indonesian in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak, and (3) describe the causes of code-mixing in learning Indonesian teachers in class 1 SD Negeri 3 Gerokgak. This research uses descriptive qualitative research design. Subjects in this study is a first grade teacher at SD Negeri 3 Gerokgak. The data collection method is observation and interviews. Observation methods used to find the data forms and types of code-mixing used by teachers, while interviewing methods used to find the data factors causing the teacher did not mix code. The results showed that the mixed form of code used by teachers is a form of words, phrases, and clauses. Mixed types of code that teachers do is code-mixing and code-mixing into the outside. Factors that cause teachers to use mixed code is (1) the factors of limited user codes, (2) factors speaker and personal speaker, (3) factors conversation partner, (4) the factors of functions and objectives, and (5) use factors more popular term.keyword : code mixing, learning, indonesian
Pembelajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali Ni Putu Apita Widya Sari .; Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd .; I Dewa Gede Budi Utama, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan perencanaan pembelajaran BIPA, (2) mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran BIPA, (3) mendeskripsikan evaluasi pembelajaran BIPA, dan (4) mendeskripsikan alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengajar BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali dan objek penelitian adalah perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran BIPA serta alasan guru memilih prosedur tertentu dalam pembelajaran BIPA di Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran BIPA yang disusun oleh pengajar sudah sesuai dengan silabus yang ditetapkan oleh lembaga Sekolah Cinta Bahasa, Ubud, Bali,(2) pelaksanaan pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar sudah mengarah pada kemampuan untuk mengembangkan kemampuan bahasa Indonesia siswa, (3) evaluasi pembelajaran BIPA yang dilaksanakan pengajar berupa tes lisan atau tes tulis (4) metode-metode pembelajaran BIPA yang digunakan oleh pengajar di Sekolah Cinta Bahasa bervariasi, seperti metode tata bahasa terjemahan, metode langsung, metode membaca, metode suggestopedia, metode eklitik, dan metode audiolingual. Pemilihan metode tersebut disesuaikan dengan kebutuhan atau tujuan pembelajar BIPA belajar bahasa Indonesia.Kata Kunci : pembelajaran, bahasa Indonesia, penutur asing This research aims to (1) describe the BIPA's lesson plan, (2) describe the BIPA learning implementation, (3) describe the learning evaluation of the BIPA, and (4) describe the reason teachers choose a certain procedure in the BIPA learning at Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. This research used descriptive qualitative research design. The subject in this study is BIPA at teachers Cinta Bahasa school, Ubud, Bali and the object of research is the planning, implementation, and evaluation of learning BIPA as well as the reason for selecting a particular procedure in BIPA learning at the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali. The methods used to collect data are methods of observation, documentation, and interviews. The results of this study suggest that (1) BIPA learning planning compiled by teachers already in accordance with the syllabus set by the institution of the Cinta Bahasa school, Ubud, Bali, (2) implementation learning BIPA teachers already carried out lead to the ability to develop Indonesian Language or Bahasa ability of students, (3) the evaluation of the learning of teaching be implemented BIPA test of oral or written, (4) learning methods which are used by teachers at the Cinta Bahasa school like the varied language, as the grammar translation method, direct method, reading method, suggestopedia method, eclectic method, and audiolingual method. The selection of these methods are adapted to the needs or purpose BIPA learners learn Indonesian Language or Bahasa.keyword : learning, Indonesian language, foreign student
