cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Acarya Pustaka
ISSN : 24424366     EISSN : 24430293     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Acarya Pustaka menerbitkan tulisan ilmiah di bidang perpustakaan, informasi, kearsipan, dan manajemen pengetahuan. Terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
PERAN PERPUSTAKAAN DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN MENDONGENG PUTU SHINDY CINTIA DEWI GRIADHI
ACARYA PUSTAKA Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v6i2.22253

Abstract

PERAN PERPUSTAKAAN DALAM PENGEMBANGANKARAKTER ANAK MELALUI KEGIATAN MENDONGENG PUTU SHINDY CINTIA DEWI GRIADHI, A.MD.Universitas Pendidikan Ganesha  Abstrak Perpustakaan sebagai wadah yang menyediakan berbagai macam layanan yang menunjang peran perpustakaan salah satunya yaitu kegiatan mendongeng. Dongeng merupakan media yang efektif dalam proses pembentukan karakter anak. Membaca dan mendengarkan dongeng yang menarik akan meningkatkan rasa bahagia anak dan tidak membuat anak belajar secara terpaksa. Penggunaan dongeng untuk menanamkan nilai dan moral kepada anak akan membuat anak belajar tentang nilai-nilai tersebut dan tanpa disadarinya secara perlahan akan memupuk nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Namun, proses penanaman nilai-nilai karakter pada anak harus dilakukan secara konsisten dan terus-menerus karena anak dapat belajar lebih baik melalui pengulangan dan tentunya dari figure orang dewasa disekitarnya yaitu orang tua dan guru di sekolah. Kata kunci: perpustakaan, dongeng, karakter, anak ROLE OF LIBRARY IN DEVELOPMENT CHILDREN'S CHARACTERS THROUGH MENDONGENG ACTIVITIES Abstract  The library as a forum that provides a variety of services that support the role of the library one of which is storytelling activities. Fairytale is an effective media in the process of forming the character of children. Reading and listening to interesting tales will increase a child's happiness and not make the child learn forcibly. The use of fairy tales to instill values and morals to children will make children learn about these values and without realizing it will slowly foster these values in their daily lives. However, the process of instilling character values in children must be done consistently and continuously because children can learn better through repetition and of course from the figure of adults around them, namely parents and teachers at school. Keywords: library, fairy tales, characters, children
UJI RELIABILITAS INSTRUMEN TINGKAT KEGEMARAN MEMBACAMASYARAKAT UMUM DI PROVINSI BALI TAHUN 2018DENGAN TEKNIK BELAH DUA (SPLIT HALF) nengah jago
ACARYA PUSTAKA Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v6i2.22254

Abstract

UJI RELIABILITAS INSTRUMEN TINGKAT KEGEMARAN MEMBACAMASYARAKAT UMUM DI PROVINSI BALI TAHUN 2018DENGAN TEKNIK BELAH DUA (SPLIT HALF)NENGAH JAGOEmail: nengahjago@gmail.comPustakawan Ahli Madya, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui reliabilitas instrumen Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat umum di Provinsi Bali tahun 2018. Data yang dikumpulkan tergolong data primer. Sumber data adalah langsung diperoleh dari masyarakat umum di Provinsi Bali tahun 2018, yakni dari Kabupaten Badung, Gianyar dan Buleleng sebagai sampel, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Penentuan wilayah sampel dan ukuran sampel dilakukan secara “purposive sampling”. Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode angket (daftar pertanyaan atau kuesioner). Sedangkan analisis data digunakan Teknik Belah Dua (split half) dari Spearman Brown. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen TGM masyarakat umum di Provinsi Bali tahun 2018 adalah reliabel atau dengan kata lain telah lolos dari uji reliabilitas instrumen. Kata kunci : kegemaran membaca, instrumen dan reliabilitas. AbstractThe study aims to determine the reliability of the favorite reading level instrument of the general public in the Province of Bali in 2018. The data collected is classified as primary data. Data sources were directly obtained from the general public in Bali Province in 2018, namely from Badung Regency, Gianyar Regency, and Buleleng Regency as samples, with a total sample of 30 respondents. Determination of sample area and sample size was done by purposive sampling.Primary data collection is done by questionnaire method (list of questions). While the data analysis used a split half from Spearman Brown. The results of the study showed that the public reading instrument in Bali in 2018 was reliable or in other words had passed the instrument reliability test.keywords: hobby of reading, intsrument and reliability.
PENGEMBANGAN KOLEKSI ELEKTRONIK PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI DI ERA DIGITAL SEBUAH STUDI PUSTAKA widia nursetyaningsih
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.22613

