cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
putuayub.simpson@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat
ISSN : 25487868     EISSN : 25487558     DOI : https://doi.org/10.46445/ejti
Core Subject : Religion,
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat menitikberatkan pada penyampaian informasi hasil penelitian, analisa konseptual dan kajian dalam bidang Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat oleh para sivitas akademika internal dan eksternal STT Simpson Ungaran dengan rasio 30:70. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat terbit dua kali dalam setahun yaitu bulan Januari (Batas penerimaan naskah pada bulan Oktober) dan Juli (Batas penerimaan naskah pada bulan Mei). Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat telah terdaftar pada Google Schoolar, BASE (Bielefeld Academic Search Engine), One Search. ISSN 2548-7868 (cetak), 2548-7558 (online)
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): Januari" : 8 Documents clear
Permasalahan Pembinaan Warga Gereja Di Kewari Ruat Diana
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.742 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.93

Abstract

Ruat Diana, This article discusses the issue of church community development in Kewari. The main focus of this article is the difficulty of fostering church members to the Kewari community. Through this research, the authors describe the factors behind the difficulty of fostering church members in Kewari. These factors are seen from social and historical aspects. The author assesses the importance of exposing it as a reflection in carrying out church community development. The pattern of community life, language differences and the slow adjustment of language, the level of community education, and the beliefs of the community became a factor of difficulty of building church people in Kewari Ruat Diana, Permasalahan Pembinaan Warga Gereja di Kewari. Artikel ini membahas ten-tang permasalahan pembinaan warga gereja di Kewari. Fokus utama dari artikel ini adalah faktor kesulit-an pembinaan warga gereja kepada masyarakat Kewari. Melalui penelitian ini, penulis menggambarkan faktor-faktor yang melatarbelakangi kesulitan pembinaan warga gereja di Kewari. Faktor-faktor tersebut dilihat dari aspek sosial dan sejarah. Penulis menilai pentingnya memaparkan hal tersebut sebagai sebuah refleksi dalam melaksanakan pembinaan warga gereja. Pola hidup masyarakat, perbedaan bahasa dan lambatnya penyesuaian bahasa, tingkat pendidikan masyarakat, dan keyakinan masyarakat menjadi faktor kesulitan pembinaan warga gereja di Kewari.
Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen Marde Christian Stenly Mawikere
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.603 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.95

Abstract

Marde Christian Stenly Mawikere, Effectiveness, Efficiency And Health Relationships Service Organization In Christian Leadership. This article reviews the importance of Christian leadership in service organizations. It highlights the aspects that shape and support the effectiveness, efficiency and health of organizational relationships in Christian Leadership. This article emphasizes that in Christian Leadership it begins on the basis of the decision of God's sovereign grace. A Christian leader is a chosen person based on God's own initiative. In the dictionary (leadership) of Christianity, nothing is "accidental". God who chooses, equips, sends a leader at all times, places, situations, conditions, and arenas, including the XXI century full of these challenges. It is God's work that guarantees the certainty of the existence and performance of Christian leaders! The true Christian leader must also realize that God in the Lord Jesus Christ is the only Great Leader. A visionary leader, having a reliable, capable, and God-fearing character/integrity is increasingly needed in the present. Going back to biblical principles is the true source of that.Marde Christian Stenly Mawikere, Efektivitas, Efisiensi Dan Kesehatan Hubungan Organisasi Pelayanan Dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini meninjau pentingnya kepemimpinan Kristen dalam organisasi pelayanan. Di dalamnya menyoroti aspek-aspek yang membentuk maupun mendukung efektivitas, efisiensi dan kesehatan hubungan organisasi dalam Kepemimpinan Kristen. Artikel ini memberi penekanan bahwa dalam Kepemimpinan Kristen dimulai berdasarkan keputusan kedaulatan anugerah Allah. Seorang pemimpin Kristen adalah seorang dipilih berdasarkan inisiatif Allah sendiri. Dalam kamus (kepemimpinan) Kristen, tidak ada yang bersifat kebetulan. Allah yang memilih, memperlengkapi, mengutus seorang pemimpin pada setiap waktu, tempat, situasi, kondisi, dan arena, termasuk pada abad XXI yang penuh dengan tantangan ini. Pekerjaan Allah sajalah yang menjamin kepastian eksistensi dan kinerja pemimpin Kristen! Pemimpin Kristen yang benar harus juga menyadari bahwa Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah satu-satunya Pemimpin Yang Agung. Pemimpin yang visioner, memiliki karakter/integritas yang handal, cakap dan takut akan Tuhan semakin dibutuhkan pada masa kini. Kembali kepada prinsip-prinsip Alkitab merupakan sumber yang benar dalam mewujudkan hal tersebut.
Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan I Timotius Julen Makanata
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.997 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.87

