cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016):" : 33 Documents clear
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA DALAM PENGEMBANGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DITINJAU DARI SEGI GENDER ., I Kadek Agus Putrawan; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Drs. Erwan Sutarno,M.Pd
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan motivasi belajar siswa jika ditinjau dari segi gender. Permasalahan yang ditemukan di SMA N 6 Denpasar selama observasi awal adalah semakin kurangnya fokus siswa laki-laki maupun perempuan dalam mengikuti pembelajaran sehingga motivasi belajar siswa tersebut rendah. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen manusia, rekaman, pedoman observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Guru cenderung menggunakan strategi pembelajaran kelompok, kooperatif dan inkuiri dengan perencanaan pembelajaran yang sudah sesuai dengan kurikulum, (2) Motivasi belajar siswa laki-laki muncul dalam setiap pembelajaran, dilihat dari tercapainya indikator dimensi motivasi belajar, (3) Motivasi belajar siswa perempuan mucul dalam setiap pembelajaran yang juga dilihat dari tercapainya indikator-indikator pada dimensi motivasi belajar, dan (4) Strategi pembelajaran guru fisika dengan mengajak siswa lebih berkontribusi dalam pembelajaran memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan motivasi siswa laki-laki maupun perempuan.Kata Kunci : Strategi pembelajaran, motivasi, gender. This research aimed at describing the implementation of active learning strategies by physics teachers in developing students’ motivation in terms of gender. The problems that found in SMA N 6 Denpasar during the preliminary observation was the lack of male and female students’ focus in participating the learning process and it makes students’ motivation was low. This research was a descriptive qualitative research, which used human instrument, recording, observation and interview guide. The result of this research showed that (1) the teacher tends to use group work, cooperative, and inquiry learning strategies which appropiate with the curriculum, (2) Male students’ motivation appear in every learning process, it seen from learning motivation being achieved by the students. (3) Female students’s motivation appear in every learning process which also can be seen from all the indicator in learning motivational dimension. (4) physics teacher’s learning strategies which engage the students to contribute in the learning process gave the positif effect to the motivation development of female and male students. keyword : Learning strategy, motivation, gender.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: UPAYA PENGEMBANGAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR ., Dewa Gede Purwitha; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si; ., Drs. Erwan Sutarno,M.Pd
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika upaya pengembangan efikasi diri dan motivasi belajar siswa. Strategi pembelajaran guru yang diamati meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang dilakukan oleh guru fisika di SMA Negeri 7 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif (deskriptif analitik). Data yang dipaparkan berupa deskripsi nyata temuan peneliti terhadap strategi pembelajaran guru fisika di SMA Negeri 7 Denpasar. Jumlah guru fisika yang menjadi sumber data sebanyak 1 orang dan jumlah siswa yang menjadi sumber data sebanyak 1 kelas yang berjumlah 40 orang. Data diambil melalui proses observasi, wawancara, kuisioner, triangulasi, serta kajian dokumen-dokumen yang terkait dengan permasalahan penelitian. Analisis dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan alur kerja reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Strategi pembelajaran yang digunakan guru di kelas X MIA 8 SMA Negeri 7 Denpasar, meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran. (2) Efikasi diri siswa dalam pembelajaran fisika dikatagorikan tinggi. (3) Motivasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika dikatagorikan tinggi. (4) Strategi pembelajaran yang digunakan guru telah mampu memunculkan indikator-indikator dalam upaya pengembangan efikasi diri dan motivasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi pembelajaran, efikasi diri, motivasi belajar This study aimed at describing physics teacher learning strategy, effort of self-efficacy development and students’ motivation. Learning strategy observed included planning, implementation, and assessment conducted by a physics teacher at SMAN 7 Denpasar. This research was a qualitative study (analytic descriptive). Data were presented in the form of a real description on learning strategies physics teacher at SMAN 7 Denpasar. The number of physics teachers observed was one person and the number of students observed was 1 class which consisted of 40 students. Data were gained through the process of observation, interviews, questionnaires, triangulation, as well as assessment documents related to research problems. The analysis was conducted during and after the data collection that included the process of reduction, exposure, and verification of data. The results of this study were as follows. (1) The learning strategy used by teachers in class X MIA 8 SMAN 7 Denpasar was done by planning, implementation, and assessment of learning. (2) Self-efficacy of students in physics learning is categorized to be high. (3) The students' motivation in physics learning is categorized to be high. (4) The learning strategy implemented by the teacher has been able to bring out the indicators in the development of self-efficacy and students’ motivation. keyword : learning strategy, self-efficacy, learning motivation
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 NEGARA TAHUN AJARAN 2015/2016 ., AA. Gd. Ngurah Rama Indra Negara; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Dra. Ni Made Pujani,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil keterampilan berpikir kritis, (2) mendeskripsikan keterampilan identifikasi masalah, (3) mendeskripsikan keterampilan merumuskan hipotesis, (4) mendeskripsikan keterampilan menganalisis masalah, (5) mendeskripsikan keterampilan menarik kesimpulan, dan (6) mendeskripsikan keterampilan melakukan evaluasi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan subjek penelitian adalah kelas X di SMAN 2 Negara yang berjumlah 346 siswa. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan tes keterampilan berpikir kritis yang dianalisis secara deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika rata-rata mendapat nilai 30,65 dengan kualifikasi sangat rendah, (2) tingkat mengidentifikasi masalah masih berada dengan rata-rata sebesar 39,64 dengan kualifikasi sangat rendah, (3) tingkat merumuskan hipotesis dengan rata-rata sebesar 43,24 dengan kualifikasi rendah, (4) tingkat menganalisis masalah memperoleh nilai 27,04 dengan kualifikasi sangat rendah, (5) tingkat menarik kesimpulan memperoleh rata-rata sebesar 20,56 dengan kualifikasi sangat rendah, dan (6) tingkat melakukan evaluasi memperoleh rata-rata sebesar 22,73 dengan kualifikasi sangat rendah. Sehingga disimpulkan keterampilan berpikir kritis siswa masih berada pada kategori sangat rendah.Kata Kunci : keterampilan berpikir kritis, pembelajaran fisika This research aimed at (1) describing the profile of critical thinking skills, (2) describing the skills of problem identification, (3) describing the skills to formulate a hypothesis, (4) describing the skills to analyze problems, (5) describing the skills to draw conclusions, and (6) describing the skills to evaluate. The type of this research was descriptive and analytic. This research subject was 346 clas X students of SMAN 2 Negara. Data of the research were collected by using observation, interviews, and critical thinking skills tests which were analyzed by descriptive analytic. The results show that (1) the average level of students’ critical thinking skills in physics is 30.65 with a very low qualification, (2) the level of identifying the problems is averagely still at the score 39.64 with a very low qualification, (3) the degree to formulate hypotheses is averagely at 43.24 with low qualification, (4) the level of analyzing the problem gets score 27.04 with a very low qualification, (5) the level of drawing the conclusions gains the average score 20.56 with a very low qualification, and (6) the levels to evaluate gains the average score 22.73 with a vey low qualification. Thus it can be concluded that the students' critical thinking skills is still at the very low category.keyword : critical thinking skills, learning physics

Page 4 of 4 | Total Record : 33