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui strategi dalam pengembangan koleksi elektronik perpustakaan. Fokus artikel ini membahas kegiatan pengembangan koleksi elektronik yang dilakukan oleh tiga perpustakaan perguruan tinggi di luar negeri ( Perpustakaan Universitas Nigeria, Perpustakaan Nasional Cina, dan Perpustakaan Fakultas Kedokteran Universitas Mississippi USA), serta menelaah  strategi kegiatan pengembangan koleksi seperti apa yang bisa diterapkan di Indonesia. Artikel ini menggunakan metode studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan dengan membaca tiga jurnal internasional yang membahas tentang pengembangan koleksi perpustakaan perguruan tinggi. Hasil yang diperoleh dari studi pustaka terhadap ketiga jurnal tersebut bahwa dalam kegiatan pengembangan koleksi elektronik yang menjadi kendala adalah masalah kurangnya anggaran yang disediakan. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut,  strategi pengembangan koleksi yang efektif untuk dilakukan saat ini adalah dengan cara menjalin kerjasama seperti silang pinjam antar perpustakaan.
PERKEMBANGAN PENGELOLAAN ARSIP DI ERA TEKNOLOGI Rahmani Yusuf
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.25634

Abstract

Penggunaan informasi digital atau elektronik menjadi tren di era globalisasi dan teknologi informasi saat ini. Dalam peranannya arsip digital telah mendukung institusi swasta dan pemerintah dari berbagai aspek (kelembagaan komersial dan fongsional). Tujuan dalam penulisan ini adalah untuk menyampaikan tentang perkembangan pengelolaan arsip elektronik di era digital serta beberapa cara pengelolaannya. Tulisan ini disusun berdasarkan studi literatur. Peralatan yang digunakan untuk mengelola arsip elektronik berupa hardware dan software. Pemindahan arsip cetak kedalam arsip elektronik bisa dilakukan dengan cara scanning, conversion, Importing. Sedangkan penyimpanan arsip elektronik bisa dilakukan secara online, offline maupun nearline. Tujuan digitalisasikan arsip adalah agar arsip dan dokumen kita dapat disimpan dengan lebih simple, praktis dan tetap terjaga keamanannya.
PRESERVASI ARSIP PASCA BENCANA BANJIR (STUDI KOMPARASI DI LIPI JAKARTA, DEPO ARSIP KORAN SUARA MERDEKA SEMARANG DAN PERPUSTAKAAN CERIA DEMAK) Suci Nurrahma Kuswati; Sri Rohmayanti Zulaikha
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.25855

Abstract

Penelitian ini berjudul “Preservasi Arsip Pascabencana Banjir (Studi Komparasi di LIPI Jakarta, Depo Arsip Koran Suara Merdeka Semarang dan Perpustakaan Ceria Demak)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana preservasi arsip yang dilakukan pascabencana banjir yang dilakukan oleh LIPI Jakarta, Depo Arsip Koran Suara Merdeka Semarang dan Perpustakaan Ceria Demak. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan menggunakan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah jenis dan cara preservasi yang dilakukan oleh setiap instansi hampir sama, tetapi dengan kapasitas yang berbeda-beda. Semakin besar instansi maka semakin besar pula jenis dan cara preservasi yang dapat dilakukan.Kata kunci: preservasi, arsip, pascabencana, banjir, LIPI Jakarta, Depo Arsip Koran Suara Merdeka Semarang dan Perpustakaan Ceria Demak.
STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI KERJA PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA (Tinjauan Teoritis) putu sukayana
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.26738

