cover
Contact Name
I Wayan Putra Yasa
Contact Email
yanputra666@gmail.com
Phone
+6285238950355
Journal Mail Official
yanputra666@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana No. 11, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah
ISSN : 25992635     EISSN : 2599140X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjps.v8i2
Widya Winayata: Jurnal Jurusan Pendidikan Sejarah is a scientific journal published by the Department of History Education, Faculty of Law and Social Sciences, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and results of community service in education and history learning. In the end, this journal can describe the development of science and technology in the field of historical education for the academic community. This journal is published three times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2022)" : 11 Documents clear
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) di Pejeng, Gianyar, Bali Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.43683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) latar belakang berdirinya Balai Pelestarian Cagar Budaya di Pejeng, Gianyar, Bali, (2) koleksi yang disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya di Pejeng, Gianyar, Bali  yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah, dan (3) pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya di Pejeng, Gianyar, Bali sebagai sumber belajar sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Meliputi: (1) Rancangan Penelitian, (2) Penentuan Lokasi Penelitian,(3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data, (5) Kesahihan Data, (6)  Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: (1) latar belakang berdirinya Balai Pelestarian Cagar Budaya yang diresmikan pada tahun 1989 telah mengalami perubahan nama sebanyak tujuh kali sesuai dengan kebijakan pemerintah (2) koleksi yang disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya terdiri dari benda peninggalan pada masa paleolithikum, mesolithikum, neolithikum, megalithikum, perundagian dan hindu-budha  (3) Balai Pelestarian Cagar Budaya sejauh ini sudah dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah baik untuk kalangan pelajar atau mahasiswa. Terkhusus bagi siswa SMA koleksi peninggalan diolah menjadi materi alternatif dengan berpacuan pada merti-materi pokok yang telah termuat pada silabus.
Peristiwa Perebutan Pangkalan Udara Gorda di Cikande Tahun 1945
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.43685

Abstract

This study aims to describe the seizure of the Gorda Air Base in Cikande in 1945. The method used in this study is the historical method, including heuristics (source collection), source criticism, interpretation and historiography. The theory used in this research is the theory of Collective Action proposed by Charles Tilly. The results showed that in response to the news of Independence Indonesia that arrived in Banten, the Banten fighters carried out a power struggle and expelled Japanese soldiers from Banten. One of the seizure events occurred at Gorda Air Base. The seizure of Gorda Air Base ended well thanks to the collective and structured actions of the People's Security Agency (BKR) and the Special Police. Gorda Air Base functioned as a secret base, this base had an important role in Japanese air defense in Banten. The impact of the seizure of the Gorda Air Base added to the BKR obtained from the Gorda Air Base and was used to expel the Japanese from Banten. When the Gorda Air Base was taken over, it was used for flight training for Indonesian air fighters at the beginning of independence. The seizure of the Gorda Air Base was a brief event, but it had a significant impact on the struggle to seize and defend the Proclamation of Independence in Banten.
Gereja Kristen Protestan Di Bali (GKPB) Jemaat Betlehem Untal-Untal, Di Banjar Untal-Untal, Desa Dalung, Badung, Bali Dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.43772

