cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Search results for , issue "2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011" : 67 Documents clear
PRAKTIKUM PEMISAHAN DAN PEMURNIAN KOMPONEN-KOMPONEN CAMPURAN BERBASIS BUDAYA BALI Suardana, I Nyoman
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh penerapan praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali terhadap peningkatan penguasaan konsep mahasiswa. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen kuasi, nonequivalent control group design. Subyek penelitian adalah mahasiswa yang mengambil mata kuliah Kimia Dasar I pada salah satu institusi pendidikan di Bali tahun akademik 2011/2012, yang terdiri atas dua kelas paralel; satu kelas sebagai kelompok kontrol (43 orang) dan satu kelas sebagai kelompok eksperimen (30 orang). Data dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar. Tes diberikan kepada mahasiswa sebelum dan sesudah praktikum, baik pada kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Data dianalisis menggunakan statistik inferensial, meliputi: (1) uji-t (independent sample t-test) untuk data yang berdistribusi normal pada kelompok kontrol dan eksperimen serta variansi kedua kelompok homogen; (2) uji-U Mann-Whitney untuk data yang berdistribusi tidak normal dan/atau variansi kedua kelompok tidak homogen. Analisis data dilakukan pada taraf signifikansi a = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktikum pemisahan dan pemurnian komponen-komponen campuran berbasis budaya Bali lebih efektif dari pada praktikum ekspositori dalam meningkatkan penguasaan konsep mahasiswa. Kategori peningkatan penguasaan konsep mahasiswa pada kelompok eksperiman tergolong sedang (rerata %N-gain sebesar 30,3) dan pada kelompok kontrol tergolong rendah (rerata %N-gain sebesar 14,9).
PENDIDIKAN KARAKER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS MENUJU BANGSA YANG CERDAS, BERDAYASAING DAN BERBUDAYA Sadia, I Wayan
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pendidikan karakter didasarkan atas tiga alasan penting yaitu: 1) Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia. Setiap manusia harus memiliki pikiran yang kuat, hati nurani, dan kemauan untuk berkualitas seperti memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan dan dorongan moral; 2) Sekolah merupakan tempat yang baik dan kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pendidikan nilai-nilai; dan 3) Pendidikan karakter sangat esensial untuk membangun masyarakat bermoral. Penyelengggaraan pendidikan  karakter untuk membangun manusia yang berkarakter, maka perlu pemahaman yang komprehensif tentang hakikat manusia dan dimensi-dimensi hakikat manusia. Sifat hakikat manusia dimaksudkan sebagai cirri-ciri karakteristik yang secara prinsipiil membedakan manusia dengan hewan. Terdapat delapan sifat hakikat manusia yaitu 1) kemamapuan menyadari diri, 2) kemampuan bereksistensi, 3) pemilikan kata hati, 4) moral, 5) kemampuan bertanggung jawab, 6) rasa kebebasan, 7) kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, dan 8) kemampuan menghayati kebahagiaan. Sasaran  pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kedelapan sifat hakikat manusia yang  merupakan benih-benih kemanusiannya manusia, sehingga terwujud menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter memiliki dua tujuan utama yaitu kebijakan dan kebaikan. Pendidikan tentang kebaikan merupakan dasar demokrasi, karena itu dua nilai moral penting yang harus diajarkan dalam pendidikan karakter adalah rasa hormat dan tanggung jawab (respect and responsibility). Di samping itu ada sejumlah nilai yang perlu diajarkan melalui pendidikan karakter yaitu: 1 ) kejujuran (honesty), 2) keterbukaan (fairness), 3) toleransi (tolerance), 4) kehati-hatian (prudence), 5) disiplin-diri (self-dicipline), 6) membantu dengan tulus (helpfulness), 7) rasa haru (compassion), 8) bekerjasama (cooperation), 9) keteguhan hati (courage), dan 10) nilai-nilai demokrasi (democratic values). Karakter berkaitan dengan pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) , dan perilaku moral (moral action). Karakter yang baik terdiri atas pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan berbuat kebaikan. Ketiga hal inilah yang menentukan kehidupan bermoral. Pendidikan Sains pada hakekatnya dapat digunakan untuk membekali subyek didik dengan pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga dapat digunakan untuk menanamkan sikap dan nilai. Jadi, pendidikan Sains dapat digunakan sebagai wahana klarifikasi nilai, yang selama ini kurang mendapat perhatian para guru Sains. Sains diyakini berperan penting bagi pengembangan karakter warga masyarakat dan negara, karena kemajuan produk sains yang amat pesat dan keampuhan proses sains yang dapat ditransfer pada berbagai bidang ilmu yang lain serta proses sains yang sarad dengan muatan nilai, sikap, dan moral.
