cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional MIPA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 120 Documents
Search results for , issue "2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012" : 120 Documents clear
A NUMERICAL MODEL STUDY OF FIELD WATER DYNAMICS IN THE TOP SOIL LAYER WHICH INVOLVE ROOT UPTAKE Ishak S. Erari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTop soil is an important part of the soil to growing the crop because it is a medium to the root distribution and the available water. Vegetables as mustard greens, need water much more to their growing. The last years, long dry period has forced to using irrigation water efficiently. An experiment of the water dynamics to managing need crop water in the top soil was be conducted at clay loam from Bogor, West Java. This experiment of the water dynamics involved the water uptake rate by root of mustard greens (Brassica juncea). The root uptake rate was modeled as a fixed resistance network collaborating the macroscopic model and the microscopic model. The water dynamics equation was numerically solved by the control volume method. Simulation result of the root uptake model compared to the actual transpiration rate data revealed agreement until 18 days of age of the crop in the field. After 18 days, the model overestimates to the actual transpiration data. This was caused by the lisimeter used impermeable to the water. The numerical solution of the water dynamics derived by the control volume method revealed in agreement with the measured data. Distribution of the water in the top soil layer is influenced by the root length density
PENINGKATAN PRODUKSI KEDELAI DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH ECENG GONDOK Jajuk Herawati; Indarwati -; Achmadi Susilo
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh macam bahan baku dan frekuensi pemberian pupuk organik cair dari limbah eceng gondok terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor : Faktor I : Macam campuran bahan baku pupuk organik Cair Ada 3 level yaitu : P1 = Pupuk Organik Cair dari Limbah Eceng gondok; P2 = Pupuk Organik Cair dari Limbah Eceng gondok + Isi Rumen Sapi ; P3 = Tanpa Pupuk Organik Cair (kontrol). Faktor II: Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair; ; F1 = 1 kali; F2= 2 kali ; F3 =3 kali; F4= 4 kali. Masing – masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga dibutuhkan sebanyak 36 petak percobaan.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : (1) Aplikasi pupuk organik cair (M1 dan M2) berpengaruh memperbaiki pertumbuhan Tanaman Kedelai, sehingga bisa meningkatkan produksi dibanding perlakuan tanpa pupuk organik cair (M3); (2) Dengan Aplikasi Pupuk organik cair eceng gondok (M1) mampu memberikan hasil 2,56 / petak, meningkat 21,9 %; sedangkan dengan Aplikasi Pupuk organik cair eceng gondok + isi rumen sapi (M2) tanaman kedelai mampu menghasilkan biji kering 2,52 kg / petak ( meningkat 20,0% ) dibandingkan tanpa pemberian pupuk organik cair yang hanya mampu menghasilkan 2,10 kg / petak
PENGGUNAAN ALAT DESTILASI SEDERHANA DALAM MEMISAHAN GARAM DAN AIR TAWAR Jumantoro -
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

yang lalu melanda banyak daerah di Indonesia. Garam merupakan kebutuhan dapur manusia yang bermanfaat bagi kelangsungan hidupnya. Meskipun produksi garam lokal terus mengalami peningkatan tiap tahunnya, akan tetapi berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada Januari-November 2011, Indonesia telah mengimpor garam sebanyak 2,7 juta ton. Teknologi destilasi air laut sangat diharapkan untuk menghasilkan air tawar dan garam dengan produksi tinggi tetapi dengan energi murah. Pemisahan air tawar dan garam pada air laut memerlukan suatu alat sebagai penerapan konsep destilasi. Salah satu solusi alternatifnya adalah membuat alat destilasi sederhana dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Kemampuan alat destilasi sederhana tersebut akan diuji didasarkan pada produktivitas air tawar dan garam yang berhasil dipisahkan pada air laut.Tujuan penelitian adalah untuk merancang serta membuat alat destilasi sederhana yang dapat memisahkan garam dan air tawar dari bahan baku air laut dan untuk mengetahui produktivitas alat destilasi sederhana dalam menghasilkan garam dan air tawar. Berdasarkan tujuan dari penelitian ini, maka metode yang digunakan adalah metode eksperimen terhadap rancang bangun alat destilasi sederhana untuk mengetahui kemampuannya dalam menghasilkan air tawar dan garam terhadap lamanya waktu pemanasan. Penelitian dilakukan di MAN Patas Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Pelaksanaan pengujian dilaksanakan selama 10 hari dari tanggal 15 s/d 25 Oktober 2012. Pengambilan data dilakukan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 13.00.Berdasarkan hasil analisis data percobaan yang diperoleh selama 10 hari terhadap 100 mL air laut dengan waktu lama pemanasan 2-3 jam diperoleh rata-rata massa garam yang dihasilkan sebanyak 3,18 gram dengan waktu lama pemanasan 168 menit dan rata-rata volume air tawar yang dihasilkan sebanyak 91 mL dengan waktu lama pemanasan 168 menit. Air tawar yang dihasilkan setelah melalui proses destilasi mengalami penurunan pH dari 8 menjadi 6 dan garam yang dihasilkan berwarna putih.