Abstract

Pustakawan merupakan komponen yang sangat penting dalam mencapai keberhasilan pengelolaan perpustakaan. Kualitas pustakawan identik dengan kinerja pustakawan. Kinerja pustakawan  pada dasarnya merupakan kinerja atau unjuk kerja yang dilakukan oleh pustakawan dalam melaksanakan tugasnya sebagai pejabat fungsional bidang perpustakaan (sebagai pengelola dan pelayan jasa perpustakaan). Kualitas kinerja pustakawan akan sangat menentukan pada kualitas hasil perpustakaan, karena pustakawan merupakan pihak yang paling banyak bersentuhan langsung dengan para pemustaka  dalam proses pemanfaatan jasa perpustakaan. Pustakawan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam menjalankan tugas kerja sebagian pustakawan belum memiliki atau menunjukkan motivasi kerja yang tinggi. Agar pustakawan dapat menunjukkan kinerja yang baik dan berkualitas, maka pimpinan perpustakaan sebaiknya  mengambil langka-langkah atau strategi peningkatan motivasi kerja Pustakawan Undiksha. Adapun strategi yang dimaksud yaitu memberikan bahan pekerjaan yang baru untuk penyegaran, memberikan penghargaan untuk pustakawan yang berprestasi, mempererat kekeluargaan dan kebersamaan sesama pustakawan, berikan training secara rutin dan berkala, serta menyediakan sarana dan prasarana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Selain itu perlu membangun citra diri pustakawan dan kompetensi pustakawan.
UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA PADA ANAK (Tinjauan Teoritis) Ketut Artana
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.26739

Abstract

Kondisi minat baca anak-anak belum menggembirakan. Anak-anak belum memandang bahwa bahan bacaan (buku-buku) memiliki banyak manfaat dalam kehidupannya. Banyak faktor yang menyebabkan minat baca anak-anak rendah. Faktor-faktor tersebut yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Dalam upaya menumbuhkan minat baca anak maka sangat penting adanya upaya yang sungguh-sungguh dari pihak sekolah untuk membuat cara yang strategis dan aplikatif sehingga minat baca pada anak-anak dapat tumbuh. Selain itu, penting adanya kerjasama dan komunikasi secara baik dan berkelanjutan dengan pihak guru, perpustakaan, anak didik dan orang tua anak. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah cara (upaya) menumbuhkan minat baca pada anak-anak sehingga nantinya anak-anak dapat tumbuh menjadi akan yang cerdas dan berkualitas. Adapun manfaat yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini adalah memberikan wawasan dan pemahaman tentang bagaimana upaya menumbuhkan minat baca pada anak-anak bagi pihak-pihak yang berkepentingan, seperti pihak sekolah, guru, orang tua, anak-anak dan pihak perpustakaan.
KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI hery wihardika griadhi
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i1.26753

