cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 67 Documents
Search results for , issue "2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011" : 67 Documents clear
MISKONSEPSI SISWA PADA TOPIK HIDROKARBON I Wayan Redhana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan penelitian studi kasus untuk mendeskripsikan miskonsepsi siswa pada topik hidrokarbon. Penelitian dilakukan di salah satu SMA yang ada di Kabupaten Buleleng Propinsi Bali dengan melibatkan sebanyak 28 orang siswa yang berasal dari salah satu kelas. Proses pembelajaran direkam dengan audiotape dan hasil rekamannya dibuat transkripsi. Konsepsi siswa kemudian ditelusuri dengan tes diagnostik dan wawancara. Hasil-hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) isomer-isomer mempunyai massa relatif yang berbeda; (2) isomer-isomer mempunyai sifat fisika dan kimia sama; (3) dalam molekul etena, atom C yang satu bermuatan positif dan atom C yang lain bermuatan negatif sehingga kejenuhan atom C tidak sama; dalam molekul HCl, atom H bermuatan positif dan atom Cl bermuatan negatif; pada reaksi adisi, atom H akan bergabung dengan atom C yang bermuatan negatif, sedangkan atom Cl akan bergabung dengan atom C yang bermuatan positif; (4) makin tinggi titik didih dan massa molar suatu zat, makin mudah zat tersebut menguap; (5) pada reaksi substitusi metana dengan gas klor, atom H yang bermuatan positif diganti oleh atom Cl yang bermuatan positif; (6) atom H dalam metana dapat diganti oleh atom H yang derajatnya lebih tinggi; (7) bensin mudah meledak dan terbakar karena titik didihnya tinggi; (8) kerangka karbon bercabang lebih mudah diuraikan oleh mikroorganisme daripada kerangka karbon lurus; dan (9) pesawat jet menggunakan bahan bakar minyak tanah
ANALISIS KUALITAS DAN TOKSISITAS AIR LIMBAH TEKSTIL YANG DIOLAH DALAM REAKTOR SISTEM ANAEROB-AEROB MENGGUNAKAN BIOFILM KONSORSIUM BAKTERI YANG TERAMOBIL PADA BATU VULKANIK I Dewa Ketut Sastrawidana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan melakukan analisis kualitas dan toksisitas hasil pengolahan limbah tekstil menggunakan konsorsium bakteri yang diisolasi dari limbah tekstil. Sistem pengolahan yang digunakan adalah kombinasi anaerob-aerob, dimana pada reaktor anaerob menggunakan konsorsium bakteri yang terdiri dari Aeromonas sp.ML6, Aeromonas sp.ML14, Pseudomonas sp.ML8 dan Flavobacterium sp. ML20 sedangkan pada reaktor aerob terdiri dari Plesiomonassp.SB1, Plesiomonassp.SB2, Vibrio sp.SB1,Vibrio sp.SB2 dan Vibrio sp.SB3. Proses pengolahan dengan lama waktu tinggal limbah 3 hari pada masing-masing reaktor menghasilkan kualitas limbah di bawah baku mutu yang dipersyaratkan dalam KepMen LH No. 51/MENLH/10/1995. Teknologi ini menghasilkan efisiensi perombakan warna, TDS, TSS, COD dan BOD masing-masing sebesar 95,72%, 80,87%, 87,50%, 98,38% dan 93,90%. Tingkat toksisitas limbah tekstil setelah mengalami pengolahan lebih rendah dibandingkan dengan sebelum pengolahan
OPTIMALISASI EKSISTENSI LABORATORIUM PENDIDIKAN SEBAGAI WAHANA STRATEGIS REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN KEARIFAN LOKAL I Dewa Putu Subamia
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Banyaknya kasus demoralisasi belakangan ini menunjukkan belum tercapainya tujuan pendidikan sebagai  upaya menjadikan manusia yang berakhlak  mulia (berkarakter). Kegagalan tersebut diduga bahwa dalam tataran praksis, pengajaran yang berlangsung selama ini belum sampai kepada pendidikan yang berkarakter. Kesenjangan pengetahuan moral (cognition) dan perilaku (action) diduga karena pembelajaran selama ini lebih berorientasi pada intelektualitas tanpa diimbangi pembentukan mentalitas. Hal ini memperkuat alasan pentingnya dilakukan revitalisasi pendidikan karakter. Pendidikan karakter hanya memiliki makna ketika dilandasi atas nilai-nilai universal yang mengakar dalam budaya dimana nilai-nilai itu dibangun (berlandaskan nilai-nilai kearifan lokal). Salah satu kearifan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai universal adalah nilai-nilai kearifan yang bersumber pada konsep ajaran Hindu yakni Tri Kaya Parisudha. Berdasarkan konsep Tri Kaya