PERANAN PENDIDIKAN SAINS DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Ketut Suma
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAbad 21 adalah abad yang ditandai oleh perkembangan ilmu pengatahuan dan teknologi yang berlangsung secara eksponensial. Di samping membawa dampak positif, perkembangan sains dan teknologi juga telah membawa dampak-dampak negatif. Beberapa dampak negatif perkembangan sains dan teknologi telah menghasilkan ketidakseimbangan ekosistem yang mengancam sistem kehidupan di bumi ini. Efek negatif ini telah membawa gambaran bahwa sains telah dinodai oleh serangkaian aktivitas yang tanpa didasari oleh nilai kemanusiaan telah membawa degradasi lingkungan, konsekwensi sosial serta ancaman bahaya bagi kehidupan. Untuk menjaga keseimbangan perkembangan iptek dengan lingkungan serta kelestarian sumber daya alam muncullah konsep pembanguan berkelanjutan Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains yang memberi penekanan utama kepada pengajaran nilai-nilai merupakan faktor yang amat penting. Pendidikan sains harus mampu menghasilkan masyarakat berbudaya yang terdiri atas orang-orang yang memiliki pemahaman yang luas terhadap ide-ide ilmiah dan mengapresiasi nilai-nilai sains. Dalam menunjang pembangunan berkelanjutan pendidikan sains harus dipandang sebagai pengembangan intelektual, pengembangan atribut personal, dan pengembangan nilai-nilai sosial.
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MENGGUNAKAN PERTANYAAN SOCRATIK UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP KIMIA SISWA Luh Maharani Merta
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) model pembelajaran menggunakan pertanyaan Socratik dalam meningkatkan penguasaan konsep siswa, dan (2) pendapat siswa terhadap model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas XII IA3 SMA Negeri 4 Singaraja, berjumlah 29 orang dan objek penelitian ini adalah penguasaan konsep dan pendapat siswa terhadap pembelajaran yang diikuti. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Tes hasil belajar digunakan mengukur penguasaan konsep siswa dan angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa. Data penguasaan konsep dan pendapat siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik dapat mening-katkan penguasaan konsep siswa dan jumlah siswa mengikuti remidi kurang dari 15%. Siswa sangat setuju dengan diterapkannya model pembelajaran kontekstual menggunakan pertanyaan Socratik untuk mengajarkan konsep-konsep kimia.
PEMBUATAN DAN KARAKTERISTIK KATALIS ZEOLIT ALAM TERAKTIVASI (NZA) NI/NZA, 5% NI/NZA, DAN 8% NI/NZA Ni Made Wiratini
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTelah dilakukan penelitain tentang pembuatan dan karakterisasi katalis NZA, 2% Ni/NZA, 5% Ni/NZA, dan 8% Ni/NZA. Pembuatan katalis NZA dilakukan dengan mengaktivasi zeolit alam (ZA) dengan HF 1%, refluk dengan HCl 6 M, dan NH4Cl 1 M, selanjutnya dikalsinasi selama 4 jam pada suhu 5000C. Katalis Ni-NZA dibuat dengan cara imprenasi semi basah, selanjutnya di kalsinasi dengan gas nitrogen selama 3 jam pada suhu 5000C, didinginkan dilanjutnya dengan proses oksidasi selama 2 jam pada suhu 5000C.Karakterisasi katalis meliputi penentuan keasaman katalis, luas permukaan spesifik, volume total pori, dan rerata jejari pori. Keasaman katalis ditentukan dengan metode gravimetri. Luas permukaan spesifik, volume total pori, dan rerata jejari pori diukur dengan Surface Area Analyzer NOVA-1000 berdasarkan persamaan BET.Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis 2% Ni-NZA memiliki karakter yang peling baik dibandingkan dengan katalis yang lain (NZA, 5% Ni/NZA, dan 8% Ni/NZA). Katalis 2% Ni-NZA memiliki tingkat keasaman sebesar 3,95 mmol/g, luas permukaan spesifik 185,57 m2/g , volume total pori 1,83 cc/g, dan rerata jejari pori 20,56 A0.