Kesantunan Linguistik dan Kesantunan Pragmatik pada Tuturan Imperatif dalam Ranah Keluarga Penutur Bahasa Melayu Loloan Riza Fahmi .; Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd .; Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan. Subjek penelitian adalah seluruh anggota keluarga penutur bahasa Melayu Loloan di lingkungan Kelurahan Loloan Timur, Jembrana. Objek penelitian ini ialah (1) kesantunan linguistik pada tuturan imperatif bahasa Melayu Loloan dan (2) kesantunan pragmatik pada tuturan imperatif bahasa Melayu Loloan. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan ialah metode observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesantunan Linguistik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan dimarkahi oleh beberapa unsur, seperti panjang-pendek tuturan, urutan tuturan (terdapat informasi nonimperatif), intonasi tuturan, isyarat-isyarat kinesik, penanda kesantunan, dan pilihan kata yang tidak kasar. (2) Kesantunan Pragmatik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan berdasarkan prinsip-prinsip kesantunan telah menggunakan enam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan/kebijaksanaan (tact maxim), maksim kedermawanan (generosity maxim), maksim peghargaan/pujian (approbation maxim), maksim kerendahan hati (modesty maxim), maksim kesimpatisan (sympath maxim), maksim kemufakatan (agreement maxim). Kesantunan pragmatik berdasarkan konstruksi tuturannya ditemukan tuturan imperatif dalam konstruksi deklaratif yang menyatakan makna pragmatik suruhan, ajakan, permohonan, dan larangan. Kemudian tuturan imperatif yang berkonstruksi interogatif yang menyatakan makna perintah, ajakan, permohonan, dan larangan. (3) Berdasarkan dua wujud kesantunan imperatif, penutur bahasa Melayu Loloan paling banyak mengguanakan tuturan imperatif berkategori cukup santun.Kata Kunci : Kesantunan Linguistik, Kesantunan Pragmatik, Tuturan Imperatif This research aimed at describing linguistics politeness and pragmatics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect. The subjects of this study were the entire family members of native speakers in Loloan Timur domain. The objects of this study were (1) linguistics politeness of imperative utterances in Melayu Loloan dialect, and (2) pragmatics politeness of imperative utterances in Melayu Loloan dialect. This research was designed in descriptive qualitative research design. In this research, the writer obtained the data through observation and documentation method. As the result of this study, it is found that (1) Linguistics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect are noted by some elements, namely the long of utterances, the arrangement of the utterances (there are information of non-imperative utterances), the intonation of the utterances, kinesthetic signs, politeness marker, and the use of polite dictions. (2) Pragmatics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect use six kind of politeness maxims, namely tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, sympathy maxim, and agreement maxim. Based on the utterances’ construction, pragmatics politeness appears in imperative utterances which have declarative construction and convey pragmatics meaning of command, invitation, request, and prohibition. Meanwhile, imperative utterances which have interrogative construction convey the meaning of command, invitation, request, and prohibition. (3) Based on two kinds of imperative politeness, the native speakers of Melayu Loloan dialect mostly use imperative utterances which are categorized as polite.keyword : Linguistics Politeness, Pragmatics Politeness, Imperative Utterance
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTEDINDIVIDUAL (TAI) BERBANTUAN MEDIA KOMIK CONAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA KELAS VIIIB SMP NEGERI 4 BATURITI Ni Nyoman Ayu Darmiyani .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8681

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mendeskripsikan (1) ada tidaknya peningkatan keterampilan menulis berita, (2) langkah-langkah pembelajaran menulis berita, dan (3) respon siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti terhadap penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 22 orang siswa. Objek dalam peneitian ini adalah penerapan model pembelajaran team assisted individual berbantuan media komik Conan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, dokumentasi, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan dapat (1) meningkatkan keterampilan menulis berita siswa yaitu skor rata-ata 64,5 sebelum tindakan, menjadi 73,63 pada siklus I dan 78,63 pada siklus II (2) keterampilan menulis berita siswa meningkat dengan langkah-langkah pembelajaran yang tepat (3) siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap pembelajaran. Penerapan pembelajaran dengan model team assisted individual (TAI) berbantuan media komik Conan dapat meningkatkan keberhasilan menulis berita kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. Kata Kunci : Model TAI, komik Conan, menulis berita Research Singer is a research class action (PTK) that aims to describe (1) ADA whether increasing skills of writing news, (2) Learning Steps writing news, and (3) the response Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Against the application of learning to write news WITH Model team that assisted individuals