cover
Contact Name
M. Yaser Arafat
Contact Email
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Phone
+6281370980853
Journal Mail Official
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Editorial Address
1st Floor, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran IslamJalan Marsda Adisucipto Yogyakarta, 55281Telpon/Fax: +62274 512156/+62274512156 E-mail: jurnalsosiologiagama@gmail.com; jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama
ISSN : 19784457     EISSN : 2548477X     DOI : https://doi.org/10.14421/jsa.
Jurnal Sosiologi Agama mengundang para ilmuwan, peneliti, dan siswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan penelitian mereka yang terkait dengan bidang sosiologi agama, masyarakat beragama, masyarakat multikultural, perubahan sosial masyarakat beragama, dan relasi sosial antar agama yang mencakup penyelidikan tekstual dan lapangan dengan perspektif sosiologi dan sosiologi agama.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2013)" : 14 Documents clear
Kitab Klasik Elektronik Gratis: Menuju Keberdayaan Literasi dan Rekonstruksi Ilmu M. Yaser Arafat
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2383.369 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

Kitab atau buku adalah ibu peradaban dunia. Memiliki buku merupakan jalan untuk menciptakan peradaban. Sayangnya tidak semua buku bisa dibaca, dimiliki, dan dibeli. Lebih-kurang karena sekian keterbatasan insani yang sangat beragam. Tersering di antaranya adalah musabab ekonomi. Memang, buku-buku yang dijual di toko buku terkadang tak terlalu bersahabat dengan kantong. Di samping itu, musabab tersering dan terpenting lainnya adalah keterbatasan sumber penyedia buku. Bisa jadi karena buku tersebut masih asing. Bisa pula terbatasnya cetakan. Sejak kehadiran berbagai situs penyedia buku elektronik (e-book) di internet, kendala-kendala tersebut tampaknya bisa untuk diatasi. Satu di antara situs penyedia buku elektronik yang paling populer adalah www.library.nu yang kini telah gulung karpet. Selain situs tersebut, saat ini ada situs penyedia kitab-kitab kuning gratis. Ada dua situs yang dibahas dalam tulisan ini. Pertama, www.waqfeya.com. Kedua, www.kitabklasik.co.cc. Situs pertama berbahasa Arab. Situs kedua berbahasa Indonesia. Biografi kitab-kitab itu sendiri, pada masa ini, ada pada eksistensinya sebagai pemantik kreativitas baru di dunia maya. Fenomena pengunggahan buku elektronik secara massif kini telah cukup banyak. Akan tetapi, pengunggahan kitab-kitab klasik belum banyak yang memulainya. Dari sisi dunia media, kitab-kitab tersebut melahirkan wujud media alternatif. Sementara dari sisi lainnya, ia turut menyumbang saham dalam proses pemberdayaan literasi masyarakat. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kitab-kitab itu, menurut saya, punya biografi ilmiah yang belakangan dapat ditarik ke dalam perbincangan mengenai perlunya tatanan keilmuan manusia direkonstruksi.
Kitab Klasik Elektronik Gratis: Menuju Keberdayaan Literasi dan Rekonstruksi Ilmu Arafat, M. Yaser
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2383.369 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

Kitab atau buku adalah ibu peradaban dunia. Memiliki buku merupakan jalan untuk menciptakan peradaban. Sayangnya tidak semua buku bisa dibaca, dimiliki, dan dibeli. Lebih-kurang karena sekian keterbatasan insani yang sangat beragam. Tersering di antaranya adalah musabab ekonomi. Memang, buku-buku yang dijual di toko buku terkadang tak terlalu bersahabat dengan kantong. Di samping itu, musabab tersering dan terpenting lainnya adalah keterbatasan sumber penyedia buku. Bisa jadi karena buku tersebut masih asing. Bisa pula terbatasnya cetakan. Sejak kehadiran berbagai situs penyedia buku elektronik (e-book) di internet, kendala-kendala tersebut tampaknya bisa untuk diatasi. Satu di antara situs penyedia buku elektronik yang paling populer adalah www.library.nu yang kini telah gulung karpet. Selain situs tersebut, saat ini ada situs penyedia kitab-kitab kuning gratis. Ada dua situs yang dibahas dalam tulisan ini. Pertama, www.waqfeya.com. Kedua, www.kitabklasik.co.cc. Situs pertama berbahasa Arab. Situs kedua berbahasa Indonesia. Biografi kitab-kitab itu sendiri, pada masa ini, ada pada eksistensinya sebagai pemantik kreativitas baru di dunia maya. Fenomena pengunggahan buku elektronik secara massif kini telah cukup banyak. Akan tetapi, pengunggahan kitab-kitab klasik belum banyak yang memulainya. Dari sisi dunia media, kitab-kitab tersebut melahirkan wujud media alternatif. Sementara dari sisi lainnya, ia turut menyumbang saham dalam proses pemberdayaan literasi masyarakat. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa kitab-kitab itu, menurut saya, punya biografi ilmiah yang belakangan dapat ditarik ke dalam perbincangan mengenai perlunya tatanan keilmuan manusia direkonstruksi.
Symbols for the Ancestors: A Study of Petilasan Pewayangan Myths in the Rahtawu of Muria Mountains, Central Java Ahsan Tohar
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.028 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

This study examines cultural and religious phenomena ofpetilasanpewayangan myths inthe mountain of Rahtawu, Muria, Central Java. Petilasan is a sacred site(s) referring to an ancestor(s). This research investigatesoral tradition of pewayangan myths that are presented in the petilasan. It studies symbols of petilasanwhich are believed to contain socio-religious and cultural meanings and values. The Rahtawu villagers believe that Rahtawu myths symbolize ‘ancestral world’ (alam leluhur),the relics of the ancient Javanese culture. For outsiders however, Rahtawu myths are superstitious, irrational, and ridiculous. The aim of this study is to examine religious and cultural meanings and values actively reproduced in activities of the Rahtawu Society.
Symbols for the Ancestors: A Study of Petilasan Pewayangan Myths in the Rahtawu of Muria Mountains, Central Java Tohar, Ahsan
Jurnal Sosiologi Agama Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1007.028 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2013.%x

Abstract

This study examines cultural and religious phenomena ofpetilasanpewayangan myths inthe mountain of Rahtawu, Muria, Central Java. Petilasan is a sacred site(s) referring to an ancestor(s). This research investigatesoral tradition of pewayangan myths that are presented in the petilasan. It studies symbols of petilasanwhich are believed to contain socio-religious and cultural meanings and values. The Rahtawu villagers believe that Rahtawu myths symbolize ‘ancestral world’ (alam leluhur),the relics of the ancient Javanese culture. For outsiders however, Rahtawu myths are superstitious, irrational, and ridiculous. The aim of this study is to examine religious and cultural meanings and values actively reproduced in activities of the Rahtawu Society.

Page 2 of 2 | Total Record : 14