cover
Contact Name
I Gusti Ayu Apsari Hadi
Contact Email
apsari.hadi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
apsari.hadi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
ISSN : 25992694     EISSN : 25992686     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan sosial pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan kewarganegaraan bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2014): September" : 10 Documents clear
Studi Kasus Tentang Kekerasan dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Koginif Anak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng ., Putu Supartini; ., Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd; ., Ratna Artha Windari, S.H.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Kalibukbuk; (2) implikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perkembangan kognitif anak; (3) upaya mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Unit PPA Polres Buleleng, Kepala Desa dan Aparat Desa Kalibukbuk dan para pihak terlibat langsung dalam tindak pidana KDRT (suami – istri – anak) serta Guru di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan:(1) kekerasan dalam rumah tangga dipicu oleh kondisi sosial ekonomi yang kurang layak, rendahnya kualitas komunikasi, ketidak-harmonisan, perselingkuhan dan rendahnya pengendalian diri; (2) kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada perkembangan kognitif anak karena secara psikologis anak mengalami distorsi kepercayaan diri yang ditandai gejala malas belajar, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar dan menerima pelajaran sehingga nilai ulangan buruk yang mengakibatkan nilai raport menurun; (3) untuk mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT dapat dilakukan dengan pemberian konseling dan pendekatan secara personal dengan melibatkan guru dan orang tua. Kata Kunci : Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perkembangan Kognitif This research aimed at investigating the (1) causal factor of domestic violence in Kalibukbuk village; (2) implication of domestic violence upon the children’s cognitive development; (3) effort to overcome the disturbed children’s cognitive development due to domestic violence. This study used qualitative descriptive research design. The subjects of this study were the Head Police Officer (PPA PolresBuleleng), village’s apparatus, and people who involved in domestic violence case (father, mother, and children) and teacher in school. The result of this research showed that (1) the domestic violence occurred due to improper social and economic situation, low quality of communication, disharmony, dishonesty and low self-control; (2) the domestic violence impacted on children’s cognitive development because the children, psychologically, experienced the distortion in their self-confident in which they tend to be lazy in study, feel difficult in concentration when learning, therefore they got poor score and caused the score in school report become worsen; (3) in overcoming the disturbed children’s cognitive development caused by domestic violence, it can be done by giving directive counseling and personal approach which involves teacher and parents.keyword : Children , Cognitive Development,Domestic Violence
KIPRAH PEREMPUAN DI SEKTOR PERDAGANGAN PADA OBJEK WISATA PURA TIRTA EMPUL,DESA MANUKAYA, KECAMATAN TAMPAKSIRING, KABUPATEN GIANYAR ., Ida Ayu Agung Kriszika Putri; ., Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd.; ., Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang perempuan menekuni profesi sebagai pedagang pada objek wisata Pura Tirta Empul, (2) mengetahui kiprah perempuan pedagang pada objek wisata Pura Tirta Empul, (3) mengetahui kendala yang dihadapi oleh para perempuan pedagang dalam kiprahnya profesi sebagai pedagang pada objek wisata Pura Tirta Empul dan alternatif pemecahan masalahnya. Penelitian ini adalah termasuk penelitian deskriptif kualitatif, dengan lokasi penelitian di objek wisata Pura Tirta Empul, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Subjek penelitian ini terdiri atas (a) perempuan pedagang, (b) masyarakat sekitar, (c) kepala desa manukaya, (d) bendesa adat tirta empul. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, teknik observasi dan teknik dokumentasi. Analisis data yang dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan prosedur yaitu melalui proses pengumpulan data, pengambilan data, reduksi data dan penarikan data atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa (1) latar belakang perempuan pedagang menekuni profesi sebagai pedagang di objek wisata Pura Tirta Empul adalah untuk meningkatkan kehidupan ekonomi keluarga dan membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga. (2) kiprah perempuan pedagang dalam membina pendidikan di keluarganya seperti ikut memikirkan sekolah anak –anaknya dan membimbing serta memotivasi anak – anaknya dalam belajar mununjukkan partisipasi yang cukup baik, termasuk partisipasinya dalam aktivitas sosial kemasyarakatan dan dalam pengambilan