assisted media Conan comics. To achieve these objectives review, researchers using qualitative descriptive research design and quantitative. Subject hearts Research singer is Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Academic Year 2016/2017 amounted to 22 orangutans Students. Object hearts peneitian singer is the application of assisted-assisted learning team model of media, each comic Conan for a review of news writing skills improve. Data collection methods The test used is a method, observation, documentation, and questionnaire / questionnaire. Singer Research shows that the application of learning to write news team assisted Model WITH media aided Conan comics people can be (1) improve the skills of writing news Namely Students Score Average 64.5 ata BEFORE action, Being 73.63 THE CYCLE I and 78, 63 IN CYCLE II (2) news writing skills WITH iNCREASED Student Learning Steps Right (3) Students responded positively Against Severe Learning. Application of Learning Model WITH teams assisted people (TAI) Media aided Conan comics can be increase the success of news writing class VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. keyword : Model TAI , Conan comics, writing news
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASISTEDINDIVIDUAL (TAI) BERBANTUAN MEDIA KOMIK CONAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA KELAS VIIIB SMP NEGERI 4 BATURITI Ni Nyoman Ayu Darmiyani .; Prof. Dr. I Nengah Martha,M.Pd .; Dra. Sang Ayu Putu Sriasih,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8684

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan mendeskripsikan (1) ada tidaknya peningkatan keterampilan menulis berita, (2) langkah-langkah pembelajaran menulis berita, dan (3) respon siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti terhadap penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Tahun ajaran 2016/2017 berjumlah 22 orang siswa. Objek dalam peneitian ini adalah penerapan model pembelajaran team assisted individual berbantuan media komik Conan untuk meningkatkan keterampilan menulis berita. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode tes, observasi, dokumentasi, dan angket/kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran menulis berita dengan model team assisted individual berbantuan media komik Conan dapat (1) meningkatkan keterampilan menulis berita siswa yaitu skor rata-ata 64,5 sebelum tindakan, menjadi 73,63 pada siklus I dan 78,63 pada siklus II (2) keterampilan menulis berita siswa meningkat dengan langkah-langkah pembelajaran yang tepat (3) siswa memberikan respon yang sangat positif terhadap pembelajaran. Penerapan pembelajaran dengan model team assisted individual (TAI) berbantuan media komik Conan dapat meningkatkan keberhasilan menulis berita kelas VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. Kata Kunci : Model TAI, komik Conan, menulis berita Research Singer is a research class action (PTK) that aims to describe (1) ADA whether increasing skills of writing news, (2) Learning Steps writing news, and (3) the response Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Against the application of learning to write news WITH Model team that assisted individuals assisted media Conan comics. To achieve these objectives review, researchers using qualitative descriptive research design and quantitative. Subject hearts Research singer is Grade VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti Academic Year 2016/2017 amounted to 22 orangutans Students. Object hearts peneitian singer is the application of assisted-assisted learning team model of media, each comic Conan for a review of news writing skills improve. Data collection methods The test used is a method, observation, documentation, and questionnaire / questionnaire. Singer Research shows that the application of learning to write news team assisted Model WITH media aided Conan comics people can be (1) improve the skills of writing news Namely Students Score Average 64.5 ata BEFORE action, Being 73.63 THE CYCLE I and 78, 63 IN CYCLE II (2) news writing skills WITH iNCREASED Student Learning Steps Right (3) Students responded positively Against Severe Learning. Application of Learning Model WITH teams assisted people (TAI) Media aided Conan comics can be increase the success of news writing class VIIIB SMP Negeri 4 Baturiti. keyword : Model TAI , Conan comics, writing news
ANALISIS IMPLIKATUR NOVEL TARIAN BUMI KARYA OKA RUSMINI DAN PERAN IMPLIKATUR BAGI KOMUNIKASI SASTRA Made Nita Purwanti .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .; Dra. Made Sri Indriani, M.Hum. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8685