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) sejarah berdirinya GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal, (2) arsitektur GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal, (3) aspek-aspek apa saja yang terdapat pada GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Serta dengan menggunakan teknik snow ball dengan langkah-langkah diantaranya : (1) Heuristik (observasi, wawancara, studi pustaka atau dokumentasi dan penentuan informan), (2) kritik sumber, (3) interpretasi, (4) historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) sejarah berdirinya GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal ini dikarenakan datangnya seorang missionaris dari Tiongkok yang melakukan penginjilan di tanah Bali. (2) arsitektur GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal mengadaptasi pola pelataran seperti pura-pura di Bali. (3) Aspek-aspek dari GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal yang berpotensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA diantaranya : (1) aspek historis, (2) aspek artefaktual, serta nilai-nilai pendidikan karakter yang diwariskan dari GKPB Jemaat Betlehem Untal-Untal diantaranya : (1) religius, (2) toleransi, (3) demokratis, (4) kerja keras, bersahabat/komunikatif yang dijabarkan ke dalam silabus dan RPP.
Peran Museum Bikon Blewut Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA Negeri 1 Maumere
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran Museum Bikon Blewut sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Maumere. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif  kualitatif. metode yang diguanakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui sejarah berdirinya Museum Bikon Blewut , koleksi-koleksi yang dipamerkan Museum Bikon Blewut adalah penemuan di bidang  Paleoantropologis, masa Megalitikum, masa Neolitikum, Budaya Dongson serta penemuan di bidang Paleoantologi. Peran Museum Bikon Blewut sebagai sumber belajar sejarah di SMA Negeri 1 Maumere yakni pemanfaatan Museum Bikon Blewut dalam proses pembelajaran sejarah berkaitan dengan (KD) yakni: 3.3. Menganalisis kehidupan manusia purba dan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia (Melanesoid, Proto, dan Deutero Melayu) dan 3.4. Memahami hasil hasil dan nilai-nilai budaya masyarakat praaksara Indonesia dan pengaruhnya dalam kehidupan lingkungan terdekat. Kata kunci: Museum, sejarah, sumber balajar  
Aktivitas Nelayan Di Pemalang Masa Kolonial Abad XX
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas nelayan di Regentschap Pemalang pada masa kolonial abad XX. Nelayan merupakan mata pencarian utama penduduk di pesisir Pemalang sejak lama, akan tetapi dalam konteks historis belum banyak didedah oleh para sejarawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan nelayan di Pemalang salah satunya dilatarbelakangi oleh letak geografis Pemalang yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa. Aktivitas nelayan berlangsung dinamis dan terbagi menjadi dua, yaitu aktivitas ekonomis dan non-ekonomis. Kesadaran kolektif para nelayan berkembang pada awal abad XX, melalui berdirinya paguyuban Misojo Sari yang bertujuan untuk mengatasi berbagai permasalahan nelayan dan aktif menggelar kegiatan lainnya seperti baritan.   Kata kunci: Misojo Sari, Nelayan, Pemalang, Sejarah Lokal
Dari SGKP Hingga SMK Negeri 2 Singaraja (Tinjauan Sejarah dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Di SMA)
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.46519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMK Negeri 2 Singaraja mulai dari SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) hingga menjadi SMK Negeri 2 Singaraja, (2) Sistem pendidikan yang berkembang di SMK Negeri 2 Singaraja pada kurikulum dari SGKP sampai SMK Negeri 2 Singaraja. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan langkah-langkah (1) Teknik Pengumpulan Sumber yang dilakukan melalui Observasi, Wawancara, Studi Dokumentasi,(2) Kritik Sumber (Kritik ekstern dan Kritik Intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), (4) Hsitoriografi (Penulisan Sejarah).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) SMK Negeri 2 Singaraja merupakan sekolah yang memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang. Berdirinya cukup strategis. Berdirinya SMK Negeri 2 Singaraja dilatarbelakangi oleh adanya faktor pembangunan. Perkembangan SMK Negeri 2 Singaraja sangat pesat sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya dari SGKP (Sekolah Guru Kepandaian Putri) hingga menjadi SMK Negeri 2 Singaraja. Kata kunci : Sejarah, Sistem pendidikan, Kurikulum
Penganut Kristen Katolik di Gereja Tritunggal Maha Kudus di Badung - Bali dalam Perspektif Tri Hita Karana sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.48024

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Gereja Tritunggal Maha Kudus-Tuka, Badung, Bali, (2) penganut Katolik di Gereja Tritunggal Maha Kudus dalam perspektif Tri Hita Karana, dan (3) Potensi Gereja Tritunggal Maha Kudus sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian sejarah yang terdiri dari (1) Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, dokmentasi dan wawancara), (2) Kritik Sumber / Verifikasi, (3) Intepretasi, dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sejarah masuk dan berkembangnya agama Kristen Katolik di Tuka dan sejarah berdirinya Gereja Tritunggal Maha Kudus yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Februari 1987 oleh Mgr. Vitalis Djebarus SVD. (2) Mendapatkan reaksi positif dari masyarakat Bali khususnya yang beragama non Katolik di Desa Tuka. (3)  Potensi Gereja Tritunggal Maha Kudus sebagai sumber belajar sejarah di SMA dapat dilihat dari inkulturasi terhadap budaya serta ornamen gereja. Inkulturasi dapat dilihat meliputi gapura bercorak Hindu, penggunaan penjor, gebogan, pakaian adat Bali, ukiran dinding dengan aksara Bali, serta adanya gamelan dari Bali. Selain itu, aspek Tri Hita Karana dalam Gereja Tritunggal Maha Kudus juga dapat dilihat dari aspek keagamaan, aspek sosial, dan aspek budaya. Kata Kunci: Gereja, Sejarah, Tri Hita Karana, Pendidikan
A Pura Dalem Padangbulia,Sukasad, Buleleng, Bali (Sejarah, Struktur dan Fungsi Dengan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA)
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.48473