suatu keputusan juga cukup baik. (3) perempuan pedagang dalam kiprahnya memiliki kendala – kendala yang di hadapi antara lain kurangnya kemampuan dalam berbahasa asing dan berinovasi. Adapun alternatif pemecahannya yakni : dengan memberikan pelatihan – pelatihan keterampilan bahasa asing dan dengan memberikan pelatihan – pelatihan yang berkaitan dengan kewirausahaan.Kata Kunci : Peranan Perempuan Pedagang, Sosial Ekonomi The aims of this study are (1) To determine the background of the woman who is as a trader in the Pura Tirta Empul object tourism, (2) To know the roles of the women who become the trader in the Pura Tirta Empul object tourism, (3) To know the constrains that face by the women who become the trader in pursue the profession as a trader in the Pura Tirta Empul object tourism and the alternative to solve the problems. This research is included a descriptive qualitative research, which take the location of the research is in Pura Tirta Empul object tourism, Desa Manukarya, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. The subject of this research are contains of: (a) a woman trader, (b) Local community, (c) The Manukaya head village, (d) Bendesa adat Tirta Empul. Data collecting is doing by interview technique, observation technique and documentation technique. The data analysis is doing through descriptive qualitative with some procedures those are data collection, data taking, data reduction, and the withdrawal data and verification. The result of this research showed that: (1) the background of the woman trader who is pursue a profession as a trader at Pura Tirta Empul object tourism are to increase the financial of their family and to help their husband to fulfill the needs of their daily life, (2) the woman’s role in educating such as : participate in children’s learning activity shows a good participation. It is involve in the participants of the social community and in the taking of the decision is good enough. (3) Those cases are cause of The lack of education and the ability of mastering foreign language and innovation. And meanwhile, the alternative to solve the problems are by giving practice to use foreign language skills and by giving practices of entrepreneurship.keyword : The role of the woman trader, Social Economy
Studi Kasus Tentang Kekerasan dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Koginif Anak di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng ., Putu Supartini; ., Prof. Dr. I Made Yudana,M.Pd; ., Ratna Artha Windari, S.H.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di Desa Kalibukbuk; (2) implikasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perkembangan kognitif anak; (3) upaya mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah Kepala Unit PPA Polres Buleleng, Kepala Desa dan Aparat Desa Kalibukbuk dan para pihak terlibat langsung dalam tindak pidana KDRT (suami – istri – anak) serta Guru di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan:(1) kekerasan dalam rumah tangga dipicu oleh kondisi sosial ekonomi yang kurang layak, rendahnya kualitas komunikasi, ketidak-harmonisan, perselingkuhan dan rendahnya pengendalian diri; (2) kekerasan dalam rumah tangga berdampak pada perkembangan kognitif anak karena secara psikologis anak mengalami distorsi kepercayaan diri yang ditandai gejala malas belajar, kesulitan dalam berkonsentrasi saat belajar dan menerima pelajaran sehingga nilai ulangan buruk yang mengakibatkan nilai raport menurun; (3) untuk mengatasi terganggunya perkembangan kognitif anak akibat KDRT dapat dilakukan dengan pemberian konseling dan pendekatan secara personal dengan melibatkan guru dan orang tua. Kata Kunci : Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Perkembangan Kognitif This research aimed at investigating the (1) causal factor of domestic violence in Kalibukbuk village; (2) implication of domestic violence upon the children’s cognitive development; (3) effort to overcome the disturbed children’s cognitive development due to domestic violence. This study used qualitative descriptive research design. The subjects of this study were the Head Police Officer (PPA PolresBuleleng), village’s apparatus, and people who involved in domestic violence case (father, mother, and children) and teacher in school. The result of this research showed that (1) the domestic violence occurred due to improper social and economic situation, low quality of communication, disharmony, dishonesty and low self-control; (2) the domestic violence impacted on children’s cognitive development because the children, psychologically, experienced the distortion in their self-confident in which they tend to be lazy in study, feel difficult in concentration when learning, therefore they got poor score and caused the score in school report become worsen; (3) in overcoming the disturbed children’s cognitive development caused by domestic violence, it can be done by giving directive counseling and personal approach which involves teacher and parents.keyword : Children , Cognitive Development,Domestic Violence
