cover
Contact Name
Dani Saepuloh
Contact Email
danie_saepuloh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
lydiadesmaniarirwan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kelautan Nasional
ISSN : 1907767X     EISSN : 26154579     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Jurnal Kelautan Nasional (JKN) ISSN 1907-767X, e-ISSN 2615-4579 adalah jurnal yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM), Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) adalah nomenklatur baru, sejak tahun 2017, untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir (P3SDLP). Jurnal Kelautan Nasional, sebelum dikelola oleh Pusriskel maupun P3SDLP, adalah dikelola oleh Pusat Pengkajian dan Perekayasaan Teknologi Kelautan dan Perikanan (P3TKP). Pada tahun 2016, P3TKP kemudian merger ke P3SDLP.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2021): APRIL" : 8 Documents clear
PERAMALAN GELOMBANG LAUT DANGKAL DAN HUBUNGANNYA DENGAN SEBARAN LIFEFORM KARANG DI PERAIRAN KOTA PADANG Try Al Tanto; I Wayan Nurjaya; Dietriech G. Bengen; Tri Hartanto; Widodo S. Pranowo
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.806 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.8926

Abstract

Data gelombang laut penting dikaji karena dapat mengakibat abrasi ataupun sedimentasi pada suatu pantai. Paramater gelombang laut juga dapat berperan secara tidak langsung terhadap bentuk lifeform karang. Kajian bertujuan untuk melakukan peramalan gelombang laut dangkal dari perhitungan data kecepatan dan arah angin permukaan, kemudian menghubungkan kejadian gelombang laut terhadap sebaran lifeform karang. Selama bulan April 2018, gelombang laut lebih tinggi terjadi pada awal dan akhir bulan. Karakteristik tinggi gelombang laut di wilayah kajian dominan dari angin dan dikuatkan oleh panjang fetch efektif arah angin bertiup. Terjadi hubungan erat antara parameter gelombang laut di lokasi kajian terhadap sebaran lifeform karang. Hasil analisis PCA dari sebaran gelombang laut di wilayah kajian memiliki nilai hubungan sebesar 79.23 %. Hasil analisis CA dari keterkaitan antara lifeform karang di wilayah kajian sebesar 74.40 %. Tinggi gelombang laut maksimum di perairan P. Sirandah sebesar 1.07 m dengan periode 4.26 s, terdapat karang jenis submassive (CS) dominan mencapai 77.33 – 85.27 %. Kondisi gelombang laut di perairan P. Pasumpahan tidak menentu, secara umum rendah pada saat-saat air laut pasang dan surut waktu purnama dan perbani. Terdapat banyak jenis lifeform karang di perairan ini yaitu semua jenis karang non-Acropora dan Acropora jenis bercabang (ACB). Terumbu karang di perairan P. Sikuai dan P. Soronjong kurang baik (0.2 – 17.53 %). Lifeform karang jenis submassive paling rendah pada ke dua pulau ini (0.07 %).
MODEL KARAKTERISTIK LAPISAN BAWAH PERMUKAAN TANAH PULAU LUSI SIDOARJO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK UNTUK MENDUKUNG WISATA BAHARI Dino Gunawan Pryambodo; Joko Prihantono; Rudhy Akhwady
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.604 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.7807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang model bawah permukaan tanah (subsurface) dibangun berdasarkan nilai resistivitas lapisan tanah Pulau Lusi di Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur untuk mendukung wisata bahari dalam pembangunan infrastruktur bagunan. Penelitian ini menggunakan Metode Geolistrik Konfigurasi Schlumberger sebanyak 5 titik VES (vertical electrical sounding) dengan kedalaman penetrasi 50 m dari permukaan tanah. Selanjutnya, model geolistrik 2D dibuat berdasarkan hasil titik VES tersebut sebanyak 2 lintasan yang saling bersilangan dengan orientasi Utara-Selatan, dan Barat-Timur. Hasil model geolistrik 2D yang diperoleh menunjukkan bahwa secara umum di Pulau Lusi terdapat empat lapisan yang terdiri dari lapisan atas (topsoil), lapisan aluvial, lapisan akuifer dan lapisan batuan keras (bedrock). Lintasan Utara – Selatan dengan panjang lintasan sejauh 60 m mempunyai lapisan bedrock dengan nilai resistivitas 200-300 Ωm terdapat pada kedalaman antara 30 m sampai sekitar 45 m dari permukaan tanah. Lintasan Barat – Timur dengan panjang lintasan sejauh 120 m mempunyai lapisan bedrock dengan nilai resistivitas 200-500 Ωm terdapat pada kedalaman antara 7 m sampai sekitar 45 m dari permukaan tanah. Berdasarkan hasil model geolistrik 2D ini, dapat direkomendasikan bahwa sebaiknya bangunan yang akan didirikan di Pulau Lusi adalah bangunan yang terbuat dari kayu dengan memperhatikan estetika dibandingkan jika didirikan bangunan yang terbuat dari beton dan bertingkat. Hal ini dikarenakan lapisan bedrock di Pulau Lusi berada pada kedalaman 15 – 45 meter dari permukaan tanah yang dinilai terlalu mahal jika akan dibangun bangunan yang terbuat dari beton dan bertingkat mengingat pondasi bangunan harus mencapai bedrock yang relatif dalam.  
TOKSISITAS NANOPARTIKEL TERHADAP BIOTA DAN LINGKUNGAN LAUT Muhammad Safaat; Diah Anggraini Wulandari
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.421 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.9051