Abstract

Julens Makanta, The Attitudes of Women in Worship Based on 1 Timothy. The attitude of women in worship becomes the main focus of various parties who are pro and contra. The study of women's attitudes in worship in 1 Timothy 2: 8-15 is expected to be a contribution to the churches that continue to interpret the Bible lanklek and discriminate against women to take an active role in worship, even in Christian organizations in which women play a broad role. In addition to contributing to other churches and Christian organizations, this study is also expected to provide an understanding that should not women's attitudes in worship be restrained. Both women and men are equally the equal of God's creations, complementary and have their own craftsmanship and creativity. Julens Makanata, Sikap Perempuan Dalam Ibadah Berdasarkan 1 Timotius. Sikap perem-puan dalam ibadah menjadi sorotan utama dari berbagai pihak yang pro dan kontra. Studi tentang sikap perempuan dalam ibadahdalam surat 1 Timotius 2:8-15 ini diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi gereja-gereja yang masih terus menafsirkan Alkitab secara leterlek dan mendiskriminasi kaum perempuan untuk berperan aktif dalam ibadah, bahkan dalam organisasi-organisasi Kristen yang di dalamnya para wanita berperan secara luas. Selain dapat memberikan kontribusi bagi gereja-gereja dan organisasi Kristen lainnya, studi ini juga diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa tidak seharusnya sikap perempuan dalam ibadah dikekang. Baik perempuan maupun laki-laki adalah sama-sama ciptaan Allah yang sepadan, saling melengkapi dan memiliki keahlian dan kreativitasnya masing-masing.
Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda Talizaro Tafonao
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.617 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.85

Abstract

Talizaro Tafonao, The Role of Pastors In Teaching And Motivating To Serve Against Youth Spiritual Growth. One important indicator that must be known by young people is to understand the duty of the pastor as a teacher and a motivator. Through this paper, researchers describe the duties of a pastor in teaching and motivating young people to engage in ministry. In finding the answers of this study, researchers used quantitative research methods with descriptive research type. After conducted field research and data processing using SPSS 19 program with the result are: First, Based on correlation analysis (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of youth GKII Shalom Kalasan of 0.461. Second, Based on correlation analysis results (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis results that there is a correlation between the influence of the role of pastor in teaching with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth by 0.619. Third, Based on correlation analysis result (r) Spearmen model, then obtained correlation analysis result that there is correlation between influence of role of pastor in teaching and motivating youth to serve with spiritual growth of GKII Shalom Kalasan youth equal to 0,526. The hypothesis in this research is that there is influence of the role of pastor in teaching and motivating young people to serve the spiritual growth of GKII youth Shalom Kalasan. Based on the above analysis, the hypothesis is accepted.Talizaro Tafonao. Peran Gembala Sidang Dalam Mengajar Dan Memotivasi Untuk Melayani Terhadap Pertumbuhan Rohani Pemuda. Salah satu indikator penting yang harus diketahui oleh kaum muda adalah memahami tugas gembala sidang sebagai pengajar dan motivator. Melalui tulisan ini peneliti mendreskripsi tugas seorang gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan. Dalam menemukan jawaban penelitian ini maka peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Setelah dilakukan penelitian lapangan serta pengolahan data dengan menggunakan program SPSS 19 dengan hasil adalah: Pertama, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,461. Kedua, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,619. Ketiga, Ketiga, Berdasarkan hasil analisis korelasi (r) model Spearmen, maka diperoleh hasil analisis korelasi bahwa ada korelasi antara pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani dengan pertumbuhan rohani pemuda GKII Shalom Kalasan sebesar 0,526. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada pengaruh peran gembala sidang dalam mengajar dan memotivasi kaum muda untuk melayani terhadap pertumbuhan rohani kaum muda GKII Shalom Kalasan. Berdasarkan analisis di atas, hipotesis tersebut diterima.
Religious Pluralism And Christian Responses Enggar Objantoro
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.207 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.94

Abstract

Enggar Objantoro, Pluralisme Agama dan Tanggapan Kristen. Pluralisme agama merupakan paham yang mempercayai bahwa semua agama di dunia ini sama. Kaum pluralis percaya bahwa kebenaran-kebenaran yang ada dalam semua agama mempunyai nilai yang sama, tidak ada agama yang lebih tinggi dari agama yang lain. Pluralisme agama menjadi tantangan yang sangat serius bagi kekristenan, sebab paham itu menolak kebenaran Alkitab yang menyatakan bahwa Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat manusia. Kekristenan harus menjawab kritikan-kritikan kaum pluralis terhadap kebenaran-kebenaran Alkitab, dengan memberikan argumentasi yang jelas dan tegas. Teolog-teolog Injili percaya bahwa kebenaran-kebenaran Alkitab merupakan sesuatu yang khas/unik dalam kekristenan, yang tidak sama dengan kebenaran-kebenaran dalam agama-agama lain. Enggar Objantoro, Religious Pluralism and Christian Responses. Religious pluralism be-lieves that all religions are equal. Pluralists believe that the truths in religions have the same value, there is no religions higher than other. Religious pluralism is serious challenge for Christianity, because they reject the biblical truth that Jesus is only the savior for human being in the world. Christianity has to response to the pluralist critiques over the biblical truths, based on the Word of God. Evangelical theologians believe that the biblical truth is unique, and is just in Christianity. It is different with the truths of other religions.
Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13 Roby Setiawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.997 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.89