BALAPAN LIAR DI KALANGAN REMAJA DI KABUPATEN KLUNGKUNG ., Agung Handy Safrizal; ., Drs. I Wayan Landrawan,M.Si; ., Drs. I Nyoman Pursika,M.Hum
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4589

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui faktor-faktor penyebab balapan liar di kalangan remaja di Kabupaten Klungkung; (2) mengetahui dampak balapan liar bagi remaja dan masyarakat di Kabupaten Klungkung; (3) mengetahui solusi yang diberikan pihak kepolisian untuk menanggulangi balapan liar di Kabupaten Klungkung. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah remaja SMA pada usia 15-18 tahun yang melakukan balapan liar di Kabupaten Klungkung, masyarakat disekitar tempat balapan liar dan polisi lalu lintas yang bertugas di Polres Klungkung. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode (1) observasi; (2) wawancara; dan (3) metode pencatatan dokumen. Selajutnya, data yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan (1) faktor yang menyebabkan remaja melakukan balapan liar di Kabupaten Klungkung dibagi menjadi dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor penyebab remaja melakukan balap liar yang termasuk ke dalam faktor internal adalah faktor hobi. Faktor penyebab remaja melakukan balap liar yang termasuk ke dalam faktor eksternal adalah faktor taruhan (judi), faktor keluarga dan faktor lingkungan; (2) dampak-dampak yang dirasakan oleh remaja dan masyarakat akibat dari aksi balapan liar yaitu bagi remaja dirasakan ada dampak positifnya adalah memperoleh uang, kepuasan diri, memiliki banyak teman namun dampak negatifnya adalah terjadinya kecelakaan. Dampak bagi orang lain atau masyarakat sekitarnya yaitu terganggunya ketentraman masyarakat pengguna jalan sehingga membahayakan orang lain, tidak ada penanggung jawab kegiatan, dapat menyebabkan kemacetan, dan adanya korban jiwa; (3) solusi yang diberikan pihak kepolisian untuk menanggulangi balapan liar di Kabupaten Klungkung yaitu dengan tindakan preventif (mencegah) dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi tentang perundang-undangan kepada semua lapisan masyarakat.dan tindakan represif dilakukan dengan cara memberikan teguran dan penindakan dengan cara ditilang. Kata Kunci : balapan, liar, remaja This study aims to (1) identify factors among teenagers to conduct wild race in Klungkung regency; (2) determine the impact of wild races for teenagers and the community in Klungkung regency; (3) determine the solution given by the police to tackle illegal races in Klungkung regency. This study was a qualitative descriptive study. The subjects were teenagers high school level at age 15-18 years who do illegal races in Klungkung regency, the community around the speedway and the traffic police on duty at the police station Klungkung. Data collection in this study was conducted using (1) observation; (2) interview; and (3) a method of recording the document. Following that, the data collected were analyzed by descriptive qualitative. The results showed (1) factors that cause teenagers to conduct wild race in Klungkung regency is divided into two factors: internal factors and external factors. Factors causing teenagers doing wild race which belong to the internal factors are factors hobby. Factors causing teenagers doing wild race which belong to the external factor is the factor bets (gambling), family factors and environmental factors; (2) impacts perceived by teenagers and the community as a result of the action of the wild race for the positive impact teenagers are obtaining money, self-esteem, have many friends and the negative impacts are: the occurrence of an accident. Impact on other people or a community in which the disruption of peace of the user community so that harm others, there is no charge of activities, can cause congestion, and the loss of lives; (3) the solution given by the police to tackle illegal races in the Klungkung regency with preventive measures (prevent) done by providing socialization of law to all levels of society and repressive measures carried out by means of giving warning and enforcement by way of detained.keyword : racing, illegal, teenagers
PERANAN ORGANISASI PKK UNTUK MENGGERAKKAN PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PEMBANGUNAN MASYARAKAT DI DESA BATURITI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN ., Ni Made Dewi Riyani; ., Drs. I Wayan Landrawan,M.Si; ., Ratna Artha Windari, S.H.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4703