Abstract

Era disrupsi merupakan suatu era yang terjadi ketika suatu inovasi baru merangsak masuk ke dalam kehidupan masyarakat yang  menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur atau sistem yang sebelumnya sudah ada. Era disrupsi berdampak cukup sitematis  pada penyelenggaraan layanan perpustakaan sehingga sebagai insan yang bergelut dengan perpustakaan harus dapat menyiapkan strategi dalam menghadapi atau mengantisipasi kebutuhan penggna pada era ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menghadapi era disrupsi, yaitu :  memanfaatkan teknologi,  tidak cepat merasa puas,  “Customer Oriented”,  selalu berinovasi, tidak  menyalahkan regulasi  dan. meningkatkan kompetensi.   Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa selain memiliki kompetensi inti, juga diharapkan memiliki kompetensi tambahan berupa semangat kemandirian  dan keterampilan memanfaatkan teknologi serta  memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dan  memiliki kemampuan dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,. Lulusan diharapkan mempunyai wawasan ke depan, dan tanggap terhadap perubahan global serta mampu membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola perpustakaan Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan relevansi bahan ajar secara berkala dengan pemutakhiran, penyesuaian atau revisi kurikulum, khususnya dalam pengembangan silabus dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Hal ini ditujukan untuk meningkatkan  keterkaitan dengan dunia kerja pada  era disrupsi ini.
KURIKULUM PENGAJARAN PERPUSTAKAAN MENYONGSONG LAYANAN PERPUSTAKAAN DI ERA DISRUPSI hery wihardika griadhi
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.27519

Abstract

AbstrakEra disrupsi merupakan suatu era yang terjadi ketika suatu inovasi baru merangsak masuk ke dalam kehidupan masyarakat yang  menciptakan efek disrupsi yang cukup kuat sehingga mengubah struktur atau sistem yang sebelumnya sudah ada. Era disrupsi berdampak cukup sitematis  pada penyelenggaraan layanan perpustakaan sehingga sebagai insan yang bergelut dengan perpustakaan harus dapat menyiapkan strategi dalam menghadapi atau mengantisipasi kebutuhan penggna pada era ini ada beberapa hal yang harus kita perhatikan untuk menghadapi era disrupsi, yaitu :  memanfaatkan teknologi,  tidak cepat merasa puas,  “Customer Oriented”,  selalu berinovasi, tidak  menyalahkan regulasi  dan. meningkatkan kompetensi.   Dalam menghadapi era disrupsi mahasiswa selain memiliki kompetensi inti, juga diharapkan memiliki kompetensi tambahan berupa semangat kemandirian  dan keterampilan memanfaatkan teknologi serta  memiliki kemampuan berorganisasi, berkomunikasi dan  memiliki kemampuan dalam menyebarkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,. Lulusan diharapkan mempunyai wawasan ke depan, dan tanggap terhadap perubahan global serta mampu membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak dalam mengelola perpustakaan Adapun strategi yang dapat dilakukan adalah dengan cara meningkatkan relevansi bahan ajar secara berkala dengan pemutakhiran, penyesuaian atau revisi kurikulum, khususnya dalam pengembangan silabus dan SAP (Satuan Acara Perkuliahan). Hal ini ditujukan untuk meningkatkan  keterkaitan dengan dunia kerja pada  era disrupsi ini.Kata Kunci: Kurikulum perpustakaan  pada era disrupsi 
PERAN PERUSAHAAN DALAM KONTRIBUSI SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOAL’S DIBIDANG PENDIDIKAN & LINGKUNGAN INDONESIA (Studi Kasus Pada Program Sekolah Suku Anak Dalam PT JOB Pertamina – Talisman Jambi Merang) Yosina Kahibela
ACARYA PUSTAKA Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ap.v7i2.27574

Abstract

Rendahnya kualitas Pendidikan di Indonesia khususnya didaerah yang memiliki kategori terluar, terdepan dan terbelakang khusus diwilayah yang menjadi tanggung jawab dari perusahaan melalui CSR. Tujuan dari penelitian ini mengalisis kontribusi perusahaan dalam mewujudkan Sustainable Development Goal’s (SDGs) di bidang Pendidikan, dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia melalui program Sekolah Suku Anak Dalam. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Implementasi SDGs yang dilakukan oleh PT JOB Pertamina - Talisman  melalui Program Sekolah Suku Anak Dalam yang terbagi dalam Program baca, tulis, hitung, Program Sekolah Apung yang menghasilkan inovasi proses pembelajaran untuk daerah terluar yang berkontribusi secara langsung terhadap SDG’s.  Kata kunci: Sustanainable Development Goal’s, Pendidikan, Suku Anak Dalam.