Abstract

Nanopartikel disintesis melalui metode fisika, kimia, dan green synthesis. Kelemahan dari metode fisika adalah konsumsi energi yang tinggi, sedangkan metode kimia memiliki potensi bahaya yang tinggi dalam toksisitas atau produk samping dari reaksi. Penanganan nanomaterial yang tidak tepat merupakan hal yang harus diperhatikan karena dapat membahayakan ekosistem laut. Faktor bahaya dari nanopartikel logam oksida adalah disolusi, yaitu pelepasan ion logam dari logam oksida ke dalam media perairan dan penyerapan ion logam oleh organisme sekitar. Nanopartikel dapat teradsorpsi ke permukaan sel dan menyebabkan perubahan struktur membran lipid dari sel melalui reaksi peroksidasi. Penyebab pembentukan ion logam di air laut terjadi karena terdapat senyawa organik alami seperti asam fulvat dan sistein. Toksisitas nanopartikel terhadap biota laut tergantung pada sifat fisikokimia nanopartikel saat berada di dalam air. Pemakaian nanopartikel yang turut serta dalam pendistribusian nanopartikel sebagai bahan pencemar di ekosistem perairan akan dijelaskan. Selain itu, analisis implikasi dari sintesis nanopartikel terhadap efek toksik yang ditimbulkan juga akan dilakukan sebagai evaluasi efektivitas dari metode sintesis nanopartikel terhadap lingkungan.
PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-1 UNTUK PEMANTAUAN SEBARAN TUMPAHAN MINYAK DI WPP 713 Komang Iwan Suniada
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1514.349 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.9293

Abstract

The Makassar Strait which is a part of the Fisheries Management Area (WPP) 713 and the Indonesian Archipelago Sea Channel (ALKI) II is an economic route that connects the Pacific Ocean in north and Indian Ocean at south through the middle of Indonesia archipelago. The high traffic on this route creates risks to national security, illegal fishing, and environmental pollution due to oil spills. One method that can be used to monitor oil spills in open water is remote sensing satellite with SAR (Synthetic Aperture Radar) data. The satellite data used in this study is a SAR image from the Sentinel-1 satellite. The advantage of radar satellites is their ability to perform data acquisition during the day or night and in all weather conditions. The method used to detect oil spills is an automatic method found in the SNAP software, while the length and area of the oil spill are calculated using the spatial analysis method which is available in the QGIS software. The results of this study in the Makassar Strait found that there was an oil spill with a length of about 11.7 km and an area of about 22.8 km². The oil spills in this study resemble the characteristics of an oil spill caused by a moving ship.  This incident indicating the violation is suspected to have occurred in the area. Utilization of Sentinel-1 SAR data to monitor illegal oil spills is expected to reduce violations that occur in Indonesian territorial waters.
KLOROFIL LAMUN DAN KARAKTERISTIK PERAIRAN PANTAI ALANG-ALANG, KARIMUNJAWA Patria Theda Ramadanti; Agus Hartoko; Nurul Latifah
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.284 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.9058