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui fungsi dan peran organisasi PKK untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, (2) hambatan PKK dalam mejalankan fungsi dan perannya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dan (3) upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan PKK dalam melaksanakan perannya di Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan teknik penentuan subjek penelitian menggunakan teknik Purposive sampling sehingga yang menjadi subjek penelitian yaitu (1) Kepala Desa, (2) anggota – anggota organisasi PKK, (3) warga masyarakat di Desa Baturiti. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni (1) metode wawancara, (2) metode observasi, (3) metode pencatatan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif Kualitatif. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil : (1) organisasi PKK di Desa Baturiti memiliki fungsi dan peran yang penting dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan sudah berjalan akan tetapi belum maksimal. (2) hambatan yang dialami oleh organisasi ini yaitu berasal dari dalam organisasi yaitu kurangnya koordinasi antara ketua, pengurus, dan anggota organisasi PKK, serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program yang telah dirancang. (3) upaya yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan koordinasi antara ketua PKK, anggota organisasi PKK desa dan masyarakat yang ada di Desa Baturiti.Kata Kunci : PKK, Peran dan Fungsi, Partisipasi, Perempuan, Pembangunan this study aimed at (1) finding the function and role of PKK to improve the society’s participation in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency, (2) the obstacles in doing its function and role to improve the society’s participation in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency, and (3) the effort done to overcome the obstacles of PKK in doing its function and role in Baturiti village, Baturiti district, Tabanan regency. This study used descriptive qualitative approach and Purposive Sampling to determine the subjects. Therefore the subjects of this study were (1) village chief, (2) PKK members, (3) Baturiti villagers. The data collection methods used were (1) interview, (2) observation, (3) document analiysis. The dake analysis used in this study was dwscriptive qualitative from this study, it was found that : PKK in Baturiti village had important functiond rolen improving society’s participations in development had been running well but not maximal (2) theobstacles faced by this organization came from the organization it self and also from the society, (3) the effert that could be done was enhancing coordination among PKK chief, PKK members, and Baturiti villagers. keyword : : PKK, Function and role, participation, women, development
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) BERBANTUAN LKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DAN SIKAP SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII C DI SMP N 3 SINGARAJA ., Ira Octaviyani; ., Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si; ., Ni Ketut Sari Adnyani, S.Pd., M.Hum.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4698

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS dalam meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas VIII C di SMP N 3 Singaraja, (2) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS dalam mata pelajaran PKn untuk meningkatkan sikap sosial siswa kelas VIII C di SMP N 3 Singaraja, (3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pelajaran PKn dengan model pembelajaran kooperatif tipe Times Games Tournaments (TGT) dengan berbantuan LKS. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak dua siklus, dimana peneliti sebagai guru dalam pelaksanaan pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan penelitian, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII C SMP N 3 Singaraja dengan jumlah siswa 35 orang. Data hasil belajar dan sikap sosial dianalisis secara deskriptif kuantitatif kemudian dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner. Hasil peneliti menunjukkan bahwa: (1) terjadi peningkatan hasil belajar PKn siswa kelas VIII C SMP N 3 Singaraja. Pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar PKn sebesar 66,97%. Sedangkan pada siklus II rata-rata hasil belajar PKn siswa sebesar 77,22%. (2) untuk sikap sosial siswa terhadap implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Times Games Tournaments (TGT) berbantuan LKS pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 68,56%, sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 84,89% dengan kategori positif. Kata Kunci : Kata Kunci : Model Pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT), Hasil Belajar PKn dan Sikap Sosial siswa. ABSTRACT The parposes of this study were : (1) to find out the implementation of Teams Games Tournaments (TGT) learning assisted with student’s worksheet in increasing the student’s learning result in citizenship for the VIII grade student’s at SMP N 3 Singaraja, (2) To find out the implementation of the cooperative learning type of Teams Games Tournaments (TGT) assisted with stident’s worksheet to increase the student’s social behavior for VIII grade students at SMP N 3 Singaraja, (3) To find out the difficulties face in implementing Teams Games Tournaments (TGT) learning assisted with student’s worksheet in citizenship. This study was a classroom action rescarch wish was done in two cycles, where the rescharcer acted as the teacher in the teaching and learning