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Desa Padang Bulia, Sukasada, Buleleng, Bali, (2) struktur dan fungsi Pura Dalem Padangbuli, dan (3)potensi yang terdapat di Pura Padang Bulia yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah di SMA. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitin sejarah meliputi:(1) Pengumpulan data (heuristic) dengan Observasi, Wawancara, dan Studi dokumen. (2) Kritik Sumber. (3) Interpretasi dan (4) Historiografi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: sejarah Pura Siwa Sila Gatra memiliki kaitan erat dengan ditaklukannya Tamblingan oleh Majapahit yang membuat masyarakat Tamblingan bermigrasi ke berbagai daerah. Struktur Pura Siwa Sila Gatra menggunakan konsep dwi mandala yaitu jeroan dan jaba sisi. Fungsi Pura Dalem Padangbulia yaitu (1) fungsi religius, (2) fungsi sosial, (3) fungsi budaya, dan (5) fungsi pendidikan. Adapun potensi Pura Dalem Padangbulia ialah aspek historis, aspek pendidikan karakter. Kata Kunci: Sejarah, Pura Dalem Padangbulia, Sumber Belajar Sejarah
Kerukunan Umat Beragama Di Desa Candikuning, Tabanan, Bali, (Sejarah, Wujud, Nilai-Nilai) Dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Multikultur Di SMA
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.48725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Sejarah Terbentuknya Desa Candikuning, (2) wujud kerukunan masyarakat di Candikuning dan (3) nilai-nilai dari masyarakat Desa Candikuning yang dapat digunakan sebagai sumber belajar pendidikan multikultur di SMA. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui beberapa langkah yakni : (1) heuristik ( teknik penentuan informan, observasi, studi dokumen, dan wawancara), (2) interpretasi dan (3) historiografi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan 1) Desa Candikuning sudah berdiri sebelum abad ke-14 yang dibuka oleh oleh  Kaki Nengah bersama dua orang kawannya yaitu Pan Komang dan I Ketut Telaga, 2) wujud kerukunan masyarakat Candikuning dapat dilihat dari 4 aspek, yaitu : agama, sosial, politik dan ekonomi dan 3) nilai-nilai masyarakat Desa Candikuning sebagai media pendidikan multikultur di SMA adalah a) nilai religius, b) nilai toleransi, c) nilai kreatif, d) nilai inovatif, e) nilai kebangsaan, f) nilai bersahabat/berkomunikasi, g) nilai peduli lingkungan dan h) nilai peduli sosial. Kata Kunci : kerukunan,  multikultur, media pembelajaran
Sejarah Pertempuran Selat Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Siswa SMA di Bali dalam Upaya Penguatan Pendidikan Karakter
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 10 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v10i3.53277

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) sejarah Pertempuran Selat Bali, 2) nilai-nilai yang terdapat dalam sejarah Pertempuran Selat Bali, dan 3) pemanfaatan nilai-nilai dalam sejarah Pertempuran Selat Bali sebagai sumber belajar dalam upaya penguatan pendidikan karater. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif, yang mana artinya hasil dari penelitian ini akan dijelaskan secara deskriptif menggunakan kata-kata. Penelitian deskriptif-kualitatif dipilih dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran mengenai sejarah Pertempuran Selat Bali sebagai sumber belajar dalam penguatan pendidikan karakter secara deskriptif dalam bentuk kata-kata, bahasa yang ilmiah, dan metode ilmiah yang jelas. Hasil dari penelitian ini adalah pengetahuan mengenai sejarah Pertempuran Selat Bali yang ternyata berkaitan erat dengan datangnya pasukan Sekutu dan NICA, serta diketahui juga nilai-nilai yang terkandung dalam Pertempuran Selat Bali, seperti nilai semangat kerja sama dan kebersamaan, nilai keberanian dalam memimpin dan mengambil risiko, nilai mengoptimalkan fasilitas dan sumber daya yang ada, nilai kecintaan dan rasa memiliki terhadap tanah air, dan nilai kerja keras dan pantang menyerah. Sehingga sejarah Pertempuran Selat Bali ini dapat digunakan sebagai sumber belajar yang penuh dengan edukasi dan inspirasi bagi siswa SMA di Bali dalam upaya penguatan pendidikan karakter. Kata Kunci: Pertempuran Selat Bali, Sumber Belajar, Pendidikan Karakter

Page 1 of 2 | Total Record : 11