cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2019)" : 5 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KETERAMPILAN KERJA ILMIAH DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI INVERTEBRATA KELAS X Ni Putu Yulia Asri Pratiwi; P. Budi Adnyana; I. W. Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui perbedaan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi secara bersam-sama terhadap siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X, (2) mengetahui perbedaan keterampilan kerja ilmiah antara siswa yang dibelajarkan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X dan (3) mengetahui perbedaan hasil biologi belajar antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan model pembelajaran konvensional pada materi invertebrata kelas X. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain penelitian non equivalent pretest-posttest control group desain. Sampel penelitian adalah kelas X MIPA 1 dan X MIPA 2 di SMA Negeri 2 Banjar diambil dengan teknik simple random sampling. Jumlah sampel dalam penelitian  adalah 66 orang. Data diambil dengan metode tes dan non tes sedangkan teknik analisis data yaitu Mancova. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan kerja ilmiah dan hasil belajar biologi yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS PERTANYAAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DALAM MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGANNYA DI KELAS VII DI SMP NEGERI 3 BANJAR Tutut Widyawati; P. Budi Adnyana; I. W. Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21926

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pertanyaan terhadap pemahaman konsep dan (2) mengetahui efektifitas penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pertanyaan terhadap keterampilan proses sains siswa. Desain penelitian menggunakan one-shot case study. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 3 Banjar. Sampel yang digunakan adalah kelas VII 5 yang berjumlah 32 siswa yang diperoleh dari teknik sampling sederhana. Data pemahaman konsep dengan metode tes dan keterampilan proses sains dengan metode observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deksriptif dan statistik One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pertanyaan efektif terhadap pemahaman konsep, dan (2) penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis pertanyaan efektif terhadap keterampilan proses sains.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PENDEKATAN STM DALAM PEMBELAJARAN IPA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN KELAS VII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Ruhul Hadawiyah; P. Budi Adnyana; I. W. Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21930

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui efektivitas penerapan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap pemahaman konsep dan (2) mengetahui efektivitas penerapan sains teknologi masyarakat (STM) terhadap sikap peduli lingkungan. Desain penelitian menggunakan one-shot case study. Populasi peneitian adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 3 Singaraja dan sampel penelitian yang digunakan adalah kelas VII B yang berjumlah 32 siswa yang diperoleh dari teknik sampling sederhana. Data dari pemahaman konsep adalah dengan metode tes dan sikap peduli lingkungan adalah dengan metode kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deksriptif dan statistik One Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan sains teknologi masyarakat (STM) efektif untuk pemahaman konsep dan (2) penerapan sains tekknologi masyarakat (STM) efektif untuk sikap peduli lingkungan.
AKTIVITAS ANTIFUNGI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle) DAN EKSTRAK KULIT BUAH JERUK (Citrus reticulata) UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans Ni Made Nita Setiari; Ni Putu Ristiati; I. W. Sukra Warpala
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan diameter daerah hambat (DDH) pertumbuhan Candida albicans dengan variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata, (2) Variasi kombinasi ekstrak Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan dengan rancangan penelitian randomized post test only control group design. Variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10%:10%; 10%:20%; 10%:30%; 10%:40% dan 10%:50%. Metode uji aktivitas antifungi menggunakan uji sumur difusi. Efek perlakuan ini adalah dengan adanya diameter daerah hambat (DDH) pertumbuhan Candida albicans. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Candida albicans  dari stok kultur yang dibiakkan kembali pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar), sedangkan sampelnya adalah Candida albicans yang diberi perlakuan variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata pada konsentrasi yang berbeda. Hasil penelitian ini adalah: (1) Ada perbedaan diameter daerah hambat pertumbuhan Candida albicans akibat pemberian variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata. Hal ini diperoleh dari hasil uji hipotesis bahwa nilai signifikansi 0,0001 < 0,05. 2) Variasi kombinasi ekstrak daun Piper betle dan kulit buah Citrus reticulata yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans dalam penelitian ini adalah variasi kombinasi 10%:50%.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN DISMENORE SISWI SMP NEGERI 2 SAWAN N.P.W. Savitri; D.M. Citrawathi; N.P.S.R Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i2.21933

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian dismenore pada siswi SMP (2) mengetahui hubungan usia menarche dengan  kejadian dismenore pada siswi SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan responden berjumlah 65 orang yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan korelasi Product Moment pada taraf signifikansi 5%, hasil analisis statistik menunjukan bahwa nilai p = 0,008 dan r = 0,324 untuk hasil hubungan status gizi dengan kejadian dismenore, serta nilai p = 0,005 dan r = 0,341 untuk hasil hubungan usia menarche dengan kejadian dismenore. Simpulan penelitian yaitu terdapat hubungan antara status gizi dan usia menarche dengan kejadian dismenore dengan tingkat korelasi yang rendah. Disarankan untuk peneliti lain diupayakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai dismenore dan untuk remaja putri untuk mengatur pola makan agar dapat mengurangi resiko dan mengetahui faktor penyebab dismenore agar dapat mengurangi peluang mengalami dismenore

Page 1 of 1 | Total Record : 5