process. Every cyclesconsisted of the planning, action, observation, and reflection. The subject of this study was the students in VIII C class at SMP N 3 Singaraja with 35 students consisted in one class. The data if the student’s learning result and social behavior was analyzed with the descriptive quantitative method and then the result would be submitted with questionnaire. The result of the study showed that : (1) the result of the students’ learning for the VIII C students at SMP N 3 Singaraja had increased. In cycle I the average of the students’ learning result in citizenship was 66,97%. Meanwhile, in cycle II the average of the students’ result in citizenship was 77,22%, (2) the average of the students’ social behavior on the implementation of the cooperative learning model of Teams Games Tournaments (TGT) assisted with student’s worksheet in cycle I was 68,59%, while the average of the students’ social behavior in cycle II was 84,89% with positive category. keyword : Keywords : Learning model Teams Games Tournaments (TGT), outcomes civics and social attitudes of students
PERANAN KEGIATAN PRAMUKA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP DISIPLIN DAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Ni Made Wahyu d; ., Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd.; ., Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4704

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) Memahami peranan pendidikan pramuka dalam pengembangan sikap disiplin peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, (2) Memahami peranan pendidikan dalam pengembangan sikap sosial peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, (3) Mengenai kendala-kendala yang dihadapi dalam peranan pendidikan Pramuka dalam pengembangan sikap disiplin dan sikap sosial peserta didik di SMP Negeri 3 Singaraja, serta alternatif penyelesaian masalahnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini adalah di SMP Negeri 3 Singaraja Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Subjek penelitian adalah seluruh siswa SMP Negeri 3 Singaraja kelas VII, VIII dan IX. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik Random Sampling. Teknik pengumpulan Data menggunakan beberapa metode Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul tersebut selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Di SMP Negeri 3 Singaraja terdapat kegiatan pramuka yang memiliki peranan untuk pengembangan sikap disiplin peserta didik. (2) Di SMP Negeri 3 Singaraja terdapat kegiatan pramuka yang memiliki peranan untuk pengembangan sikap sosial peserta didik. (3) Kendala – kendala dalam pelaksanaan kegiatan pramuka di SMP Negeri 3 Singaraja anatara lain : kurangnya pembina pramuka yang profesional, siswa masih merasa acuh terhadap kegiatan pramuka dan kegiatan pramuka yang dilakukan setiap hari sabtu sore dan minggu pagi. Alternatif pemecahan kendala tersebut pihak sekolah mencari tenanga pembina sukarela dan memberikan pembinaan akan pentingnya pramuka pagi peserta didik. Kata Kunci : Sikap Disiplin, Sikap Sosial, Praja Muda Karana (PRAMUKA) This research aimed to (1) comprehend the role of scout education in discipline development of student in SMP Negeri 3 Singaraja, (2) comprehend the role of education in social attitude development of student in SMP Negeri 3 Singaraja, (3) some obstacles which involved in the role of education in discipline development and social attitude of student in SMP Negeri 3 Singaraja, and the problem solving. This research was a qualitative research which used descriptive strategy. The location of this research was in SMP Negeri 3 Singaraja, Buleleng Subdistrict, Buleleng Regency. The research subject was all of the students in SMP Negeri 3 Singaraja grade VII, VIII, and IX. The sampling study was conducted by Random Sampling technique. The data collected technique used some methods; observation, interview, and documentation. The data which already collected then it analyzed used descriptive qualitative analysis. The result of research indicated that (1) SMP Negeri 3 Singaraja are the scouts who have a role to the development of the discipline of learners. (2) In the SMP Negeri 3 Singaraja are the scouts who have a role to the development of social attitudes of learners. (3) Constraints - constraints in the implementation of the scouts in SMP Negeri 3 Singaraja among other things: the lack of a professional scout leader, students still feel indifferent to the scouts and scout activities are conducted every Saturday afternoon and Sunday morning. Alternative solutions to the problems the school to recruit volunteer coaches and provide guidance on the importance of early learners scout. keyword : Discipline, Social Attitudes, Scout
STUDI KOMPARATIF HAK ASUH ANAK SEBAGAI AKIBAT PERCERAIAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM NASIONAL DAN HUKUM ADAT DI DESA KAMASAN KECAMATAN KLUNGKUNG KABUPATEN KLUNGKUNG ., Ni Pt Linda Muliawati; ., Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si; ., Ratna Artha Windari, S.H.