PROFIL KETERAMPILAN LABORATORIUM MAHASISWA PADA BIDANG LITOSFER Ni Made Pujani
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan profil keterampilan laboratorium mahasiswa pada bidang litosfer. Pembelajaran dilakukan melalui penerapan Program Pembelajaran Keterampilan Laboratorium Berbasis Kemampuan Generik Sains (PPKL-BKGS). Perangkat program pembelajaran dikembangkan menggunakan strategi research and development. Pengembangan dilakukan tiga tahap yaitu, (1) Studi Pendahuluan, (2) Penyusunan/ pengembangan Program, (3) Validasi Program melalui uji coba terbatas. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III Jurusan Pendidikan Fisika pada suatu LPTK di Bali tahun ajaran 2010/2011, dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) PPKL-BKGS dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan kegiatan laboratorium IPBA pada bidang Litosfer. Kemampuan mahasiswa dalam merancang, melaksanakan dan melaporkan percobaan tergolong sangat baik. (2) Respon mahasiswa, asisten dan dosen terhadap PPKL-BKGS adalah positif.
ANALISIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DI KABUPATEN BULELENG I Nyoman Suardana; I Nyoman Selamat
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa SMA di Kabupaten Buleleng Bali. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI yang berasal dari tiga SMA masing-masing dengan peringkat tinggi, sedang, dan rendah pada semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Subjek penelitian berjumlah 159 orang. Objek penelitian adalah keterampilan berpikir kritis siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis berbasis konten termokimia. Data keterampilan berpikir kritis siswa dianalisis secara deskriptif. Perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa pada tiga peringkat SMA dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi, sedang, dan rendah. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat tinggi adalah 59,0 (standar deviasi 6,2) dengan skor terendah 48,9 dan skor tertinggi 76,1. Rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada sekolah peringkat sedang adalah 43,1 (standar deviasi 11,4) dengan skor terendah 26,1 dan skor tertinggi 60,9. Sementara itu, rerata skor keterampilan berpikir kritis siswa pada SMA peringkat rendah 34,7 (standar deviasi 7,1) dengan skor terendah 22,8 dan skor tertinggi 50.
PEMANFAATAN MEDIA PhET SEBAGAI ALAT EKSPERIMEN EFEK FOTO LISTRIK BERBASIS SIMULASI Khairil Anwar; Ady Hardiansyah
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKMatakuliah fisika modern harus ditunjang dengan praktikum atau eksperimen. Banyak gejala fisika yang sulit diamati secara langsung karena bersifat abstrak, seperti efek foto listrik. Selain itu peralatan-peralatan eksperimen yang digunakan sangat mahal secara ekonomi. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat digunakan beberapa alat bantu eksperimen berupa media simulasi berbasis komputer, diantaranya PhET (Physics Education Tecnology). Oleh karena itu telah dilakukan pengujian media PhET dengan spesifikasi simulasi efek foto listrik sebagai alat eksperimen untuk menentukan konstanta Planck (h) dan menunjukkan apakah energi kinetik foto-elektron bergantung pada intensitas cahaya atau tidak. Panjang gelombang dari suatu cahaya ditetapkan dari suatu panel pemilihan fungsi cahaya pada perangkat lunak, kemudian data tegangan balik (V0) ditentukan sesuai dengan laju energi kinetik elektron yang bergerak menuju anoda. Selanjutnya untuk meningkatkan ketelitian, data matematis elektronvolt (eV0) dengan seperpanjang gelombang cahaya dianalisis dengan metode regresi linier. Perhitungan regresi untuk memperoleh nilai kemiringan grafik dilakukan dengan program Ms. excel. Hasil analisis menunjukkan bahwa media simulasi PhET memberikan tingkat ketelitian yang baik pada penentuan tetapan Planck sebesar (6,80 ± 0,09)×10-34 J.s. Sedangkan energi kinetik foto-elektron ditunjukkan bahwa tidak bergantung pada intensitas cahaya. Dapat dinyatakan bahwa dengan media PhET dapat membuktikan nilai tetapan Planck dan meningkatkan ketrampilan proses dalam pembelajaran, sehingga diharapkan dapat mambantu dalam memahami konsep dan teori efek foto listrik secara mudah, cepat, dan praktis.
KAJIAN AWAL PENERAPAN KONSEP MEKANIKA PADA GERAK ROBOT DENGAN ANALISIS ALJABAR Luh Putu Budi Yasmini; I Gede Aris Gunadi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGerak screw adalah gerak dasar sebuah robot yang dapat dianalisis dengan menerapkan konsep gerak benda tegar. Gerak benda tegar terdiri dari gerak rotasi terhadap suatu garis lurus dan diikuti dengan gerak translasi pada garis lurus tersebut. Dalam penelitian ini dikaji kembali mengenai konsep dasar dari gerak robot dengan menggunakan koordinat eksponensial (koordinat twist), serta persamaan kecepatan gerak robot sebagai fungsi waktu dengan menggunakan analisis aljabar. Gerak robot dengan model ball joints digambarkan oleh dua persamaan kecepatan koordinat spatial dan body, yakni: dan yang menggambarkan kecepatan sistem sebagai fungsi sudut rotasi terhadap sumbu-x (), sumbu-y (β) dan sumbu-z (α) yang merupakan fungsi dari θ.

Page 11 of 12 | Total Record : 120