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji jenis implikatur dan implikasi tuturan dalam “Novel Tarian Bumi” (2) mengkaji peran implikatur dalam komunikasi sastra. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah “Novel Tarian Bumi.” Objek penelitian ini adalah implikatur dan peran implikatur bagi komunikasi sastra. Data penelitian ini berupa tuturan yang ada dalam “Novel Tarian Bumi.” Data dikumpulkan dengan metode dokumentasi dan pencatatan. Dari 48 tuturan “Novel Tarian Bumi”, terdapat 44 tuturan yang mengandung implikatur. Terdiri 1 tuturan yang mengandung implikatur konvensional dan 43 tuturan yang mengandung implikatur percakapan. Peran implikatur dalam komunikasi sastra dapat ditinjau dari 2 sisi, yakni dari sisi pengarang dan dari sisi pembaca. Hal ini membuktikan bahwa teori implikatur Grice bersifat universal dan masih relevan digunakan dalam mengkaji novel. Kata Kunci : implikatur, Novel Tarian Bumi, komunikasi sastra This study aims to (1) assess the implications of the type of implicature and speech in "Novel Dance of the Earth" (2) examine the role of implicatures in literary communication. To achieve these goals, used qualitative descriptive design. This research subject is "Novel Dance of the Earth." The object of this study is implicatures and implicature role for literary communication. This research data in the form of speech is in "Novel Dance of the Earth." Data collected by the method of documentation and record keeping. Of the 48 utterances "Novel Dance of the Earth", there are 44 utterances containing implicatures. Comprising 1 utterances containing conventional implicature and 43 utterances containing implicatures conversation. Implicature role in literary communication can be viewed from two sides, from the side of the author and the reader. This proves that the theory of implicatures Grice is universal and is still relevant to be used in assessing novel.keyword : implicatures, Novel Dance of the Earth, literary communication
PENINGKTAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN INSPIRATOR GAMBAR PERISTIWA SISWA KELAS VII A SMP N 1 MELAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Ni Putu Karmila .; Drs. Gede Gunatama, M.Hum. .; Drs. Ida Bagus Sutresna,M.Si. .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8686

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) peningkatan kemampuan menulis siswa kelas VII A dalam pembelajaran puisi, (2) langkah-langkah pembelajaran kontekstual dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini dilaksanakan melalui dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII A. Objek penelitian ini dibedakan atas dua macam, yaitu objek yang mencerminkan proses objek yang mencerminkan produk. Objek yang mencerminkan proses adalah aktivitas siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dan objek yang mencerminkan produk dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis puisi siswa kelas VII A. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP N 1 Melaya, yaitu di kelas VII A. jumlah siswa di kelas VII A adalah 36 orang, terdiri atas 30 msiswa laki-laki dan 6 siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode kuesioner/angket, dan metode tes. Data mengenai kemampuan menulis puisi siswa dan respons siswa di analisis secara deskriptif kuantitatif. Data mengenai langkah-langkah model pembelajan kontekstual dianalisis secara deskriptif kualitatif. Perolehan skor rata-rata yang dicapai siswa kelas VII A dalam kegiatan menulis puisi pada observasi awal adalah (65,71%), pada siklus I meningkat 83,45, sehingga rata-ratanya menjadi (74,76%), dan pada siklus II meningkat 80,69%, sehingga rata-ratanya menjadi (83,45%). Respons siswa dalam penerapan model pembelajaran kontekstual adalah positif. Hal ini dapat dilihat dari perolehan skor respons pada siklus I adalah 32,42 dengan kategori positif dan siklus II 38,09 dengan kategori positif. Berdasarkan pemerolehan skor siswa dari segi kemampuan menulis puisi dan respons terhadap penerapan model pembelajaran kontekstual penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Kata Kunci : kontekstual, menulis puisi, gambar peristiwa. This research is a classroom action research (PTK). The purpose of this study was to determine: (1) an increase in students' writing ability of class VII A in learning poetry, (2) measures of contextual learning in enhancing the ability to write poetry class VII A, and (3) determine a student's response to contextual learning model. This study was conducted in two cycles, each cycle was conducted in two sessions. The subjects were students of class VII A. The object of research is divided into two kinds, namely objects that reflect objects that reflect the product. Objects that reflect the process is the activity of students in participating in learning activities to write poetry using contextual