cover
Contact Name
JURNAL PETERNAKAN NUSANTARA
Contact Email
jurnal.peternakan@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.peternakan@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Nusantara
ISSN : 24422541     EISSN : 25500740     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Nusantaraa adalah jurnal diterbitkan oleh Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor. Jurnal ilmiah yang membahas tentang hasil-hasil penelitian bidang ilmu dan teknologi peternakan yang belum pernah dipublikasikan pada media lain.Cakupan artikel meliputi hasil penelitian tentang genetika dan pemuliaan ternak, nutrisi dan teknologi pakan ternak, produksi dan reproduksi ternak, teknologi pasca panen ternak. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam satu tahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2016)" : 7 Documents clear
PENGARUH SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIL DENGAN TEPUNG AMPAS KELAPA TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG kesatria, Kesatria; Handarini, Ristika
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.095 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.362

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah yang masih memiliki kandungan nutrisi yang baik, sehingga berpotensi dijadikan pakan ternak ayam khususnya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji performa ayam kampung dengan mensubstitusikan sebagian pakan komersil dengan tepung ampas kelapa. Penelitian dilaksanakan dari 17 September sampai 31 Oktober 2015 di Laboratorium Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Universitas Djuanda Bogor. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah day old chick ayam kampung, sebanyak 100 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan, Perlakuan dalam penelitian ini adalah R0: 100% pakan komersil, R1: 90% pakan komersil + 10 % tepung ampas kelapa, R2: 80% pakan komersil + 20 % tepung ampas kelapa, R3: 70% pakan komersil + 30 % tepung ampas kelapa, R4: 60% pakan komersil + 40% tepung ampas kelapa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA) dan uji Duncan. Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan mortalitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsumsi pakan ayam kampung selama penelitian tidak berbeda nyata (P > 0,05), pertambahan bobot badan menunjukan perbedaan yang nyata (P < 0,05) pada P1 dengan P2 dan P4.Konversi pakan pada P0 dan P1 berbeda nyata (P < 0,05) dengan konversi pakan pada P2 dan P4. Subtitusi ransum komersil dengan tepung ampas kelapa dapat dilakukan sampai tingkat 30% tanpa mengurangi performa ayam kampung.
Pengaruh Subtitusi Pakan Komersil Dengan Tepung Ampas Kelapa Terhadap Bobot Potong Dan Bobot Karkas Ayam Kampung ramdani, ilham; Kardaya, Dede; anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.833 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.323

Abstract

Karkas ayam merupakan salah satu komoditas penting berdasarkan aspek gizi, sosial budaya, dan ekonomi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 September sampai dengan tanggal 12 Desember 2015 di Kandang Ternak Unggas Program Studi Peternakan Universitas Djuanda Bogor. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah DOC ayam Kampung dengan jumlah 100 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini R0 : 100% Pakan Komersil, R1 : 90% pakan Komersil + 10% Tepung Ampas kelapa, R2 : 80% pakan Komersil + 20 % Tepung Ampas kelapa, R3 : 70% pakan Komersil + 30% Tepung Ampas kelapa, R4 : 60% pakan Komersil + 40% Tepung Ampas kelapa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of variance (ANOVA), bila data menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Bobot potong, persentase karkas, dan Bagian karkas. Hasil analisis rataan bobot potong, persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentase paha atas, persentase paha bawah, persentase punggung menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05).
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP ENERGI METABOLIS AYAM KAMPUNG kapriani, julianti; Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.325 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.367

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik, sehingga berpotensi dijadikan pakan ternak ayam khususnya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji energi metabolis ayam kampung dengan mensubstitusikan sebagai pakan komersil dengan tepung ampas kelapa. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai januari 2016 di Laboratorium Lapangan Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Universitas Djuanda Bogor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini P0 100% Pakan komersil, P1 90% Pakan komersil + 10% Tepung ampas kelapa, P2 80% Pakan komersil + 20% Tepung ampas kelapa, P3 70% Pakan komersil + 30% Tepung ampas kelapa. Data yang diperoleh dari analisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA) dan uji Duncan. Peubah yang diamati adalah konsumsi energi metabolis, energi metabolis ransum dan energi metabolis ampas kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi metabolis ayam kampung selama penelitian tidak berbeda nyata (P>0,05), energi metabolis ransum ayam kampung menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) dan energi metabolis ampas kelapa. Substitusi ransum komersil dengan tepung ampas kelapa dapat dilakukan sampai tingkat 30% tanpa mengurangi kandungan energi metabolis ayam kampung.
PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT DENGAN KADAR PROTEIN YANG BERBEDA TERHADAP RESPON SUPEROVULASI SAPI SIMENTAL pranata, anta; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.031 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.324