Parisudha ada tiga jenis aktivitas yang harus dikendalikan dan diselaraskan satu sama lainnya, yaitu gerak pikiran, perkataan, dan gerak perbuatan. Keselarasan antara gerak pikiran, perkataan dan perbuatan merupakan indikator kualitas karakter manusia. Menurut perspektif  Hindu, watak atau karakter seseorang sangat ditentukan oleh Budhi, Manas, Ahamkara (Tri Antah Karana). Tri Antah Karana inilah merupakan alat batin yang menentukan watak atau karakter seseorang yang secara operasional diaktualisasi melalui instrument yang disebut indera (indriya). Indera merupakan alat yang menghubungkan manusia dengan objek alam. Sentuhan indera dengan objek alam menimbulkan guncangan-guncangan pribadi yang akhirnya mempengaruhi karakter manusia. Dengan demikian, pembentukan karakter dapat dilakukan dengan mengendalikan dan melatih indera sehingga terbentuk kebiasaan baik pada anak. Aktivitas di laboratorium pendidikan (praktikum) tidak semata-mata melatih keterampilan fisik, namun lebih pada upaya melatih dan mengembangkan nilai–nilai sikap ilmiah seperti kritis, objektif, kreatif, skeptis, terbuka, disiplin, tekun, mengakui kelebihan orang lain dan kekurangan diri sendiri. Nilai-nlai sikap ilmiah tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang sangat penting ditanamkan pada anak. Dengan kata lain, laboratorium merupakan wahana strategis untuk menanamkan  kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation). Simpulannya, revitalisasi pendidikan karakter dapat dilakukan lebih optimal melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal-universal dalam proses pembelajaran di laboratorium (praktikum).
TEMPE MENINGKATKAN KAPASITAS ANTIOKSIDAN TOTAL DAN MENURUNKAN KERUSAKAN JARINGAN KULIT PADA TIKUS YANG TERADIASI SINAR ULTRAVIOLET Siti Maryam
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tempe merupakan pangan fungsional dan dapat digunakan sebagai zat anti radikal bebas akibat radiasi sinar ultraviolet ditandai dengan  peningkatan kapasitas antioksidan total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tempe dalam meningkatkan kapasitas antioksidan total dan juga menurunankan kerusakan jaringan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet. Penelitian ini menggunakan rancangan the randomized post test only control group design dengan variabel bebas berupa tempe  0, 1, 2 dan 3 gr/kg BB/hari dan variabel terikat berupa kapasitas antioksidan total dan kerusakan jaringan kulit pada tikus. Analisis data menggunakan anova satu arah yang dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian menyatakan adanya peningkatan kapasitas antioksidan total pada kelompok kontrol dibandingkan P1, P2 dan P3 berturut-turut sebesar 5,02 %, 11,16 % dan 14,09 % dan terjadi penurunan kerusakan jaringan kulit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tempe  dapat meningkatkan kapasitas antioksidan total darah dan menurunkan kerusakan jaringan kulit akibat radiasi sinar ultraviolet.
ANALISIS INDEK KUALITAS AIR PADA MATA AIR TLEBUSAN BALUAN, PANCORAN CAMPLUNG, DAN PANCORAN PADUKUHAN DI BANJAR CAU, TABANAN Made Vivi Oviantari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis indeks kualitas air lalu menentukan kriteria kualitas air Mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung, dan Pancoran Padukuhan di Banjar Cau, Tabanan berdasarkan NSF (National Sanitation Foundation). Penelitian ini dilakukan pada Bulan Juli tahun 2011 dengan cara menganalisis parameter utama air lalu dianalisis status kualitas airnya, yang ditentukan dengan Indeks Kualitas Air (WQI). Indeks ini secara umum ditentukan dengan Metode Delphi, yang didasarkan atas bobot (Wi) dan sub  Indeks (Ii) dari sembilan parameter  utama dalam kualitas air yaitu DO, BOD, E. coli, pH, suhu, PO4, nitrat, kekeruhan, dan padatan terlarut. Hasilnya untuk Indeks Kualitas Air pada Pancoran Padukuhan (59,6) lebih baik dari pada Indeks Kualitas Air pada Pancoran Camplung (57,53) dan lebih baik dari pada Tlebusan Baluan (56,95). Kriteria Kualitas Air pada mata air Tlebusan Baluan, Pancoran Camplung dan Pancoran Padukuhan Banjar Cau, Tabanan semuanya berada pada kriteria sedang.