Abstract

Roby Setiawan, Review of Numbers 666 In Revelation 13. The number 666 mentioned in Revelation 13 has been crowded into talks, but some interpretations of such numbers by some Christians are linked to certain trademark logos so that there is a tendency to impose the business of others by using these interpretations. The writer afraid that if the number 666 is interpreted literally, then Christianity would become superstitious religion, as some people are not happy with the number 4 or 13 because it is considered an unlucky number, in contrast they are very happy with the numbers 8 and 9, because it is considered to bring fortune which is durable. Therefore it is necessary to understand what is the number 666. To understand the meaning of the number 666, the writer makes a historical-theological review so as to obtain a background image related to the number 666 in Revelation 13. The results show that the number 666 is associated with gematria method, but for the writer, the interpretation of the number 666 using gematria method is not acceptable and still need to be tested more deeply so as not to lead to inaccurate allegations. While related to its context, the number 666 is closely related to the symbol as the Book of Revelation is full of symbols. The result of the contextual analysis of Revelation 13 then number 666 represents the human effort that seeks to equal God to achieve unlimited power, yet they fail. Roby Setiawan, Tinjauan Terhadap Bilangan 666 Dalam Wahyu 13. Bilangan 666 yang disebutkan dalam Wahyu 13 telah ramai menjadi pembicaraan, tetapi beberapa penafsiran terhadap bilangan tersebut oleh sebagain orang Kristen dikait-kaitkan dengan logo merek dagang tertentu sehingga ada kecenderungan menjatuhkan bisnis orang lain dengan menggunakan tafsiran tersebut. Penulis kuatir jika bilangan 666 ini ditafsirkan secara hurufiah, maka kekristenan akan menjadi agama tahyul, seperti yang dipercayai oleh sebagian orang yang tidak senang dengan angka 4 atau 13 karena dianggap angka sial, sebaliknya mereka sangat senang dengan angka 8 dan 9, karena dianggap membawa rejeki yang tahan lama. Oleh sebab itu perlu dipahami apa bilangan 666 tersebut. Untuk memahami makna bilangan 666, maka penulis melakukan tinjauan historis-teologis sehingga diperoleh gambaran latar belakang yang terkait dengan bilangan 666 dalam Wahyu 13. Hasil studi menunjukkan bahwa bilangan 666 dikaitkan dengan cara gematria, tetapi bagi penulis, penafsiran terhadap bilangan 666 dengan menggunakan gematria tidak dapat diterima dan masih perlu diuji dengan lebih dalam sehingga tidak menimbulkan dugaan-dugaan yang tidak tepat.Sementara berkaitan dengan konteksnya, bilangan 666 sangat berkaitan dengan simbol sebagai Kitab Wahyu penuh dengan simbol. Hasil dari analisis konteks Wahyu 13 maka bilangan 666 melambangkan usaha manusia yang berusaha menyamai Allah untuk mencapai kuasa yang tidak terbatas, namun mereka gagal.
Dewan Redaksi dan Daftar Isi Volume 2, Nomor 1, Januari 2018 I Putu Ayub Darmawan
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.993 KB)

Abstract

Analisis Penggunaan Aplikasi "yesHeis" Dalam Penginjilan Pribadi Steaven Octavianus
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 2, No 1 (2018): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.186 KB) | DOI: 10.46445/ejti.v2i1.92

Abstract

Steaven Octavianus, Analysis of Use of "yesHeis" Applications In Personal Evangelism. The globalization era and the advancement of science and technology as well as the internet made great impact to human life. This advancement also has an impact on the Christian evangelical life. In carrying out the Great Commission of the Lord Jesus, Christians can use this opportunity. However, this should still be managed and supervised wisely. This study will look at the use of the "yesHeis" app in sharing videos on social media Facebook and the responses of Christians about the app. This research will use qualitative approach with descriptive analysis method. Based on this research many people give positive response on this application. Even though many people positively respond to this app they are still hesitant to share it and even install it on their smart phone. Steaven Octavianus, Analisis Penggunaan Aplikasi yesHeis Dalam Penginjilan Pribadi. Era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta internet membawa dampak yang besar bagi kehidupan manusia. Kemajuan ini juga berdampak dalam kehidupan penginjilan pribadi umat Kristiani. Dalam melaksanakan Amanat Agung Tuhan Yesus umat Kristen dapat menggunakan kesem-patan kemajuan ini. Namun begitu hal ini tetap harus dikelola dan diawasi dengan bijaksana. Penelitian ini akan melihat penggunaan aplikasi yesHeis dalam membagikan video di media sosial Facebook serta tanggapan dari orang Kristen mengenai aplikasi tersebut. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Berdasarkan penelitian ini banyak masyarakat yang mem-berikan respon positif atas aplikasi ini. Namun walaupun banyak orang secara positif merespon aplikasi ini mereka masih ragu untuk membagikan bahkan menginstalnya di telepon pintarnya. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8