Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT KARKAS DAN BOBOT GIBLET AYAM BROILER Suryanah, Suryanah; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.388 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui pengaruh NKAR terhadap bobot potong, bobot karkas mutlak (BKM), bobot karkas relatif (BKR), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit mutlak (Skinless Boneless Breast/SBBM), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit relatif (Skinless Boneless Breast/SBBR) dan bobot jeroan (Giblet) yang terdiri dari bobot jantung mutlak (BJM), bobot jantung relatif (BJR), bobot rempela mutlak (BRM), bobot rempela relatif (BRR), bobot hati dan limpa  mutlak (BHLM), bobot hati dan limpa  relatif (BHLR), bobot usus  mutlak (BUM)  dan  bobot usus  relatif (BUR).  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2012 sampai 17 Januari 2013. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Jurusan Peternakan, Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Pemberian Neraca Kation Anion Ransum (NKAR)  yang berbeda pada  ransum perlakuan R1 (10 mEq), R2 (15 mEq), R3 (21 mEq  atau kontrol), R4 (25  mEq) dan R5 (30 mEq)  secara statisitik  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua peubah penelitian. Ransum R1 memberikan hasil cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain kecuali pada bobot karkas relatif (BKR), bobot jantung mutlak (BJM) dan bobot jantung relatif (BJR).
PENGARUH NERACA KATION ANION RANSUM YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT KARKAS DAN BOBOT GIBLET AYAM BROILER Suryanah, Suryanah; Nur, Hanafi; Anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.388 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengetahui pengaruh NKAR terhadap bobot potong, bobot karkas mutlak (BKM), bobot karkas relatif (BKR), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit mutlak (Skinless Boneless Breast/SBBM), bobot daging dada tanpa tulang dan kulit relatif (Skinless Boneless Breast/SBBR) dan bobot jeroan (Giblet) yang terdiri dari bobot jantung mutlak (BJM), bobot jantung relatif (BJR), bobot rempela mutlak (BRM), bobot rempela relatif (BRR), bobot hati dan limpa  mutlak (BHLM), bobot hati dan limpa  relatif (BHLR), bobot usus  mutlak (BUM)  dan  bobot usus  relatif (BUR).  Penelitian dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2012 sampai 17 Januari 2013. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapang Jurusan Peternakan, Fakultas Ilmu dan Bisnis Pertanian, Universitas Djuanda Bogor. Pemberian Neraca Kation Anion Ransum (NKAR)  yang berbeda pada  ransum perlakuan R1 (10 mEq), R2 (15 mEq), R3 (21 mEq  atau kontrol), R4 (25  mEq) dan R5 (30 mEq)  secara statisitik  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap semua peubah penelitian. Ransum R1 memberikan hasil cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain kecuali pada bobot karkas relatif (BKR), bobot jantung mutlak (BJM) dan bobot jantung relatif (BJR).
Penguatan Kolaborasi Guru Dan Orang Tua Dalam Membentuk 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Nur, Maulida; Hasanah, Iin; Maesaoh, Maesaoh; Suryawati, Eka; Rohmawati, Iim; Suryanah, Suryanah; Indriawati, Maria; Nurhasanah, Nurhasanah; Rijkiah, Dinu; Nunafisah, Erna; Masitoh, Siti; Mayasari, Eva; Suhenah, Suhenah
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2350

Abstract

Membentuk sebuh kebiasaan yang positif sejak dini menjadi faktor penting dalam membangun karakter anak. Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan untuk menanamkan kebiasaan baik, seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Pengabdian ini dilakukan di Kelompok Bermain (Kober) Al-Mizan, Kecamatan Tatakan, Kota Serang, dengan tujuan meningkatkan kesadaran guru dan orang tua mengenai pentingnya kolaborasi dalam membentuk kebiasaan positif anak. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, sosialisasi melalui workshop, serta pendampingan dalam menyusun strategi implementasi kebiasaan tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa orang tua dan guru semakin menyadari pentingnya peran mereka sebagai teladan, serta mulai menerapkan strategi seperti pemberian reward, mengajarkan berbagi, dan menjaga pola makan sehat anak. Kendala seperti keterbatasan waktu bersama anak dan pengaruh lingkungan keluarga lain dapat diatasi melalui komunikasi yang efektif. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan untuk menciptakan konsistensi dalam pembentukan kebiasaan positif anak. Oleh karena itu, evaluasi dan pendampingan berkala serta dukungan dari berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini.
Embriogenesis Somatik dari Eksplan Daun Anggrek Phalaenopsis sp L. (Somatic Embryogenesis from Leaf Eksplant of Phalaenopsis Orchids) Rianawati, Sri; Purwito, Agus; Kurniati, Ridho; Marwoto, Budi; Suryanah, Suryanah
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol. 37 No. 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia
Publisher : Indonesia Society of Agronomy (PERAGI) and Department of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, IPB University, Bogor, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.295 KB) | DOI: 10.24831/jai.v37i3.1241

Abstract

Somatic embryogenesis has been recoqnized as one of the process on plant micropropagation  techniques. This process occured through regeneration by direct embryo formation and through an intermediary callus phase. This research was conducted through an intermediary callus phase. The experiment was initiated with callus induction from leaf explant on five modifications of MS medium i.e :1/2MS without plant hormone  (MI-0); ½ MS containing 1mg/L BA + 0.5 mg/L 2.4-D + 1mg/L NAA  (MI-1);1/3 MS containing 2 mg/L  2.4-D (MI-2); ½ MS supplemented with 0.5 mg/L 2.4-D + 0.5 mg/L BAP +0.2 mg/L thidiazuron (MI-3); ½ MS supplemented 2 mg/L thidiazuron and 1 mg/L BAP (MI-4). After the tissues were swollen, the  explants  were  placed on callus proliferation medium  ½ MS supplemented with 0.2 mg/L thidiazuron and 0.5 mg/L 2.4-D (MP). After two months, calli were  regenerated in regeneration medium ½ MS supplemented with 0.4  mg/L BAP and 0.2 mg/L  2.4-D (MR). The results of this research  showed that  MI-1 and MI-3 were the best swelling explant mediums   before the callus  produced in both MP and MR medium. Callus produced was increased in every subculture. However, the level of callii production decreased on the following subculture. Plantlets were regenerated from somatic embryos derived from  callii on MR medium. The results of this study may contribute to our advancement of scientific knowledge achievements tissue culture techniques to support inconventional plant improvement.   Key words:  embryo somatic induction, in vitro, embryogenic callii