Abstract

Pantai Alang-alang merupakan salah satu pemukiman di Pulau Karimunjawa yang memiliki padang lamun yang kondisinya masih baik. Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang cukup kompleks dengan segala fungsi yang penting terhadap ekosistem pesisir Lamun merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup dan terbenam di lingkungan laut; berpembuluh, berdaun, berimpang (rhizome), berakar dan berkembangbiak secara generatif (biji) dan vegetatif (tunas). Klorofil merupakan faktor utama yang mempengaruhi fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks keanekaraman, keseragaman dan dominasi lamun yang ada di perairan Pantai Alang-alang Karimunjawa, mengetahui kondisi perairan pantai Alang-alang sebagai tempat hidup lamun serta mengetahui kondisi lamun di perairan tersebut dengan menganalisis nilai klorofil lamun.Penelitian dilakukan pada bulan Desember  2019 di perairan Pantai Alang-alang, Karimunjawa. Pengambilan sampel dilakukan pada 1 stasiun dengan  6 titik pengukuran garis transek dan 18 titik kuadran transek.Hasil dari penelitian ini yaitu nilai keanekaragaman pada perairan Pantai Alang-alang berkisar antara 0,956-1,215 dengan kategori keanekaragaman sedang. Nilai indeks keseragaman lamun pada lokasi penelitian berkisar antara 0,834-0,992 yang termasuk dalam kategori tinggi. Nilai indeks dominasi lamun pada lokasi penelitian berkisar antara 0,330-0,436 yang dapat dikategorikan rendah. Kedalaman lokasi penelitian berkisar antara 24-68 meter. Temperatur air pada lokasi penelitian berkisar antara 26-320C. Derajat keasaman (pH) pada lokasi penelitian berkisar antara 7-8 dimana nilai rentan tersebut masih dalam kondisi optimum. Salinitas pada lokasi penelitian bernilai 28-30 o/oo.  Nilai intensitas cahaya pada udara berkisar antara 1.200- 11.000 lux sedangkan untuk nilai intensitas cahaya pada permukaan air berkisar 1.100-9.600. Nilai klorofil pada lamun perairan Pantai Alang-alang, Karimunjawa berkisar antara 5.430-19.507 mg/ml.
ANALISIS REGRESI TEMPORAL DARI KINERJA MESIN PEMBUAT ES BERTENAGA SURYA SEBAGAI FUNGSI DARI RADIASI MATAHARI DAN SUHU UDARA DI PESISIR LAMPUNG SELATAN Putri Wullandari; Arif Rahman Hakim
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.837 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.6955

Abstract

Artikel ilmiah ini membahas hasil evaluasi kinerja mesin pembuat es bertenaga surya di TPI Kramat, pesisir Lampung Selatan. Mesin pembuat es yang dievaluasi adalah memiliki kapasitas 105-120 kg es/jam, 9 panel surya 200 WP yang dipasang pada frame yang berukuran 43 m x 30 m x 27 m, dan baterai 200 AH sebanyak 4 buah. Evaluasi kinerja dilakukan selama bulan November 2016 hingga Februari 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas radiasi matahari (x1) dan suhu udara harian (x2) dengan produksi es (y) di TPI Kramat, Lampung Selatan. Pada bulan November 2016, peralihan musim kemarau ke musim penghujan, hubungan ini dinyatakan dengan persamaan regresi y = 93,2 + 0,04 x1 – 3,28 x2. Pada bulan Desember 2016, awal musim penghujan, hubungan ini dinyatakan dengan persamaan y = 8,42 + 0,006 x1 + 0,004 x2. Pada bulan Januari 2017, puncak musim penghujan, hubungan ini dinyatakan dengan persamaan y = -6,608 – 0,004 x1 + 0,752 x2. Pada bulan Februari 2017, akhir dari musim penghujan, hubungan ini dinyatakan dengan persamaan y = 19,16 + 0,003 x1 – 0,289 x2. Produksi es pada musim penghujan ada indikasi penurunan namun masih bisa mencukupi kebutuhan nelayan.
SEDIMENTASI DI PANTAI SANTOLO WILAYAH PESISIR SELATAN JAWA BARAT DAN MODEL PENANGGULANGANNYA Fitri Suciaty; Ari Setiawan
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.805 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.9778

Abstract

Pantai Santolo merupakan daerah pesisir yang terletak di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Permasalahan sedimentasi dan pendangkalan pada mulut muara Sungai Cilauteureun yang berada di kawasan Pantai Santolo membuat ketidaklancaran arus lalu lintas pelayaran dan menyebabkan penurunan jumlah kapal motor yang berlabuh di Pelabuhan Perikanan Cilauteureun. Hal ini berakibat pada kurang optimalnya pemanfaatan sumberdaya perikanan di area tersebut. Jetty sepanjang 185 m yang telah dibangun pada bagian timur mulut sungai harus dipotong pada akhir tahun 2019 karena sedimentasi telah menyebabkan terbentuknya tombolo yang menutup alur lalu lintas kapal. Pemodelan hidrodinamika 2-dimensi dan pemodelan transpor sedimen dilakukan pada penelitian ini dengan menggunakan software Delft3D untuk menganalisis faktor-faktor hidrodinamika yang berpengaruh terhadap proses sedimentasi yang terjadi di Pantai Santolo terutama di area muara Sungai Cilauteureun sehingga dapat diketahui penanggulangan yang sesuai untuk permasalahan tersebut. Simulasi pemodelan hidrodinamika dilakukan untuk skenario musim barat dan musim timur, sedangkan pemodelan transpor sedimen dilakukan dengan durasi selama satu tahun. Jetty sepanjang 120 m di bagian utara Pulau Santolo dan “sand by passing” pada tombolo yang terbentuk di belakang potongan jetty direkomendasikan pada studi ini untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.
Halaman Depan JKN Vol 16, No 1, April 2021 Joko Subandriyo, ST
Jurnal Kelautan Nasional Vol 16, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Pusat Riset Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4539.748 KB) | DOI: 10.15578/jkn.v16i1.10551

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 8