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MATHLET Gede Suweken
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Menurut Depdiknas, matematika seharusnya dibelajarkan (1) sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan, (2) sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi, dan penemuan, (3) sebagai kegiatan pemecahan masalah, dan (4) sebagai alat berkomunikasi. (Depdiknas, 2004). Namun harapan ini masih jauh dari kenyataan, masih banyak guru yang mengajarkan matematika hanya sebagai kumpulan rumus, prosedur, atau algoritma, yang sifatnya hapalan, dengan sumber belajar yang hanya berupa buku teks. Proses pemaknaan konsep, keterkaitan antar konsep, berbagai cara merepresentasikan konsep, dan berbagai karakteristik matematika yang lain, adalah hal-hal penting yang belum tersentuh dalam pembelajaran. Salah satu cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sehingga lebih sesuai dengan harapan Depdiknas adalah dengan memanfaatkan alat peraga virtual (virtual manipulatives atau mathlet) dalam pembelajaran. Mengapa dan bagaimana alat peraga virtual akan bisa meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, inilah yang akan dibahas dalam makalah ini.
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN MATEMATIKA I Nengah Suparta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER (Kajian Teoritis dalam Pembelajaran Matematika) Ni Nyoman Parwati
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Dalam beberapa tahun terakhir, dampak negatif dari perkembangan teknologi dan informasi mulai dirasakan ‘menjangkiti’ masyarakat di Indonesia khususnya, seperti: pola hidup konsumtif, korupsi, kekerasan, kejahatan seksual, perusakan, perkelahian massa, dan kehidupan politik yang tidak produktif. Lembaga-lembaga pendidikan memegang peranan utama dalam mencegah dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan tersebut. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menanggulangi masalah tersebut, diantaranya: menyelenggarakan pedidikan dengan menekankan pada pengembangan pendidikan karakter sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan di sekolah memiliki beberapa tujuan, diantaranya: agar siswa memiliki kemampuan memahami konsep dan mengaplikasikan konsep dalam pemecahan masalah, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu: memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Menyimak tujuan pendidikan matematika tersebut, sesungguhnya dalam belajar matematika, siswa tidak hanya dibekali dengan kemampuan hitung menghitung dan pemahaman konsep-konsep yang kering dengan makna, tetapi memiliki peluang yang sangat besar dalam pembentukan karakter yang baik. Oleh karena itu perlu dikembangkan suatu model pembelajaran, dalam hal ini adalah model pembelajaran pemecahan masalah yang mampu memfasilitasi pengembangan pendidikan karakter tersebut.
PENELITIAN BIDANG REGRESI SPLINE MENUJU TERWUJUDNYA PENELITIAN STATISTIKA YANG MANDIRI DAN BERKARAKTER I Nyoman Budiantara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
PERANAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DI BIDANG BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DALAM MENUMBUHKEMBANGKAN WAWASAN DAN MINAT ANAK-ANAK REMAJA PESISIR DALAM ASPEK BUDIDAYA PERIKANAN LAUT DI KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG, PROVINSI BALI Ida Bagus Jelantik Swasta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng terhadap bidang kelautan dan perikanan sangatlah rendah  (Jelantik, 2001). Karena itu, haruslah ada upaya untuk menghentikannya. Terkait dengan upaya  ini, ada dua pertanyaan yang menarik untuk dikemukakan yaitu;  1) apakah pendidikan dan pelatihan dibidang budidaya perikanan laut dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng pada bidang budidaya perikanan laut ?;  2)  bagaimanakah wujud model yang dapat diterapkan untuk memberdayakan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng ? Untuk menjawab pertanyaan ini maka dilakukanlah penelitian pra eksperimental dengan menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai subjek penelitian yang diberikan perlakuan berupa pendidikan dan pelatihan tentang aspek budidaya perikanan laut. Semua data yang diperoleh  dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif, dengan mencari rata-rata peningkatan nilai tes antara sebelum dan setelah perlakuan diklat. Dari penelitian yang dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa;  1) pendidikan dan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan minat anak-anak remaja pesisir dibidang budidaya perikanan laut;  2)  model pemberdayaan yang dapat diterapkan untuk anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng adalah model pemberdayaan yang menempatkan anak-anak remaja pesisir di Kecamatan Buleleng sebagai sasaran, Pemda Kabupaten Buleleng sebagai penyandang  dana,  pihak universitas (Undiksha) sebagai penyedia fasilitator dan penyedia tenaga ahli, dan masyarakat pesisir sebagai pendukung kegiatan.