Abstract

Dalam usaha perternakan ruminansia, pakan merupakan hal yang paling dominan dalam hal biaya, biayanya bisa mencapai sekitar 70% – 80%. Ruminansia memerlukan protein sebagai sumber asam amino esensial, Protein sangat berpengaruh bagi kelangsungan sistem reproduksi. Penelitian ini bertujuan menguji pemberian pakan tambahan konsetrat dengan kadar protein yang berbeda terhadap respon superovulasi sapi simental. Penelitian ini menggunakan 20 ekor sapi Simmental dengan skor kondisi tubuh 2,8 – 3,2 yang memiliki genetik unggul, siklus estrus normal, dan bebas dari penyakit reproduksi menular. Sapi donor dibagi dalam dua perlakuan, R1: Sapi diberikan pakan konsentrat dengan kadar protein 16,88%, R2: Sapi diberikan pakan konsentrat dengan kadar protein 19,08%, perlakuan pakan terhadap sapi donor dilakukan selama satu bulan, konsentrat diberikan sebanyak 1% dari bobot badan terhadap masing-masing perlakkuan. setelah perlakuan pakan, sapi donor dilakukan program superovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan konsentrat dengan kadar protein berbeda berpengaruh nyata terhadap respon superovulasi. Pemberian pakan dengan kadar protein 19,08% menghasilkan respon, jumlah dan kualitas embrio yang lebih baik serta proporsi embrio layak transfer yang lebih tinggi.
PENGARUH PENGGANTIAN SEBAGIAN RANSUM KOMERSIAL DENGAN DEDAK PADI TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG eriko, eriko; Jatmiko, Jatmiko; Nur, Hanafi
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.114 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.348

Abstract

Kondisi yang ada terkait dengan masalah utama dalam pengembangan ayam kampung adalah biaya ransum yang mahal. Alternatif untuk mengatasi biaya ransum yang mahal adalah dengan cara mengganti sebagian ransum komersial dengan dedak padi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi terhadap performa ayam kampung.Penelitian ini menggunakan 100 ekor anak ayam kampung umur 1 hari (DOC). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri atas 5 ekor DOC. Ransum perlakuan terdiri atas perlakuan P0 = 100% Ransum komersial, P1 = 85% Ransum komersial + 15% Dedak padi, P2 = 70% Ransum komersial + 30% Dedak padi dan P3 = 55% Ransum komersial + 45% Dedak padi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi sampai 45% tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap rataan bobot badan, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum dan mortalitas ayam kampung selama penelitian. Oleh karena itu, penggantian sebagian ransum komersial dengan dedak padi sampai 45% dapat digunakan sebagai alternatif mengatasi biaya ransum yang mahal.
PERBEDAAN WAKTU PENYUNTIKAN HORMON FSH TERHADAP RESPON SUPEROVULASI SAPI ANGUS Subchan, Fariz Azka; Handarini, Ristika
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.723 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.359

Abstract

Upaya peningkatan populasi sapi dapat dilakukan dengan menerapkan bioteknologi transfer embrio. Superovulasi merupakan kunci keberhasilan transfer embrio. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan waktu penyuntikan hormon FSH terhadap respon superovulasi sapi angus. Penelitian ini menggunakan sapi donor angus sebanyak 12 ekor sapi yang telah di palpasi rektal untuk mengetahui kondisi ovarium kemudian disinkronisasi dengan preparat progesteron. Rancanngan penelitian yang digunakan yaitu RAL, dengan 3 perlakuan yaitu penyuntikan FSH secara intramuscular pada P1: hari ke-7, P2: hari ke-8, P3: hari ke-9. Penyuntikan FSH dilakukan dengan dosis menurun  pada pagi dan sore hari masing-masing 4ml, 3ml, 2ml, 1ml. Hari ke-3 setelah penyuntikan FSH, pagi hari disuntik dengan PGF2α dan sore harinya dilakukan pencabutan preparat progesteron. Dua hari kemudian dilakukan IB dan tujuh hari setelah IB dilakukan koleksi embrio. Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan waktu penyuntikan hormon FSH tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05), namun secara parameter penyuntikan hormon FSH pada hari ke-9 cenderung memberikan hasil respon superovulasi yang lebih baik terhadap jumlah CL, jumlah embrio, dan proporsi embrio layak transfer.
PENGARUH NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT KARKAS DAN BOBOT GIBLET AYAM BROILER Suryanah, Suryanah; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.388 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui pengaruh NKAR terhadap bobot potong, bobot karkas mutlak (BKM), bobot karkas relatif (BKR), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit mutlak (Skinless Boneless Breast/SBBM), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit relatif (Skinless Boneless Breast/SBBR) dan bobot jeroan (Giblet) yang terdiri dari bobot jantung mutlak (BJM), bobot jantung relatif (BJR), bobot rempela mutlak (BRM), bobot rempela relatif (BRR), bobot hati dan limpa  mutlak (BHLM), bobot hati dan limpa  relatif (BHLR), bobot usus  mutlak (BUM)  dan  bobot usus  relatif (BUR).  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2012 sampai 17 Januari 2013. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Jurusan Peternakan, Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Pemberian Neraca Kation Anion Ransum (NKAR)  yang berbeda pada  ransum perlakuan R1 (10 mEq), R2 (15 mEq), R3 (21 mEq  atau kontrol), R4 (25  mEq) dan R5 (30 mEq)  secara statisitik  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua peubah penelitian. Ransum R1 memberikan hasil cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain kecuali pada bobot karkas relatif (BKR), bobot jantung mutlak (BJM) dan bobot jantung relatif (BJR).

Page 1 of 1 | Total Record : 7