learning model and objects that reflect the product of this research is the ability to write poetry class VII A. Class Action Research was conducted in SMP N 1 Melaya, ie in class VII A. the number of students in class VII A was 36 people, consisting of 30 male students and 6 female students.Data collection methods used in this research is the method of observation, questionnaires / questionnaire, and test methods. Data on students' ability to write poetry and a student's response in quantitative descriptive analysis. Data about the steps pembelajan contextual models were analyzed descriptively qualitative. Obtaining the average score achieved class VII A in the activities of writing poems on the initial observation was (65.71%), the first cycle increased 83.45, so that the average becomes (74.76%), and the second cycle increased by 80.69%, so the average into (83.45%). The response of students in the application of contextual learning model is positive. It can be seen from the acquisition score responses in the first cycle was 32.42 with positive categories and cycle II 38.09 with a positive category. Based on the scores of students in terms of acquiring the ability to write poetry and in response to the application of contextual learning model of this study was successful.keyword : contextual, writing poetry, drawing events
PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DI KELAS XI IBB SMA SARASWATI SINGARAJA Eni Nur Anita .; Drs.Gde Artawan,M.Pd .; Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum .
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol. 5 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8687

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen di kelas XI IBB SMA Saraswati Singaraja. Ancangan penelitian ini deskriptif kualitatif dengan subjek guru bahasa Indonesia kelas XI dan siswa. Objek penelitian berupa perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran menulis cerpen. Ada tiga metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data di analisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RPP guru terdiri atas komponen-komponen seperti: identitas RPP, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pencapaian, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, alokasi waktu, metode pembelajaran, langkah-langkah kegiatan pembelajaran, media dan sumber belajar, dan evaluasi pembelajaran. Ada beberapa kelemahan dalam RPP tersebut seperti: (1) materi pelajaran masih terlalu umum, (2) guru hanya menggunakan satu sumber belajar, (3) guru belum mencantumkan media yang digunakan. Namun demikian, secara umum pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah mengikuti langkah-langkah yang terdapat dalam RPP yang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Ditemukan sejumlah kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran seperti: (1) guru masih menyelipkan kegiatan mencatat materi pelajaran yang seharusnya dihindari dalam pendekatan saintific. (2) guru sama sekali tidak melaksanakan penilaian sikap. Pencantuman instrumen penilaian sikap dalam RPP ternyata hanya formalitas. Kata Kunci : pembelajaran, menulis, cerpen This research aims to analyze the planning and implementation of write short stories in senior high school XI IBB SMA Saraswati Singaraja. The sujects of this qualitative descriptive study were Indonesian teachers and students in class XI. The object of this research were planning and implementation in writing short stories. There were three methods of data collection used in this study, the methods were observation, interview and documentation. Data were analyzed by using descriptive analysis techniques. The results of this study indicated that teacher’s lesson plan include learning components such as: identity of the lesson plan, core competencies, basic competencies, indicators of achievement, learning objectives, instructional material, the allocation of time, learning methods, the steps of learning activities, media and learning resources, and evaluation of learning. There were some weaknesses in the lesson plan, such as: (1) matterial was still general, (2) the teacher used only one learning resource, (3) teacher had not specified media in used. However, In general the study conducted by already following the steps that contained in the lesson plan, the preliminary activities, main activities, and clossing. There were found several weaknesses in the implementation of learning such as: (1) the teacher still noted the activites that should be avoid in the saintific approach, (2) teachers did not implement the attitude asssessment. The inclusion of attitude assessment instruments in the lesson plan just a formality. keyword : learning, writing, short stories

Page 1 of 3 | Total Record : 25