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) proses perceraian berdasarkan hukum Nasional dan proses perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (2) proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum nasional dan proses penentuan hak asuh terhadap anak sebagai hasil dari perceraian berdasarkan hukum Adat di Desa Kamasan, (3) komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara hukum adat di Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung Kabupaten Klungkung dengan hukum Nasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Penentuan subjek dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling, dan yang menjadi subjek penelitian yaitu : Kepala Desa, Klian adat, Pakar Hukum, Tokoh masyarakat dan masyarakat yang mengalami permasalahan hak asuh anak. Pengumpulan data dalam penelitian ini berupa: metode wawancara, metode observasi, metode pencacatan dokumen, metode kepustakaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari penelitian tersebut didapatkan hasil : 1) Terdapat perbedaan antara proses perceraian dalam Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum Nasional yaitu dalam Hukum Adat di Desa Kamasan proses perceraian dilakukan dengan musyawarah, sedangkan proses perceraian dalam Hukum Nasional diselesaikan di Pengadilan Negeri setempat. 2) Dalam proses penentuan hak asuh anak juga terdapat perbedaan antara Hukum Adat di Desa Kamasan dan Hukum Nasional, dimana dalam Hukum Adat di Desa Kamasan diselesaikan dengan musyawarah dan disesuaikan dengan awig-awig yang berlaku, sedangkan proses penentuan hak asuh anak dalam hukum nasional diputuskan dalam sidang perceraian di Pengadilan Negeri. 3) Komparasi hak asuh anak pasca perceraian antara Hukum Adat di Desa Kamasan dengan Hukum nasional, dimana dalam hukum adat di Desa Kamasan hak asuh anak dominan jatuh ke pihak purusa sedangkan dalam Hukum Nasional hak asuh anak dominan jatuh ke pihak ibu karena ibu dianggap memiliki ikatan yang lebih kuat dengan sang anak.Kata Kunci : Hak Asuh Anak, Perceraian, Hukum Adat, Hukum Nasional This reseaech was aimed to knowing (1) process of divorcing based on constitutional law and the process of divorcing based on customary law in Kamasan village (2) process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on constitutional law and the process of deciding the right for nurturing children as the result of divorcing based on customary law in Kamasan village. (3) comparation of the right for nurturing the children after divorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law. This research was a description qualitative research. Purposive sampling was used in taking the subjects of this study and the subjects of this study were the head of Kamasan village, kelian adat, law experts, elite figures, and people who experienced of having problem in the right of nurturing. Data were collected by using interview method, observation method, document method, and literature method. Data were analyted by using descriptive qualitative approach. The result of this study showed that (1) the process of divorcing based on customary law in Kamasan village was done through deliberate which was attented by prajuru adat, and witness, while the divorcing process based on constitutional law was done through the process in state court in that area. (2) the process of deciding the right for nurturing the children based on customary law in Kamasan village was done through deliberating process of divorcing and accomodated the awig-awig that are implemented in Kamasan village, while the process of deciding the right for nurturing the children basen on constitutional law was done through the process of divorcing in state court. (3) the comporation of the right for nurturing the children after arnorcing between customary law in Kamasan village and constitutional law, based on customary law in Kamasan village, the right for nurturing the children was given to purusa, meanwhile based on constitutional law, the right for nurturing the children was given to the mother since mother was assumed having stronger bond with the childrenkeyword : Custody, divorce, customary law, constitutional law
PERAN DESA PAKRAMAN PENGLIPURAN DALAM PELAKSANAAN PEMILU TAHUN 2014 ., Gusti Ayu Sri Martini; ., Drs. Dewa Bagus Sanjaya,M.Si; ., Drs. Ketut Sudiatmaka, M.Si