PEROMBAKAN DIAZO REMAZOL BLACK 5 DENGAN TEKNIK ELEKTROOKSIDASI LARUTAN NaCl Wiratini, Ni Made; Suja, I Wayan; Lasia, I Ketut
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kondisi optimum perombakan zat warna tekstil diazo remazol black 5 dengan teknik elektrooksidasi menggunakan larutan NaCl. Pengukuran kadar zat warna dilakukan dengan UV Vis 1600 Shimadzu pada panjang gelombang 598 nm.  Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi NaCl 0,2 M dan waktu elektrooksidasi 0,5 jam paling optimum dapat merombak zat warna tekstil diazo remazol black 5
MEMBANGUN KARAKTER MANUSIA INDONESIA MELALUI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS Liliasari - -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sains (Biologi, Fisika,Kimia) sangat penting dalam segala aspek kehidupan, karena itu perlu dipelajari agar semua insan Indonesia membentuk masyarakat yang melek sains namun tetap berkarakter bangsa. Pendidikan Matematika senantiasa diperlukan untuk melengkapi pendidikan Sains agar lebih bermakna dan sederhana. Secara utuh esensi  pendidikan Sains dan Matematika adalah membangun kemampuan berpikir yang dikenal sebagai keterampilan generik Sains. Keterampilan ini dikenal sebagai keterampilan berpikir sains.Pengembangan berpikir sains dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik dan sekaligus dapat membangun karakter bangsa. Sains yang bersifat unity in diversity sejalan dengan falsafah bangsa indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Dengan demikian melalui belajar sains dapat pula dikembangkan karakter bangsa.   Kata-kata kunci: keterampilan generik sains, karakter bangsa
PENDIDIKAN KARAKER TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SAINS MENUJU BANGSA YANG CERDAS, BERDAYASAING DAN BERBUDAYA I Wayan Sadia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan pendidikan karakter didasarkan atas tiga alasan penting yaitu: 1) Perlunya karakter yang baik untuk menjadi bagian yang utuh dalam diri manusia. Setiap manusia harus memiliki pikiran yang kuat, hati nurani, dan kemauan untuk berkualitas seperti memiliki kejujuran, empati, perhatian, disiplin diri, ketekunan dan dorongan moral; 2) Sekolah merupakan tempat yang baik dan kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran dan pendidikan nilai-nilai; dan 3) Pendidikan karakter sangat esensial untuk membangun masyarakat bermoral. Penyelengggaraan pendidikan  karakter untuk membangun manusia yang berkarakter, maka perlu pemahaman yang komprehensif tentang hakikat manusia dan dimensi-dimensi hakikat manusia. Sifat hakikat manusia dimaksudkan sebagai cirri-ciri karakteristik yang secara prinsipiil membedakan manusia dengan hewan. Terdapat delapan sifat hakikat manusia yaitu 1) kemamapuan menyadari diri, 2) kemampuan bereksistensi, 3) pemilikan kata hati, 4) moral, 5) kemampuan bertanggung jawab, 6) rasa kebebasan, 7) kesediaan melaksanakan kewajiban dan menyadari hak, dan 8) kemampuan menghayati kebahagiaan. Sasaran  pendidikan karakter adalah menumbuhkembangkan kedelapan sifat hakikat manusia yang  merupakan benih-benih kemanusiannya manusia, sehingga terwujud menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan karakter memiliki dua tujuan utama yaitu kebijakan dan kebaikan. Pendidikan tentang kebaikan merupakan dasar demokrasi, karena itu dua nilai moral penting yang harus diajarkan dalam pendidikan karakter adalah rasa hormat dan tanggung jawab (respect and responsibility). Di samping itu ada sejumlah nilai yang perlu diajarkan melalui pendidikan karakter yaitu: 1 ) kejujuran (honesty), 2) keterbukaan (fairness), 3) toleransi (tolerance), 4) kehati-hatian (prudence), 5) disiplin-diri (self-dicipline), 6) membantu dengan tulus (helpfulness), 7) rasa haru (compassion), 8) bekerjasama (cooperation), 9) keteguhan hati (courage), dan 10) nilai-nilai demokrasi (democratic values). Karakter berkaitan dengan pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling) , dan perilaku moral (moral action). Karakter yang baik terdiri atas pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk berbuat baik, dan berbuat kebaikan. Ketiga hal inilah yang menentukan kehidupan bermoral. Pendidikan Sains pada hakekatnya dapat digunakan untuk membekali subyek didik dengan pengetahuan dan keterampilan proses, tetapi juga dapat digunakan untuk menanamkan sikap dan nilai. Jadi, pendidikan Sains dapat digunakan sebagai wahana klarifikasi nilai, yang selama ini kurang mendapat perhatian para guru Sains. Sains diyakini berperan penting bagi pengembangan karakter warga masyarakat dan negara, karena kemajuan produk sains yang amat pesat dan keampuhan proses sains yang dapat ditransfer pada berbagai bidang ilmu yang lain serta proses sains yang sarad dengan muatan nilai, sikap, dan moral.
PENGHAMPIRAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPREDIKSI AKTIVITAS WISATA BAHARI DI KAWASAN PULAU MENJANGAN BALI BARAT Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan bentuk pemanfaatan yang sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional. Perkembangan pasar pariwisata internasional saat ini memiliki kecenderungan untuk berwisata ke kawasan yang relatif masih alami (back to nature). Kondisi ini memberikan peluang bagi pengembangan pariwisata di daerah Taman Nasional seperti kawasan Pulau Menjangan Bali Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) perkembangan wisata bahari dalam kurun waktu 25 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial. Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit  yaitu, kondisi sumberdaya alam yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal bisa dipakai untuk pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level pengelolaan wisata bahari
PENINGKATAN KARAKTER BANGSA BERBASIS SIKAP ILMIAH MELALUI PEMBELAJARAN SAINS PADA SISWA TINGKAT SEKOLAH DASAR SAMPAI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ida Bagus Putu Arnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penulisan makalah ini adalah mengkaji peningkatan karakter bangsa berbasis sikap ilmiah melalui pembelajaran sains pada siswa tingkat sekolah dasar sampai tingkat sekolah menengah atas. Kajian dilakukan secara deskriptif dari teori-teori yang ada. Dari kajian tersebut dapat disimpulkan sebagai bahwa. (1) hakekat sains dapat dilihat dari tiga segi yaitu: sains sebagai proses, sains sebagai produk, dan sains sebagai sikap/nilai. (2) Pembelajaran sain yang mengutamakan sains sebagai proses yang dalam penerapannya adalah penerapan metode ilmiah yang dikemas dalam bentuk pembelajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan penguasaan sains sebagai sikap/nilai (sikap ilmiah) dimana sikap ilmiah tersebut congruent atau identik dengan nilai-nilai karakter. Oleh karena itu kepada para praktisi pendidikan (dosen dan guru) agar menggunakan pembelajaran sains untuk meningkatkan karakter siswa, terutama pembelajaran yang mengutamakan sains sebagai proses yaitu menerapkan strategi/model pembelajaran Problem Based Learning, Cooperative Learning, Project Base Learning, dan Learning Cycles.
PENGARUH AERASI TERHADAP HASIL FERMENTASI SUKROSA MENGGUNAKAN Zymomonas mobilis Mi’rojul Asyarati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aerasi pada fementasi sukrosa menggunakan Zymomonas mobilis A3. Hasil fermentasi yang diamati dalam penelitian ini adalah etanol sebagai produk utama dan sorbitol sebagai hasil samping fermentasi. Kadar etanol dianalisa menggunakan GC sedangkan kadar sorbitol dianalisa menggunakan HPLC. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa aerasi menurunkan kadar etanol sebesar 50 %, sedangkan kadar sorbitol tidak dapat diketahui, hal ini kemungkinan disebabkan karena kecilnya konsentrasi sorbitol sehingga tidak dapat terdeteksi oleh HPLC atau disebabkan pula adanya produk samping lain yang lebih besar konsentrasinya seperti gliserol maupun levan
ANALISIS KUALITAS AIR LIMBAH PERTANIAN DAN LIMBAH DOMESTIK PADA EKOSISTEM TUMPANG TINDIH DI SEKITAR DANAU BUYAN, KABUPATEN BULELENG, BALI Nyoman Wijana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air limbah pertanian dan air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih serta fitoremediasi fosfat oleh tanaman eceng gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sistematik sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air limbah pertanian air limbah domestik pada ekosistem tumpang tindih belum menunjukkan adanya pencemaran berarti bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas IV, tetapi bila dibandingkan dengan standar kualitas air kelas I, II, dan III telah mengindikasikan tercemar. Beberapa parameter yang menunjukkan adanya indikasi air limbah pertanian tercemar adalah DO (2,07 mg/l), pH (5,36), COD (23,76 mg/l), BOD (32,1 mg/l), dan phospat (0,5 mg/l) dan yang menunjukkan adanya indikasi air limbah domestik tercemar adalah DO (2,30 mg/l), pH (5,5), COD (18 mg/l), BOD (20,13 mg/l), phospat (0,9 mg/l), dan nitrat (13,6 mg/l). Air limbah pertanian pada ekosistem tumpang tindih sudah ada indikasi terjadinya pencemaran oleh pestisida golongan organo phospat (0,000013 mg/l), karbamat (0,000007 mg/l) dan deltametrin (0,00058 mg/l).
PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATA KULIAH MIKROBIOLOGI Baiq Fatmawati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Upaya perbaikan metode pembelajaran pada mata kuliah mikrobiologi (mikrobiologi pangan dan industri) perlu dirubah strateginya, salah satunya dengan pembelajaran berbasis proyek, perubahan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam mengubah atau memodifikasi sumber pangan menjadi aneka produk fermentasi. Penelitian difokuskan pada kreativitas mahasiswa dalam merancang produk fermentasi. Penelitian dilakukan di salah satu perguruan tinggi di Lombok yang melibatkan mahasiswa pendidikan biologi semester V (n=28). Sebelum melakukan kegiatan merancang proyek, terlebih dahulu mahasiswa diberi lembar kegiatan merancang proyek mahasiswa (LKMPM) sebagai dasar untuk menyusun rancangan produk fermentasi yang akan dibuat. Hasil analisis menunjukkan bahwa ditemukan sejumlah aspek kreativitas yang muncul dalam rancangan proyek yang dibuat oleh mahasiswa.