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peran Desa Pakraman Penglipuran dalam pelaksanaan pemilu tahun 2014, (2) Mengetahui bentuk sanksi yang terkandung di dalam pararem yang mengatur tentang pemasangan alat peraga kampanye (3) Menganalisis kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pararem tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian ini mempergunakan teknik purposive sampling dalam menentukan subjek penelitian. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah prajuru desa pakraman penglipuran, krama (warga), teruna-teruni dan lurah kubu. Teknik yang diterapkan dalam pengumpulan data adalah observasi, pencatatan dokumen dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran Desa Pakraman Penglipuran dalam pelaksanaan pemilu tahun 2014 adalah mengatur, mengawasi, memfasilitasi dan membina pemasangan alat peraga kampanye dalam pelaksanaan demokrasi. Hal ini tertuang dalam pararem tentang pemasangan alat peraga kampanye. Pararem tersebut merupakan sarana pengendalian dan pengintegrasian sosial bagi seluruh kegiatan politik, yang bertujuan untuk menciptakan keharmonisan. Setiap pelanggaran yang terjadi akan dikenakan sanksi dalam bentuk mengadakan ritual ?mecaru panca sata? pada empat tempat suci yaitu Pura Kahyangan Tiga dan Catuspata.. Kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat, dibuktikan dengan masih adanya pemasangan alat peraga kampanye oleh sebagian kecil masyarakat di daerah pemukiman. Upaya preventif dan represif ditempuh untuk mengatasi kendala dalam penerapan pararem tersebut Kata Kunci : Kata Kunci: Desa Pakraman, Eksistensi Pararem ABSTRACT The aims of this research are : (1) to determine the role of penglipuran?s traditional society in the process of placing the props or things that used in the election campaign in 2014, (2) to determine the form of sanctions contained in the traditional govermental law of placing the campaign props, (3) to analyze the problems in facing the implementation of this govermental traditional law. The research is a qualitative descriptive study with a phenomenological approach. The study used purposive sampling technique in determining the subject of research. The subject of research is the people who hold the position in penglipuran?s traditional structure of society, the society of penglipuran it self, youth and the head of kubu village. The methode which is applied in collecting the data is the method of observation and listing the documents. The research showed that, the role of penglipuran?s traditional society in the election of 2014 was to set up, supervise, facilitate and encourage the campaign props in the implementation of democracy. This was stated in the traditional law about placing the campaign props. This traditional law is the way in controlling and also social integrating for all political activity, it has purpose to create harmonization of life. Every collision that happened will be penalized of sanction in the form of a traditional ritual ?mecaru panca sata? in the four holy places, namely pura kahyangan tiga and catus pata. Preventive and repressive effort taken to overcome the obstacles in the implementation of the traditional law. The obstacle or problems to be faced is the low level of awareness of the society, it is evidenced by presence of small percentage in placing the props by the peolpe in recidential areas. keyword : Keyword: Traditional Village, Existence Traditional Law
PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA PANTI ASUHAN DANA PUNIA DESA BANYUNING, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG ., Gede Satria Pratama; ., Dr. I Gusti Ketut Arya Sunu, M.Pd.; ., Drs. I Wayan Landrawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 2, No 3 (2014): September
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v2i3.4699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perencanaan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia, (2) Penerapan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia, (3) Kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia, (4) Solusi untuk mengatasi kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia. Penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Ketua Yayasan, Ketua Panti, Pembina dan Anak-Anak Panti. Sampel diambil dengan menggunakan metode porpusive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan: (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Pencatatan dokumen. Hasil penelitian menyebutkan bahwa: (1) Perencanaan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia adalah berupa program kerja. (2) Penerapan pendidikan karakter pada Panti Asuhan Dana Punia adalah berbentuk ekstrakurikuler dan pengetahuan tambahan berupa kursus bahasa inggris. (3) Kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia adalah belum adanya bantuan secara rutin, anak-anak panti asuhan kurang displin dan pembina yang sangat minim. (4) Solusi untuk mengatasi kendala penerapan pendidikan karakter di Panti Asuhan Dana Punia adalah untuk mengatasi bantuan pemerintah yang tidak menentu, pihak yayasan melakuan pedekatan kepada pemerintah terkait agar dana yang diberikan oleh pemerintah secara rutin dikeluarkan, sehingga nantinya dapat menunjang kebutuhan anak-anak dan dapat menjalankan seluruh program-programnya dengan lancar. Solusi untuk permasalahan dari anak adalah diberikannya pembinaan dan pengarahan tentang kedisiplinan, agar anak Panti Asuhan mengerti tentang arti disiplin dan mampu menerapkan dikehidupannya sehari-hari Solusi untuk pembina adalah membagi anak-anak menjadi beberapa kelompok belajar dan selanjutnya memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan bersama agar anak-anak tersebut dapat membantu satu dan sama lain. Kata Kunci : Panti Asuhan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Pendidikan Karakter This study aims to determine (1) Planning character education at the Orphanage Fund Punia, (2) Application of character education at the Orphanage Fund Punia, (3) Constraints implementation of character education at the Orphanage Fund Punia, (4) The solution to overcome the application character education in Orphanage Fund Punia. This research is a qualitative descriptive study. The subjects were Chairman of the Foundation, Chairman of the Institution, and the Trustees of Children Orphanage. Samples were taken using porpusive sampling method. The data collection techniques: (1) observation, (2) interview, (3) Registration of documents. The study says that: (1) Planning character education at the Orphanage Fund Punia is in the form of a work program. (2) The implementation of character education at the Orphanage Fund Punia is shaped in the form of extra-curricular and extra knowledge of English language courses. (3) Constraints implementation of character education in the Orphanage Fund Punia is the lack of support on a regular basis, children orphanages less disciplined and coaches are very minimal. (4) The solution to overcome obstacles in the implementation of character education Punia Orphanage Fund is to cope with erratic government assistance, the Foundation undergo retrofitting to the relevant government for the funds provided by the government routinely excluded, so that will be able to support the needs of children and can run entire programs smoothly. Solutions to the problems of children are given guidance and direction of discipline, so that children understand the meaning Orphanage disciplined and able to apply everyday dikehidupannya Solutions for coaches is to divide the children into groups to learn and then assigns tasks to work together in order to these children can help one and another. keyword : Character Education, Orphanage, Implementation and Site planning

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 3 (2024): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 2 (2024): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 12 No. 1 (2024): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 2 (2023): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 11 No. 1 (2023): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 10, No 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 3 (2021): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 2 (2021): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 9, No 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 9 No. 1 (2021): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 2 (2020): Mei, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol 8, No 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 1 (2020): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): September Vol 7, No 3 (2019): September Vol 7, No 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 2 (2019): Mei Vol. 7 No. 1 (2019): Februari Vol 7, No 1 (2019): Februari Vol. 6 No. 3 (2018): September Vol 6, No 3 (2018): September Vol 6, No 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 2 (2018): Mei Vol. 6 No. 1 (2018): Februari Vol 6, No 1 (2018): Februari Vol. 5 No. 3 (2017): September Vol 5, No 3 (2017): September Vol 5, No 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 2 (2017): Mei Vol. 5 No. 1 (2017): Februari Vol 5, No 1 (2017): Februari Vol. 4 No. 3 (2016): September Vol 4, No 3 (2016): September Vol 4, No 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 2 (2016): Mei Vol. 4 No. 1 (2016): Februari Vol 4, No 1 (2016): Februari Vol 3, No 3 (2015): September Vol. 3 No. 3 (2015): September Vol. 3 No. 2 (2015): Mei Vol 3, No 2 (2015): Mei Vol. 3 No. 1 (2015): Februari Vol 3, No 1 (2015): Februari Vol 2, No 3 (2014): September Vol. 2 No. 3 (2014): September Vol 2, No 2 (2014): Mei Vol. 2 No. 2 (2014): Mei Vol 2, No 1 (2014): Februari Vol. 2 No. 1 (2014): Februari Vol. 1 No. 3 (2013): September Vol 1, No 3 (2013): September Vol 1, No 2 (2013): Mei Vol. 1 No. 2 (2013): Mei Vol 1, No 1 (2013): Februari Vol. 1 No. 1 (2013): Februari More Issue